Biji Pala vs Bunga Pala, Kapan Kamu Harus Pilih Salah Satunya

Meskipun pala adalah tanaman asli Indonesia, namun pala juga dapat ditemukan di beberapa pulau Karibia khususnya Grenada yang menggunakan bentuk pala sebagai simbol nasional dan muncul di bendera negara. Buah pala juga saat ini didistribusikan dan digunakan secara luas oleh masyarakat dunia karena fungsinya sebagai rempah-rempah dan obat-obat tradisional yang efektif.

Biji pala dan bunga pala keduanya dikenal sebagai rempah-rempah yang berasal dari tumbuhan yang sama. Kedua rempah ini menjadi rempah-rempah yang dikenal memberikan aroma yang kuat serta menambah cita rasa masakan. Meskipun kegunaan biji pala dan bunga pala terkesan mirip, namun terdapat perbedaan dari kedua jenis rempah ini baik dari kandungan nutrisi di dalamnya maupun prosedur yang digunakan untuk mengembangbiakkannya.

Biji Pala

Biji pala diperoleh dari buah pohon pala (Myristica fragrans). Ini termasuk pohon cemara yang tumbuh subur di tanah Indonesia. Pohon pala paling terkenal karena menghasilkan dua rempah-rempah populer yaitu biji pala dan fuli atau bunga pala. Biji pala merujuk pada biji bagian dalam sementara fuli adalah zat merah yang berserat dan menutupi biji pala. Biji pala mungkin lebih terkenal karena penggunaannya sebagai minyak esensial, namun faktanya fuli juga tidak kalah banyak kegunaannya.

Secara khusus, biji pala dapat dikenali dengan karakteristik fisiknya yakni warna coklat tua dan licin permukaannya apabila sudah matang dan kering. Rempah yang berasal dari Kepulauan Banda, Maluku ini memiliki tekstur yang keras dengan jenis kelamin biji betina dan jantan. Biasanya benih yang memiliki tonjolan akan tumbuh menjadi pala jantan, begitu sebaliknya. Namun secara umum biji pala akan berbentuk bulat telur hingga lonjong.

Biji pala tunggal memiliki keping dua yang dilindungi oleh tempurung yang tipis namun cukup keras. Tempurung ini terbentuk ketika buah berumur 4-5 bulan. Ini menjadi masa dimana kandungan minyak atsiri mencapai jumlah yang lebih tinggi dibandingkan buah yang dipetik saat sudah masak atau berjatuhan, yakni sekitar 8 sampai 17 persen. Biji yang masih muda biasanya dikeringkan dan berubah warna menjadi cokelat muda untuk menghasilkan minyak atsiri, sementara biji yang lebih tua digunakan sebagai rempah-rempah.

Sementara biji yang biasa digunakan untuk rempah berasal dari buah yang umurnya sekitar 9 bulan sejak proses persarian bunga.  Ini adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan aroma rempah yang kuat. Biji ini dikeringkan di bawah sinar matahari selama 6-8 minggu sebelum dijadikan rempah-rempah. Dalam durasi tersebut biji bagian dalam pala akan mengecil dan terpisah dari lapisan kerasnya. Hal ini membuat biji pala ketika digoyangkan akan terdengar suara gemerisik dari gesekan karnel di dalamnya.

Penggunaan Biji Pala

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biji pala paling terkenal sebagai rempah-rempah yang sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat dunia. Biji pala bisa digunakan sebagai bahan untuk melengkapi hidangan manis dan asin. Biji pala bisa ditambahkan pada makanan penutup seperti pai apel, roti, kue, pudding, saus dan berbagai jenis minuman penyegar, misalnya wedang.

Dikarenakan teksturnya yang keras, maka untuk menggunakan biji pala perlu diparut atau dihaluskan terlebih dahulu. Biji pala juga umum digunakan untuk memberikan aroma dan penguat rasa dalam masakan utama yang pedas dan menghangatkan. Rasa dari biji pala hangat agak pedas dan beraroma harum dan manis. Beberapa makanan yang menggunakan bubuk biji pala ini seperti sayuran, gulai, kari, semur daging dan berbagai masakan Timur Tengah.

Rempah-rempah ini juga mampu menghilangkan bau amis dari daging dan ikan karena aromanya yang kuat, sehingga ini menjadi rempah-rempah yang tidak bisa lepas dari dapur rumah tangga. Sementara, biji pala utuh bisa dijadikan obat untuk mengurangi tingkat asam lambung yang tinggi. Caranya dengan menyeduh biji pala dan pisang batu dengan air hangat. Sebaiknya minum seduhan biji pala dengan pisang batu satu kali sehari selama 30 hari.

Sebuah penelitian terkait kandungan pada biji pala menunjukkan bahwa biji pala adalah rempah-rempah yang biasa dijadikan obat tradisional. Biji pala mengandung mineral penting, vitamin B6, vitamin B12 serta memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang membawa banyak manfaat kesehatan. Termasuk diantaranya meringankan rasa nyeri, meminimalisir gangguan pencernaan, mengobati muntah-muntah, mengatasi insomnia, membantu menjaga kesehatan otak serta menjaga kestabilan tekanan darah.

Penggunaan selanjutnya dari biji pala yaitu sebagai minyak atsiri.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri biji pala mempunyai sifat antioksidan yang tinggi sehingga akan mampu menekan stres oksidatif pada tubuh. Selain itu, aktivitas antioksidan yang kuat juga membuat minyak atsiri membawa efek menenangkan saat digunakan.  Ini juga yang membuat biji pala menjadi komponen minyak atsiri menjadi minyak aromaterapi yang baik karena mengeluarkan aroma yang kuat ketika menguap.

Bunga Pala

Bunga pala atau lebih dikenal sebagai fuli merupakan selaput tipis berwarna merah cerah yang menutupi kulit buah pala. Beberapa orang mengenal bunga pala juga dengan nama Inggris mace atau salut biji. Uniknya, selaput tipis ini jika dipetik saat belum matang akan berwarna kuning pucat, lalu apabila dikeringkan akan berwarna coklat muda. Sementara bunga pala dari buah yang matang di pohon akan berwana merah cerah dan bila dikeringkan akan berubah warna menjadi merah-coklat tua. Akan tetapi ketika disimpan dalam jangka panjang maka warnanya akan berubah lagi menjadi warna kuning tua atau kuning jerami.

Ketika buah dari pohon pala mencapai tingkat kematangan yang sempurna, maka secara otomatis akan terbelah dan memperlihatkan bunga pala serta bijinya. Buah dipanen dan bunganya diambil secara manual lalu dipipihkan dan dibiarkan mengering secara alami selama 10-14 hari. Apabila bunga pala tidak dipipihkan atau dikeringkan dan dibiarkan utuh, maka disebut blade of mace atau bunga pala utuh. Bunga pala ini akan dijual apa adanya atau diolah menjadi bumbu halus.

Lebih lanjut, bunga pala memiliki varietas yang sedikit berbeda tergantung dari warna dan asal rempah-rempah ini. Misalnya warna bunga pala oren kemerahan biasanya berasal dari Indonesia, sementara bunga pala yang berwarna oren kekuning-kuningan kemungkinan berasal dari Grenada. Meski demikian rasa yang dihasilkan cenderung sama.

Rasa bunga pala mirip dengan biji pala namun dengan rasa yang lebih pedas dan manis yang lebih ringan. Rasa dari bunga pala bisa dikatakan manis, berkayu, hangat, dengan rasa pedas yang ringan dan tidak terlalu manis. Rasa ini juga bisa digambarkan sebagai kombinasi kayu manis dan merica. Sebagian besar bunga pala dijual dalam bentuk bubuk atau gilingan, meskipun masih dapat ditemukan yang menjualnya dalam bentuk utuh atau bilah.

Seperti halnya biji pala, untuk rasa yang paling terbaik memang membeli bunga pala utuh lalu menggilingnya sesuai kebutuhan agar rasanya lebih segar. Akan tetapi bunga pala yang sudah digiling lebih praktis namun tidak dapat mempertahankan kualitas rasa yang sama. Meski demikian bubuknya akan awet, bahkan lebih tahan lama dibandingkan bubuk dari rempah-rempah lainnya. Oleh sebab itu memilih bunga pala utuh atau dalam bentuk bubuk sangat ditentukan dengan kebutuhan penggunaannya.

Penggunaan Bunga Pala

Pada dasarnya bunga pala digunakan untuk fungsi yang sama dengan biji pala. Di Indonesia bunga pala disebut juga bunga pala yang harganya cukup mahal. Di tahun 2020 bunga pala yang menjadi hasil perkebunan utama di Maluku mencapai harga 250.000 rupiah per kg dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bunga pala ini paling banyak didisitribusikan ke kota besar di Indonesia, terutama ke Surabaya. Sementara beberapa petani pala juga mungkin mengekspor produk bunga pala hingga ke luar negeri.

Banyaknya peminat dari bunga pala disebabkan penggunaannya yang juga sangat beragam. Bunga pala umum digunakan sebagai masakan atau makanan serta memberikan aroma yang khas. Selain itu bunga pala juga bisa dijadikan bahan pengawet, bahan pembuatan parfum, bahkan bisa diolah menjadi makanan ringan yang disukai oleh masyarakat Indonesia seperti asinan, marmalade, manisan, selai, dan kristal daging bunga pala. Bunga pala juga bisa diolah sebagai bahan pembuatan minyak atsiri sama seperti biji pala. Minyak atsiri yang berasal dari pala ini merupakan produk yang paling banyak diekspor.

Penggunaan bunga pala juga bisa dijadikan sebagai obat tradisional yang bersifat stimulan, tonik, dan karminatif. Ini membuat bunga pala biasa dijadikan ramuan untuk disentri, maag, perut kembung, mual dan muntah, rematik dan suara parau. Bunga pala juga mengandung bahan kimia yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat serta dapat membunuh bakteri dan jamur. Oleh sebabnya bunga pala juga dapat diolah menjadi minuman untuk mengobati kanker, penyakit ginjal, meningkatkan kesehatan reproduksi bahkan termasuk rempah yang bagus untuk meningkatkan vitalitas pria. Bunga pala ini bisa pula dijadikan obat oles untuk menghilangkan rasa sakit, terutama rasa sakit yang disebabkan oleh nyeri sendi (rematik).

Biji Pala vs Bunga Pala

Setelah memahami mengenai karakteristik masing-masing dari biji pala dan bunga pala, maka pada dasarnya dua rempah-rempah ini memiliki banyak persamaan dalam hal fungsi dan penggunaan. Hal ini dikarenakan baik biji pala maupun bunga pala berasal dari tanaman yang sama. Lalu bagaimana untuk menentukan mana rempah-rempah yang harus digunakan atau mana yang lebih baik?

Harga

Biji pala lebih mudah ditemukan dan cenderung lebih umum digunakan dibandingkan bunga pala. Hal ini membuat biji pala bukanlah produk langka sehingga harganya cenderung lebih terjangkau dibandingkan harga bunga pala.

Apabila biji pala rata-rata per kilogramnya dijual dengan harga sekitar 150.000, maka bunga pala bisa mencapai 250.000 rupiah. Meski demikian kedua rempah-rempah ini tergolong sebagai rempah-rempah favorit di seluruh dunia dan harganya tidak murah. Bahkan pala secara keseluruhan menjadi “buah emas” yang sempat diperebutkan dunia sejak abad ke-6 masehi.

Rasa dan Aroma

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rasa biji pala dan bunga pala sedikit berbeda. Biji pala memiliki rasa yang lebih manis, hangat dan agak pedas. Begitu pula dengan aromanya yang cenderung lebih kuat. Sementara disisi lain, rasa bunga pala lebih lembut namun sedikit lebih pedas dibandingkan biji pala sehingga digambarkan sebagai rasa kayu manis dan merica.

Akan tetapi tampaknya rasa dari biji pala cenderung lebih disukai, sehingga lebih banyak resep yang menggunakan rempah-rempah ini. Sebaliknya, rasa dari bunga pala justru lebih cepat hilang dibandingkan biji pala, terutama jika menggunakan versi bubuk yang sudah lama di simpan.

Bentuk Rempah Yang Dijual

Biji pala dan bunga pala biasanya dijual dalam dua bentuk. Biji pala tersedia dalam bentuk biji utuh dan bubuk, sementara bunga pala biasa ditemukan dalam bentuk bunga kering maupun bubuk yang agak kasar. Bentuk rempah yang berbeda ini digunakan sesuai dengan penggunaan dan kebutuhan. Misalnya bentuk bunga pala bubuk digunakan untuk sekali pakai agar tetap bisa mempertahankan rasa yang sama, sementara versi bunga kering dapat dipilih untuk menjaga rasa alami dari rempah ini.

Kombinasi dan Penggunaan

Dalam hal mengolah biji pala dengan rempah-rempah lainnya, biji pala akan menghasilkan rasa terbaik jika dicampurkan dengan allspice, kapulaga, kayu manis, cengkeh, ketumbar, cranberry, jintan, jahe, merica, gula, thyme, dan vanila. Anda dapat menggunakan pala dalam hidangan gurih seperti asparagus, kacang-kacangan, kubis, telur, ikan, domba, bawang, wortel, labu, kentang, sosis, sup krim seafood, daging sapi muda, dan ubi jalar, serta minuman eggnog.

Sementara itu, bunga pala umum digunakan dalam memasak makanan panggang dan telah lama menjadi rasa dominan dalam makanan manis. Ini sering digunakan dalam kue basah, kue kering, dan dalam hidangan gurih seperti saudaranya, biji pala. Bunga pala paling baik dikombinasikan dengan allspice, kayu manis, cengkeh, cranberry, jinten, jahe, gula, dan vanilla. Rasanya cocok untuk dimakan bersama telur, labu, ubi, kentang, sosis, daging sapi muda, dan isian kue.

Kapan Harus Memilih Salah Satunya?

Baik biji pala maupun bunga pala memiliki rasa hangat, pedas dan manis serta aroma yang enak. Terutama jika menggunakan kedua rempah-rempah ini dalam keadaan utuh (bukan membeli versi bubuk) sehingga akan menghasilkan rasa dan aroma yang jauh lebih segar. Dikarenakan kedua rempah-rempah ini sangat mirip dari segi rasa dan aroma, banyak yang setuju bahwa keduanya bisa saling menggantikan. Untuk menggunakan bunga pala sebagai pengganti biji pala, maka cukup gunakan setengah porsi dari takaran biji pala di dalam resep.

Namun dikarenakan rasa dan aroma bunga pala yang cenderung lebih intens namun cepat hilang, maka dalam beberapa kasus biji pala lebih baik digunakan dalam banyak resep. Oleh sebabnya gunakan biji pala untuk sajian yang membutuhkan waktu memasak yang lama karena rasanya cenderung awet bahkan sampai hidangan matang. Sementara itu, bunga pala memiliki aroma dan rasa yang mudah pudar, sehingga jika ingin tetap menggunakan bunga pala sebaiknya digunakan ketika hidangan hampir matang.

Harus diakui bahwa penggunaan bunga pala lebih terbatas dibandingkan biji pala. Bukan karena bunga pala kurang efektif sebagai rempah-rempah, namun karena harganya mahal dan kurang populer digunakan. Bayangkan jika untuk mendapatkan rasa yang sama, anda harus menggunakan bunga pala yang lebih mahal. Tentu saja ini akan membuat anda berpikir ulang untuk menggunakannya. Anda cenderung akan memilih biji pala yang lebih murah sebagai alternatif.

Namun penggunaan bunga pala tetap bisa diprioritaskan dalam hal tertentu, misalnya biasa digunakan dalam bumbu tertentu yang dianggap lebih cocok yakni untuk campuran rempah-rempah India, garam masala dan ras el hanout dari Maroko. Bunga pala juga lebih sempurna untuk makanan yang jika menggunakan biji pala akan dirasa terlalu berat. Termasuk susu, olahan ikan berdaging putih, ayam, sup krim, sayuran akar, dan makanan apa pun dengan elemen asam.

Sementara untuk biji pala bisa dipilih jika anda menginginkan masakan dengan aroma dan rasa rempah-rempah yang kuat, seperti kari dan semur daging. Lebih lanjut, biji pala sebenarnya juga memiliki daftar kegunaan yang lebih panjang dibandingkan bunga pala sehingga anda bisa menggunakannya mulai dari makanan khas Indonesia, saus Bechamel Prancis, haggis Skotlandia, wine Inggris hingga bubuk kari Jepang.

Dengan demikian, keputusan untuk memilih satu diantaranya tergantung dengan kebutuhan hidangan yang anda buat. Hal ini termasuk mempertimbangkan kemudahan mendapatkan produk rempah-rempah dan harganya yang sebanding dengan rasa yang ditawarkan. Selain itu mungkin anda akan mempertimbangkan berdasarkan rasa dan aroma yang lebih lembut atau lebih kuat, tergantung mana yang lebih anda sukai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *