Simak Cara Menyimpan Cuka Yang Benar

Cuka adalah salah satu bahan pelengkap dari masakan yang memberikan rasa asam dan sedikit manis. Cuka dibuat dari larutan encer asam asetat yang difermentasi dengan biji-bijian atau buah-buahan. Alhasil cuka memiliki beragam jenis mulai dari cuka sari apel, cuka kelapa, cuka balsamic, cuka anggur, cuka beras, cuka malt dan cuka putih.

Semua cuka tersebut bisa dikonsumsi, sementara sebagian dapat digunakan untuk perawatan dan kecantikan. Beberapa orang juga meyakini bahwa cuka bisa menjadi bahan yang baik untuk menjaga sistem pencernaan dan menurunkan berat badan. Dikarenakan manfaatnya yang cukup banyak, orang cenderung akan membeli cuka dan menyimpannya untuk stok di rumah.

Perlu diketahui, meskipun tidak bisa kadaluarsa, namun rasa cuka akan mengalami perubahan jika sudah terpapar udara. Keasamannya menjadi menurun dan rasanya tidak enak sehingga membuat masakan menjadi hambar. Masalahnya, banyak yang mungkin belum tahu bagaimana cuka seharusnya disimpan. Simak tips dan penjelasannya sebagai berikut.

Umur Penyimpanan Cuka

Secara umum cuka adalah bahan yang tidak bisa kadaluarsa. Ini bisa bertahan tanpa batas waktu. Hal ini dikarenakan sifat asam cuka membuatnya menjadi bahan pokok dapur yang bisa awet dengan sendirinya. Namun jika tidak disimpan dengan benar, cuka akan mengalami penurunan kualitas, kehilangan sifat asam dan perubahan pada rasanya.

Pada dasarnya keasaman cuka yang tinggi membuat bakteri yang masuk akan mati secara otomatis dan menghilangkan kemungkinan pertumbuhan bakteri dalam cairan. Dengan kata lain, hampir tidak ada peluang untuk cuka menjadi rusak selama menggunakannya pada waktu yang tepat, sesuai dengan tanggal yang tercantum pada botol.

Sebagai informasi tambahan, skala pH yag berkisar dari 0-14 adalah skala untuk menunjukkan seberapa asam zat. Kadar pH yang lebih rendah dari 7 artinya suatu zat bersifat asam, sementara pH yang lebih besar dari 7 bersifat basa. Dalam hal ini asam asetat sebagai komponen utama dalam cuka bersifat sangat asam karena memiliki pH 2 atau 3.

Dikarenakan pH yang rendah, maka secara alami cuka memiliki sifat anti-mikroba yang berkontribusi pada umur simpan yang lebih lama. Cuka dapat mencegah pertumbuhan bakteri penyebab penyakit terutama E. coli, staphylococcus aureus dan candida albicans. Tak heran jika kualitas cuka bisa bertahan hingga 2 sampai 5 tahun. Sifat anti-bakterinya sering disandingkan dengan kopi, soda, teh, jus, dan minyak zaitun.

Menggunakan Wadah Yang Tepat

Cara terbaik untuk menyimpan cuka adalah menempatkannya di dalam wadah kedap udara. Langkah selanjutnya, letakkan di tempat yang sejuk dan gelap, jauh dari sinar matahari seperti di dapur atau di ruang bawah tanah. Sebaiknya dalam menyimpan cuka gunakan wadah yang terbuat dari gelas atau kaca karena cuka bersifat asam. Sifat ini membuat cuka tidak cocok disimpan dalam wadah berbahan tertentu, karena mungkin menimbulkan oksigenasi yang lebih besar. Cuka tidak dianjurkan untuk disimpan dalam wadah yang terbuat dari kuningan, tembaga, besi, timah, atau bahan yang mudah mengalami korosi.

Meskipun cuka adalah produk fermentasi, namun cuka bisa menjadi rusak setelah beberapa tahun. Bahan ini cenderung kehilangan rasa jika dibiarkan dalam wadah biasa dan terpapar sinar matahari. Setelah 6 bulan sampai 1 tahun, cuka yang disimpan dengan wadah yang tidak tepat akan menghasilkan rasa yang tidak terasa enak atau “tidak berguna” untuk makanan.

Sebaliknya, menggunakan wadah yang tepat akan membuat cuka tetap mempertahankan rasa bahkan setelah 1 tahun penyimpanan. Ingat pula untuk mengunci tutup wadah dengan rapat setiap kali menggunakan. Pastikan untuk menghindari kontak dengan udara secara langsung dan tutup wadah terpasang dengan benar. Jangan pernah membiarkan wadah terbuka begitu saja saat berada di tempat penyimpanan.

Menggunakan Lemari Pendingin

Banyak yang mengatakan bahwa cuka tidak perlu disimpan di dalam lemari pendingin. Sifat cuka yang sangat asam menjadi alasan cuka tidak memerlukan lemari es. Meskipun cuka tidak bisa kadaluarsa, namun kualitas cuka termasuk rasa dan keasamannya akan berkurang seiring waktu. Inilah yang menjadi alasan cuka perlu disimpan di dalam lemari pendingin untuk mempertahankan rasaya.

Ingat bahwa menyimpan cuka di dalam lemari pendingin tidak menambah umur penyimpanan cuka, melainkan hanya mempertahankan kualitasnya. Memasukkan cuka ke dalam lemari es akan meminimalisir jumlah oksigen yang bersentuhan langsung dengan cuka. Seperti yang diketahui, paparan oksigen akan mempercepat proses kerusakan cuka terutama untuk jenis cuka apel.

Selain itu, kelembapan di udara terbuka juga merupakan faktor yang membuat cuka sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin. Akan tetapi, jika anda tidak memiliki lemari pendingin, maka meletakkan cuka di tempat sejuk dan gelap sudah cukup baik. Dengan demikian menyimpan cuka di lemari pendingin disarankan, namun bukan suatu keharusan.

Memperhatikan Perubahan Pada Cuka

Seiring bertambahnya umur cuka sangat mungkin mengalami perubahan penampilan fisik. Cairan cuka dapat menjadi tidak bening lagi maupun seperti terpisah atau terlalu encer. Anda juga mungkin akan menemukan endapan sedimen keruh atau serat di bagian bawah botol. Hal ini disebabkan oleh paparan oksigen yang masuk setiap kali anda membuka tutup botol cuka.

Seiring berjalannya waktu oksigenasi akan menyebabkan pelepasan asam sitrat dan sulfur dioksida. Ini adalah dua pengawet yang berada di dalam cuka yang seharusnya menjaga kualitas cuka. Proses ini dapat mempengaruhi bagaimana rasa dan tekstur cuka yang berkontribusi pada rasa makanan.

Akan tetapi, secara umum perubahan akibat oksigenasi tersebut tidak mempengaruhi nilai gizi, maupun umur simpan cuka secara signifikan. Namun jika anda penasaran dengan perubahan tersebut anda bisa menganalisisnya langsung. Sebelum menggunakan cuka apel yang sudah anda simpan dalam waktu yang cukup lama, anda dapat mencium dan mencicipnya terlebih dahulu untuk memastikan cuka tersebut masih berfungsi dengan baik di dalam resep.

Memperhatikan Tanggal Kadaluarsa

Anda dapat menemukan tanggal kadaluarsa pada botol kemasan cuka untuk mengetahui seberapa lama rasa cuka dapat bertahan. Artinya cuka tetap bisa digunakan lebih dari tanggal kadaluarsa, namun tidak memberikan rasa yang sama lagi. Rata-rata cuka memiliki umur simpan sekitar 2-5 tahun, namun ini bisa berkurang atau lebih lama tergantung dengan produsen yang membuatnya.

Uniknya, cuka yang sudah kadaluarsa tetap dapat digunakan, dengan menyaring cairan untuk menghilangkan sebagian endapan di bawah botol. Akan tetapi meskipun aman digunakan, rasanya tidak akan sebagus botol yang lebih segar. Secara khusus, untuk jenis cuka balsamic, cuka apel, dan cuka yang berwarna lainnya cenderung juga akan kehilangan kilaunya seiring dengan bertambahnya usia penyimpanan.

Cuka yang sudah kadaluarsa mungkin bukan pilihan terbaik untuk makanan, namun bisa menjadi pembersih yang efektif untuk peralatan rumah tangga. Ini bisa juga digunakan untuk membersihkan gulma, mencuci buah dan sayur, sebagai pelembut kain dan untuk membersihkan telur mentah. Dengan demikian, perubahan cuka yang mungkin terjadi ketika mendekati tanggal kadaluarsa sebenarnya masih tergolong aman untuk digunakan.

Melakukan Pasteurisasi

Air dari udara mengendap ke dalam cuka dan bertindak untuk mengencerkan keasaman. Alhasil cuka menjadi kurang asam dan tidak stabil dari waktu ke waktu. Selanjutnya, asam asetat terurai dan pH cairan meningkat (menjadi bersifat basa). Dalam rangka meminimalisir hal tersebut, ada satu hal yang dapat dilakukan untuk membuat cuka lebih stabil keasamannya yaitu dengan pasteurisasi.

Untuk melakukan proses pasteurisasi, cuka perlu dipanaskan dalam suhu 155 derajat Celcius dalam beberapa detik. Proses pasteurisasi akan menghentikan proses fermentasi dan membantu mempertahankan produk cuka dengan tingkat keasaman yang stabil untuk waktu yang lebih lama. Kabar baiknya banyak produk cuka yang dapat ditemukan di toko bahan pangan sebenarnya telah melalui proses pasteurisasi. Namun rata-rata jenis cuka yang sudah dipasteurisasi adalah cuka sari apel.

Karena jenis cuka kebanyakan masih membiarkan fermentasi terjadi, maka ketika cuka mengalami pasteurisasi akan membunuh bakteri baik atau probiotik di dalam cuka. Sehingga pasteurisasi akan mengurangi manfaat cuka bagi kesehatan.

Oleh sebab itu sebagian orang cenderung lebih suka untuk menstabilkan keasaman cuka dengan mengurangi paparan oksigen, atau menggunakan produk dengan cepat dibandingkan harus pasteurisasi. Sebaliknya, membiarkan cuka tanpa pasteurisasi dan tidak juga menggunakan cuka dengan cepat, maka lama kelamaan cuka hanya menjadi cairan biasa tanpa manfaat kesehatan.

Promo Diskon Cairo Food

Bagaimanapun menyimpan cuka dengan cara yang benar akan membuat perbedaan besar dalam mempertahankan kualitas dan rasa cuka itu sendiri. Cuka yang bersifat antimikroba dan asam mungkin akan mengalami perubahan estetika, namun perubahan ini tidak mempengaruhi umur simpan dan tidak berbahaya jika dikonsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *