Ini Dia 15 Daftar Makanan Yang Buruk Untuk Jantung Kamu

Apa yang anda makan akan mempengaruhi kesehatan anda. Tentu saja kalimat tersebut bukan hal asing bagi kita semua, termasuk untuk kesehatan jantung. Makanan yang menyehatkan jantung mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular. Dengan menurunkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat, trigliserida darah, mengurangi tekanan darah, mengendalikan berat badan, serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, maka disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3, kalium, kalsium, magnesium, serat, fitonutrien, dan antioksidan yang tinggi. Makanan yang tergolong baik untuk jantung dan mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan seperti produk biji-bijian, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan sayuran.

Seluruh makanan tersebut dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit kardiovaskular hingga sepertiga, sesuai dengan penelitian yang dikemukakan oleh sebuah studi Journal of the American College of Cardiology. Jika penjelasan sebelumnya berbicara makanan yang baik untuk kesehatan jantung, lalu makanan apa saja yang sebaiknya dihindari dan buruk untuk kesehatan jantung? Berikut daftar lengkapnya.

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan jantung karena terkait dengan kandungan lemak jenuh di dalamnya. Lemak jenuh berkaitan dengan penyumbatan peredaran darah di jantung dan otak. Makanan cepat saji umumnya mengandung lemak trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam darah. Kadar kolesterol yang meningkat secara otomatis akan memicu kenaikan gula darah.

Jika makanan ini dikonsumsi terlalu sering, maka dapat membuat kadar lemak dan kolesterol di dalam darah menumpuk sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Contoh makanan cepat saji antara lain burger, kentang goreng, pizza, nugget, dan lain sebagainya. Makanan tersebut tidak menjadi masaah jika dimakan sesekali, namun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan sering tentu saja akan membahayakan kesehatan.

Makanan Tinggi Gula

Makanan tinggi gula tidak hanya merujuk pada makanan yang manis saja. Beberapa makanan juga mengandung gula meski rasanya tidak terlalu manis, misalnya nasi, jus buah kemasan, buah kering, atau buah kaleng, hingga saus tomat yang sebaiknya dikonsumsi degan porsi yang tepat.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram per hari akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Makanan manis yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan termasuk coklat, kue kering, permen, dan jenis makanan yang mengandung gula tinggi.

Makanan Tinggi Garam

Garam memang mengandung iodine atau yodium yang bermanfaat untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, sehingga dapat mendukung fungsi saraf dan kontraksi otot tubuh. Akan tetapi konsumsi garam per hari tidak boleh lebih dari sendok teh atau maksimal 1500 mg. Jika mengkonsumsi garam terlalu banyak akan menyebabkan tekanan darah meningkat yang selanjutnya menimbulkan komplikasi termasuk stroke dan penyakit jantung.

Makanan yang mengandung garam tinggi tidak hanya berkaitan dengan makanan asin namun bisa mengandung bahan-bahan tertentu seperti MSG, dinatrium fosfat, natrium alginat, natrium sitrat, natrium nitrit, baking soda, dan baking powder yang merupakan bahan-bahan yang juga mengandung garam. Kandungan tersebut biasanya ditemukan pada makanan cepat saji, makanan kaleng, produk olahan susu, sereal instan, serta cemilan ringan.

Dikarenakan kandungan garam pada makanan tersebut biasanya tidak dapat dirasakan langsung, maka perlu untuk mencermati label kemasan dan memeriksa kadar natrium yang terkandung pada kemasan tersebut. Dibandingkan membeli berbagai makanan olahan yang terlalu sering, lebih baik untuk mengolah masakan sendiri dengan mengurangi takaran garam, penyedap rasa, kecap, dan saus.

Bacon

Bacon mungkin identik dengan daging babi karena memang pada awalnya bacon adalah olahan daging babi bagian perut atau punggungnya. Namun seiring berkembangnya zaman, bacon juga hadir dengan variasi daging lain termasuk daging sapi. Bacon adalah jenis daging yang dipotong dengan tipis dan panjang, lalu digarami dan diasapi. Bentuk daging yang panjang ini biasa dikonsumsi di pagi hari untuk sarapan masyarakat Eropa dan Amerika bersama dengan sosis dan telur.

Lebih dari setengah kandungan yang terdapat pada daging bacon adalah lemak jenuh. Hanya dengan enam irisan tipis dari bacon saja sudah mengandung setengah natrium yang direkomendasikan setiap hari. Tak heran jika mengonsumsi bacon dapat mengubah tekanan darah dengan sangat cepat. Kandungan ini tentu saja berkorelasi positif dengan kolesterol jahat. Ini juga akan meningkatkan peluang untuk terkena serangan jantung.

Selain itu, bacon juga diolah dengan garam yang sangat banyak. Hal ini akan berbahaya untuk penderita hipertensi karena sangat cepat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras dibandingkan biasanya. Tak hanya garam biasa, tetapi pengawet juga ditambahkan ke bacon sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk mengonsumsi jenis masakan daging ini.

Daging Merah

Daging merah memang menjadi sumber protein hewani yang baik. Namun mengonsumsi terlalu banyak daging sapi, domba, dan babi akan meningkatkan peluang terkena penyakit jantung dan diabetes. Hal ini didukung oleh kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kolesterol. Rata-rata orang yang mengonsumsi daging merah secara teratur berkisar tiga kali seminggu memiliki karakteristik kesehatan yang lebih buruk dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi daging atau hanya mengonsumsi sesekali saja.

Organisasi Kesehatan Nuffield menyebutkan bahwa dalam setiap 70 gram daging merah yang dikonsumsi secara teratur akan meningkatkan resiko penyakit jantung hingga 15 persen, serta meningkatkan diabetes sekitar 30 persen. Daging merah mengandung asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan lipoprotein densitas rendah dan kolesterol jahat.

Oleh sebabnya jika anda menyukai daging merah, maka perlu membatasi asupan makanan tersebut demi kesehatan anda. Namun bukan berarti anda harus berhenti mengonsumsi daging ini, karena bagaimanapun daging tetap dibutuhkan untuk menjaga asupan protein sesuai pedoman gizi seimbang.

Makanan Yang Digoreng

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa makanan yang digoreng seperti ayam goreng, nasi goreng, gorengan, kentang goreng, sosis goreng, dan makanan goreng lainnya dikaitkan dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Metode penggorengan konvensional akan menghasilkan lemak trans pada makanan yang terbukti meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

Hal ini dikarenakan minyak goreng yang umum digunakan mengandung banyak lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan. Tentu saja penjelasan ini bukan merujuk pada makanan yang dibuat dengan minyak zaitun maupun minyak kelapa, yang cenderung bersifat baik bagi kesehatan.

Minuman Ringan dan Bersoda

Minuman ringan biasanya mengandung gula tambahan sangat banyak bahkan melebihi gula yang ada pada makanan kemasan. Minuman ringan mudah ditemukan di warung, supermarket, maupun toko grosir dengan berbagai varian rasa dan jenis minuman. Salah satu jenis minuman ringan yang banyak disukai adalah soda. Dalam satu kaleng soda mengandung setidaknya 10 sendok teh gula atau lebih banyak. Dengan kata lain mengonsumsi satu kaleng saja sudah melebihi gula tambahan yang direkomendasikan untuk kesehatan.

Minuman yang tergolong dalam jenis pangan ini juga termasuk jus buah yang dikemas dengan pemanis buatan, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai pengganti jus buah segar. Karena kandungan gula dan tambahan zat adiktif lainnya, maka orang yang sering mengonsumsi minuman ringan lebih mungkin mengalami obesitas, menderita diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung.

Daging Olahan

Daging olahan yang biasa diproduksi dengan mengawetkan, mengasinkan, fermentasi, dan mengasapkan tidak disarankan untuk dikonsumsi terlau sering. Pasalnya, daging olahan secara konsisten memiliki efek yang berbahaya untuk kesehatan terutama jantung. Beberapa jenis daging olahan yang banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia adalah dendeng, salami, dan kornet.

Semua jenis makanan tersebut mengandung natrium, pengawet buatan, gula, dan lemak jenuh sehingga dikategorikan sebagai makanan yang tidak sehat. Meskipun olahan daging memang sangat enak, namun jika anda mementingkan kesehatan jantung sebaiknya ganti makanan tersebut dengan makanan yang lebih sehat, misalnya ayam tanpa lemak, daging kalkun, hingga sosis vegetarian.

Es Krim

Sebagian besar masyarakat pasti menyukai es krim yang memberikan kepuasan dan kesegaran tersendiri ketika mengonsumsinya. Namun disayangkan es krim yang lezat tidak boleh dikonsumsi terlalu sering karena mengandung gula, kalori, dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Es krim yang teralu sering dikonsumsi akan menimbun lemak di dalam tubuh.

Tak hanya itu es krim biasanya menggunakan tambahan pemanis yang akan meningkatkan kadar gula, serta akan mengganggu keseimbangan pada sistem kesehatan. Ini juga dapat meningkatkan trigliserida pada darah sehingga akan mendorong peningkatan resikog terjadinya serangan jantung. Jika anda biasa mengonsumsi es krim yang dijual dengan kemasan maka penting untuk memeriksa label gizi agar tidak membahayakan kesehatan anda.

Mentega

Mentega adalah makanan yang sangat populer di Indonesia termasuk menjadi pengganti minyak goreng, campuran adonan roti, serta penyedap beragam masakan. Mentega berasal dari produk hewani yang mengandung lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh dalam mentega yang tinggi dapat membuat penyakit jantung semakin parah. Mentega juga dikaitkan dengan kadar kolesterol di dalam tubuh yang berakibat pada komplikasi penyakit kronis lainnya.

Bahaya mengonsumsi mentega dengan rutin diyakini telah meningkatkan kasus serangan jantung pada usia 30-an. Konsumsi mentega mengakibatkan plak lemak di dalam pembuluh darah, sehingga aliran darah ke jantung terhambat. Proses ini pada akhirnya memicu serangan jantung. Meskipun biasa orang mengonsumsi mentega dalam jumlah kecil, namun tanpa disadari perlahan-lahan mentega akan mulai mengendap dan merusak sel-sel tubuh.

Disarankan untuk membatasi penggunaan mentega dan menggantinya dengan bahan lain misalnya minyak zaitun yang lebih sehat. Namun apabila anda menginginkan rasa mentega namun dengan kadar lemak yang lebih sedikit, mungkin dapat menggunakan margarin. Margarin dapat menjadi alternatif pengganti mentega dan lebih sedikit resikonya terhadap kesehatan, jika dikonsumsi dalam porsi kecil.

Cookies dan Pastry

Cookies dan pastry termasuk makanan yang terbuat dari tepung dengan proses dipanggang. Biasanya jenis makanan ini mengandung gula yang tinggi. Cookies dan pastry biasa dibuat dengan lemak jenuh seperti mentega, dan lemak trans seperti minyak sayur yang terhidrogenasi. Dua bahan ini sudah cukup menjelaskan bagaimana cookies dan pastry memberi profil nutrisi terburuk untuk jantung anda. Konsumsi cookies dan pastry sesekali saja dan hindari cookies yang mengandung zat pengawet karena akan memperburuk kondisi kesehatan.

Sereal

Sereal adalah makanan yang biasa dikonsumsi untuk sarapan. Sereal biasanya dimakan bersama dengan susu, yogurt, atau dimakan langsung dengan sajian dalam keadaan dingin. Namun beberapa jenis sereal seperti havarmut justru dipanaskan seperti bubur. Sayangnya sereal termasuk makanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga tidak cocok dikonsumsi setiap hari.

Dalam karbohidrat pada sereal terkandung gula halus yang akan menghasilkan peradangan dan membuat kadar gula naik-turun secara drastis. Hal ini akan membuat anda merasa selalu lapar dan seolah membutuhkan lebih banyak gula sepanjang hari. Kadar gula darah yang melonjak naik, dikaitkan dengan kesehatan jantung. Oleh sebabnya untuk mengantisipasi dampak buruk yang mungkin terjadi, maka beri asupan sarapan untuk tubuh dengan buah, telur, alpukat, dan roti gandum.

Sup Kalengan

Sup mungkin menjadi bahan masakan yang cukup terkenal karena memberikan protein, serat, dan vitamin dari sayuran. Namun ini tidak berlaku sama jika menggunakan sup kalengan. Sup kalengan bisa saja menggunakan sayur yang tidak segar, metode produksi yang tidak hiegenis serta kerusakan makanan pada proses pengemasan, sehingga dapat menyebabkan kontaminasi bakteri.

Tak hanya itu, sup kalengan biasa mengandung banyak garam dan lemak jenuh yang tidak sehat bagi jantung. Oleh sebabnya jika ingin menikmati sup sayuran maka akan lebih baik membuatnya sendiri. Anda bisa menakar pemberian sodium atau garam pada makanan. Namun jika anda tetap ingin mencoba sup kalengan, maka pastikan memilih sup kalengan dengan kandungan lemak yang paling sedikit dan kandungan garam yang sangat rendah.

Keripik

Siapa yang tidak suka keripik? Cemilan renyah yang asin, gurih, kriuk dan terkadang ditambahkan bubuk perasa yang semakin membuatnya lezat. Namun disayangkan, keripik termasuk makanan yang buruk untuk kesehatan jantung. Salah satu keripik yang paling umum bagi masyarakat Indonesia adalah keripik kentang. Untuk menghasilkan kerenyahan keripik, biasanya digoreng dengan minyak dalam jumlah melimpah dan harus menggunakan suhu tinggi.

Minyak dengan suhu tinggi dan terlalu panas dapat membuat keripik mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan. Sebagai informasi, dalam 100 gram keripik kentang terdapat 35 gram lemak. Kandungan lemak tersebut jika masuk ke tubuh, maka dalam jangka panjang akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung. Ini juga diperparah dengan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Mie Instan

Mie instan pasti sangat disukai oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan cara penyajian mie instan yang mudah dan praktis dilengkapi dengan rasanya yang lezat membuat banyak orang yang menyukainya. Namun jika anda sudah memiiki penyakit jantung bawaan sebaiknya tidak mengonsumsi mie instan, karena makanan ini mengandung lemak jenuh dan natrium yang tidak baik untuk kinerja organ-organ tubuh anda.

Dampak terparah juga bisa terjadi jika mie instan dikonsumsi oleh pengidap sindrom metabolik sehingga akan secara langsung memicu serangan jantung, stroke, hingga diabetes. Tak heran jika mie instan menjadi musuh bagi penderita penyakit jantung. Namun jika anda ingin mengonsumsi mie instan sesekali masih diperbolehkan, maksimal 2 kali dalam sebulan.

Menghindari atau mengurangi makanan-makanan yang buruk untuk kesehatan merupakan salah satu langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan jantung. Namun jantung yang sehat tidak hanya berasal dari makanan sehat, melainkan harus dibarengi dengan melakukan beberapa aktivitas antara lain mencukupi tidur, membatasi durasi duduk, rajin berolahraga, mengelola stres, dan menjaga kebersihan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *