14 Makanan Khas Lampung

Lampung adalah provinsi yang berada di Pulau Sumatera, dengan sumber daya alam yang kaya, dan dengan budayanya yang dipengaruhi oleh budaya Arab, Cina, dan India. Kota yang dijuluki sebagai Kota Tapis Berseri ini memiliki beragam keunikan yang luar biasa, dan salah satunya adalah kuliner. Makanan khas Lampung menawarkan rasa yang lezat, yang tak kalah dengan kelezatan makanan khas daerah Indonesia lainnya. Simak makanan khas Lampung di bawah ini.

Seruit

Makanan khas Lampung yang pertama adalah seruit, yang berupa ikan goreng atau ikan bakar, yang dinikmati dengan sambal terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga. Istilah seruit sendiri merupakan kata dari ‘Nyeruit’, yang bermakna dilakukan bersama-sama. Ini merujuk pada masyarakat Lampung dengan nilai kebersamaan yang tinggi.

Seruit biasanya terdiri dari ikan sungai seperti belide, baung, layis, atau bisa juga menggunakan ikan laut. Seruit paling cocok dinikmati dengan lalapan, baik itu mentah atau matang. Lalapannya sendiri bervariasi, bisa berupa daun singkong rebus, jengkol rebusan labu, daun katuk, daun mangga muda, bekasem petai, terong bulat kecil, jolang-jaling, dan lain-lain. Olahan ikan ini akan sangat nikmat disantap dengan nasi putih hangat, dan dinikmati bersama minuman serbat, yaitu minuman yang terbuat dari jus buah mangga kwini.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Tempoyak

Tempoyak adalah makanan yang terbuat dari durian yang difermentasi. Tempoyak menjadi makanan khas Lampung dan menjadi bahan pada hidangan seruit, atau dicampurkan dengan sambal. Umumnya, tempoyak dikonsumsi sebagai lauk yang dicampur sambal untuk dinikmati dengan nasi.

Karena tempoyak merupakan hasil dari durian yang difermentasi, maka tempoyak bercita rasa asam, dan dengan sedikit rasa manis, dan sangat cocok untuk dijadikan sambal. Sambal tempoyak paling sering dihidangkan dengan berbagai jenis ikan seperti ikan patin, ikan mas, ikan mujair, ikan teri, dan jenis ikan lainnya. selain itu, lalapan juga kerap dinikmati dengan tempoyak, lalapannya termasuk petai, kabau, atau jengkol.

Gulai Taboh

Gulai taboh adalah salah satu makanan khas Lampung, tepatnya dari Kabupaten Pesisir Barat. Kata ‘taboh’ dalam Bahasa Lampung bermakna santan, yang jika diterjemahkan secara harfiah, ini adalah masakan gulai santan. Selintas, gulai taboh ini cukup mirip dengan sayur lodeh, bahkan gulai taboh juga menggunakan bahan yang serupa, seperti cabai merah, daun kemangi, daun salam, legkuas, udang, kacang panjang, santan, serai, garam, jagung, dan terasi.

Gulai taboh dibuat dengan ikan nila atau ikan gabus sebagai bahan utamanya. Sajian ini juga cukup unik, lantaran tidak menggunakan bawang putih. Gulai taboh menawarkan profil rasa gurih karena adanya santan kelapa yang digunakan. Makanan khas Lampung ini umumnya disajikan pada acara-acara di Lampung, seperti acara kumpul keluarga. Akan tetapi, gulai taboh juga masih bisa dinikmati di beberapa rumah makan di Lampung.

Gabing

Gabing merupakan makanan khas Lampung yang unik lantaran menggunakan batang kelapa muda yang diambil bagian ujungnya sebagai bahan utamanya. Gabing atau kabing ini biasanya dibuat sayur santan setelah diiris membentuk lembaran tipis, dan ditambahkan bahan lainnya menyesuaikan selera. Untuk merasakan kelezatan gabing, sajian ini paling nikmat dikonsumsi dengan sambal goreng.

Meski gabing memiliki kelezatan yang unik, namun sayangnya sajian ini cukup langka, dan kalau pun terdapat di rumah makan, maka harganya akan mahal. Hal ini dikarenakan bahan utama kabing – yakni batang kelapa cukup sulit didapat. Batang kelapa harus diambil dengan cara menebang satu pohon kelapa, yang dengan demikian, membuat gabing cukup sulit ditemukan.

Gabing umumnya ditemukan di acara-acara tertentu, misalnya pernikahan, sunatan, atau lainnya. Gabing mungkin tidak tersedia rumah makan khusus yang menyediakan gabing sebagai menu mereka selain pada acara-acara besar karena sulitnya mendapatkan bahan utama tersebut.

Umbu

Umbu merupakan sebuah makanan khas Lampung yang dibuat dengan rotan yang masih muda, namun bahan lainnya juga bisa ditambahkan menyesuaikan selera. Dalam proses pembuatannya, rotan ini akan direbus hingga lunak. Umbu ini sering dijadikan sebagai bahan dasar sayur seperti oseng ataupun juga bisa dihidangkan dalam bentuk makanan lalapan. Pada dasarnya, umbu adalah makanan untuk dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Lampung, namun karena seiring waktu, rotan sulit ditemukan, maka umbu hanya tersedia pada saat upacara adat atau acara penting lainnya.

Pindang

Istilah pindang mungkin telah sering terdengar oleh masyarakat Indonesia, karena pindang sendiri telah menjadi bagian dari kuliner di beberapa daerah, termasuk Lampung. Sebagai kota dengan hasil ikan yang banyak, Lampung memiliki pindang yang khas. Pada dasarnya, pindang adalah hidangan berkuah dengan ikan sebagai bahan utamanya, serta dengan rasa kuah yang kuat akan rempah – setidaknya begitulah definisi pindang bagi masyarakat Lampung.

Di Lampung, ikan yang digunakan untuk membuat pindang yakni ikan air tawar, seperti patin, bawal, baung, atau gabus. Kelezatan pindang khas Lampung tak hanya berkisar pada bahan utamanya saja, namun kuahnya juga tak kalah lezat. Kuah pindang dibuat dengan berbagai macam bahan seperti bawang merah, bawang putih, daun jeruk, daun salam, cabai merah, lengkuas, kunyit, tomat, dan serai. Kombinasi bahan tersebut menjadikan kuah pindang khas Lampung begitu nikmat. Di sisi lain, tomat menjadikan kuah pindang terasa asam dan segar layaknya kuah tom yam khas Thailand.

Ciri makanan khas Lampung berupa pindang ini terletak pada hidangan pelengkapnya. Masyarakat Lampung menikmati kelezatan ikan pindang dengan sambal terasi dan tempoyak. Kehadiran sambal terasi dan tempoyak membuat seporsi ikan pindang menjadi hidangan yang istimewa dan wajib Anda cicipi.

Pisro

Pisro, ketika mendengar namanya, mungkin Anda akan beranggapan pisro sama dengan misro, namun ini adalah hidangan yang berbeda. Pisro adalah masakan khas Lampung yang terdiri dari ikan dengan siraman sambal yang memiliki cita rasa yang beragam, mulai dari pedas, manis, asam, gurih, dan juga segar. Sayangnya, pisro bukan termasuk makanan yang terkenal di Lampung. Pisro banyak ditemukan sebagai bagian dari menu pada hajatan warga Lampung Pepadun.

Ikan yang digunakan pada pisro adalah ikan dengan daging tebal dan bertekstur padat, seperti ikan betok dan tembakang. Selain dua jenis ikan tersebut, Anda bisa memilih jenis ikan lainnya sebagai alternatif seperti ikan bandeng, ikan nila, atau ikan gurami. Selain ikan sebagai bahan utama, sayur yang digunakan berperan dalam menambah kelezatan pisro. Sayuran yang digunakan juga harus memiliki elemen rasa seperti sambal yang digunakan, yakni gurih, pedas, asam, dan manis, juga terasi yang menjadi bahan dalam pisro ini membuat sayur terasa gurih.

Gula aren yang digiling dengan bumbu lainnya memberikan rasa manis sekaligus menciptakan hidangan dengan kuah berwarna coklat. Di samping itu, irisan bawang merah memperkaya rasa serta membuat aroma terasa lebih khas. Sementara cabai yang melimpah, merepresentasikan rasa pedas pada hidangan pisro. Pada intinya, pisro adalah olahan ikan khas Lampung dengan cita rasa yang kaya, yaitu gurih, asam, manis, dan pedas.

Sambal Asam Kumbang

Makanan khas Lampung selain sambal seruit yang terkenal, juga terdapat sambal khas lainnya yaitu sambal asam kumbang. Sambal asam kumbang ini masih berbahan dasar yang serupa dengan sambal seruit, yaitu terasi dan dihidangkan dengan olahan ikan goreng atau ikan bakar. Nama asam kumbang ini diambil dari bahan yang digunakan, yaitu buah asam kumbang.

Buah asam kumbang adalah buah yang banyak ditemukan di daerah Kotabumi, Lampung Utara, atau di daerah Johor, Malaysia. Ini merupakan salah satu buah yang langka karena hanya terdapat pada musim tertentu, dan inilah yang menjadi keunikan sambal asam kumbang. Buah tersebut memiliki tingkat keasaman yang berbeda dari asam jawa atau asam kandis, yang menjadi bahan tambahan dalam sambal seruit.

Metode persiapan dari sambal asam kumbang ini serupa dengan sambal seruit, yaitu dengan mengulek seluruh bahan. Tak hanya itu, sambal kumbang juga disajikan dengan cara yang sama seperti sambal seruit, yaitu dengan menambahkan ikan untuk melengkapi kelezatan sambal. Meski terdapat beberapa kesamaan dengan sambal seruit, namun sambal asam kumbang ini cukup langka, lantaran buahnya juga sulit dibudidayakan. Namun Anda masih bisa menemukan sambal asam kumbang di wilayah Lampung Utara dan sekitarnya.

Pempek Lampung

Mendengar kata “pempek” mungkin Anda akan langsung tertuju pada pempek khas Palembang, namun ternyata, sajian pempek juga bagian dari makanan khas Lampung. Ikan tenggiri digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pempek. Pempek khas Lampung ini dikatakan bercita rasa kuat melebihi pempek Palembang lantaran ikan tenggiri yang digunakan.

Ikan tenggiri yang digunakan untuk membuat pempek Lampung ini dilakukan proses penyaringan, sehingga tidak meninggalkan ampas pada kuah pempek. Selain itu, kuah pempek Lampung cenderung terasa lebih kuat dengan warna yang lebih pekat daripada pempek Palembang. Pempek khas Lampung terbuat dari biang cuka serta gula aren. Kedua bahan tersebut menjadikan kuah pempek berwarna pekat dengan rasa yang lebih tajam dan nikmat.

Pempek Lampung paling enak jika diberi siraman kuah cuka, dan akan semakin nikmat bagi para pencinta kuliner pedas. Pempek khas ini biasanya juga disajikan dengan irisan mentimun agar mendapatkan cita rasa yang segar. Dengan demikian, pempek Lampung bercita rasa khas dengan sejumlah perbedaan dari pempek yang kita kenal selama ini – pempek Palembang.

Lapis Legit

Lapis legit adalah makanan khas Lampung berupa kue tradisional yang merupakan hasil adaptasi dari spekuk, yaitu kue khas Belanda. Dinamakan “legit” bermakna manis, yang menggambarkan cita rasa lapis legit yang manis. Kue lapis legit merupakan kue yang terdiri dari beberapa lapisan kue, biasanya sekitar 18 lapisan atau lebih, dengan warna yang berkisar dari kuning keemasan dan coklat. Karena lapisannya yang banyak, lapis legit dikenal juga dengan “kue seribu lapis”.

Kue dengan bahan dasar kuning telur, mentega atau margarin, tepung terigu, dan gula, memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut dan padat. Rempah-rempah juga umum digunakan pada kue ini, seperti cengkeh, bunga pala, adas manis, kapulaga, dan kayu manis. Oleh sebab itu, kue lapis legit tak hanya manis, tetapi juga kaya akan aroma rempah.

Lapis legit dibuat dengan menumpuk lapisan kue secara bertahap untuk dipanggang dalam oven, sehingga menghasilkan lapisan kue yang indah. Dan karena pembuatannya memakan waktu serta bahan kue nya tergolong mahal, maka lapis legit pun juga dibanderol dengan harga yang tak ramah di kantong sebagian orang.

Di Indonesia sendiri, lapis legit bisa dijadikan camilan, teman untuk minum secangkir kopi atau teh, atau dijadikan camilan pada acara-acara penting seperti imlek, lebaran, atau natal. Kue tradisional ini juga kerap dijadikan hadiah, atau camilan, pada acara perayaan lokal seperti pesta pernikahan atau pesta ulang tahun. Sementara di Belanda, spekuk umum tersaji sebagai camilan atau hidangan pencuci mulut dalam jamuan rijsttafel.

Engkak

Engkak adalah makanan khas Lampung berupa kue tradisional dengan tampilan menyerupai lapis legit. Engkak berbahan dasar ketan, dan dibuat dengan bahan lainnya seperti gula, mentega, dan susu kental manis. Susu kental manis biasanya digunakan sebanyak satu kaleng, dan itulah yang menjadikan kue engkak terasa sangat manis. Kue ini banyak dijual dengan ukuran loyang.

Di sisi lain, ketan – sebagai bahan utama engkak, dan telur, menghadirkan kelembutan serta kenikmatan pada engkak. Selain itu, telur dan gula menjadikan kue bertekstur empuk dan mengembang, serta mentega yang menjadikan engkak memiliki konsistensi yang sedikit lebih basah daripada kue lapis legit. Engkak diketahui bertekstur lebih lembut, dengan masa simpan yang lebih lama daripada lapis legit. Kue engkak juga berwarna lebih gelap dibandingkan lapis legit.

Kue engkak dibuat dengan proses memasak yang tradisional, sehingga membuat kue tersebut lebih awet bahkan hingga beberapa bulan. Kue ini juga telah dijadikan bentuk tradisi secara turun-temurun, yang biasanya tersedia pada acara istimewa, seperti pesta pernikahan atau hari perayaan lebaran. Selain itu, engkak juga umum disajikan dengan kue lapis legit, yang menggambarkan ungkapan rasa syukur yang berlapis.

Geguduh

Makanan khas Lampung selanjutnya adalah geguduh, yang dikategorikan sebagai jajanan pasar atau camilan, karena geguduh ini banyak tersedia di sentra kuliner atau pasar tradisional Lampung. Geguduh adalah sajian dengan pisang kapok sebagai bahan utamanya. Pisang kepok pada geguduh ini dihaluskan untuk kemudian dicampurkan dengan tepung terigu. Geguduh juga bisa ditambahkan pemanis seperti susu atau selai sebelum digoreng.

Dengan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun, geguduh menjadi salah satu menu pada acara spesial seperti kumpul keluarga, atau acara lainnya untuk bisa dinikmati bersama. Selain itu, geguduh juga bisa menjadi camilan untuk menemani secangkir teh atau kopi. Dalam variasi resep, gunakan daun pandan atau air kapur sirih untuk memperkuat aroma. Resep asli geguduh telah dikembangkan menjadi lebih modern, yaitu umum disajikan dengan beragam topping manis pilihan seperti kismis, meses, atau susu kental manis.

Keripik Pisang Lampung

Selain geguduh, makanan khas Lampung berupa camilan dengan bahan tradisional lainnya ialah keripik pisang. Camilan tradisional ini dibuat dengan berbagai jenis pisang, seperti pisang ambon, pisang kapok, pisang kapas, pisang nangka, dan pisang raja. Dalam pembuatan keripik pisang, pisang harus yang setengah matang, atau yang masih agak keras.

Bumbu Terbaik Untuk Masakan Ternikmat

Keripik pisang Lampung memiliki ketebalan yang melebihi keripik pisang yang sering dijumpai, namun hal tersebut tidak mengurangi kerenyahan dari keripik pisang ini. Ketebalan camilan tradisional ini dipengaruhi oleh proses perendaman pisang yang dilakukan oleh produsen sebelum pisang digoreng, yang akan memberikan hasil pisang dengan sedikit getah. Camilan khas Lampung ini juga digoreng sebanyak dua kali, itulah sebabnya keripik pisang Lampung tetap renyah dan gurih meski ukurannya cukup tebal.

Keripik pisang Lampung ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keripik pisang yang umum ditemukan, dengan bentuk yang serupa. Namun, keunikan keripik pisang Lampung yaitu pisang dipilih dengan kualitas terbaik, agar menghadirkan rasa keripik yang renyah dan nikmat. Tak berhenti sampai di situ, keripik pisang Lampung juga memiliki beragam rasa yang tak hanya berkisar dari rasa manis atau asin saja, melainkan dengan rasa pedas, keju, barbekyu, coklat, mochaccino, durian, melon, nanas, dan lain-lain.

Kemplang

Kemplang adalah makanan khas Lampung yang hampir serupa dengan amplang, yakni makanan ringan asal Palembang. Ini adalah kerupuk yang terbuat dari ikan tenggiri dengan proses memasak yang melibatkan pemanggang, bukan penggorengan, sehingga tidak terdapat minyak sama sekali pada kemplang. Kemplang Lampung bercita rasa gurih dengan rasa ikan yang dominan, yang paling cocok dinikmati dengan sambal asam manis atau dicocol dengan cuka. Kemplang dapat dijadikan camilan, atau dijadikan buah tangan yang khas.

Makanan khas Lampung menawarkan kelezatan rasa yang bisa Anda coba. Kuliner tersebut juga tak hanya unggul pada lapis legit saja, tetapi juga pada beragam sajian lainnya, mulai dari makanan pembuka, camilan, hingga oleh-oleh. Sudahkah Anda mencicipi beberapa atau semua makanan khas Lampung? Ingin tahu makanan khas lainnya? Simak makanan khas Aceh melalui tautan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *