Apa Itu Mutton? Apa Bedanya Sama Lamb Dan Karkas?

Sebagian orang menyebut mutton dan lamb sebagai jenis kambing. Padahal keduanya adalah istilah untuk jenis domba. Meskipun pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, namun mutton dan lamb memiliki beberapa karakteristik yang membedakan keduanya. Membahas mengenai mutton dan lamb, maka berkaitan juga dengan karkas. Berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu mutton dan perbedaannya dengan lamb sekaligus keterkaitan kedua istilah tersebut dengan karkas.

Apa Itu Mutton?

Mutton merupakan daging domba yang dihasilkan dari domba yang berumur di atas 2 tahun. Namun beberapa orang setuju menyebut daging mutton setidaknya harus berusia lebih dari 1 tahun yang idealnya disembelih ketika berusia 3 tahun. Daging domba mutton jauh lebih populer di Timur Tengah dan Eropa dibandingkan Amerika Serikat.

Mutton dipanen dari domba dewasa sehingga cenderung lebih keras dan rasanya lebih kompleks dibandingkan daging domba muda. Banyak negara di dunia yang menggunakan daging mutton dalam berbagai masakan misalnya di daerah Timur Tengah dan Eropa. Namun peternakan di dunia lebih banyak menghasilkan daging domba muda atau lamb, sehingga untuk mendapatkan mutton menjadi lebih sulit dan langka.

Daging mutton bisa dihasilkan dari domba jantan dan betina. Bahkan domba jantan yang biasanya lebih kecil ukurannya dibandingkan domba betina bisa menjadi sangat gemuk karena keseimbangan hormonalnya. Daging domba mutton memang lebih keras, namun rasa yang dihasilkan pun lebih berkembang. Banyak yang setuju bahwa rasa daging mutton yang gurih akan lebih cocok dengan lidah orang yang menyukai daging buruan lain seperti rusa, babi hutan, dan kelinci.

Sementara itu, untuk mengatasi dan meminimalisir daging mutton yang lebih keras, maka memerlukan proses perebusan yang lama dan hati-hati, sampai membuat dagingnya empuk dan mengeluarkan rasa khasnya. Biasanya mutton dimasak sebagai daging domba rebus, kari dan semur domba. Dua hidangan umum ini cocok untuk menggunakan daging mutton, karena masakan ini mengalami proses memasak yang lambat.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa daging domba mutton juga bisa dipanggang. Untuk memanggangnya gunakan suhu rendah agar daging empuk hingga keseluruh bagian dalamnya. Selain di Timur Tengah dan Eropa, banyak hidangan India yang menggunakan daging mutton karena sebagian besar masyarakat di sana tidak mengonsumsi daging sapi. Daging mutton cocok dengan rempah-rempah berat yang memiliki cita rasa yang kuat. Ini menjadi ciri khas masakan India, mulai dari panggangan mutton menggunakan oven tandoori, direbus perlahan dalam kari atau digoreng untuk campuran beberapa hidangan.

Daging domba adalah sumber makanan yang efisien karena memiliki banyak sekali kegunaan dari satu ekor domba ini. Domba bisa digunakan dagingnya sementara di sisi lain juga menghasilkan wol dari bulunya, sekaligus menghasilkan susu yang sehat. Meskipun mutton biasanya kurang bernilai ekonomis dibandingkan domba muda, namun jenis domba ini masih banyak diminati. Potongan daging mutton terbaik biasanya berada di pinggang, tulang rusuk, dan bagian bokong dari mutton.

Apa Itu Lamb?

Lamb adalah daging yang dihasilkan dari domba muda yang berusia maksimal 1 tahun. Lamb termasuk jenis daging domba yang paling terkenal di dunia. Daging domba lamb sudah bisa disembelih ketika berusia 1 bulan, namun rata-rata disembelih ketika berusia 6 bulan. Dagingnya lebih lunak dibandingkan daging domba yang lebih tua dan lebih umum ditemukan pada menu masakan negara barat.

Daging domba muda memang memiliki rasa yang lebih ringan jika dibandingkan dengan domba yang lebih tua. Namun banyak yang lebih memilih daging domba lamb karena lemaknya lebih sedikit dan lebih lembut sehingga mudah untuk mengelolanya. Di banyak negara di dunia, sebagian besar daging domba yang dijual di pasar berasal dari domba lamb yang berusia di bawah 6 bulan.

Sementara karena dagingnya yang lembut, untuk memasak daging lamb pun harus berhati-hati, sehingga tidak menyebabkan daging domba terlalu matang, hambar, kering, dan kenyal. Di Amerika, orang lebih menyukai rasa daging lamb yang lembut sehingga harganya lebih mahal dibandingkan mutton sekaligus lebih mudah ditemukan di pasar biasa.

Bagian domba lamb yang paling lezat berada pada shoulder roast, rack, loin chops, dan bagian kakinya. Menurut American Lamb Assosiation, tiga metode paling umum yang digunakan untuk memasak lamb antara lain dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus. Memanggang dilakukan di atas bara untuk membuat daging lamb sebagai isian burger, khususnya bagian punggung yang memiliki tekstur lembut.

Sementara untuk membuat daging domba lamb lebih awet, biasanya dapat diasinkan selama 40 menit sebelum dimasak untuk membantu memecah protein. Negara-negara konsumen utama dari daging domba lamb antara lain Selandia Baru, Australia, Yunani, Uruguay, Irlandia, dan Amerika Serikat. Bagian kaki pelana dan bahu dari domba lamb disebut sebagai potongan terbaik oleh beberapa juru masak, meskipun proporsi tulang yang lebih besar dibandingkan daging.

Namun khusus di negara bagian Amerika Serikat tertentu yakni Kentucky lebih menyukai daging domba mutton yang dipanggang dibandingkan olahan domba lamb. Tak hanya itu, ternyata daging domba lamb juga banyak digunakan di negara lain. Di Inggris secara tradisional daging domba lamb biasa dimasak dengan daun mint segar. Sementara di Prancis domba juga memainkan peran penting dalam masakan klasik, yang membutuhkan durasi memasak yang lebih ringkas dengan daging merah muda yang langka. Sementara di Yunani, Turki, dan Timur Tengah domba lamb juga digunakan untuk diasinkan dan dipanggang menjadi tusukan sate maupun dipadukan dengan sayuran lokal. Misalnya hidangan Kibbe yakni campuran daging domba giling dan gandum yang telah dihancurkan.

Perbedaan Mutton dan Lamb

Dikarenakan mutton dan lamb sama-sama jenis domba sehingga beberapa orang berpikir bahwa keduanya hanyalah istilah yang memiliki maksud sama. Akan tetapi mutton dan lamb memiliki perbedaan yang cukup banyak. Salah satu perbedaan paling mendasar merupakan faktor usia seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Tekstur dan Warna

Dilihat dari segi tekstur dan warna, lamb lebih ringan dan halus dengan warna daging merah muda sampai merah pucat. Sedangkan mutton karena berasal dari domba yang lebih tua, maka warnanya lebih pekat yakni merah tua. Tekstur daging mutton juga lebih kuat dan gemuk sehingga ketika dipegang bertekstur keras dibandingkan daging lamb. Dikarenakan perbedaan warna dan tekstur, ternyata juga memberikan perbedaan rasa yakni rasa dari mutton lebih kaya dan berkembang.

Negara Yang Mengonsumsinya

Daging domba mutton lebih populer di negara-negara Eropa dan Timur Tengah. Sementara daging domba lamb lebih populer di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Secara khusus di Amerika Serikat, lamb sangat populer hingga harganya lebih mahal dibandingkan mutton. Domba yang dibesarkan di Amerika Serikat juga biasanya diberi makan biji-bijian sehingga dagingnya lebih lembut dibandingkan domba lamb dari Australia dan Selandia Baru. Domba lamb yang diternakkan di Australia dan Selandia Baru diberi makan rumput sehingga tubuhnya lebih kurus dan dagingnya sedikit lebih keras, namun tidak sekeras daging mutton.

Metode Memasak

Terdapat tiga metode populer yang digunakan untuk memasak daging lamb. Biasanya dengan merebus, grilling, dan roasting. Ketiga metode tersebut cocok digunakan untuk daging lamb yang lembut, sehingga mudah mengelolanya. Sementara untuk metode memasak dari daging mutton lebih baik memasak dengan lambat (slow-cooking) atau merebusnya (stew). Dikarenakan daging mutton yang lebih keras serta lemak yang lebih banyak, maka diperlukan metode memasak lambat untuk melunakkan daging dan mengeluarkan kaldunya.

Kandungan Nutrisi

Mutton dan lamb pada dasarnya merupakan jenis daging yang sangat bergizi. Kedua jenis daging ini menyediakan jumlah protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan. Akan tetapi daging domba mutton mengandung lemak yang lebih tinggi dibandingkan lamb. Mengonsumsi makanan berlemak tinggi dapat memicu resiko penyakit jantung. Meskipun secara rasa daging mutton lebih kaya rasa namun lamb adalah jenis domba yang lebih sehat. Meski demikian kedua jenis daging ini dapat dikonsumsi dalam jumlah yang sedang sehingga tidak menyebabkan masalah kesehatan.

Apa Itu Karkas? Dan Keterkaitannya Dengan Mutton dan Lamb

Karkas sebenarnya merujuk pada bagian tubuh dari ternak yang telah disembelih dan telah dikuliti sekaligus dikeluarkan isi perutnya. Karkas juga sudah memotong bagian kaki serta kepala dari hewan ternak. Karkas berbeda dengan daging, karena daging biasanya sudah tidak memiliki tulang. Sementara karkas masih terdiri atas daging yang beum dipisahkan dari tulangnya.

Komponen karkas biasanya terdiri dari tiga jaringan utama, antara lain tulang yang membentuk rangka, otot yang membentuk daging, serta bagian dari lemak. Apabila karkas dikaitkan dengan domba lamb dan mutton, maka dapat dikatakan karkas adalah bagian dari kedua jenis domba tersebut.Mutton dan lamb adalah sebutan untuk domba secara utuh yang dibedakan berdasarkan usianya. Sementara karkas adalah potongan-potongan dari domba tersebut yang paling umum dikonsumsi.

Seekor domba biasanya akan menghasilkan karkas sekitar 40 persen hingga 45 persen dari berat badan hewan teknak ketika masih hidup. Ini sekitar 5,5 kg hingga 30 kg. Biasanya karkas dari tubuh domba yang dijadikan masakan adalah bagian kaki, leher, perut (yang isiannya sudah dikeluarkan), tulang rusuk, punggung dan bagian iga. Meski tidak termasuk karkas, namun beberapa orang juga bisa mengonsumsi lidah domba untuk direbus, sementara organ dalam domba (jeroan) bisa diolah kembali untuk menjadi pupuk dan campuran makanan hewan peliharaan, sehingga jarang sekali dijadikan bahan masakan.

Nah, sudah tahu kan bedanya mutton dan lamb, serta keterkaitannya dengan karkas? Pada dasarnya mutton dan lamb sama-sama lezat, sehingga memilih mana yang lebih baik sangat bergantung pada prefensi selera dan jenis masakan yang anda buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *