Apa Itu Bee Pollen, Serta 10 Manfaatnya Untuk Kesehatan

Selama bertahun-tahun bee pollen telah digambarkan sebagai makanan yang kaya akan nutrisi dan baik untuk kesehatan. Bahkan secara tradisional, bee pollen diklaim sebagai obat untuk masalah kesehatan tertentu. Lalu sebenarnya apa itu bee pollen?

Mengenal Bee Pollen

Bee pollen adalah serbuk sari lebah yang mengandung banyak nutrisi. Bentuk komponen bee pollen berupa butiran-butiran kecil yang dibuat oleh lebah pekerja ketika hinggap di atas bunga. Bee pollen ini terdiri dari pollen (sengatan lebah), saliva atau air liur lebah, dan nektar. Ketiga bahan ini membentuk butiran halus yang disimpan di dalam kantung dan terletak pada kaki lebah.

Umumnya bee pollen diolah menjadi suplemen kesehatan. Selain itu, bee pollen juga bisa dicampurkan ke dalam madu secara langsung untuk dijadikan campuran minuman seperti smoothies. Bee pollen juga biasa dibuat sebagai olesan pada roti. Dengan demikian penggunaan bee pollen cukup beragam dan fleksibel.

Beberapa orang mungkin juga bisa mengonsumsi bee pollen dengan cara dicampurkan pada granola atau yogurt untuk sarapan sehat. Rasanya sedikit pahit sehingga orang yang belum terbiasa mengonsumsi bee pollen akan merasa bahwa butiran-butiran kecil ini terasa mengganggu di lidah. Akan tetapi jika sudah terbiasa, maka rasa pahitnya tidak akan terlalu kentara.

Bee pollen juga akan tetap terasa pahit meskipun dicampurkan di dalam madu, walaupun harus diakui bahwa rasa manis madu tetap mendominasi. Teksturnya yang seperti butiran memberikan sensasi tersendiri saat dikonsumsi langsung. Akan tetapi bee pollen tidak disarankan untuk dikonsumsi untuk seseorang yang alergi terhadap zat pollen atau sengatan lebah. Sehingga tidak bisa dikonsumsi dengan sembarangan.

Lebih lanjut, produk bee pollen bisa menyebabkan reaksi alergi seperti gatal, bengkak, hingga dalam kasus yang sudah parah dapat mengancam nyawa karena terkena gangguan Anafilaksis. Selain itu, bayi yang berusia di bawah 1 tahun juga sebaiknya tidak mengonsumsi bee pollen karena sangat mungkin menimbulkan efek samping. Terlepas dari hal tersebut, bee pollen masih tergolong sebagai sumber pangan yang sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari.

Manfaat Bee Pollen

Pada dasarnya bee pollen terdiri dari komponen vitamin, protein, lemak, karbohidrat, mineral, enzim, dan antioksidan. Oleh sebab itu, manfaat yang ditawarkan dari bee pollen sangat berkaitan erat dengan kandungan gizi tersebut.

Sumber Antioksidan yang Kuat

Bee pollen mengandung ragam antioksidan di dalamnya. Termasuk antioksidan flavonoid, karoten, quercetin, kaempferol, dan glutathione. Adanya antioksidan tersebut, bermanfaat untuk menangkal radikal bebas yang masuk ke tubuh. Manfaat ini dapat mencegah penyakit kronis seperti kanker dan diabetes tipe 2.

Lebih lanjut, beberapa penelitian yang mengkaji mengenai manfaat antioksidan ini, menunjukkan hasil bahwa senyawa tersebut dapat mencegah tubuh terinfeksi bakteri yang berbahaya, menyembuhkan infeksi, hingga mencegah pertumbuhan sel tumor. Antioksidan yang tinggi juga dikaitkan dengan anti-penuaan dini yang baik untuk perawatan kulit wajah.

Meningkatkan Fungsi Hati

Kandungan antioksidan di dalam bee pollen yang bila dikonsumsi bersamaan dengan madu, maka dapat membantu tubuh mengeluarkan racun berupa urea dan malondialdehyde di dalam darah. Seperti yang diketahui, racun ini perlu dikeluarkan melalui hati atau liver. Sehingga organ hati merupakan organ yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tak hanya itu, antioksidan yang ditemukan di dalam pollen juga akan melindungi hati dari zat beracun apabila tubuh mengalami overdosis terhadap obat. Lebih lanjut, ini juga diikuti dengan manfaat untuk mencegah hepatitis akut dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. Oleh sebabnya, pollen sangat baik dikonsumsi untuk tetap menjaga fungsi hati secara maksimal.

Menurunkan Resiko Penyakit Jantung

Cara kerja bee pollen untuk menurunkan resiko penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Ekstrak bee pollen dapat menurunkan kadar kolesterol total terutama penurunan terhadap kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Ini juga akan bermanfaat untuk penderita rabun jauh yang biasa mengalami penyumbatan arteri.

Bee pollen mampu mengurangi penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju syaraf mata dan biasa dikaitkan dengan kolesterol darah. Manfaat ini akan berdampak pada perbaikan fungsi mata dan penglihatan. Lebih lanjut, antioksidan di dalam bee pollen dapat melindungi lipid dari oksidasi. Lipid yang teroksidasi biasanya akan menyumbat pembuluh darah yang dapat memperbesar resiko penyakit jantung.

Memperkuat Sistem Imun

Bukan rahasia lagi bahwa antioksidan adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung sistem kekebalan di dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat dibutuhkan untuk melawan penyakit dan menjaga agar tubuh tetap sehat. Kekebalan tubuh yang lebih baik akan menghambat reaksi alergi terhadap zat alergen.

Oleh sebabnya secara keseluruhan bee pollen dapat dikatakan memiliki sifat anti-mikroba, anti-jamur, dan anti-virus. Sifat-sifat tersebut dapat membunuh bakteri dan virus seperti staphylococcus aureus yang menyebabkan keracunan makanan. Bakteri lain yang juga ditemukan dalam penelitian terkait ekstrak pollen, diantaranya bisa melawan infeksi bakteri E. coli, salmonella, dan pseudomonas aeruginosa.

Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker

Bee pollen diyakini memiliki manfaat untuk mengobati sekaligus mencegah kanker yang terjadi ketika sel-sel di dalam organ tubuh berkembang biak secara tidak normal. Dalam sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa ekstrak bee pollen dapat menekan pertumbuhan tumor dan merangsang apoptosis, yaitu kematian sel penyebab kanker. Ini dikaitkan dengan pencegahan terhadap kanker prostat, kanker usus besar, serta kanker darah atau leukemia.

Secara khusus serbuk sari lebah atau bee pollen yang berasal dari Cistus incanus L. dan willow putih (salix alba L.) juga memiliki sifat anti-estrogen yang berhubungan dengan penurunan resiko kanker payudara, kanker prostat, dan kanker rahim. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memvalidasi manfaat ini.

Mengurangi Gejala Menopause

Menopause yang menandai berhentinya menstruasi pada wanita yang sering disertai dengan gejala yang tidak nyaman seperti hot flushes, keringat malam, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur. Dalam sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa bee pollen dapat menurunkan gejala menopause tersebut. Sebanyak 71 persen wanita dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa mereka merasa gejala menopause membaik ketika mengonsumsi bee pollen.

Sementara dalam penelitian lain sebanyak 65 persen wanita secara spesifik mengatakan bahwa mengonsumsi bee pollen membuat mereka lebih sedikit merasakan hot flash. Peserta yang sama juga mengatakan bahwa bee pollen menunjukkan manfaat pada aspek kesehatan lain seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi gejala iritabilitas, mengurangi nyeri sendi, serta meningkatkan stamina.

Lebih lanjut, dalam sebuah penelitian lain yang dilakukan selama 3 bulan, menunjukkan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi suplemen bee pollen cenderung mengalami gejala menopause yang lebih sedikit. Penggunaan bee pollen dapat dilakukan sebagai suplemen atau sebagai campuran minuman hangat setiap hari.

Mengurangi Peradangan

Bee pollen telah digunakan secara tradisional sebagai obat peradangan dan pembengkakkan. Sebuah penelitian tabung menunjukkan bahwa ekstrak bee pollen dapat mengurangi pembengkakkan hingga 75 persen. Manfaat ini didapatkan dari kandungan antioksidan quercetin yang dapat menurunkan kadar asam lemak yang biasa memicu peradangan.

Selain itu, kandungan ini juga efektif dalam menghambat proses biologis dari produksi hormon peradangan seperti tumor necrosisfactor (TNF). Efek anti-peradangan dari bee pollen telah disandingkan dengan beberapa obat anti-inflamasi termasuk diantaranya fenilbutazon, indometasin, analgin, dan naproxen.

Meningkatkan Metabolisme dan Penyerapan Nutrisi

Dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa bee pollen dapat meningkatkan metabolisme tubuh serta penyerapan nutrisi sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila tubuh kekurangan zat besi maka ketika makanan ditambahkan dengan bee pollen, akan memperbesar tingkat penyerapan zat besi lebih dari 50 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh fakta bahwa serbuk sari bee pollen mengandung vitamin C dan bioflavonoid yang dikenal sebagai gizi yang dibutuhkan untuk menyerap zat besi.

Secara umum, bee pollen juga menyerap lebih banyak kalsium dan fosfor pada makanan. Hal ini dikarenakan bee pollen terdiri dari protein dan asam amino berkualitas tinggi yang dapat membantu tubuh menyerap nutrisi. Selanjutnya, studi tabung lain menunjukkan bahwa bee pollen akan mempercepat metabolisme, meningkatkan pertumbuhan otot, serta secara ilmiah akan meningkatkan umur yang panjang. Akan tetapi, penelitian ini masih terbatas sebagai penelitian tabung sehingga perlu penelitian ilmiah lain untuk memastikan manfaat ini.

Baik Untuk Program Diet

Dapat dikatakan bahwa bee pollen termasuk produk dari lebah yang aman dikonsumsi dan mudah ditambahkan ke dalam menu diet. Bee pollen hadir dalam bentuk butiran maupun suplemen yang cenderung aman bagi kebanyakan orang. Butiran atau suplemen ini sangat mudah ditambahkan ke dalam makanan favorit anda, seperti sarapan granola dan smoothie.

Akan tetapi, perlu diingat kembali bahwa bee pollen berinteraksi negatif dengan pengencer darah seperti warfarin, sehingga dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah. Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga tidak disarankan untuk mengonsumsi produk bee pollen karena penelitian masih sangat kurang dalam meneliti bahaya dari bee pollen terhadap ibu hamil.

Mempercepat Penyembuhan Luka

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bee pollen memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu tubuh menyembuhkan luka lebih cepat. Dalam sebuah penelitian tabung, disebutkan bahwa ekstrak bee pollen sama efektifnya seperti sulfadiazin perak yang biasa digunakan untuk mengobati luka bakar.

Selain itu, efek samping dari bee pollen jauh lebih sedikit dibandingkan obat-obatan medis. Hal ini menjadikan bee pollen sebagai obat oles pada luka bakar yang sangat efektif. Bee pollen akan secara signifikan mempercepat proses penyembuhan luka dibandingkan obat-obatan standar.

Efek Samping

Penggunaan bee pollen termasuk aman jika dikonsumsi dalam jangka pendek. Namun, bee pollen masih tetap memiliki efek samping terutama jika anda memiliki alergi serbuk sari. Reaksi allergen bee pollen ditandai dengan gatal-gatal, bengkak, sesak napas, hingga reaksi anafilaksis yang sangat berbahaya bagi keselamatan anda. Pada beberapa kasus, reaksi alergi tubuh terhadap bee pollen dimulai dengan gangguan pencernaan.

Sementara kelompok orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi bee pollen antara lain adalah ibu hamil dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah karena dapat beresiko membahayakan jiwa sekaligus meningkatkan volume pendarahan. Dengan demikian, untuk memanfaatkan bee pollen sebagai suplemen jangka panjang maupun sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit, alangkah lebih baik bila dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahlinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *