10 Jenis Ikan Tuna, Ukuran & Fungsinya Variatif

Memiliki lebih dari 40 jenis, ikan tuna sendiri adalah perenang yang andal di laut lepas, karena mereka bisa berenang hingga 77 km/jam. Berbeda dari ikan lainnya, ikan tuna segar memiliki daging berwarna merah muda hingga merah tua.

Hal ini sendiri disebabkan oleh tingginya kadar myoglobin, yaitu salah satu komponen protein yang bisa menyimpan oksigen, dalam otot ikan tuna. Bahkan ikan tuna yang tinggal di perairan dingin, seperti halnya tuna sirip biru Atlantik, mampu mengontrol suhu tubuhnya agar tetap sesuai dengan lingkungan sekitar.

Beberapa jenis ikan tuna memiliki harga jual yang tinggi, namun beberapa jenis lainnya juga bisa dijangkau oleh banyak orang. Selain karena zat gizinya yang tinggi, ikan ini juga tergolong cocok untuk diolah menjadi sajian apapun. Dari sekian banyak jenis ikan tuna, berikut ini adalah 10 jenis ikan tuna di seluruh dunia:

Tuna Sirip Hitam

Pemilik nama ilmiah Thunnus atlanticus ini adalah jenis terkecil di marga Thunnus. Meskipun begitu, tercatat jika jenis tuna yang satu ini bisa tumbuh hingga sepanjang 100 cm dengan berat 21 kilogram. Sesuai dengan namanya, tuna sirip hitam memiliki bagian punggung berwarna hitam, dan sedikit gradasi kuning di bagian bawah punggung.

Tuna bertubuh oval ini adalah tuna berumur pendek. Umur lima tahun sudah termasuk golongan tua. Diketahui jika usia matang dari spesies ini adalah sekitar dua tahun. Tuna jenis ini banyak ditemukan di bagian barat Samudera Atlantik, seperti halnya daerah Massachusetts hingga Brazil.

Tuna sirip hitam adalah ikan yang menyukai suhu hangat, yaitu sekitar 20°C. Mereka banyak menampilkan diri secara bergerombol saat musim panas tiba. Makanan mereka sendiri adalah ikan-ikan kecil, cumi-cumi, kepiting, dan berbagai udang kecil.

Tuna Sirip Biru Pasifik

Memiliki nama ilmiah Thunnus orientalis, ikan ini memiliki ukuran yang sangatlah besar. Tuna jenis ini tercatat bisa tumbuh hingga sepanjang tiga meter, dengan berat 450 kilogram. Jenis ini adalah tuna predator, sehingga tidak aneh jika tubuhnya bisa tumbuh sejauh itu. Bagian punggung tuna sirip biru ini berwarna hitam, dilanjutkan dengan gradasi biru muda dan abu-abu metalik hingga mencapai bagian perut.

Tuna ini banyak ditemukan di bagian utara Samudera Pasifik. Saat waktu migrasi tiba, mereka akan berenang ke selatan untuk menuju perairan yang lebih hangat. Usia kematangan jenis ini adalah lima tahun, dengan harapan hidup yang bisa mencapai 15 atau 26 tahun.

Karena ukuran besarnya dan rasanya yang mewah, jenis ini sangat banyak diburu oleh para nelayan. Hal ini mengakibatkan populasi tuna sirip biru pasifik terancam dan menjadikannya sebagai salah satu tuna yang sangat berharga. Berbagai organisasi juga telah menetapkan semua tuna sirip biru sebagai spesies yang populasinya terancam dan harus dikurangi untuk ditangkap.

Tuna Sirip Biru Atlantik

Tuna jenis ini banyak tersebar di bagian barat dan timur Samudera Atlantik, termasuk Laut Mediterania. Namun mereka sudah lama hilang di Laut Hitam. Tuna sirip biru atlantik adalah kerabat dekat dari tuna sirip biru pasifik dan tuna sirip biru selatan. Mirip dengan kerabat-kerabatnya, secara global, jenis tuna ini sudah dinyatakan sebagai tuna yang langka dan tidak dianjurkan untuk ditangkap.

Berbeda dengan tuna sirip biru pasifik, warna biru yang dimiliki oleh tuna sirip biru atlantik sedikit lebih gelap, dan jangkauan warna birunya tidak seluas sirip biru pasifik. Sementara untuk bagian perut, tuna sirip biru atlantik memiliki warna abu-abu metalik, yang kadang cenderung berwarna putih.

Memiliki nama ilmiah Thunnus Thynnus, diketahui jika ukuran terbesar yang pernah ditangkap dari jenis ini adalah 679 kilogram dengan panjang 3,7 meter. Hal ini membuat Dinas Perikanan Laut Amerika Serikat percaya jika spesies ini dapat tumbuh hingga seberat 910 kilogram. Namun rata-rata berat yang mereka miliki berada pada kisaran 250 kilogram, dengan panjang sekitar 2,5 meter.

Ikan yang juga memiliki harga jual tinggi ini merupakan ikan yang kedewasaannya datang dengan cepat. Kadar hemoglobin yang tinggi membuat kemampuan menghangatkan diri tuna sirip biru jauh lebih baik dari jenis tuna lainnya. Sehingga jika diperhatikan, warna daging tuna sirip biru adalah yang paling merah dari tuna lainnya.

Tuna Sirip Biru Selatan

Berbeda dengan kedua saudaranya, tuna sirip biru selatan memiliki tubuh yang melebar dan cukup pendek. Diketahui jika panjangnya bisa mencapai 2,5 meter, dengan berat hingga 260 kilogram. Punggung ikan jenis ini berwarna hitam, dilanjutkan dengan gradasi warna biru yang rapi hingga mencapai warna putih keperakan di bagian perut.

Sesuai dengan namanya, jenis tuna ini tersebar luas di bagian selatan bumi. Meskipun begitu, tuna dengan nama ilmiah Thunnus maccoyi ini adalah golongan tuna yang dilindungi, karena populasinya sudah sangat jarang. Hal ini disebabkan oleh penangkapan tuna yang berlebih di masa lalu.

Diketahui jika negara-negara di bagian selatan bumi, seperti halnya Australia, Indonesia, Afrika Selatan, Selandia Baru, bahkan Jepang sekalipun memiliki peraturan masing-masing untuk menangkap jenis ini. Secara global, penangkapan tuna sirip biru selatan diatur oleh Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) yang bermarkas di Canberra, Australia.

Tuna Mata Besar

Pemilik nama ilmiah Thunnus obesus ini dapat ditemukan di perairan tropis dan perairan bersuhu hangat, kecuali Laut Mediterania. Sesuai dengan namanya, mata ikan ini memang jauh lebih besar dari tuna-tuna lainnya.

Menurut International Union for Conservation of Nature, ikan tuna mata besar tergolong dalam spesies yang rentan karena jumlahnya yang menurun di alam. Selain mata yang besar, bagian punggung tuna ini berwarna hitam, dan bagian tubuh lainnya berwarna abu metalik dengan bagian perut berwarna keperakan.

Tidak hanya besar, namun kemampuan penglihatan tuna ini juga lebih baik dari jenis tuna lainnya. Hal ini membuat mereka bisa beradaptasi dengan perairan yang minim cahaya. Insang mereka juga bisa bertahan pada perairan yang minim oksigen.

Meskipun mereka terdapat di perairan tropis, namun tuna mata besar tetaplah ikan yang lebih menyukai suhu rendah. Kekuatan mata dan insang mereka telah terlatih karena mereka biasa menyelam ke perairan dalam, yang bisa mencapai 500 meter di bawah permukaan laut. Mereka baru akan naik ke permukaan saat senja menyingsing.

Tuna Sirip Kuning

Selain memiliki nama ilmiah Thunnus albacares, tuna jenis ini juga dikenal dengan nama Madidihang. Diketahui jika kata albacares tidaklah mengacu pada tuna jabrik atau albakor, melainkan pada bahasa Prancis, yang berarti sirip kuning. Tuna jenis ini tercatat sebagai petualang ulung yang selalu mencari ketersediaan makanan.

Jenis tuna ini merupakan salah satu tuna terbesar, meski ukurannya masih kalah dengan tuna sirip biru dan tuna mata besar. Diketahui jika berat tuna sirip kuning bisa melebihi 180 kilogram, dengan panjang berkisar dua meter. Tapi berat jenis tuna ini tidak akan melebihi tuna sirip biru selatan dan tuna mata besar.

Tuna sirip kuning memiliki punggung berwarna hitam. Pada bagian bawahnya, terdapat sedikit gradasi biru metalik, yang berlanjut dengan gradasi kuning cerah dan warna perak di bagian perut. Sirip bagian belakang ikan ini juga berwarna kuning cerah, yang menjadi ciri khas dari tuna jenis ini. Karena maraknya perburuan tuna, ikan tuna jenis ini mulai berkurang populasinya di alam liar.

Diketahui jika tuna sirip kuning sering muncul pada kedalaman sekitar 100 meter di bawah permukaan laut. Meskipun begitu, mereka bisa saja muncul ke daerah permukaan. Sama seperti tuna lain, mereka akan berpetualang dalam kelompok besar saat mencari makanan. Namun terkadang kelompok mereka akan tercampur dengan beberapa cakalang dan jenis tuna lainnya yang ukurannya mirip atau lebih kecil.

Tuna sirip kuning sendiri berada di tengah-tengah jaring makanan. Mereka akan memangsa ikan-ikan, udang dan cumi-cumi yang lebih kecil dari ukuran tubuhnya. Tapi mereka juga adalah mangsa dari ikan-ikan yang lebih besar dan cepat seperti ikan hiu, ikan marlin dan burung laut. Meskipun begitu, ikan tuna adalah ikan yang sangat lihai untuk kabur dari cengkeraman mangsa.

Slender Tuna

Tuna jenis ini juga dikenal dengan nama tuna ramping. Sesuai dengan namanya yang memiliki kata ramping, berat maksimal tuna jenis ini yang tercatat dalam sejarah adalah 12 kilogram. Mereka sendiri bisa tumbuh hingga sepanjang satu meter tanpa menghilangkan kesan ramping pada diri mereka. Bagian punggung mereka berwarna hitam, dilanjutkan dengan gradasi biru dan abu-abu metalik pada bagian perut.

Ikan satu ini memiliki warna daging yang lebih pucat dan berminyak dari tuna jenis lainnya, dan sifat dagingnya membuat populasi tuna jenis ini lebih stabil dari jenis-jenis tuna lainnya karena dagingnya dianggap sangat berminyak. Meski faktanya, tuna ramping memiliki kadar omega 3 yang tinggi.

Tuna dengan nama ilmiah Allothunnus fallai ini tersebar luas di perairan selatan bumi. Mereka biasanya akan berburu mangsa secara bergerombol, baik itu udang, ikan kecil, atau bahkan cumi-cumi.

Albakor

Dari sekian banyak jenis tuna, tuna ini memiliki nama lain yang cukup banyak, seperti halnya tuna albakora, tuna jabrig, madidiang albakoro, suree, aji-aji, trakulu, kwandang, cucut jenggot, albi, tombo ahi, binnaga, albakora pasifik, bonito jerman, sirip panjang, tuna sirip panjang, atau bahkan hanya dengan kata tuna sekalipun.

Berbeda dengan tuna lainnya yang memiliki daging berwarna merah atau cenderung pink, tuna dengan nama ilmiah Thunnus alalunga ini memiliki daging berwarna putih. Albakor sendiri bisa ditemukan di perairan tropis dan perairan bersuhu hangat, termasuk Laut Mediterania.

Serupa dengan tuna mata besar, albakor juga bisa menyelam hingga kedalaman sekitar 500 meter di bawah permukaan laut. Tapi jenis ini lebih menyukai daerah dimana air dingin dan hangat bercampur. Albakor berukuran besar juga bisa ditemukan di perairan yang dalam. Meski sama-sama bermata besar, namun albakor hanya bisa tumbuh hingga 1,4 meter. Sirip pada dada albakor juga lebih panjang dan tajam dari tuna mata besar.

Mirip dengan tuna sirip biru, albakor juga mengalami eksploitasi yang berlebihan, dan membuat populasi dari jenis tuna ini menurun drastis. Tercatat jika albakor awalnya adalah bahan baku utama untuk membuat tuna kalengan di Amerika Serikat.

Tuna Kecil

Jenis ini adalah jenis yang paling banyak ditemukan di Samudera Atlantik, terutama di wilayah perairan tropis dan bersuhu hangat. Ikan dengan nama ilmiah Euthynnus alletteratus ini tergolong pada ikan yang aktif bermigrasi. Ikan ini sendiri bisa ditemukan di laut lepas atau dekat kawasan pantai.

Tuna kecil memiliki ciri khasnya sendiri, yaitu beberapa bulatan hitam di antara sirip dada dan sirip perutnya. Pada bagian punggung juga terdapat corak yang terlihat seperti cacing yang meliuk-liuk. Tuna jenis ini memiliki punggung berwarna biru, yang terus bergradasi menuju warna keperakan di bagian perut.

Meskipun memiliki populasi yang banyak, namun tuna kecil sendiri dianggap sebagai ikan sampah karena rasanya yang terlalu kuat. Para nelayan sendiri lebih sering memakai tuna kecil sebagai umpan ikan marlin, atau ikan-ikan lain yang ukurannya lebih besar. Tuna kecil sendiri tergolong nakal dan ahli dalam melarikan diri ketika tertangkap oleh kail atau predator lainnya. Tercatat jika mereka bisa berenang hingga kecepatan 64 kilometer perjam.

Meski dianggap sebagai ikan sampah oleh beberapa orang, namun beberapa kawasan seperti wilayah kepulauan di amerika tengah menganggap tuna kecil sebagai bahan pokok untuk pengalengan, ikan beku, ikan asap, dan berbagai olahan ikan lain yang tahan lama.

Karena digunakan sebagai umpan, secara alami, tuna kecil telah berada di tengah-tengah jaring makanan. Mereka akan memakan ikan, udang, kerang, cumi-cumi dan gurita yang lebih kecil dari ukuran mereka. Sementara itu, tuna kecil adalah mangsa utama dari predator laut bertubuh besar, seperti halnya hiu dan ikan marlin.

Tuna Gigi Anjing

Pemilik nama ilmiah Gymnosarda unicolor ini memiliki kebiasaan unik, yaitu tidak pernah menutup rapat mulut mereka. Tuna Gigi Anjing sendiri memiliki bagian punggung berwarna biru tua, yang kemudian sedikit bergradasi dengan warna hijau, dilanjutkan dengan gradasi warna biru muda dan abu-abu metalik hingga putih perak di bagian perut. Meski memiliki gradasi warna yang indah, namun tuna ini juga dikenal sebagai tuna putih.

Ukuran pejantan tuna gigi anjing diketahui bisa mencapai 248 cm, dengan berat hingga 130 kilogram. Ukuran rata-rata tuna gigi anjing sendiri adalah 40-120 cm. Jenis ini bisa ditemukan di perairan tropis Indo-Pasifik hingga perairan timur benua Afrika, termasuk kawasan Samudera Pasifik, kecuali perairan Hawai.

Tuna Gigi anjing berukuran kecil bisa ditemukan di barisan terumbu karang yang dangkal. Sementara untuk ukuran yang lebih besarnya, dapat ditemukan di barisan terumbu karang yang terletak lebih dalam. Berbeda dengan tuna lainnya, tuna gigi anjing adalah tuna soliter, atau hanya akan bergabung dalam gerombolan kecil. Mereka sendiri bisa menyelam hingga kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut.

Tuna gigi anjing muda sendiri diolah sebagai ikan kalengan atau ikan beku. Sementara tuna gigi anjing dewasa memiliki kemungkinan mengandung Ciguatoxin, sehingga ikan jenis ini lebih sering dimanfaatkan sebagai olahraga atau umpan untuk ikan marlin. Ciguatoxin sendiri adalah racun yang bisa menimbulkan keracunan dengan gejala yang cukup parah, seperti halnya diare, sensitif terhadap cahaya, dan mengaburnya pandanga.

Tuna gigi anjing sendiri adalah ikan yang kuat. Mereka akan langsung menyelam dengan cepat dan kuat untuk lepas dari kail, sehingga ikan ini dihargai cukup tinggi dalam turnamen memancing di kawasan Eropa dan Asia.

Dengan berbagai ukuran dan harga, ikan ini juga sangat sering dimasak menjadi berbagai sajian lezat di seluruh dunia. Dengan tekstur ikan yang cukup tebal, ikan tuna butuh perhatian khusus saat diolah. Karena jika salah mengolah ikan tuna, maka rasa dan tekstur yang dihasilkan akan berbeda dari yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *