12 Makanan Dan Minuman Yang Membuat Cepat Tua Dan Keriput

Paparan radikal bebas dari luar tubuh seperti radiasi sinar UV, sinar X, dan pencemaran udara membuat kulit seseorang akan mengalami penurunan elastisitas dan kelembapan. Ini bisa diminimalisir dengan menggunakan pelindung tubuh (masker, kacamata, payung dan sebagainya), serta produk pelembab saat beraktivitas di luar.

Selain itu, ternyata makanan dan minuman apa yang kita konsumsi setiap hari, juga tanpa disadari menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan kulit. Bahan pangan ini akan mengubah warna gigi, mempercepat munculnya keriput dan kerutan halus. Alhasil ini mempengaruhi penampilan secara keseluruhan yang membuat seseorang tampak lebih tua dari usianya.

Faktanya merawat penampilan tidak cukup hanya dengan rajin memakai produk skincare maupun ke dokter kecantikan. Makanan justru mengambil kontribusi terbesar dan sangat mempengaruhi terhadap apa yang terjadi pada tubuh dan kulit kita. Berikut 12 jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering karena dapat menyebabkan penuaan dini.

Makanan Mengandung Tinggi Gula

Makanan yang mengandung tinggi gula dapat merusak kolagen pada kulit. Kolagen merupakan protein penting yang menyusun kulit, kuku, dan jaringan lain pada tubuh. Kerusakan kolagen ditandai dengan kulit yang kendur, kering, dan kusam. Asupan gula pada makanan manis membuat hilangnya kehalusan dan kekencangan pada kulit.

Produksi kolagen yang buruk membuat kulit cepat mengalami keriput dan penuaan. Meskipun secara alami seiring dengan pertambahan usia produksi kolagen akan menurun, namun kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat mempercepat proses penuaan. Makanan ini termasuk aneka kue, permen dan cemilan seperti es krim yang membuat kolagen menyusut pada kulit.

Terlalu sering makan makanan manis juga memperburuk senyum karena gula memicu pertumbuhan bakteri pembusukan gigi dan perubahan warna gigi. Lebih parahnya lagi, makanan tinggi gula termasuk jenis makanan yang membahayakan kesehatan jantung, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari.

Makanan Cepat Saji

Jika anda tidak ingin mengalami penuaan dini, maka hindari makanan cepat saji sesering mungkin. Orang yang terlalu sering makan makanan cepat saji olahan cenderung mengalami perubahan dalam kromosom terkait dengan penuaan. Mengonsumsi 3 porsi atau lebih makanan cepat saji per hari akan menyebabkan peningkatan drastis dari kemungkinan muncul untai DNA dan protein yang disebut telomer.

Telomer ditemukan di ujung kromosom dengan ukuran yang lebih panjang pada orang sehat, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan cepat saji. Penelitian terhadap ratusan orang telah membuktikan bahwa telomer pendek adalah penanda penuaan biologis pada tingkat sel.

Seiring bertambahnya usia, telomer memang memendek secara alami sehingga sudah diakui sebagai penanda penuaan seseorang. Makanan cepat saji yang diproduksi secara industri mengandung minyak, lemak, gula, pati, dan hanya sedikit nutrisi yang bisa diserap oleh tubuh. Makanan miskin gizi ini akan membuat usia biologis menua tanpa kita disadari, sekaligus membuat potensi penyakit kronis menjadi lebih besar.

Makanan Beku

Pasti ada saja saatnya dimana individu merasa malas untuk memasak sehingga ingin mengonsumsi makanan beku yang cukup digoreng, direbus, atau dimasukkan ke dalam microwave. Meskipun aman dikonsumsi sesekali, namun makanan beku terlalu sering dapat menyebabkan masalah pada penuaan dini.

Makanan ini termasuk nugget, sosis, kentang goreng, dan lain sebagainya. Ini mengandung sodium yang tinggi, dan zat adiktif tambahan, seperti pengawet serta pewarna yang buruk untuk kesehatan kulit. Konsumsi makanan beku terlalu berlebihan akan membentuk kerutan dan bintik-bintik pada wajah sebagai tanda penuaan. Tak hanya itu, makanan beku juga sangat buruk untuk penderita darah tinggi karena menyebabkan melonjaknya tekanan darah secara drastis.

Makanan Panggang

Makanan yang dipanggang cenderung mengandung banyak lemak trans yang beresiko membawa masalah kesehatan. Minyak sayur yang terhidrogenasi parsial sering ditemukan dalam makanan panggang yang artinya makanan ini akan menyebabkan rusaknya lapisan kulit, seperti munculnya kerutan dan keriput.

Lemak trans pada makanan panggang tidak hanya berdamak buruk pada kesehatan kulit yang dicirikan dengan peradangan pada kulit yang semakin parah. Peradangan adalah salah satu pertanda rusaknya kolagen akibat mengonsumsi makanan panggang. Ditambah lagi lemak trans yang tidak menyehatkan juga membuat kulit rentan (lebih sensitif) terhadap sinar UV.

Dampaknya, pertahanan kulit menjadi lemah terhadap paparan sinar matahari yang menjadi penyebab nomor satu dari penuaan dini dan keriput pada kulit. Oleh sebabnya jika sangat ingin mengonsumsi makanan panggangan, maka pilihlah daging yang rendah lemak dan tidak menambahkan zat adiktif tambahan terlalu banyak.

Makanan Pedas

Bagi anda pecinta rasa pedas, mengonsumsi makanan dengan sensasi pedas memang memiliki tingkat kepuasaan tersendiri. Namun sebaiknya anda tidak mengonsumsinya terlalu sering. Hal ini dikarenakan makanan pedas dapat memicu melebarnya pembuluh darah, sehingga lama-kelamaan akan membuat wajah kendur, kusam dan tampak tua.

Selain itu, makanan pedas juga memperburuk keadaan wajah yang rentan berjerawat. Alhasil peradangan pada kulit akan semakin parah. Sebagai informasi, kebiasaan makan makanan pedas juga dapat memperburuk kondisi tubuh di masa tua, yang membuat seseorang akan lebih sensitif terhadap capsaicin atau bahan kimia cabai. Ini membuat seseorang sering merasa sakit perut, diare dan merasakan sensasi panas yang menyakitkan di perut.

Keripik Kentang

Jika anda pecinta keripik kentang, maka sebaiknya anda perlu mengganti cemilan dengan makanan yang lebih sehat. Pasalnya keripik kentang dapat menghilangkan kelembapan dan kekenyalan kulit dengan sangat cepat. Dibalik kerenyahannya, keripik kentang ternyata mengandung garam dan lemak trans yang dapat merangsang interleukin 6 di dalam tubuh. Interleukin 6 adalah tanda sekaligus pemicu peradangan yang berhubungan dengan penuaan.

Selain itu, keripik kentang yang biasanya digoreng dengan minyak goreng dalam jumlah banyak dapat mengganggu respirasi sel dan mengurangi fungsi kekebalan tubuh. Diantara banyaknya jenis keripik rasa yang ada di pasar, keripik kentang adalah jenis makanan yang paling buruk untuk kesehatan kulit dibandingkan jenis keripik lainnya.

Sebaiknya anda tidak hanya meminimalisir konsumsi keripik kentang sebagai cemilan, karena pada dasarnya makanan apapun yang digoreng dengan minyak goreng memang tidak boleh dikonsumsi setiap hari. Bahan pangan tersebut mungkin mengandung kadar lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi. Sebagai alternatif, anda bisa mulai beralih dengan menggunakan extra virgin olive oil atau minyak zaitun yang lebih sehat.

Daging Olahan

Daging olahan adalah makanan dari daging yang dimodifikasi untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang umur simpan. Pengolahan daging ini bisa menggunakan garam, bahan pengawet, fermentasi dan pengasapan. Daging olahan memang lezat, namun tidak sebaiknya dikonsumsi terlalu sering. Bahan makanan ini biasa dicampur dengan zat adiktif, tinggi sodium, sirup jagung (HFCS), nitrat, dan bahan kimia lain.

Kandungan bahan berbahaya tersebut akan memicu peradangan pada kulit dan dehidrasi. Selain itu, produk-produk tersebut akan mengurangi vitamin di dalam tubuh yang notabenenya penting untuk membentuk kolagen. Tak heran jika mengonsumsi olahan daging yang terlalu banyak, akan membuat seseorang tampak tua sekaligus memiliki resiko besar terhadap kanker. Alih-alih mengonsumsi daging olahan yang tidak sehat, sebaiknya konsumsi pola makan nabati untuk membuat wajah tampak lebih awet muda.

Alkohol

Bukan hal baru lagi bila alkohol dapat menyebabkan sejumlah masalah pada kulit. Alkohol dapat menumpuk racun pada organ sekresi yang tidak dapat terurai dengan baik. Racun ini akan menyebabkan kerusakan pada kulit seperti dehidrasi, bengkak, jerawat, dan tidak elastis.

Alkohol dapat pula menyebabkan kemerahan pada wajah, hilangnya kolagen, dan kemunculan garis-garis halus serta kerutan. Hal ini dapat terjadi karena alkohol menghabiskan nutrisi, hidrasi, dan kadar vitamin A dari dalam tubuh ketika meminum alkohol.

Semua hal ini berdampak langsung pada kemunculan kerutan dan gejala penuaan dini. Perlu diketahui, vitamin A sangat penting dalam mendukung pertumbuhan sel baru yang digunakan untuk menunjang regenerasi kulit. Tak hanya itu, vitamin A juga berperan untuk memproduksi kolagen yang berguna agar kulit tetap elastis dan bebas dari kerutan.

Soda

Sering dikatakan bahwa minum soda membuat wanita lebih cepat tua. Mengonsumsi soda setiap hari akan membuat kulit lama-kelamaan dapat terlihat lima tahun lebih tua dari usia seharusnya. Efek ini sama persis dengan dampak negatif akibat merokok. Soda mengandung banyak gula yang menumpuk dalam peredaran darah.

Ketika gula menyumbat, maka kolagen dan elastisitas kulit akan menurun. Inilah yang menimbulkan keriput atau kerutan pada wajah. Tak hanya itu, peminum soda juga akan mengalami penyumbatan telomerer yang pada akhirnya memicu kemunculan sel kulit mati dan merusak otot, hingga menimbulkan keriput.

Minuman Berenergi

Minuman berenergi apalagi yang didinginkan, pasti akan terasa menyegarkan dan menambah semangat untuk menjalani hari. Namun disayangkan minuman ini ternyata membuat seseorang akan tampak lebih tua. Pasalnya minuman berenergi akan membuat gigi rusak dengan merusak lapisan email gigi.

Tidak hanya itu, minuman berenergi juga membuat perubahan warna gigi semakin gelap dari waktu ke waktu. Kandungan kafein dan sodium di dalamnya juga akan membuat tubuh mengalami dehidrasi berlebihan karena merangsang pengeluaran air yang lebih banyak dari dalam tubuh. Ketika seseorang mengalami dehidrasi berlebihan, maka berdampak pula pada kulit yang lebih kusam dan tidak bercahaya.

Sirup Agave

Sirup agave atau agave nektar dikenal sebagai pemanis yang menjadi alternatif gula pasir. Sirup agave mengandung fruktosa yang tinggi sehingga dapat memicu diabetes. Sirup ini memiliki rasa yang lebih kuat dibanding gula dan madu sehingga bisa dibayangkan betapa tingginya kandungan pemanis di dalamnya. Hal ini membuat sirup agave tidak baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

Ketika sirup agave masuk ke tubuh, maka akan diolah oleh organ hati di mana fruktosa diubah menjadi lemak. Selain penumpukan lemak yang dapat menyebabkan obesitas, sirup agave juga akan merusak produksi kolagen di dalam tubuh. Padahal kolagen sendiri merupakan struktur organik yang membentuk kulit agar lebih sehat.

Koktail

Banyak kafe-kafe di Indonesia yang menyajikan koktail sebagai salah satu menunya. Ini termasuk margarita, mojitos, dan pinacolada. Semua jenis minuman ini adalah koktail yang tidak sebaiknya dikonsumsi secara teratur. Meskipun rasanya menyegarkan dan manis, namun koktail dapat menyebabkan penuaan dini. Ketika koktail dikonsumsi berlebihan maka molekul gula di dalam tubuh akan bergabung dengan protein yang justru membentuk senyawa berbahaya.

Senyawa ini akan merusak kolagen kulit yang pada akhirnya menyebabkan penuaan dini. Bagaimana tidak, minuman manis ini bisa mengandung lebih dari 50 gram tambahan dalam satu gelasnya. Ini tentu saja akan diperparah dengan jenis koktail yang mengandung alkohol, sehingga membuat dehidrasi akut yang berdampak pada kerutan pada kulit. Dengan demikian, alih-alih meminum koktail sebagai minuman penyegar, konsumsi air putih jelas menjadi pilihan yang paling baik.

Itulah dia 12 makanan yang sebaiknya dihindari jika tidak ingin mengalami kulit keriput, kering, dan gelap. Perlu diingat bahwa porsi dari daftar makanan dan minuman tersebut tidak merujuk pada konsumsi produk hanya satu atau dua kali saja. Karena tentu saja ini tidak mempengaruhi kulit secara signifikan. Artinya, sejumput garam atau gula bukanlah masalah pada makanan. Namun, jelas akan lebih baik jika mengonsumsi makanan yang rendah lemak, rendah kalori, dan karbohidrat untuk menghambat penuaan dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *