8 Manfaat Dari Indian Costus atau Qusthul Hindi

Indian Costus atau Qusthul Hindi ialah tanaman herbal yang berasal dari Asia Selatan, khususnya di India dan beberapa spesies juga dapat ditemukan di dataran Cina. Indian costus memiliki nama latin Dolomiaea costus. Tanaman ini secara khusus dikonsumsi langsung oleh masyarakat Rishi (Hindu) Kashmir. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan ialah batang dan akar. Ini sudah dipercaya untuk mengobati beragam penyakit sejak 2500 tahun yang lalu oleh masyarakat Yunani, Arab, India, hingga Persia. Warna dari batang atau akar ini yaitu kuning pucat hingga kuning kecoklatan.

Secara khusus, akar dari tanaman Indian costus disebut juga dengan akar dari Acklandia dengan nama lain Radix acklandiae. Akar tanaman ini juga memiliki banyak nama dalam bahasa lain seperti disebut kustha dalam bahasa Sansekerta, kust dalam bahasa Arab dan Persia, kur dan pachak dalam bahasa Hindi dan Bengali, dan mu xiang dalam bahasa Cina.

Tanaman ini biasanya tumbuh pada ketinggian 2500-3000 meter di atas permukaan laut di India. Oleh sebabnya tumbuhan ini bisa tumbuh di Himalaya, Kashmir, Jammu, Ghats Barat, dan Lembah Kishenganga. Selain itu, Indian costus juga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah berpasir ringan, sedang, maupun tanah liat yang berat asam, netral, atau basa.

Tanaman ini dibudidayakan sebagai obat yang difokuskan pada bagian bawah tanaman. Produsen bahan mentah utamanya adalah India, yang kemudian hasil akar dan batangnya akan di ekspor ke Cina dan Jepang. Pada awalnya transaksi dilakukan oleh penduduk Kashmir, namun saat ini telah dikontrol oleh pemerintah karena budidaya dan eksploitasi yang dilakukan terlalu berlebihan. Dengan kontrol dari pemerintah, maka diharapkan pembudidayaan dan pemanfaatan tanaman ini tidak berlebihan untuk tujuan komersil.

Penggunaan Indian Costus

Indian costus digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. Pertama, bisa digunakan sebagai rempah-rempah yang menjadi tambahan rasa hangat dengan aroma yang harum. Kedua, penggunaan dari akar tanaman ini juga dikaitkan dengan peradaban kuno. Misalnya di zaman Yudaisme Kuno, akar ini digunakan dalam ketoret yaitu dupa suci yang dipersembahkan di Tabernakel dan di Bait Suci Yerusalem. Selain itu, di era Roma Klasik dan Byzantium, konon katanya akar India costus ini telah digunakan sebagai penyedap atau bumbu untuk membuat wine.

Selanjutnya, penggunaan Indian costus juga hingga kini dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Baik pengobatan Cina Kuno maupun dalam Ayurveda India. Masyarakat Cina Kuno menggunakan akar dari Indian costus sebagai campuran pil obat pencernaan yang termasuk salah satu dari 50 ramuan dasar pengobatan tradisional Cina.

Sementara masyarakat India melalui Ayurveda menggunakan tanaman ini untuk mengobati demam, memperkuat pencernaan, sebagai detoksifikasi racun, meningkatkan kesuburan, hingga meredakan nyeri. Penghalusan bagian bawah tanaman menjadi bubuk kering juga dapat digunakan sebagai obat luar untuk mengobati bisul maupun sebagai bahan perawatan rambut. Lebih lanjut, penggunaan khusus dari Indian costus di daerah perbukitan Uttarakhand dalam bidang non-kuliner yakni telah lama digunakan sebagai bahan tambahan untuk menjahit kain wol.

Penggunaan modern dari Indian costus juga telah menghasilkan ekstraksi akarnya menjadi minyak esensial. Minyak ini memiliki aroma yang kuat yang digunakan dalam wewangian dan dupa. Perlu diketahui bahwa minyak esensial dari akar dan batang tanaman Indian costus pada awalnya memiliki aroma violet yang harum. Namun, seiring bertambahnya usia dari Indian costus ini, aromanya pun berubah menjadi aroma yang tidak sedap yakni mirip seperti bau kambing.

Manfaat Indian Costus

Akar dan batang dari Indian costus telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional di berbagai negara. Misalnya dalam sistem Ayurveda, ini digunakan untuk menenangkan Kapha dan Vatadosha. Biasanya Indian costus diolah untuk menjadi bubuk, ekstrak, maupun suplemen herbal. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat karena bersifat antioksidan, anti-bakteri, antiseptik, anti-inflamasi, diuretik, anti-ulkus, imunostimulan dan insektisida. Seluruh sifat senyawa tersebut mendasari banyaknya manfaat dari India costus terhadap kesehatan tubuh.

Mengobati Gangguan Pernapasan

Dapat dikatakan bahwa manfaat utama dari Indian costus dikaitkan dengan gangguan pernapasan. Bubuk kasar dari akar Indian costus sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk mengatasi gangguan pernapasan. Ini bertindak sebagai ekspektoran yang efisien untuk merangsang pengeluaran dahak maupun zat yang menyumbat saluran pernapasan. Ini juga sama efektifnya untuk mengobati gangguan pernapasan ringan seperti pilek, batuk dan flu.

Namun tak terbatas pada gejala ringan, karena Indian costus dapat digunakan sebagai pengobatan alami pada penyakit bronkitis dan asma. Dalam bahasa India, manfaat ini dikenal dengan nama shwasahara. Cara kerjanya dengan melemaskan tenggorokan dan membuka paru-paru sehingga penderita akan membuat lebih mudah untuk bernapas.

Mengurangi Tekanan Darah

Senyawa yang terdapat dalam Indian costus memiliki fungsi endothelium pada lapisan pembuluh darah. Sifat ini akan membuat pembuluh darah melebar, sehingga aliran darah akan lebih lancar. Ketika aliran darah menjadi lancar, maka secara otomatis tubuh akan mengatur tekanan darah menuju batas normal dan tetap stabil. Dengan demikian, akar dari Indian costus bisa membantu tubuh menjalani hidup yang lebih sehat tanpa tekanan darah yang melonjak tiba-tiba.

Menetralisir Asam Lambung

Kali ini manfaat Indian costus berasal dari batangnya. Batang dari tanaman ini dapat diekstrak untuk dijadikan minuman bagi penderita dispesia atau penyakit asam lambung. Cara untuk memanfaatkannya yaitu dengan menyeduh bubuk dari batang dari Indian costus dengan air panas atau mendidih. Kemudian tunggu hingga ampasnya turun, lalu dapat diminum.

Minuman ini cenderung aman dikonsumsi dan bahkan bisa dimodifikasi dengan pemanis tambahan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa anda harus memastikan tidak memiliki alergi terhadap kandungan yang terdapat dalam tanaman ini untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Sifat yang dimiliki dari obat herbal ini yaitu anti-inflamasi membuat Indian costus dikenal sebagai ramuan herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan sistem imunitas. Ekstrak dari tanaman ini dapat mempercepat penyembuhan penyakit, meredakan radang, dan melawan infeksi bakteri dan kuman. Oleh sebabnya, mengkonsumsi ramuan dari tanaman ini membuat tubuh akan lebih jarang terserang penyakit.

Menjaga Kesehatan Kulit

Pada dasarnya kandungan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas membuat akar dan batang Indian costus mampu melawan tanda-tanda penuaan dini, termasuk di dalamnya untuk mencegah kerutan, garis halus, dan bintik-bintik penuaan. Selain itu, menggunakan Indian costus sebagai obat luar pada kulit diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan ketombe sekaligus membantu menyembuhkan infeksi kulit akibat alergi.

Mengobati Kolera

Indian costus memiliki sifat anti-radang dan anti-bakteri. Selain melancarkan sistem pencernaan, manfaat lebih jauh dari Indian costus juga dapat mengatasi kolera. Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholera dan Vibrio eltor. Kedua bakteri ini menyerang usus, sehingga orang yang mengalaminya akan mengalami mual, muntah-muntah, dan diare parah. Meskipun diare ini sering dianggap penyakit umum, namun nyatanya kolera dapat menyebabkan kematian. Biasanya Indian costus akan dibuat sebagai minuman dari bubuk maupun kapsul yang dapat mengatasi gangguan pencernaan seperti ini.

Mengobati Cacingan dan Penyakit Usus

Manfaat selanjutnya dari bahan herbal premium India ini adalah dapat mengobati penyakit cacingan sekaligus penyakit usus. Kandungan bahan kimia di dalam Indian costus ini dapat bekerja membunuh cacing nematoda atau cacing bulat, seperti ascaris pada saluran pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari Indian costus akan mengurangi infeksi cacing pada usus, sekaligus mengurangi jumlah telur cacing dalam tinja. Pengobatan ini sama efektifnya dengan obat standar yang dikenal dengan pyrantel pamoate.

Mengurangi Peradangan

Indian costus yang berfungsi sebagai antimikroba, anti-inflamasi serta analgesik membuat tanaman ini dikenal sebagai obat yang baik untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri. Mengutip jurnal International Immunopharmacology di tahun 2012, menjelaskan bahwa Indian costus mengandung senyawa berupa aroma terpene yang mengeluarkan aroma khas. Kandungan ini dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Cara kerjanya dengan menekan enzim siklooksigenase. Ini adalah enzim yang menjadi target utama bagi obat anti-inflamasi yang biasa dijual di apotik seperti ibuprofen dan naproxen.

Efek Samping

Secara umum Indian costus baik akar, batang, maupun produk jadinya cenderung aman dikonsumsi. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Indian costus mengandung asam aristolochic. Herbal yang mengandung senyawa tersebut dapat memicu kerusakan ginjal dan kanker jika digunakan secara berlebihan. Sayangnya belum ada validasi dari penelitian mengenai berapa dosis yang boleh dikonsumsi untuk mencegah efek dari asam aristolochic ini.

Selain itu, Indian costus cenderung lebih disarankan sebagai langkah pengobatan bukan pencegahan. Hal ini dikarenakan obat herbal ini cukup kuat sehingga akan membahayakan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Misalnya dapat dikonsumsi sebagai minuman sebanyak 3 kali sehari untuk meringankan gejala demam, batuk, dan sakit tenggorokan.

Untuk membuatnya menjadi minuman, dapat menggunakan bubuk yang dilarutkan pada air panas sebanyak setengah sampai satu sendok teh. Jika rasanya terlalu pahit, bisa ditambahkan dengan gula pasir maupun pemanis lain dalam batas wajar.

Perlu diingat bahwa Indian costus sama seperti obat herbal lainnya, sehingga tidak disarankan mengonsumsi Indian costus di saat bersamaan mengonsumsi obat herbal. Setidaknya memberi jeda 1 hingga 2 jam sebelum meminum keduanya. Obat herbal dari Indian costus dapat membantu mengurangi efek samping dari obat medis seperti mual yang sering dikeluhkan oleh pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *