10 Hal Yang Bisa Terjadi Jika Kamu Konsumsi Garam Berlebih

Garam merupakan salah satu bahan makanan yang tak pernah absen dari dapur kita sehari-hari. Sebagai salah satu bumbu dapur yang paling umum digunakan, garam memiliki peran penting dalam memberikan rasa pada makanan yang kita konsumsi.

Garam berfungsi sebagai penyeimbang rasa makanan yang kita masak, memberikan efek rasa asin yang diinginkan dan dapat meningkatkan cita rasa dari berbagai jenis makanan. Selain itu, penggunaan garam pada makanan juga membantu dalam mempertahankan keawetan makanan, mengurangi pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas makanan dalam waktu yang lebih lama.

Namun, perlu diingat penggunaan garam yang berlebihan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Contohnya, terlalu banyak asupan garam saat mengkonsumsi hidangan dapat meningkatkan risiko hipertensi dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang membutuhkan garam harus menyeimbangkan dengan bijak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan menurut data kesehatan.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Menurut data penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO (World Health Organization) tentang Populasi Sodium Reduction Strategies in Southeast-Asia Region, mengatakan bahwa rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi

Takaran konsumsi garam bisa beraneka macam, tergantung iklim dari negara yang kita tinggali. Contohnya seperti negara Indonesia yang panas tidak membutuhkan garam yang banyak karena tubuh kita telah berkeringat dan sudah mengeluarkan sodium. WHO (World Health Organization) melakukan penelitian tentang Population Sodium Reduction Strategies in South East-Asia Region, ditemukan data rata-rata rakyat Indonesia mengkonsumsi garam dua kali lipat lebih besar dari batas wajar. Sebanyak 5 dari 10 orang Indonesia mengkonsumsi lebih dari 5 gram per-hari.

Padahal, WHO merekomendasikan untuk membatasi konsumsi garam 2.400mg atau sekitar 1 sendok teh untuk setiap orang perharinya. Seperti yang telah disebutkan pada data di atas, Indonesia termasuk kedalam negara melebihi batas konsumsi garam dan hal ini kebanyakan dikonsumsi anak-anak karena banyak sekali jajanan yang digoreng dan disajikan di sekolah, diluar rumah atau di rumah.

Kandungan garam yang tinggi tidak hanya berada di dalam makanan biasa saja, untuk menu-menu diet juga sering sekali terdapat kandungan garam yang tinggi, seperti pola Diet South Beach. Makanan-makanan tinggi kandungan garam pasti terdapat beberapa di rumah kita seperti keripik, makanan cepat saji, ikan asin, kecap, saos tomat, kaldu ayam, keju dan lain sebagainya. Makanan tersebutnya sebaiknya kita kurangi atau hindari karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit yang disebabkan oleh natrium.

Tentunya terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Berikut adalah contoh penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi garam berlebihan:

Hipertensi

Pengidap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi banyak disebabkan oleh konsumsi garam yang berlebih, karena kandungan natrium yang berada di dalam garam dapat meningkatkan tekanan darah yang dapat memicu hipertensi.

Natrium yang diserap ke dalam pembuluh darah yang berasal dari mengonsumsi garam yang tinggi menyebabkan adanya retensi air, hingga meningkatkan volume darah meningkat. Natrium yang berlebih juga akan menyebabkan berlebihannya hormon natriouretik yang secara tidak langsung bisa meningkatkan tekanan dalam darah.

Dijuluki sebagai ‘the silent killer’ karena para penderitanya tanpa sadar dan keluhan terhadap dirinya namun, ketika sudah melakukan pengecekan penderita penyakit hipertensi sudah terkena penyakit komplikasi dari hipertensi tersebut.

Penyakit Jantung

Mengkonsumsi garam berlebih juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Konsumsi garam yang berlebih dapat mempercepat pembentukan plak di arteri yang dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Selain itu, konsumsi garam berlebih juga dapat menjadi penyebab pengendapan lemak dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan dan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung.

Stroke

Pengidap penyakit hipertensi disarankan untuk mengontrol kadar garam per harinya. Sebenarnya kekurangan garam juga tidak baik untuk tubuh tetapi, kelebihan garam sangat mengerikan karena sesuai julukannya ‘the silent killer’. Efek dari hipertensi karena konsumsi garam berlebihan berpengaruh terhadap peningkatan kerja jantung, sampai akhirnya penderita hipertensi beresiko terkena stroke.

Stroke merupakan kondisi medis yang terjadi akibat aliran darah menuju otak terganggu, sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan otak. Selain itu, stroke masuk ke dalam tiga penyakit yang menyeramkan dan menempati urutan tertinggi penyumbang kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Asam Lambung

Konsumsi garam berlebih dapat memicu terjadinya asam lambung yang meningkat, penyakit ini disebabkan oleh produksi asam lambung yang dapat menyebabkan sakit perut, asam lambung tinggi dan gangguan pencernaan. Garam mengandung natrium yang dapat memicu reaksi kimia dalam tubuh dan memproduksi asam lambung yang banyak.
Jika kondisi kondisi asam lambung yang terus-menerus terjadi dan tidak diobati, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti gastritis, tukak lambung atau bahkan kanker lambung.

Masalah Pernapasan

Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama pada penderita yang memiliki penyakit asma atau paru-paru. Garam berlebih tersebut menyebabkan retensi cairan yang dapat berakibat kepada pembekakan jaringan lunak di tengkorak, bronkus dan paru-paru.

Selain itu, konsumsi garam yang berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi dan membuat lendir di saluran pernapasan menjadi lebih kental dan sulit untuk dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan batuk, pilek, dan infeksi saluran pernapasan yang lebih serius.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan asupan air putih dan makanan yang kaya akan nutrisi seperti buah-buahan dan sayuran. Jika Anda memiliki masalah pernapasan yang sudah ada sebelumnya, konsultasikan dengan dokter Anda tentang bagaimana mengurangi konsumsi garam Anda dan meningkatkan pengelolaan kondisi Anda secara keseluruhan.

Penyakit Tulang Keropos

Penyebab penyakit osteoporosis atau penyakit tulang belakang juga bisa disebabkan oleh konsumsi kadar garam yang berlebih dalam hidangan makanan. Tubuh yang berusaha meningkatkan kerja ginjal akibat kelebihan natrium akan susah mengeluarkan kalsium melalui urine. Ginjal yang telah berusaha bekerja namun, karena kehilangan mineral kalsium yang terus dikeluarkan akan tergantikan oleh kalsium yang berada pada tulang. Lama kelamaan, massa tulang tersebut akan berkurang sehingga menjadikannya kerapuhan pada masa tulang.

Kanker

Kanker merupakan penyakit yang tergolong kedalam penyakit yang ganas, menakutkan dan mematikan. Mengonsumsi makanan dengan olahan garam yang banyak akan menyebabkan peradangan pada bagian perut. Bagian yang meradang itulah yang akan menyebabkan resiko terkena kanker.

Dalam dunia medis, pemicu munculnya kanker dalam tubuh manusia adalah garam atau natrium, terutama kanker lambung. Terdapat studi yang menunjukkan bahaya mengkonsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker lambung. Hasil penelitian pada jurnal Cancers (Basel) mengatakan bahwa asupan garam berlebihan dapat menyebabkan peradangan di dalam saluran pencernaan. Kondisi ini juga bisa memicu terjadinya pertumbuhan sel kanker di dalam lambung.

Autoimun

Autoimun adalah gangguan sistem imun yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang secara perlahan menyerang sel-sel tubuh kita sendiri. Beberapa jenis penyakit autoimun antara lain penyakit lupus, multiple sclerosis, gangguan tiroid dan lain-lainnya. Perlu diketahui, garam dapat menghambat fungsi kekebalan tubuh yang berfungsi untuk merespon anti-inflamasi yaitu bagaimana tubuh mengolah bakteri usus dan meningkatkan sel-sel yang menyebabkan penyakit autoimun Oleh karena itu, sangat penting mengurangi asupan garam pada perharinya supaya kekebalan tubuh dapat tetap terjaga.

Gangguan Kehamilan

Sebenarnya konsumsi garam berlebih pada kasus gangguan kehamilan, secara tidak langsung tidak menjadi penyebab. Tetapi, konsumsi garam yang berlebih justru akan meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dimiliki sang ibu hamil, hal inilah yang nantinya bisa menyebabkan gangguan kehamilan pada ibu hamil dan janin.

masakan negara apapun cairo food bumbunya

Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi garam sesuai dengan jumlah dan keseimbangan yang sesuai dengan saran dari diet sehat untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Demi menjaga janin tetap sehat, ibu hamil disarankan untuk mengikuti pola makan yang seimbang dan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran dan protein berkualitas tinggi.

Batu Ginjal

Tingginya kadar garam dalam tubuh dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal. Batu ginjal sendiri terbentuk dari mineral yang menumpuk di ginjal dan dapat menyebabkan rasa sakit yang parah ketika keluar dari tubuh.

Sekian bahaya mengkonsumsi garam berlebih untuk tubuh. Meskipun garam juga diperlukan oleh tubuh, tetapi sesuatu berlebihan terutama garam tentunya membawa dampak buruk bagi kesehatan kita. Oleh karena itu sangat penting untuk mengatur asupan garam dan menghindari makanan yang mengandung garam berlebih untuk kehidupan kita kedepannya.

Ingatlah, bahwa kesehatan adalah harta yang paling berharga bagi kita jadi, jangan sampai mengorbankan kesehatan kita dengan mengonsumsi garam berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *