Fungsi Dan Khasiat Garam Masala Bagi Kesehatan

Garam masala merupakan bumbu masakan dasar pada masakan India. Meski menggunakan kata “garam” dinamanya, garam masala bukan merupakan jenis garam seperti yang kita kenal. Garam masala secara harfiah diambil dari dua kata yaitu garam yang artinya panas dan masala yang artinya rempah-rempah. Ini merupakan bumbu masakan yang diracik dari rempah-rempah yang sudah dipanggang dan ditumbuk halus. Berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu garam masala serta fungsi dan khasiatnya.

Mengenal Garam Masala

Garam masala diyakini asal muasalnya ada dari masakan India Utara. Hal ini dikarenakan bumbu rempah yang aromatik banyak ditemukan dalam hidangan tradisional wilayah Mughal. Dalam pengobatan tradisional tertua Ayurveda, rempah-rempah dalam garam masala digunakan untuk meningkatkan metabolisme dibandingkan sebagai bahan masakan. Sementara di India Utara ratusan tahun lalu mengembangkan resep garam masala untuk menghangatkan karena daerah tersebut memiliki musim dingin. Selanjutnya garam masala menyebar ke seluruh India hingga ke wilayah bagian barat atau negara Iran.

Garam masala adalah bubuk rempah-rempah yang biasa digunakan untuk menambahkan aroma pada masakan khususnya ayam panggang, kari, dan masakan lainnya. Rempah-rempah yang digunakan untuk meracik garam masala memiliki rasa dan aroma yang kuat. Misalnya kayu manis, lada hitam, dan kapulaga. Namun perlu diketahui, rincian dari bahan rempah-rempah yang digunakan memiliki perbedaan tersendiri di berbagai daerah di India. Sebagai contoh garam masala di India Selatan ditambahkan lebih banyak cabai merah. Sementara di India Utara penggunaan cabai merah digantikan dengan lada hitam yang lebih banyak.

Meskipun garam masala bisa menggunakan rempah-rempah yang berbeda-beda di setiap daerah di India namun terdapat rempah-rempah yang paling umum digunakan. Biasanya garam masala dibuat dari 20 jenis rempah-rempah, namun jenis rempah yang selalu digunakan anatara lain lada (lada hitam atau lada putih), cengkeh, daun salam koja, jintan hitam, kayu manis, kapulaga hijau, kapulaga putih, biji pala, adas, ketumbar, dan bunga lawang.

Semua rempah-rempah tersebut dipanggang menggunakan api kecil, selama sekitar 2-3 menit atau hingga berubah warna dan mengeluarkan aroma khas rempah-rempah. Ini dilakukan mirip dengan menyangrai rempah-rempah yakni diaduk secara terus menerus hingga berubah warna. Perlu diingat, jangan sampai rempah-rempah tersebut berwarna terlalu coklat ketika dipanggang, karena bisa memberikan rasa yang agak pahit. Setelah semua bahan selesai dipanggang, lalu dihaluskan hingga menjadi bubuk garam masala. Proses penghalusan bisa dilakukan secara manual dengan cara diulek atau ditumbuk, namun bisa juga menggunakan blender.

Bubuk garam masala perlu disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya. Hal ini untuk membuat garam masala tetap mempertahankan rasa dan aroma garam. Biasanya garam masala paling lama bertahan sekitar 2-3 minggu dalam suhu ruangan. Sementara jika disimpan dalam freezer akan bertahan hingga 6 bulan.

Apabila bagi anda, membuat garam masala sendiri terlalu merepotkan, biasanya bumbu masakan ini dijual dalam bentuk produk jadi. Produk garam masala mudah ditemukan dan dapat dibeli secara online. Akan tetapi biasanya garam masala instan menggunakan bahan rempah-rempah yang lebih murah misalnya bubuk cabai, bawang putih, jahe, wijen, kunyit, ketumbar, salam koja, bunga lawang dan adas.

Pada umumnya, semakin jauh ke selatan India, garam masala akan memiliki rasa yang lebih pedas dan mengunakan cabai merah yang lebih banyak sebagai campuran utama. Sebaliknya di India Utara termasuk wilayah Punjab biasanya hanya menggunakan lada hitam untuk memberikan unsur panas. Oleh sebabnya garam masala di wilayah India Utara akan berfokus pada rempah-rempah aromatik dan manis dengan rasa yang ringan.

Resep garam masala tidak hanya bersifat kewilayahan namun juga diturunkan turun-temurun. Oleh sebabnya seni mencampurkan rempah-rempah yang disebut masalchi adalah skill memasak yang dibanggakan di India. Setiap juru masak berusaha mencampur garam masala versi terbaik mereka. Garam masala dikenal sebagai bumbu masakan yang menambah kehangatan, rasa manis, aroma bunga, serta sentuhan hangat dari campuran lada hitam. Sementara campuran jinten dan ketumbar akan mengingatkan dengan rasa bumbu kari namun tidak pedas.

Fungsi Garam Masala

Garam masala ditambahkan menjelang akhir dari proses memasak agar tidak hanya membumbui masakan namun juga meninggalkan aromanya. Beberapa garam masala juga ditambahkan langsung sebagai taburan di atas piring. Meskipun bumbu ini dikenal sebagai bahan yang selalu digunakan oleh masyarakat India, namun ini bukanlah satu-satunya bumbu yang digunakan dalam membuat hidangan.

Garam masala berfungsi sebagai bumbu penyedap pada masakan seperti kari, panggangan, tikka masala, gravy ayam dan hampir semua masakan India lainnya. Garam masala juga biasa digunakan dalam hidangan berkuah yang menggunakan daging maupun ikan. Apabila anda seorang vegetarian atau vegan maka anda dapat mengonsumsi masala dalam sup vegetarian, serta salad dari campuran kacang-kacangan dan sayuran.

Khasiat Garam Masala

Tak hanya memberikan cita rasa dan aroma khusus, garam masala juga mampu memberikan khasiat untuk kesehatan. Inilah yang menjadi alasan mengapa masyarakat India sangat menyukai bumbu masakan ini. Berikut 7 manfaat yang akan anda dapatkan jika mengonsumsi garam masala untuk kesehatan.

Menurunkan Kolesterol

Rempah-rempah yang digunakan dalam garam masala bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh. Buah pala, ketumbar, kayu manis, lada, daun salam dan cengkeh dalam bumbu masakan ini terkenal akan kandungan senyawa flavonoid dan antioksidan yang dapat mengontrol kadar kolesterol. Rempah-rempah ini akan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan meningkatkan jumlah kolesterol baik. Oleh sebabnya mengonsumsi garam masala tidak hanya melezatkan makanan, namun juga menyehatkan.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Gagasan tradisional bahwa garam masala meningkatkan kesehatan pencernaan sudah terbukti. Ini merujuk pada beberapa hal yang salah satunya meningkatkan nafsu makan dan proses pencernaan yang lebih mudah oleh lambung. Hal ini dikarenakan rempah-rempah dalam garam masala menginisiasi produksi cairan yang lebih banyak. Sebagai contoh, cengkeh dalam garam masala mencegah gangguan pencernaan dengan mencegah keasaman yang berlebihan.

Menambahkan lada dan kapulaga ke garam masala juga akan membantu menyehatkan pencernaan. Tak hanya itu, rempah jinten juga ikut menjadi satu komponen utama dari bumbu ini yang membuktikan peningkatan aktivitas enzim pencernaan setelah mengonsumsi garam masala. Lebih lanjut, ekstrak rempah-rempah yang digunakan juga dapat mengobati gejala sindrom iritasi usus besar (IBS). Efek yang dapat dirasakan langsung pada sistem pencernaan adalah lancarnya buang air besar dan lebih teratur.

Menstabilkan Tekanan Darah dan Meningkatkan Kesehatan Jantung

Tekanan darah yang teratur memiliki keterkaitan langsung dengan kesehatan jantung. Saat tekanan darah normal maka artinya tidak ada penyumbatan yang mengganggu fungsi kerja jantung. Dalam hal ini, garam masala menggunakan rempah kapulaga yang dipercaya mampu mengatur tingkat tekanan darah dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Sementara ketumbar dikenal sebagai rempah-rempah yang mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida.

Ini juga termasuk bumbu masakan yang sangat rendah kalori. Meski demikian menggunakan garam masala tidak menjadi satu-satunya solusi mengatasi penyakit jantung. Kita tetap perlu menjauhi makanan yang buruk untuk jantung, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga secara teratur.

Meningkatkan Metabolisme

Sifat hangat yang diberikan oleh garam masala diyakini mampu mendorong peningkatan metabolisme tubuh. Bahan-bahan pada garam masala kaya akan fitonutrien yang akan mendorong metabolisme tubuh, seperti mineral. Ini baik digunakan untuk menjaga kinerja masing-masing organ tubuh dan mempercepat proses penyerapan nutrisi maupun pelepasan energi. Rempah yang paling berperan dalam memberikan manfaat adalah lada hitam dengan kandungan senyawa piperine. Piperine memberikan rasa pedas sekaligus meningkatkan penyerapan mineral dan vitamin.

Sumber Antioksidan

Bukan rahasia lagi bahwa rempah-rempah asli yang digunakan dalam pembuatan garam masala kaya akan antioksidan yang kuat. Semua komponen berkontribusi dalam menunjang kesehatan. Namun kayu manis dinilai sebagai komponen yang paling menonjol akan kandungan antioksidannya yang tinggi. Sementara pada urutan selanjutnya terdapat kapulaga dan cengkeh yang menunjukkan potensi antioksidan yang juga tidak kalah dibandingkan kayu manis. Salah satu manfaat antioksidan ini menghambat penuaan dini dan melindungi kulit dari paparan radikal bebas.

Melindungi Sistem Saraf

Garam masala bisa berguna untuk mencegah Alzheimer dan penyakit saraf lainnya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, semua rempah yang biasa digunakan dalam garam masala mengandung antioksidan tinggi. Hal ini yang mendasari garam masala berkhasiat untuk melindungi sistem saraf. Antioksidan alami telah terbukti dapat melindungi tubuh terhadap gangguan neurodegeneratif. Namun sama seperti penyakit berbahaya lainnya, untuk mengurangi kerusakan saraf perlu dibarengi dengan gaya hidup yang sehat dan pola diet yang tepat.

Menjaga Kesehatan Mulut

Garam masala dapat menjaga kesehatan mulut karena kandungan rempah-rempah di dalamnya bersifat anti-bakteri dan berbagai jenis nutrisi lainnya. Misalnya di dalam cengkeh terdapat kalsium, antioksidan, dan omega-6 yang tinggi untuk menjaga kesehatan gigi, terutama melindungi dari gingivitis. Sementara itu, paduan cengkeh dan kapulaga juga bagus untuk melawan bakteri penyebab bau mulut dan karies gigi. Lebih lanjut, buah pala juga dikenal dengan senyawa macelignan yang bertanggung jawab membunuh bakteri yang membuat gigi rusak dan keropos.

Nah, sudah tahu kan apa itu garam masala serta khasiatnnya bagi kesehatan? Garam masala tidak hanya menjadi bumbu masakan dari hidangan khas India. Ini menjadi rempah-rempah yang membawa manfaat untuk kesehatan dan menyempurnakan rasa masakan. Tak heran jika hampir semua makanan India pasti menggunakan sedikit taburan dari garam masala ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *