Perbedaan Madu Putih Dengan Madu Lainnya

Semua jenis madu secara alami mengandung nutrisi dan enzim sehingga memiliki berbagai manfaat kesehatan dan kegunaan dalam pengobatan. Beberapa jenis madu dibedakan berdasarkan rasa, warna, sumber, dan kandungan nutrisi di dalamnya. Madu juga berbeda tergantung pada jenis bunga yang dihinggapi oleh lebah. Salah satu jenis madu yang mungkin masih asing terdengar adalah madu putih.

Apa Itu Madu Putih?

Madu putih dihasilkan dari bunga sage, alfalfa, fireweed, dan daun semanggi. Madu putih juga memiliki versi premium yang sangat langka yakni berasal dari pohon kiawe di Hawaii. Madu putih dari Hawaii jarang dikonsumsi sebagai cairan, namun diproses secara alami hingga mengkristal menjadi putih lembut dan bertekstur seperti krim sehingga dijadikan pengganti mentega. Madu kiawe putih dijual sebagai madu mentah yang kaya akan nutrisi.

Madu putih secara umum memiliki rasa yang lebih lembut jika dibandingkan dengan madu berwarna gelap. Madu putih warnanya tidak benar-benar terlihat putih. Bisa dikatakan warnanya sangat bervariasi mulai dari kuning yang sangat terang, hingga warna putih jernih yang hampir transparan. Lagi-lagi, warna ini sangat tergantung dengan sumber pakan dan proses pengolahan yang dilakukan peternak lebah.

Saat madu putih mengkristal biasanya warnanya menjadi keruh, lebih terang atau berwarna putih asli. Bisa juga membentuk kristal padat yang mirip seperti gula pasir. Madu yang mengkristal ini bisa diubah menjadi cairan kembali dengan menambahkan suhu atau air panas. Beberapa produsen dengan sengaja menciptakan kristal madu putih untuk dipadukan dengan madu kiawe premium agar teksturnya lebih lembut.

Madu putih cukup jarang ditemukan dibandingkan jenis madu lain, karena hanya dapat dihasilkan dari bunga sekaligus lokasi tertentu. Secara tradisional, madu putih berkualitas tinggi hanya diproduksi di Hawaii, sehingga memperoleh madu putih premium sangat sulit ditemukan di sebagian besar pedagang grosir.

Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan minat konsumen terhadap madu putih, biasanya peternak lebah akan menanam berbagai bunga untuk menghasilkan madu dari lebah dan menciptakan madu putih versi baru.

Madu ini kemudian dikristalisasi secara buatan sehingga diharapkan dapat menghasilkan kualitas yang baik, meski tidak persis sama seperti madu Hawaii. Biasanya juga madu yang dikristalisasi secara sintetis menawarkan rasa yang sedikit bervariasi. Misalnya madu putih yang berwarna jernih memiliki rasa manis yang lebih ringan dibandingkan dengan madu putih berwarna lebih kontras. Namun, terlepas dari sumbernya, semua jenis madu putih sama-sama dapat dijadikan pemanis sekaligus bahan pangan bagi kesehatan.

Madu Putih Di Indonesia

Saat ini di Indonesia, madu putih juga tersedia secara online. Mayoritas madu putih diproduksi oleh masyarakat Sumbawa yang berasal dari hutan di kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Madu putih Sumbawa dihasilkan oleh nektar bunga dan tepung sari bunga Kaliandra (Caliandra sp).

Nektar bunga dan tepung sari bunga ini dikumpulkan oleh kelompok lebah berjenis Apis malivera untuk kemudian diproses secara alami di dalam tubuh lebah tersebut. Alhasil madu  putih yang dihasilkan alami, berkualitas, dan memiliki manfaat yang melimpah. Madu putih ini tersedia secara online dan dapat dibeli mulai harga 110.000 rupiah untuk 1 kg.

Warna putih dari madu ini dihasilkan dari proses biokimia terhadap bunga warna putih. Proses biokimia ini menghasilkan senyawa fitokimia yaitu zat warna tanaman sekaligus mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Proses ini juga membuat madu putih Sumbawa dilengkapi dengan royal jelly dan bee pollen untuk menyempurnakan nutrisi di dalamnya.

Perbedaan Madu Putih Dengan Madu Lainnya

Meskipun semua jenis madu memiliki nutrisi yang mirip dan rasa yang manis, namun jika diamati lebih spesifik maka terdapat beberapa perbedaan antara madu putih dan jenis madu lain, yang dapat dijabarkan sebagai berikut.

Warna

Madu putih memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan jenis madu lainnya. Warnanya kuning hingga putih jernih yang membuatnya terlihat seperti perpaduan susu dan mentega. Sekilas juga mirip dengan warna susu kental manis. Sedangkan, madu lebah biasanya berwarna cokelat muda hingga cokelat agak gelap. Sementara madu hitam berwarna cokelat lebih pekat hingga sedikit kehitam-hitaman.

Proses Pembuatan

Perbedaan warna yang dihasilkan sebenarnya berasal dari perbedaan proses pembuatan madu putih dengan madu lainnya. Pada dasarnya semua jenis madu akan mengkristal secara alami dan warnanya akan berubah seiring waktu. Madu biasa akan dipanen sesegara mungkin ketika madu sudah terkumpul dalam jumlah cukup. Sementara madu putih akan dibiarkan mengkristal secara alami, namun tergolong masih aman untuk dikonsumsi layaknya jenis madu lain.

Madu putih membutuhkan waktu pemanenan yang tepat untuk memastikan madu tidak mengkristal disisir, namun harus sudah menciptakan warna putih mutiara. Jika pemanenan terlambat maka madu mengkristal yang membuatnya hanya dapat diekstraksi dengan menggunakan panas. Sayangnya, proses ekstraksi ini dapat merusak warna putih alami dan rasa unik madu.

Meski tidak semuanya, namun secara umum selain madu asli Kiawe, madu putih lain dikenal sebagai madu yang tidak dikristal secara alami. Ini disebut kristalisasi terkontrol atau buatan. Kristalisasi terkontrol ini memungkinkan madu menyebar pada suhu kamar dengan mudah pada roti panggang, sehingga sifatnya mirip dengan mentega.

Oleh sebabnya madu putih yang mengalami kristalisasi terkontrol dapat dipanen lebih cepat dari waktunya, namun perlu diproses kembali dengan teknologi dan cara tertentu. Madu inilah yang paling banyak dijual secara komersial di toko-toko online.

Rasa

Warna dan rasa madu putih tergantung pada bunga dari mana nektar diekstraksi. Namun jika dibandingkan jenis madu lainnya, madu putih umumnya memiliki rasa yang ringan. Tekstur yang semakin ringan, biasanya menandakan rasa manisnya yang semakin ringan pula. Rasa madu putih yang lembut disertakan dengan aroma madu yang menyenangkan, membuat madu ini sangat cocok untuk pemanis teh dan kopi, memanggang kue dan kue kering, dan ditambahkan ke saus barbekyu.

Sumber Madu

Perbedaan warna madu juga dihasilkan dari perbedaan pakan atau sumber madu yang diproses oleh lebah. Madu putih dihasilkan dari sari bunga sage, alfalfa, fireweed, semanggi dan sejenisnya. Sementara madu hitam utamanya berasal dari pohon mahoni, meskipun pohon-pohon besar juga masih mungkin dapat digunakan seperti pohon karet, paitan, lengkeng dan sebagainya.

Sedangkan madu yang paling umum adalah madu hutan yang pakannya diperoleh secara alami dan acak di hutan-hutan di suatu wilayah. Sementara ada juga madu ternak yang menggunakan jenis pohon atau tanaman tertentu dan ditanam dengan sengaja oleh petani, misalnya kangkung.

Tekstur

Tekstur madu putih dapat dikatakan sebagai tekstur madu yang paling bervariasi, mulai dari tekstur ringan seperti air hingga tekstur yang creamy seperti susu. Perbedaan tekstur tergantung dengan sumber madu dan bagaimana peternak mengolah madu tersebut (secara alami atau tidak). Sementara rata-rata jenis madu lain memiliki tekstur yang kental, terlihat lengket dan cenderung molekulnya saling mengikat.

Bentuk Produk

Hampir semua jenis madu putih dijual dalam keadaan mentah. Madu mentah dapat didefinisikan dalam dua hal. Pertama, madu mentah asli yang artinya berasal langsung dari sarang lebah. Ini dikemas dan dikonsumsi tanpa menambahkan panas. Kedua madu mentah komersial yang masih mengalami sedikit pemrosesan. Namun proses ini lebih sedikit daripada madu yang tidak diberi label mentah.

Sebagian besar produsen memproses madu putih yang diperjualbelikan, namun masih tergolong mentah. Sementara madu lainnya, seperti madu hitam dan madu ternak jarang yang dijual mentah. Hal ini dikarenakan madu hitam dan madu ternak mengalami proses pemanasan untuk membunuh kuman dan mengawetkan madu.

Pemanasan madu membantu meningkatkan warna dan tekstur, dan menghilangkan kristalisasi yang tidak diinginkan. Tetapi efeknya banyak dari antioksidan dan bakteri baik (probiotik) yang juga dihilangkan atau dihancurkan dalam prosesnya.

Manfaat Madu Putih Bagi Kesehatan

Secara umum, madu murni jenis apapun memiliki khasiat yang sama bagi kesehatan. Namun madu putih yang dijual sebagai produk mentah biasanya mengandung antioksidan dan bakteri baik yang lebih banyak dibandingkan jenis madu lainnya.

Tinggi Antioksidan

Madu putih yang biasa dijual mentah mengandung antioksidan lebih tinggi. Antioksidan ini berjenis flavonoid dan senyawa fenolik. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas.

Radikal bebas berkontribusi pada proses penuaan sekaligus dapat menambah resiko terhadap kemungkinan terkena kanker dan penyakit jantung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa polifenol dalam madu, terutama madu alami mentah, dapat berperan dalam mencegah penyakit jantung.

Lebih lanjut, jika anda ingin mencari alternatif gula yang menyehatkan, madu menyediakan solusi sehat untuk memuaskan selera manis tersebut. Ini juga sembari memasukkan antioksidan ekstra ke dalam makanan. Madu putih memiliki rasa yang ringan, membuatnya ideal untuk memanggang atau tambahan cemilan sehari-hari.

Obat Batuk

Layaknya madu lainnya, madu putih dapat digunakan sebagai obat batuk alami. Manfaat ini juga mencakup penggunaan madu putih sebagai obat sakit tenggorokan. Jika anda batuk atau pilek, maka coba tambahkan dua sendok teh madu ke dalam minuman madu ke teh panas dengan lemon.

Sebuah studi di Journal of Complementary and Alternative Medicine menemukan bahwa untuk mengobati batuk, madu sama efektifnya dengan dekstrometorfan, bahan obat batuk yang dijual bebas. Anda juga bisa mengonsumsi 1-2 sendok teh madu mentah secara langsung untuk mendapatkan manfaat yang sama.

Fitonutrien Pelindung

Fitonutrien adalah senyawa yang ditemukan pada tanaman yang membantu melindungi tanaman dari bahaya. Senyawa ini menjaga tanaman aman dari serangga dan penyakit serta melindungi tanaman dari radiasi UV yang keras.

Madu yang juga berasal dari tumbuhan pasti juga mengandung fitonutrien. Dalam tubuh manusia, senyawa ini memiliki manfaat antioksidan dan anti-inflamasi. Oleh sebab itu fitonutrien dapat memberikan efek positif pada kesehatan. Nutrisi berharga ini hanya terdapat pada madu mentah, karena biasanya dapat terbuang ketika diproses terlalu berat.

Mengatasi Masalah Pencernaan

Secara historis, madu telah digunakan untuk mengobati masalah pencernaan seperti diare dan bisul. Gangguan ulkus peptikum (tukak saluran pencernaan) terjadi di lambung atau sistem pencernaan. Dengan mengkonsumsi 1 hingga 2 sendok teh madu putih mentah saat perut kosong dapat meredakan rasa sakit dan membantu proses penyembuhan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Madu mentah seperti madu putih tidak sebaiknya dijadikan obat oles untuk peradangan kulit, misalnya bisul dan jerawat, karena dapat menyebabkan iritasi dan alergi. Meskipun madu putih mengandung probiotik dan nutrisi yang bermanfaat, namun madu ini juga terkadang masih mengandung bakteri berbahaya karena masih sangat alami.

Indikasi ini juga membuat madu putih mentah tidak sebaiknya diberikan pada anak berusia di bawah 1 tahun. Bakteri berbahaya pada madu mentah mungkin mengakibatkan botulisme, sebuah penyakit langka yang kronis.

Lebih lanjut, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga beresiko lebih tinggi mengalami efek samping jika mengonsumsi madu putih mentah, termasuk orang dewasa. Pada orang dewasa, botulisme menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan makanan, termasuk mual, muntah, dan demam.

Oleh sebab itu, hanya konsumsi madu putih mentah ketika anda sudah memahami kondisi tubuh anda. Sementara jika sudah terlanjur mengonsumsi dan mengalami efek samping, saran terbaik adalah anda perlu mengunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mengantisipasi kondisi yang semakin buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *