Benarkah Qusthul Hindi Bisa Mengobati Covid-19?

Qusthul Hindi ialah tanaman herbal yang berasal dari Asia Selatan, terutama India dan di sebagian wilayah Cina. Tanaman ini biasanya tumbuh pada ketinggian 2500-3000 meter di atas permukaan laut, sehingga banyak ditemukan di Himalaya, Kashmir, Jammu, Ghats Barat, dan Lembah Kishenganga.

Akar dan batang dari tanaman Qusthul Hindi sudah dipercaya untuk mengobati beragam penyakit sejak 2500 tahun yang lalu oleh masyarakat Yunani, Arab, India, hingga Persia.  Nah, Qusthul Hindi atau juga dikenal dengan nama Indian Costus ini ternyata belakangan ini populer sebagai obat untuk mengatasi Covid-19. Meskipun Qusthul Hindi mungkin memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun untuk memastikan manfaatnya terkait Covid-19 perlu ditinjau lebih lanjut melalui fakta-fakta di bawah ini.

Pandemi Covid-19

Sejak Desember 2019, pandemi coronavirus 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh virus corona variasi baru bernama SARS-CoV-2, telah mengguncang dunia. Virus ini menyerang saluran pernapasan manusia secara akut dan cepat. Secara umum, gejala orang yang terkena virus Covid-19 akan mengalami demam, malaise, dan batuk yang sembuh dalam beberapa hari dalam banyak kasus, namun dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan kegagalan organ pada sebagian lainnya. Selain itu, gejala lebih jauh seperti kehilangan indera penciuman dan indera perasa dalam beberapa hari juga mungkin terjadi.

Penularan Covid-19 dipastikan melalui infeksi droplet atau percikan air liur yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi virus ini mengalami batuk, bersin atau bahkan menghembuskan napas. Droplet sifatnya berat dan tidak bisa bertahan di udara dalam jangka waktu lama sehingga dengan segera akan menempel pada lantai atau permukaan benda lainnya.

Covid-19 sangat mudah menular saat anda menghirup udara yang mengandung virus akibat terlalu dekat dengan orang yang terinfeksi. Anda pun akan tertular jika menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi ketika langsung menyentuh mata, hidung dan mulut anda. Inilah yang membuat Covid-19 sangat mudah menyebar secara massal.

Sejauh ini, penelitian dari berbagai ilmuwan dan tenaga medis di seluruh dunia telah berhasil mengembangkan vaksin dan obat-obatan yang efektif untuk penyakit ini, antara lain Bio Farma, AstraZeneca, Moderna, Sinopharm, Pfizer and BioNTech, dan Sinovac. Meski demikian, apabila seseorang telah melakukan vaksinasi Covid-19, masih tetap dapat tertular oleh virus ini. Oleh sebabnya menjaga pola hidup sehat dan mengurangi interaksi sosial (fisik) adalah cara terbaik untuk mencegah penularan.

Qusthul Hindi Sebagai Obat Herbal

Biasanya ketika penderita covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dengan gejala ringan atau tanpa gejala, sering disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan ramuan herbal agar dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Qusthul Hindi sebagai salah satu tanaman herbal ternyata cenderung aman untuk dikonsumsi berbarengan dengan obat medis dalam keadaan terkena Covid-19.

Namun, konsumsi tanaman herbal sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Bahkan untuk tanaman herbal yang umum digunakan seperti kunyit dan jahe tetap memerlukan pengawasan dari dokter. Biasanya tanaman herbal digunakan untuk mengatasi mual pasca mengonsumsi obat medis.

“Terkadang obat medis memiliki efek samping misalnya mual dan muntah. Oleh sebabnya kadang membutuhkan obat herbal untuk mengurangi mual, anti-peradangan, dan meningkatkan imunitas, termasuk diantaranya kunyit, sambiloto dan Qusthul Hindi” kata Dokter Tania, seorang ketua umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI).

Awal Mula Qusthul Hindi Sebagai Obat Covid-19

Cikal bakal informasi bahwa Qusthul Hindi dapat menyembuhkan Covid-19 berawal dari Ustad Adi Hidayat atau lebih dikenal dengan nama UAH. Dalam sebuah Channel Youtube Majlis Islami menampilkan cuplikan ceramah Ustad Adi Hidayat yang membahas obat herbal dari Covid-19. Ia mengatakan bahwa penemuan ini didapatkan dari hasil riset selama 6 bulan.

“yang paling menarik ketika saya riset gejala Covid-19, saya cari dari narasi hadits-hadits nabi yang Masya Allah ditemukanlah satu herbal yang mampu menyembuhkan semua gejala Covid-19.” Ujar Ustad Adi Hidayat (UAH) ketika mengisi acara Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin yang disiarkan secara online pada 10 September 2020.

Dalam isi ceramahnya, UAH menyebut bahwa materi ini tidak ditemukan di Indonesia yakni hanya terdapat di dua tempat di dunia yakni di Himalaya dan Arab Saudi bagian timur. Ia lebih suka menggunakan kata ‘herbal’ dibandingkan ‘obat’ karena menurutnya sesuatu yang disebut obat harus melalui uji klinis. Sementara penemuan ini adalah penelitian pribadi yang didasarkan pada temuan dari berbagai sumber.

Lebih lanjut, UAH juga menyebutkan bahwa ia mempersilahkan pihak negara untuk menguji dan memanfaatkan penemuan ini demi kemashalatan umat manusia.

“Jika negara membutuhkan dan benar, silahkan uji, rekomendasi kami siapapun yang ingin menguji, dari pihak manapun, silahkan uji, uji di lab, kalau betul terbukti ada manfaatnya, saya serahkan sepenuhnya untuk negara, saya tidak akan mengambil apapun, dengan kecintaan kami kepada Indonesia,” pungkasnya lebih lanjut.

Tak hanya itu, UAH juga menjelaskan lebih dalam terkait hasil penemuan ini yang kelak akan dibuat menjadi obat herbal yang lebih praktis (berupa produk jadi). Hal ini dilakukan setelah melakukan rapat dengan orang-orang terpercaya sehingga dapat menjadi produk yang efektif untuk mengatasi Covid-19.

“Saya sudah uji ini enam bulan, alhamdulilah seratus persen manfaatnya, saya sudah zoom dengan sembilan rumah sakit dan pakar juga. Dan kita suplai juga kepada beberapa kolega yang terkena Covid-19. Saya tidak katakan obat, karena obat harus ada uji klinis, saya katakan herbal Nabawi, ini disebut prophetic healing, jadi pendekatan dari thibbun Nabawi,” kata UAH menjelaskan.

Sebagai informasi Thibbun Nabawi (disebut juga Al-Tib al-Nabaw) adalah tindakan dan perkataan Nabi Islam Muhammad mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para pakar non-medis untuk mengumpulkan dan menjelaskan tradisi-tradisi mengenai hal tersebut. Setelah Rasulullah SAW meninggal dan pengaruh Islam semakin meluas, kemudian berbagai literatur telah banyak menulis dan meneliti terkait bidang ini.

Produksi Qusthul Hindi Sebagai PH7 Rempah

Banyak kalangan yang kemudian menaruh minat untuk membahas lebih lanjut mengenai penemuan UAH ini. Salah satu dukungan dan respon positif dari tokoh mualaf sekaligus founder dari Ikhlaas Foundation, Hanny Kristanto. Hanny mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Arab Saudi jauh menurun berkat penggunaan Thibbun Nabawi. Sehingga penemuan terkait Qusthul Hindi tersebut mungkin memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Hanny juga menyebutkan bahwa tanaman herbal yang disebutkan oleh UAH tercantum dalam kitab pengobatan dari Assa’uth dengan melibatkan Qusthul Hindi dan Qusthul Bahri yang bersumber dari Hadits Nabi berikut:

“Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al-Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dia berkata: saya mendengar Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ummu Qais binti Mihshan berkata: saya mendengar Nabi ﷺ bersabda: Gunakanlah dahan kayu India, karena di dalamnya terdapat 7 macam penyembuh dan dapat menghilangkan penyakit (racun) di antaranya adalah radang penyakit paru.” (HR. Al-Bukhari 5620).

Dalam hadits tersebut ‘kayu India’ merujuk pada nama lain Qusthul Hindi, sementara radang paru-paru ditujukan untuk penyakit yang memiliki gejala terkait, termasuk Covid-19. Ini adalah tanaman herbal yang sudah diaplikasikan beribu-ribu tahun yang lalu pada zaman nabi. UAH menjelaskan tempo dulu penggunaannya bisa dikonsumsi (diminum), diteteskan pada lubang hidung maupun diasapi ke wajah untuk meredakan beragam penyakit.

Tampaknya penelitian lebih lanjut telah dilakukan oleh UAH dan timnya hingga menghasilkan produk jadi dari Qusthul Hindi yang dikenal dengan nama PH7 Rempah. Pada 10 Maret 2021, UAH merilis produk herbalnya melalui channel youtube pribadinya, Adi Hidayat Official.

PH7 Rempah tidak ditujukan untuk komersial, melainkan hanya dibagikan pada kalangan internal. UAH memaparkan manfaat dari ramuan herbal ini dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas, memperlancar pernapasan dan mempercepat penyembuhan luka. Meskipun tidak ditujukan untuk khalayak umum namun PH7 rempah sudah mendapat izin edar sebagai Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

“Dan, ini tentunya kami telah penuhi aspek-aspek hukum dari ketentuan yang berlaku di pemerintah RI, PIRT (Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) sudah ada, kemudian kode produksi, kandungan bahkan kami berikan keterangan khusus bahwa ini untuk kalangan internal tidak diperjual belikan karena niatnya ingin diproduksi massal untuk didedikasikan bagi kepentingan saudara-saudara kita yang membutuhkannya,” jelas UAH dalam sebuah tayangan video Youtube.

Penjelasan Dari Sisi Medis

Popularitas dari Qusthul Hindi maupun bentuk produk PH7 yang dirilis oleh UAH kemudian menimbulkan pertanyaan pada masyarakat terkait efektivitas dan keamanan produk herbal ini. Pasalnya sejauh ini penelitian masih bersifat internal dan belum melibatkan penelitian tabung maupun penelitian langsung terhadap manusia. Menanggapi rumor yang beredar terkait Qusthul Hindi maka seorang dokter umum yang juga seorang influencer terkait Covid-19, Adam Prabata menjelaskan penemuan ini dari sisi medis.

Dr. Adam Prabata melalui postingan pada akun instagram resminya @adamprabata pada 21 Januari 2021 menjelaskan Qusthul Hindi sebagai bahan untuk mencegah dan mengobati Covid-19. Dalam postingan tersebut dijelaskan asal muasal atau beberapa alasan yang mendasari klaim dari Qusthul Hindi dapat menyembuhkan Covid-19. Ini termasuk diantaranya Qusthul Hindi memiliki sifat anti-peradangan, sering digunakan untuk mengurangi keluhan batuk pilek, dipercaya memiliki aktivitas antivirus dan diduga dapat menghambat melekatnya virus penyebab Covid-19 terhadap reseptor tubuh.

Lebih lanjut, Qusthul Hindi mengandung Syrigaresinol yang merupakan zat yang diduga memiliki kemampuan antivirus sehingga dapat bermanfaat untuk pengobatan Covid-19 pada penelitian in silico. Penelitian in silico merupakan penelitian simulasi komputer. Sementara untuk memastikan manfaat dan kemampuan Qusthul Hindi dalam mengatasi Covid-19, masih membutuhkan Uji Pre-Klinis (uji coba di sel dan hewan) hingga Uji Klinis Fase I-III (uji coba di manusia dalam beberapa tahapan). Dengan demikian dari sudut pandang medis, maka Qusthul Hindi masih membutuhkan penelitian ilmiah lebih lanjut untuk mengkonfirmasi manfaat kayu ini.

Penelitian Jurnal

Dalam penelitian sebuah jurnal yang diterbitkan Sohag Medical Journal tahun 2020 menyebutkan bahwa Qusthul Hindi adalah obat yang mungkin efektif. Dalam jurnal ini menggunakan nama latin Saussurea costus (S. costus) untuk menyebut nama lain dari Indian costus, Qusthul Hindi, maupun kayu India. Nama latin dari tanaman ini kemudian juga dikenal dengan sebutan Dolomiaea costus.

Pada dasarnya Qusthul Hindi adalah tanaman populer sebagai obat herbal terutama akar dan batangnya banyak digunakan sepanjang sejarah manusia. Studi sebelumnya mengungkapkan adanya banyak bioaktif molekul fitokimia yang memiliki sifat antiseptik, antibakteri, antijamur, antivirus, antiinflamasi, antioksidan, anti-lipid peroksidasi, imunostimulan, imunomodulasi, analgesik, bronkodilor, hepatoprotektif dan antihepatotoksik di dalam tanaman herbal ini.

Hal ini menjadikan Qusthul Hindi memiliki efek imunomodulator pada pelepasan sitokin dan memiliki zat penghambat komplemen yang membantu dalam pengobatan beberapa penyakit yang berhubungan dengan aktivasi sistem komplemen, seperti gangguan pernapasan. Hal inilah yang membuat Qusthul Hindi secara teknis mungkin dapat menjadi tanaman potensial untuk mengobati Covid-19. Dalam sesi akhir penelitian ini, peneliti juga menyarankan untuk melakukan uji klinis terlebih dahulu untuk memastikan efektivitas dari obat alami ini terhadap Covid-19.

Kesimpulan: Qusthul Hindi Dapat Mengobati Covid-19?

Memahami dari berbagai sudut pandang dan penelitian yang dijabarkan di atas, maka dapat dikatakan bahwa Qusthul Hindi dapat dijadikan pelengkap atau suplemen dalam pengobatan Covid-19. Tanaman ini memang cukup efektif untuk membantu menyembuhkan beberapa gejala Covid-19. Namun dikarenakan penelitian secara medis masih kurang, maka sebaiknya Qusthul Hindi hanya dijadikan pendampingan pengobatan atau terapi agar meminimalisir efek yang mungkin terjadi.

Dengan demikian Qusthul Hindi tidak bisa dijadikan satu-satunya bahan pengobatan yang digunakan untuk menyembuhkan Covid-19, karena vitamin, obat medis, menjaga kebersihan serta menjalani pola hidup sehat juga masih menjadi faktor lain yang mendorong percepatan penyembuhan pasien. Perlu diingat juga bahwa Qusthul Hindi layaknya obat herbal lain yang juga tidak menjamin kecocokan dan mungkin menimbulkan efek samping terhadap beberapa orang. Dengan demikian selama tidak memiliki alergi dan menggunakan bahan herbal ini dalam dosis yang dianjurkan, maka cenderung aman digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *