Bawang Bombay vs Bawang Merah, Apa Bedanya?

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya

Bawang bombay dan bawang merah mungkin sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tumbuhan yang biasa dijadikan rempah-rempah dan pelengkap makanan ini mudah ditemukan di berbagai jenis pasar. Ukuran bawang merah yang kecil biasa digunakan sebagai campuran bahan masakan terutama sambal dan bawang goreng, sementara bawang bombay digunakan sebagai irisan mentah pada jenis makanan tertentu. Selain perbedaan ukuran kedua bawang yang sangat kentara, bawang bombay dan bawang merah juga sebenarnya memiliki beragam perbedaan lainnya.

Mengenal Bawang Bombay

Bawang bombay adalah jenis bawang yang sering digunakan sebagai bumbu dan bahan masakan. Bawang ini merupakan jenis bawang yang paling banyak diproduksi di Indonesia secara luas. Bentuknya bulat besar dan berdaging tebal dibandingkan bawang lainnya, sehingga sering kali irisan bawang bombay mentah dapat digunakan sebagai hiasan pada hidangan. Baru-baru ini bawang bombay juga dapat diolah menjadi cemilan, berupa keripik yang memiliki rasa asin gurih dengan baluran tepung tebal. Bawang bombay banyak digunakan pada masakan China, Eropa dan Indonesia.

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya bentuk bawang bombay

Bawang bombay pertama kali hadir di Indonesia ketika dibawa oleh pedagang dari kota Bombai, yaitu kota di India yang saat ini dikenal sebagai kota Mumbai. Namun secara historis orang-orang meyakini bahwa bawang bombay sebenarnya berasal dari Asia Tengah, khususnya Palestina. Para pedagang Palestina menyebar di Eropa dan India, hingga akhirnya tiba di Indonesia. Perkiraan waktu kemunculan bawang bombay bersamaan denga masuknya pedagang India dan penjajah Belanda yakni sekitar tahun 1599. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan sejarah bahwa penjajah Belanda pernah mencoba membudidayakan bawang bombay pertama kali di Padang, meskipun akhirnya gagal.

Bawang bombay cocok dengan iklim 18-20 °C atau biasanya sesuai dengan cuaca di daerah dataran rendah. Oleh sebab itu pada masa penjajahan Belanda, alih-alih menanam bawang bombay di Padang, tetapi lebih baik membudidayakannya di Karo, Sumatera Utara. Tanah di Karo memiliki jenis tanah gembur dengan derajat keasaman yang tepat (5,5-6,5 pH), berada pada ketinggian 800 meter diatas permukaan laut, serta mimiliki iklim yang sangat cocok. Pertanian bawang bombay membutuhkan penyinaran sinar matahari panjang namun dengan durasi maksimal 14 jam sehari.

Manfaat Bawang Bombay

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya bentuk daging bawang bombay

Bawang bombay menjadi salah satu komponen populer untuk menambah aroma masakan agar lebih lezat. Selain sebagai penyedap masakan, bawang bombay juga kaya akan kandungan sulfur yang membuat aromanya kuat dan menghasilkan sifat detox yang kuat, serta manfaat lain bagi tubuh. Bawang Bombay dipercaya kaya antioksidan, bawang bombay juga mengandung vitamin B6, vitamin B9, vitamin C, folat dan juga potassium. Kandungan-kandungan ini tentu menghasilkan berbagai manfaat yang menjadikan bawang satu ini sebagai salah satu jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat.

Meningkakan Kelezatan Makanan

Bawang bombay memiliki rasa manis dan aroma khas yang melezatkan masakan. Penggunaan bawang bombay juga bisa mengurangi penggunaan gula pada masakan. Biasanya bawang bombay digunakan pada tumisan sayur untuk menghasilkan rasa manis yang menjadi pemanis alami masakan. Dalam beberapa resep seperti spaghetti, salad dan burger, bawang bombay diiris dan disajikan mentah langsung, tanpa proses masakan.

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya bawang bombay sebagai hiasan masakan

Menangkal Radikal Bebas

Perlu diketahui bawang bombay mengandung banyak antioksidan maupun senyawa antiradang. Dua senyawa ini akan menangkal radikal bebas berlebih yang bisa memicu kerusakan pada sel-sel sehat dan menyebabkan beragam penyakit. Antioksidan ini banyak ditemukan di lapisan terluar bawang bombay. Untuk mendapatkan manfaat ini lebih baik mengkonsumsi bawang bombay langsung, tanpa perlu dimasak.

Pelengkap Nutrisi dan Gizi

Siapa yang menyangka bahwa bawang bombay juga mengandung banyak nutrisi yang penting untuk tubuh. Bawang bombay mengandung vitamin C, B6, serat, antioksidan, kalsium dan juga mineral, seperti kalium, sulfur, zinc dan fosfor. Banyaknya kandungan gizi ini membuat bawang bombay dianjurkan untuk dikonsumsi agar melengkapi nutrisi dan gizi harian. Bahkan jika kita mengkonsumsi bawang bombay setiap hari dalam takaran yang wajar, hampir tidak ada efek sampingnya pada tubuh manusia. Namun sama seperti makanan sehat yang lain, apabila mengkonsumsi bawang bombay pada jumlah yang berlebih, bukan manfaat bawang bombay yang di dapatkan, tetapi justru bisa membahayakan kesehatan.

Menyehatkan Sistem Pencernaan

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya cita rasa bawang bombay

Selain menjadi pelengkap nutrisi dan gizi, bawang bombay juga bisa menyehatkan sistem pencernaan. Bawang Bombay merupakan sumber serat dan makanan bagi bakteri baik di dalam usus besar. Bakteri ini akan membantu melancarkan buang air besar dan melindungi kesehatan lapisan usus. Hal tersebut dapat terjadi karena bawang bombay memiliki sifat antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti B. cereus dan S. aureus.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Bawang bombay mengandung polifenol untuk menjaga daya tahan tubuh. Polifenol juga melindungi tubuh dari radikal bebas karena memiliki antioksidan di dalamnya. Antioksidan ini berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan sel-sel. Bawang bombay juga terdiri dari quercetin yakni senyawa yang mampu mengurangi reaksi alergi. Hal ini membuat seseorang menjadi lebih kebal penyakit, lebih sehat, dan jarang terkena flu. Kombinasi kandungan dalam bawang bombay ini semakin sempurna dengan kemampuannya mengurangi risiko kanker, hipertensi dan diabetes.

Mengenal Bawang Merah

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya bentuk bawang merah

Bawang merah adalah jenis umbi-umbian bawang yang berasal dari Iran, Pakistan dan pegunungan-pegunungan di Asia Barat. Bawang ini merupakan rempah-rempah utama di dunia yang digunakan hampir di seluruh penjuru dunia, baik negara sub-tropis dan negara tropis seperti Indonesia. Bawang merah berukuran kecil, dengan kulit tipis yang berwarna merah tembaga. Sementara daging bawang ini berwarna ungu pucat dan putih dengan rasa yang kuat dibandingkan bawang bombay, namun tidak sekuat rasa bawang putih.

Bawang merah dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional serta zat pewarna yang berasal dari kulit umbinya. Bawang merah saat ini dianggap sebagai keluarga dari spesies Allium cepa, spesies yang memuat seluruh jenis bawang-bawangan yang disatukan dengan nama kolektif yakni bawang bombay, termasuk di dalamnya bawang putih, dan daun bawang. Bawang ini merupakan bawang yang paling banyak digunakan di Indonesia sebagai penyedap rasa yang mengandung banyak nutrisi. Selain itu bawang merah mengandung zat pengatur pertumbuhan dan perkembangan berupa hormon auksin dan hormon dibereli.

Berbeda dengan bawang bombay, budidaya bawang merah memerlukan lebih sedikit matahari yakni maksimal 12 jam sehari. Bawang ini tumbuh baik pada dataran rendah dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Derajat keasaman tanah berkisar diangka pH 5,6-7 yang lebih tinggi daripada bawang lainnya. Bawang merah dapat berkembang dengan baik pada suhu 25-32 °C, yakni suhu medium keatas. Di Indonesia budidaya bawang merah terbesar terletak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Manfaat Bawang Merah

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya cita rasa bawang merah

Seperti yang kita ketahui, bawang merah merupakan salah satu rempah yang multifungsi. Menjadi penyedap rasa, obat herbal, dan bahan utama bumbu masakan. Bawang merah tidak hanya menambahkan gurih dan khas pada resep, tetapi juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C dan beberapa mineral penting. Bawang merah pun dikenal masyarakat atas kandungan nutrisi didalamnya seperti protein, serat, kalsium, zat besi, karbohidrat, zinc, serta magnesium. Tak hanya itu saja, bawang merah juga mengandung senyawa sulfur organik yang biasa dimanfaatkan untuk bahan mengobati penyakit kulit.

Sumber Antioksidan yang Tinggi

Sama seperti keluarga bawang-bawangan lain, bawang merah juga mengandung antioksidan yang tinggi. Secara khusus bawang merah dipercaya mengandung lebih banyak antioksidan flavonoid dan fenol daripada jenis bawang yang lainnya. Inilah yang menjadikan bawang merah menjadi salah satu makanan anti inflamasi terbaik untuk mengurangi kerusakan sel-sel akibat radikal bebas sekaligus melawan berbagai penyakit kronis.

Membantu Mencegah atau Mengobati Alergi

Hasil dari berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa bawang merah memiliki efek anti alergi yang menjanjikan sehingga dapat dikaitkan dengan aktivitas anti histamin, anti inflamasi dan antioksidannya. Hal ini dibuktikan karena bawang merah mengandung antioksidan quercetin yang dapat bertindak layaknya antihistamin, sehingga mampu mengurangi gejala reaksi dari berbagai jenis alergi.

Obat Tradisional

Bawang merah dikenal sebagai bahan obat yang mujarab di Indonesia. Bawang merah mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Efek antiseptik bersifat mengobati dan mencegah peradangan dan infeksi. Sedangkan senyawa alliin dihasilkan oleh enzim alliinase yang akan diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikroba yang bersifat mematikan bakteri. Sebagai obat tradisional bawang merah dapat menjadi ramuan herbal untuk mengurangi sakit maag, masuk angin, menurunkan kandungan gula dalam darah, menurunkan kolesterol, mencegah diabetes mellitus hingga baik untuk terapi pernafasan. Bawang merah juga dapat memperlancar aliran darah karena mampu menghambat penggumpalan trombosit di dalam tubuh manusia.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Bawang merah diklaim dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi insomnia. Hal ini dikarenakan bawang merah dapat mengurangi stress yang didapatkan dari kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik adalah bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi tingkat stress sehingga mempercepat tidur dengan nyenyak. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi harian probiotik khususnya Lactobacillus casei akan mempertahankan mikroba usus dan mampu meredakan stress.

Perbedaan Bawang Bombay dan Bawang Merah: Pilih Mana?

Bawang bombay dan bawang merah merupakan sayuran umbi yang pada umumnya digunakan sebagai rempah dasar pada berbagai resep makanan di Indonesia. Baik bawang bombay maupun bawang merah melengkapi cita rasa makanan menjadi lebih pedas gurih. Tak heran jika kedua jenis bawang ini selalu menjadi bumbu masakan wajib nan mudah diolah. Meski terkesan memiliki kegunaan yang sama bawang bombay dan bawang merah juga memiliki beragam perbedaan yang mencerminkan karateristik masing-masing bawang.

Perbedaan pertama berkaitan dengan cita rasa yang khas antara bawang bombay dan bawang merah. Bawang bombay memiliki cita rasa yang cenderung manis dengan aroma yang tidak terlalu kuat. Sedangkan bawang merah memiliki bau tajam dan aroma gurih, dengan rasa yang cenderung lebih pedas. Perbedaan dasar ini akan mempengaruhi cita rasa masakan, sehingga untuk anda yang suka mengkonsumsi bawang mentah atau bawang dengan cita rasa lebih ringan maka lebih cocok mengkonsumsi bawang bombay.

Sementara memilih bawang merah akan lebih sesuai untuk anda yang sering menggunakan bawang sebagai bahan masakan. Bawang merah adalah bahan dasar bumbu masakan utama, khsusunya berbagai jenis sambal di Indonesia. Selain itu aromanya yang gurih menjadikan bawang merah sering diolah menjadi bawang goreng yang ditaburkan diatas masakan, seperti soto, rawon, sup, dan bubur ayam untuk menghasilkan aroma yang lezat.

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya bawang merah sebagai bumbu utama pembuat sambal

Terkait perbedaan harga, di pasar tradisional bawang bombay cenderung lebih mahal dikarenakan sering dijual dengan harga satuan (per biji). Hal ini dikarenakan bawang bombay memang tidak dibutuhkan dalam jumlah yang banyak dalam proses memasak. Sebaliknya, harga bawang merah sebenarnya lebih murah, dan biasanya dijual dengan takaran per gram atau per kilogram. Pembelian bawang merah dalam satuan berat tertentu sesuai dengan jumlah penggunaan bawang merah yang lebih banyak, karena hampir semua masakan rumahan memang membutuhkan bawang yang satu ini.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa bawang bombay dan bawang merah adalah dua jenis rempah-rempah yang kaya akan manfaat, baik untuk manfaat kuliner dan non kuliner. Bawang bombay, biasa dikonsumsi langsung atau menjadi hiasan dalam masakan. Sementara bawang merah lebih banyak digunakan pada masakan khas Indonesia. Maka anda tidak perlu khawatir untuk memilih diantara kedua bawang ini, karna kedua bawang ini sama-sama menawarkan manfaat pada kesehatan secara keseluruhan.

Sebaliknya, memilih bawang bombay dan bawang merah yang terpenting adalah kualitas dan bagaimana cara kita mengkonsumsinya. Saat ini banyak rempah-rempah yang berupa produk jadi, misalnya  bawang bombay dan bawang merah dalam bentuk bubuk. Produk ini dapat menjadi pilihan anda jika ingin mendapatkan manfaat bawang dengan efisiensi, praktis, dan manfaat yang sama dengan bawang asli. Perlu diingat bahwa tidak semua bubuk rempah benar-benar original (tanpa campuran bahan lain). Sebagai referensi anda dapat membeli produk bubuk dari bawang merah, bawang bombay dan berbagai rempah lainnya yang original, berkualitas dan komplit pada daftar produk di Cairo Food.

bawang bombay vs bawang merah apa bedanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *