Pertolongan Pertama Saat Terjadi Luka di Dapur

Dapur adalah tempat sehari-hari bagi anda untuk mengkreasikan dan menciptakan berbagai macam hidangan yang lezat, atau bahkan untuk sekadar merebus air, kegiatan di dapur ini sudah menjadi aktivitas rutin terutama bagi ibu rumah tangga. Namun, bukan berarti itu adalah tempat di mana anda bisa merasa aman, karena kecelakaan dapur bisa saja terjadi jika Anda tidak berhati-hati.

Ada berbagai kecelakaan dapur yang perlu anda waspadai, misalnya kompor panas bisa membakar, pisau tajam bisa memotong, cabai di mata membuat anda pedih. Jadi, sebelum anda memulai aktivitas rutin, alangkah baiknya jika mengetahui pertolongan pertama untuk mencegah dan mengatasi berbagai macam luka di dapur.

Jenis Kecelakaan di Dapur

Luka Goresan

Saat sedang memotong berbagai bumbu dapur, seringkali terjadi goresan pada jari-jari anda. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, bisa jadi anda sedang tidak fokus, merasa terburu-buru untuk menyiapkan masakan, atau adanya suatu gangguan yang membuat jari anda tergores.

Apapun Bumbunya Tidak Pakai Pewarna

Luka goresan akibat pemakaian pisau dapur yang ceroboh dapat menjadi sebuah kecelakaan bagi anda. Pasalnya, luka goresan pisau yang dangkal mungkin bisa segera Anda tangani, namun untuk luka goresan yang dalam, bisa jadi Anda memerlukan bantuan medis. Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi luka goresan yang terjadi di dapur.

  • Bersihkan luka dengan sabun dan air. Jika luka goresan tersebut dangkal, anda bisa melakukan pertolongan pertama dengan langsung membersihkan luka tersebut dengan sabun antibakteri dan dengan air mengalir. Setelah dibersihkan, anda bisa menutup luka dengan kain kasa atau perban sambil memberikan tekanan pada luka selama beberapa menit agar menghentikan pendarahan. Jika darah anda menembus kain atau perban yang anda gunakan, lapisi lagi kain baru di atasnya.
  • Gunakan salep antibakteri. Anda bisa mengolesi salep antibakteri di atas luka jika lukanya kecil. Lalu tutupi area tersebut dengan kain kasa atau perban dan pita perekat. Namun, apabila pendarahannya parah dan tak kunjung berhenti sampai 5 hingga 20 menit setelah pertolongan pertama, anda bisa pergi ke ruang gawat darurat. Jika luka lebih panjang dari satu setengah inci, dengan tepi bergerigi, meradang, atau mengeluarkan cairan, anda perlu ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Luka Bakar atau Terkena Benda Panas

Saat benda panas mengenai permukaan kulit, maka akan mengakibatkan kulit menjadi terkelupas dan menimbulkan luka terbuka dalam kondisi yang parah. Apabila Anda mengalami hal ini, jangan sembarangan memberikan pertolongan pertama seperti mengoleskan pasta gigi, karena hal tersebut bisa menyebabkan peradangan pada kulit. Untuk mengobati luka bakar, anda harus mengetahui jenis luka bakar yang anda alami.

Luka Bakar Tingkat Satu

Luka ini hanya melibatkan lapisan atas kulit, yang akan menyebabkan permukaan kulit anda terlihat merah dan terasa menyakitkan. Saat area luka bakar ditekan, maka warnanya menjadi putih. Cara tepat untuk mengatasi luka ini adalah dengan membiarkan area luka berada di bawah air yang mengalir selama 3 hingga 5 menit. Setelah rasa panasnya sudah mereda, oleskan salep antibiotik, namun jangan pernah menggunakan es, minyak, atau mentega ke luka. Lalu, anda bisa menutupi luka tersebut dengan kain atau perban bersih. Kemungkinan luka bakar tingkat satu akan sembuh dalam 3 sampai 6 hari.

Luka Bakar Tingkat Dua

Luka ini adalah cedera kulit yang lebih parah. Kulit anda bisa menjadi merah, melepuh, membengkak, dan terasa sakit.
Untuk mengobatinya, rendam area yang terbakar dengan air dingin selama 15 hingga 30 menit. Oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi pada luka. Lalu, tutupi area tersebut dengan pembalut steril.

Jangan lupa untuk mengganti balutan tersebut secara rutin setiap hari, dan anda juga harus memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi seperti peningkatan kemerahan, bengkak, nyeri dan kulit mengeluarkan nanah. Biasanya luka bakar tingkat dua akan sembuh dalam 2 hingga 3 minggu. Dalam proses penyembuhannya, kulit anda akan terasa gatal, namun jangan sekali-kali digaruk agar tak memperparah luka.

Luka Bakar Tingkat Tiga

Luka ini membutuhkan perawatan medis, dan tak bisa diatasi sendiri. Jenis luka bakar ini melibatkan semua lapisan kulit, dan kulit akan memiliki jaringan putih atau menghitam di atasnya. Mungkin anda tak terlalu merasakan sakit karena saraf di kulit telah rusak.

Untuk mengatasinya, tutupi luka dengan kain basah dan dingin, lalu segera pergi ke ruang gawat darurat terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Namun, hal yang perlu diingat saat terjadi luka bakar tingkat tiga, jangan mengoleskan salep atau obat apapun agar dokter dapat memeriksa kondisi tersebut dengan diagnosa yang tepat.

Terpeleset di Dapur

Saat memasak di dapur, bukan tak mungkin ada bahan-bahan masakan yang tumpah ke lantai dan membuat lantai menjadi licin yang tentunya akan membahayakan. Jika Anda terpeleset atau terjatuh di dapur, pastikan Anda bangun dengan cara yang tepat agar tak membuat cedera semakin parah.

Anda bisa bangun perlahan dengan meraih benda seperti meja atau kursi untuk menarik diri Anda. Namun apabila anda tidak bisa bangun sendiri, berteriaklah minta tolong. Selain itu, jika anda merasa terdapat area yang bengkak atau merasa mengalami patah tulang, jangan merubah posisi Anda. Segeralah meminta pertolongan orang-orang terdekat dan hubungi rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Iritasi Mata

Luka lain yang mungkin terjadi saat di dapur adalah iritasi mata. Iritasi dapat terjadi ketika terkena cipratan bumbu dapur seperti cabai, atau perasan lemon, bisa juga karena terkena uap bawang merah. Anda bisa mengatasinya dengan cara membilas mata dengan air bersih dan mengalir, lalu bilas hingga 15 menit. Kemudian teteskan obat mata sesuai dosis yang telah ditentukan untuk meredakan iritasi.

Namun, apabila terdapat luka di mata, jangan mencuci atau menekannya. Selain itu, jika terasa seperti ada benda yang tersangkut di mata, jangan coba-coba untuk menekan, menggosok, ataupun mengeluarkannya. Cara yang tepat adalah hubungi ahli medis terdekat, karena Anda perlu penanganan khusus yang tidak bisa ditangani sendiri.

Menelan Sesuatu yang Beracun

Produk dapur yang biasanya dianggap aman bisa menjadi mematikan jika tertelan. Itulah sebabnya peletakan bahan-bahan dapur dan pembersih rumah tangga dan berbagai bahan kimia harus dipisahkan dan disimpan di tempat aman, terutama jauh dari jangkauan anak-anak. Jika Anda atau orang lain menelan sesuatu yang beracun secara tidak sengaja, hubungi layanan nomor panggilan darurat yaitu 112. Jika memungkinkan, bawalah produk kimia tersebut saat akan mengunjungi dokter agar mereka tahu persis apa yang tertelan.

Mencegah Kecelakaan di Dapur

Menjaga Anak-anak Aman di Dapur

Anak-anak yang gemar membuat masakan dan senang membantu Anda di dapur merupakan hal yang menyenangkan, meski demikian, anak-anak cukup beresiko terluka ketika di dapur. Namun, mereka tetap dapat merasa aman asalkan mengikuti langkah-langkah yang tepat untuk menjaga mereka. Berikut tipsnya.

  • Saat anak-anak memasak atau membantu Anda di dapur, pastikan anak-anak berada setidaknya 3 kaki dari kompor yang sedang menyala, serta jauhkan dari oven.
  • Jangan membiarkan anak-anak menggunakan kompor, oven, pemanggang roti, atau microwave tanpa bantuan orang dewasa.
  • Jauhkan semua benda tajam seperti pisau atau gunting dari jangkauan anak-anak.
  • Berilah anak-anak mangkuk atau piring plastik daripada beling untuk agar tidak pecah saat terjatuh.
  • Ajari anak-anak untuk menghindari kompor atau oven panas serta jauhi bahan kimia.

Gunakan Pakaian yang Sesuai

Ada alasan koki dan juru masak restoran memiliki seragam: Celana panjang dan lengan panjang berfungsi sebagai perlindungan; topi atau penutup rambut mencegah rambut masuk ke dalam makanan; dan sepatu yang kokoh, tertutup, dan tahan selip menjaga kaki tetap aman dari benda jatuh.

Anda tidak perlu mengenakan seragam khusus layaknya koki restoran di rumah, tetapi akan lebih baik untuk mengenakan celana dan baju lengan panjang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat juga bahwa pakaian longgar, berbagai aksesoris seperti kalung panjang atau cincin, dan rambut tergerai akan membuat memasak jauh lebih sulit. Pakaian yang longgar mungkin saja terbakar, aksesoris bisa tersangkut pada sesuatu yang tajam, atau jatuh ke dalam makanan yang anda masak.

Jangan Memicu Api Menyala

  • Jangan biarkan benda yang mudah terbakar seperti lemak atau minyak goreng, kertas atau kemasan, atau kaleng semprot aerosol apa pun di dekat sumber panas atau api terbuka.
  • Jangan meninggalkan makanan di atas kompor atau di dalam oven yang sedang menyala tanpa pengawasan. Buatlah pengatur waktu untuk mengingatkan anda kapan harus memeriksa makanan jika harus meninggalkan dapur untuk sementara waktu.
  • Ketahui letak alat pemadam api anda, serta pastikan itu berfungsi dengan baik dan anda tahu cara menggunakannya.

Gunakan Pisau dengan Hati-hati

  • Simpan pisau anda di tempat yang aman. Pisau harus tetap bersih dan kering dalam penyimpanan, dengan mata pisau yang terlindungi, dan pastikan pelindung mata pisau tidak terlepas ketika diletakkan di dalam laci.
  • Jangan membawa pisau dengan mata pisau yang mengarah ke luar, peganglah pisau di samping Anda, dan arahkan mata pisau ke bawah, serta jangan pernah berlari sambil membawa pisau.
  • Ketika akan memotong sesuatu di atas talenan, stabilkan talenan anda agar tidak goyah dan tidak tergelincir saat Anda memotong.
  • Jangan pernah memotong sesuatu dengan pisau mengarah ke diri sendiri. Pelajari keterampilan pisau dasar ​​terutama cara memegang pisau dan makanan yang anda potong untuk menghindari terpeleset dan jari anda terpotong.

Gunakan Pembuka Kaleng dengan Tepat

Pembuka kaleng baik itu yang manual atau elektrik, sering dianggap sebagai penyebab luka karena sebagian besar pembuka kaleng terdapat ujung logam tajam di belakangnya. Gunakan juga pembuka kaleng dengan hati-hati termasuk saat mencongkel tutup kaleng, agar tepi atau tutup kaleng yang tajam tidak tersangkut di kulit.

Gunakan Alat Pemotong dengan Aman

cek ratusan koleksi lainnya

Jangan pernah letakkan tangan anda di dekat bilah yang bergerak, seperti blender, pengolah makanan atau food processor, atau jenis pencacah lainnya, terutama saat masih tersambung ke listrik, karena hal tersebut akan sangat membahayakan, misalnya membuat jari anda terpotong.

Hal yang perlu diingat adalah selalu cabut blender, pengolah makanan, atau jenis pencacah lainnya dari aliran listrik sebelum mendekati mata pisau. Seperti halnya pisau dapur, cucilah bilah peralatan dengan hati-hati, karena pisau tersebut cukup tajam bahkan untuk mengiris spons pencuci piring. Terakhir, pastikan untuk menyimpan bilah di dalam mangkuk alat atau tertutup dengan hati-hati.

Gunakan Kompor dengan Hati-hati

Apa pun jenis kompor yang anda miliki, baik itu kompor gas atau kompor listrik, jangan pernah meninggalkan kompor dengan api besar tanpa pengawasan. Kompor jenis apapun bisa menjadi sangat panas dan membakar kulit anda dalam satu sentuhan. Berikut tips untuk menggunakan kompor.

  • Jika Anda membuat rebusan atau sup atau sesuatu yang perlu dimasak dalam waktu lama dengan suhu rendah, setel pengatur waktu agar anda ingat untuk sering memeriksanya, dan jauhkan kompor dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jangan biarkan gas menyala lebih dari 10 detik jika tidak menyala; matikan sebentar agar menyebar sebelum mencoba lagi. Demikian pula amda harus secara teratur memeriksa apakah kenop kompor dalam posisi mati sehingga gas tidak bocor ke udara.

Meski memasak di dapur memiliki resikonya sendiri, jangan merasa terlalu takut untuk membuat masakan di dapur, karena Anda masih tetap bisa mencegah berbagai jenis kecelakaan di dapur serta mengatasinya, asalkan Anda mengetahui dan mengikuti berbagai tips aman di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *