Salmon vs Tuna, Mana Lebih Baik?

Ikan adalah salah satu jenis makanan yang dikenal sebagai sumber protein hewani dan rendah lemak. Oleh sebab itu, ikan sangat baik dikonsumsi saat sedang proses membentuk otot atau menurunkan berat badan. Di antara banyaknya jenis ikan, terdapat dua ikan yang sangat populer yakni ikan salmon dan ikan tuna.

Salmon dan tuna mudah ditemukan dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, kedua jenis ikan tersebut juga kaya akan omega-3, protein, dan rendah kolesterol. Namun, jika dibandingkan, anda tentu penasaran mana yang lebih baik di antara ikan salmon dan ikan tuna, bukan?

Mengenal Salmon

Salmon adalah jenis ikan dari famili Salmonidae. Ikan ini di sebut juga sebagai ikan salem. Salmon hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik namun ikan ini kerap bermigrasi. Secara umum, salmon adalah spesies yang bermigrasi untuk berkembangbiak atau disebut anadromous.

Lebih lanjut, salmon lahir di perairan air tawar kemudian bermigrasi ke laut, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa salmon akan selalu kembali ke tempat kelahirannya untuk berkembangbiak ketika sudah dewasa.

Salmon termasuk jenis ikan favorit karena rasa dan nutrisi di dalam dagingnya yang melimpah. Ikan salmon ini biasa berukuran 71-84 cm yang membuat dagingnya sangat banyak dan bisa dimakan untuk 2-3 orang.

Meskipun salmon sudah populer ribuan tahun lalu, namun salmon merupakan jenis ikan baru di Indonesia. Daging ikan salmon paling banyak diolah dan dikonsumsi oleh masyarakat Eropa dan Amerika. Sementara di Indonesia, ikan salmon tidak dapat ditemukan diperairan manapun, sehingga harus di impor dari Norwegia dan Jerman.

Dikarenakan ikan salmon harus diimpor dari negara lain maka penting untuk membeli ikan salmon yang masih segar dan belum terlalu lama dalam disimpan dalam perjalanan. Ikan salmon segar memiliki daging cenderung oranye dengan garis-garis putih.

Selain warnanya yang segar, ikan salmon yang baik juga tidak memiliki lendir berlebih, beraroma tidak menyengat, serta memiliki insang yang masih kemerahan. Dengan demikian, cukup mudah untuk mengetahui ikan salmon segar karena ketika dagingnya dipegang maka bertekstur kenyal dan dagingnya akan kembali ke posisi semula jika ditekan.

Mengenal Tuna

Tuna adalah ikan laut yang termasuk dalam famili Skombride. Tuna memiliki bentuk tubuh yang mirip torpedo yakni pipi di sisi-sisinya dan moncong meruncing. Ikan tuna memiliki panjang berkisar 25 cm hingga 180 cm. Ikan ini memiliki banyak variasi dan setidaknya terdapat 10 jenis yang populer di seluruh dunia. Beberapa ikan tuna bisa dibeli dengan harga terjangkau, namun sebagian lain memiliki harga yang terbilang mahal.

Oleh sebab itu, ikan tuna sering disebut sebagai ikan yang cocok untuk segala kalangan, baik kalangan bawah hingga kalangan atas. Berbeda dengan jenis ikan lain yang memiliki daging berwarna putih, ikan tuna justru memiliki daging berwarna merah muda hingga merah tua. Beberapa jenis tuna mungkin berwarna pucat, misalnya tuna jenis slender atau tuna putih, yang sebenarnya jarang ditemukan.

Ikan tuna disukai karena memiliki beragam varian yang bisa disesuaikan dengan jenis hidangan yang dibuat. Selain itu, di Indonesia ikan tuna sangat mudah ditemukan bahkan menjadi komoditas ekspor yang bernilai tinggi. Oleh sebab itu, sebenarnya cukup mudah menemukan ikan tuna segar di pasar tradisional maupun di supermarket.

Jenis ikan tuna yang ada di Indonesia yaitu tuna mata besar, tuna madidihang, tuna albakora, cakalang, dan tuna sirip biru selatan. Jenis tuna tersebut paling banyak ditemukan di wilayah Sulawesi dan Maluku, karena lautan di sana memiliki suhu yang lebih teduh dibandingkan lautan lain di Indonesia.

Namun secara lebih spesifik penyebaran ikan tuna di Indonesia meliputi Laut Banda, Laut Maluku, Laut Flores, Laut Sulawesi, Laut Hindia, Laut Halmahera, perairan utara Aceh, barat Sumatera, selatan Jawa, utara Sulawesi, dan Laut Arafura.

Perbedaan Salmon Dan Tuna

Setelah mengenali apa itu ikan salmon dan tuna, maka akan lebih mudah untuk membandingkan keduanya dengan beberapa poin berikut.

Kandungan Gizi

Ikan Salmon

Salmon paling dikenal dengan kandungan vitamin A, vitamin, B, vitamin D, zat besi, fosfor, dan kalsium. Diketahui salmon juga mengandung banyak asam amino serta asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia secara umum.

Dalam satu porsi ikan salmon mentah atau setara dengan 100 gram mengandung beragam nutrisi sebagai berikut.

  • Kalori: 140
  • Protein: 20 gram
  • Lemak: 6,4 gram
  • Magnesium: 30 miligram
  • Kalium: 480-500 miligram
  • Zinc: 0,6 miligram
  • Selenium: 36,5 mikrogram
  • Folat: 25 mikrogram

Ikan Tuna

Sementara, disisi lain dalam 100 gram ikan tuna segar memiliki kandungan gizi sebagai berikut.

  • Energi: 109 kkal
  • Protein: 24,4 gram
  • Lemak: 0,5 gram
  • Thiamin (vitamin B1): 0,12 miligram
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,12 miligram
  • Niasin (vitamin B3): 18,5 miligram
  • Asam pantotenat(vitamin B5): 0,28 miligram
  • Vitamin B6: 0,93 miligram
  • Kalsium: 4 miligram
  • Zat besi: 0,77 miligram
  • Magnesium: 35 miligram
  • Fosfor: 278 miligram
  • Kalium: 441 miligram
  • Natrium: 45 miligram
  • Zinc: 0,37 miligram

Tampilan Fisik

Ikan salmon memiliki daging yang menggiurkan dengan warna merah muda dan sedikit merah oranye. Warna tersebut berasal dari zat karotenoid bernama astaxanthin yang sama dengan zat kimia yang terdapat pada udang, kepiting, sebagai pangan utama ikan salmon itu sendiri. Perlu diketahui astaxanthin adalah komponen warna yang tahan terhadap suhu panas, sehingga daging salmon akan tetap berwarna kemerahan bahkan setelah digoreng.

Sementara ikan tuna memiliki warna merah muda hingga merah tua yang berasal dari senyawa protein pengikat oksigen bernama myoglobin. Akan tetapi, daging tuna olahan akan berwarna abu-abu karena senyawa myoglobin rentan hancur ketika terkena panas. Dengan demikian tuna olahan yang sudah dimasak atau dikemas dalam kaleng akan terlihat lebih abu-abu dibandingkan tuna mentah.

Kadar Lemak

Ikan salmon lebih berlemak dan berminyak dibandingkan daging tuna sehingga sangat cocok untuk diolah dengan berbagai hidangan mulai dari digoreng, dipanggang, hingga dimakan mentah sebagai sashimi. Secara khusus salmon yang paling sering ditemukan berjenis sockeye, chinook, dan coho.

Di sisi lain, tuna memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah sehingga lebih umum dimasak secara medium rare agar tetap empuk dan lembab. Jika tuna digoreng terlalu lama maka tuna akan menjadi sangat kering dan kurang nikmat. Akan tetapi, ada dua jenis tuna yang juga tinggi lemak dan bisa dikonsumsi saat masih mentah yakni madidihang atau yellowfin.

Harga Dan Ketersediaan

Dikarenakan salmon termasuk ikan impor, maka harga salmon jauh lebih mahal dibandingkan ikan tuna. Jika harga 500 gram ikan salmon mencapai ratusan ribu, ikan tuna bisa dibeli dengan harga 35.000-40.000 ribu.

Harga tuna juga lebih variatif karena jenis tuna sangat banyak di Indonesia. Perbedaan harga ini juga disebabkan oleh ketersediaan tuna yang lebih melimpah dan tidak harus diimpor seperti layaknya salmon. Oleh sebab itu, tuna justru menjadi komoditas ekspor penting.

Kandungan Merkuri

Tak bisa dipungkiri beberapa jenis ikan memang memiliki kandungan merkuri yang bervariasi. Ketika ikan yang lebih besar memakan ikan yang lebih kecil dan sudah terkontaminasi dengan beragam merkuri, maka unsur tersebut akan masuk juga ke dalam daging ikan tersebut. Dengan kata lain, semakin besar ukuran ikan kemungkinan kadar merkuri di dalam daging menjadi lebih tinggi.

Hal ini membuat ikan tuna dianggap mengandung lebih banyak merkuri dibandingkan ikan yang lebih kecil seperti salmon. Meski demikian, analisis terhadap 117 jenis tuna yellowfin yang berasal dari 12 lokasi di seluruh dunia, membuktikan bahwa tuna tidak mengandung merkuri tinggi dan masih tergolong aman untuk dikonsumsi dalam porsi wajar.

Tuna tidak mengandung merkuri sebanyak ikan besar seperti hiu dan king mackerel. Namun, Food Drug Administration (FDA), menyarankan wanita hamil dan anak-anak membatasi konsumsi tuna besar, berjenis tuna putih kaleng yakni maksimal satu porsi per minggu, agar tidak menyebabkan gangguan pada saraf pusat.

Mana Yang Lebih Baik?

Jika ditanya mana yang lebih baik atau yang lebih sehat antara salmon dan tuna, maka jawabannya tergantung dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Jika anda mengonsumsi ikan untuk memberi tubuh lebih banyak energi, maka mengonsumsi ikan salmon adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, ikan salmon mengandung vitamin B6 dan B12 yang membantu melepaskan asupan energi di dalam tubuh setiap menyantap ikan salmon. Sementara ikan tuna juga memberikan energi, namun tidak sebanyak ikan salmon.

Pertimbangan yang kedua yakni jika mengonsumsi ikan untuk membentuk otot, maka anda bisa memilih ikan salmon dan ikan tuna. Ikan salmon memang mengandung kolesterol yang lebih tinggi namun hal inilah yang dibutuhkan untuk membentuk otot. Namun, faktanya ikan tuna justru mengandung lebih banyak protein dibandingkan ikan salmon. Oleh sebabnya kedua jenis ikan ini sama-sama berdampak positif untuk membentuk otot.

Pertimbangan ketiga yakni jika anda ingin menjaga kesehatan jantung, maka pilihlah ikan salmon karena ikan ini tinggi asam lemak omega-3. Sementara jika ingin mengonsumsi protein tanpa kalori ikan tuna dapat menjadi pilihan terbaik, terutama bagi orang yang tengah diet sehat.

Idealnya anda memang harus mengonsumsi ikan dengan variasi untuk memenuhi asupan nutrisi harian, termasuk kedua jenis ikan tersebut. Mengonsumsi terlalu banyak ikan salmon maupun ikan tuna tentu saja tidak baik untuk kesehatan dalam jangka panjang, terutama dapat menyebabkan kolesterol, tidak terpenuhinya gizi seimbang serta kemungkinan terpapar merkuri.

Promo Diskon Cairo Food

Jika anda menyukai rasa dan tekstur salmon maupun tuna, maka konsumsi keduanya secara bergantian. Dengan begitu anda tetap mendapatkan manfaat kesehatan dari kedua jenis ikan, sembari meminimalisir dampak kesehatan jika mengonsumsi satu ikan saja secara berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *