6 Alasan Hemoglobin Rendah Dan Penanganannya

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya

Hemoglobin adalah sebuah protein penting yang terkandung dalam sel darah merah. Selain menjadi alasan kenapa darah mahluk hidup bisa berwarna merah, hemoglobin jugalah yang membentuk sel darah merah menjadi bulat dengan bagian tengah yang pipih.

Dengan bentuk yang seperti ini, sel darah merah akan lebih mudah dalam mengantarkan nutrisi, oksigen dan karbondioksida di dalam tubuh, sehingga distribusi zat-zat yang ada di dalam tubuh juga tidak terganggu.

Dengan fungsi pentingnya itu, kelebihan atau kekurangan kadar hemoglobin sangat mungkin untuk memberi dampak fatal pada mahluk hidup. Dari sekian banyak alasan, setidaknya terdapat 6 alasan inti mengapa tubuh bisa kekurangan kadar hemoglobin yang berperan penting dalam keberlangsungan mahluk hidup.

Hamil

Dalam kondisi ini, baik hewan ataupun manusia haruslah memenuhi asupan gizi harian mereka lebih banyak dari biasanya. Hal ini dikarenakan tubuhnya harus menampung calon mahluk hidup yang juga sedang tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya terlahir ke dunia.

Lalu di dalam rahim juga, janin masihlah mengandalkan apa yang dimakan oleh ibunya, sehingga gizi yang dikonsumsi ibu hamil juga harus diperbanyak, karena gizi-gizi tersebut juga harus dibagi pada janin. Hal ini menjadi awal dari sebuah prinsip yang intinya: “Jika ibunya sehat, maka janin akan ikut sehat juga.”

Kekurangan kadar hemoglobin pada saat hamil bisa membahayakan ibu dan janin. Selain ibu hamil yang semakin mudah lelah, kurangnya kadar hemoglobin pada janin juga bisa menimbulkan kematian ibu ketika melahirkan, serta kelahiran bayi yang prematur.

Kelahiran prematur sangat memungkinkan untuk menjadi beban tambahan untuk para orang tua, karena bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan khusus yang juga harus bersifat lembut dan telaten.

Tanpa adanya masalah medis tertentu dengan tingkatan yang kronis, penambahan kadar hemoglobin pada ibu hamil bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan menambah asupan zat besi dan gizi penting lain yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, baik itu melalui makanan ataupun suplemen jika dibutuhkan.

Ibu hamil harus mendapatkan istirahat yang cukup, mengingat energi yang ada di dalam tubuh ibu juga akan terbagi dua. Selain untuk keperluan aktifitas ibu hamil, energi yang ada akan dipakai untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Defisit Zat Tertentu

Dalam artian yang lebih spesifik, adalah defisiensi zat gizi yang berperan dalam pembentukan darah merah seperti zat besi ataupun beberapa komponen dari vitamin B kompleks, seperti vitamin B9 dan B12.

Situasi ini tidak hanya mendorong rendahnya angka hemoglobin, namun juga bisa mengundang beberapa penyakit lainnya, seperti halnya anemia. Lalu jika ibu hamil sampai kekurangan gizi, maka resiko kelahiran prematur atau sesuatu yang tidak diinginkan akan meningkat.

Dalam hal ini, tidak ada metode lain selain memperbaiki asupan gizi harian yang dikonsumsi oleh seseorang. Karena saat kebutuhan zat gizi terpenuhi, maka orang tersebut akan terhindar dari berbagai penyakit yang mengganggu kenyamanan.

Sakit

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya sakit

Ada banyak penyakit yang  bermuara pada kurangnya jumlah hemoglobin di dalam tubuh, dan pengobatan serta gejala setiap penyakit itu juga berbeda-beda. Sehingga ada baiknya rutin melakukan medical check up guna mengetahui kesehatan tubuh kita secara menyeluruh. Karena mencegah penyakit jauh lebih baik dari mengobati.

Dengan berbagai gejalanya masing-masing, penyakit yang akan menimbulkan rendahnya hemoglobin juga bermacam-macam. Seperti halnya anemia, hipotiroid, demam berdarah, kanker (khususnya kanker darah) serta gangguan akut pada ginjal ataupun hati.

Namun secara keseluruhan, setidaknya penyakit yang membuat kadar hemoglobin dalam darah turun drastis akan menimbulkan sakit kepala. Karena jika kadar hemoglobin rendah, maka distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh juga akan terhambat.

Selain menghubungi dokter secepatnya dan segera berobat hingga tuntas, gaya hidup sehat juga mendukung agar setiap manusia bisa terhindar dari berbagai penyakit yang tidak menurun seperti demam berdarah. Karena selain membuat penderita tidak nyaman, penyakit yang ditimbulkan oleh rendahnya kadar hemoglobin ini bisa sangat mengganggu aktifitas manusia.

Kelainan Darah

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya kelainan darah

Meskipun kondisinya mirip dengan orang sakit, namun kelainan pada salah satu anggota tubuh bisa dikatakan nyaris mustahil untuk mencapai kata sembuh. Kelainan ini juga kebanyakan bersifat bawaan, atau bisa disebabkan oleh gaya hidup, efek samping obat serta penyakit kronis, dan paparan zat berbahaya.

Seseorang yang memiliki kelainan pada dirinya, biasanya harus rutin menjalankan perawatan medis untuk meringankan gejala dari kelainannya tersebut. Sama halnya jika seseorang mengalami kelainan darah, yang ternyata sangat variatif. Beberapa kelainan darah juga bisa merusak hemoglobin lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuatnya, seperti:

Porfiria

Kelainan ini kebanyakan bersifat genetik, sehingga kasusnya bisa dibilang langka. Namun tidak jarang juga porfiria terjadi karena gaya hidup. Hal ini disebabkan oleh pembentukan heme, yaitu salah satu komponen dari hemoglobin yang tidak sempurna.

Pembentukan heme yang tidak sempurna ini terjadi karena kurangnya enzim pembentuk heme di dalam tubuh, dan hal ini juga bisa memicu penumpukan porfirin yang menjadi awal dari porfiria.

Kelainan ini memiliki tiga jenis, dan penanganan medis dari masing-masing tipe juga berbeda. Untuk mencegah timbulnya porfiria, terutama bagi yang keluarganya memiliki riwayat kelainan ini, ada baiknya untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan medical check up secara rutin untuk memantau kesehatan tubuh.

Thalassemia

Kelainan ini sepenuhnya murni karena mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua. Faktor ras juga bisa mempengaruhi kemungkinan untuk terjangkit kelainan darah ini. Penderita thalassemia hanya memiliki sedikit hemoglobin yang benar-benar berfungsi dengan seharusnya, sehingga membuat penderita mengalami gejala anemia.

Thalassemia dapat dikenali sejak dini, yaitu pada 2 tahun pertama dari kehidupan seseorang. Gejala awal thalassemia sendiri tidaklah berbeda dari anemia. Thalassemia juga terbagi menjadi dua kategori, yaitu thalassemia mayor dan thalassemia minor.

Ketika thalassemia mayor membutuhkan transfusi darah secara rutin, penderita thalassemia minor hanya membutuhkannya di saat seperti sedang melahirkan atau menjadi korban kecelakaan. Guna menghindari penumpukan zat besi setelah transfusi, dokter akan memberikan obat yang akan mengatur kadar zat besi sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh.

Jika kondisi penderita thalassemia mayor semakin parah, maka alternatif terakhir secara medis adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang, meskipun kemungkinan komplikasi akan mengintai setelah transplantasi.

Splenomegali

Atau sederhananya adalah situasi ketika limpa membengkak hingga lebih dari 20 cm. Splenomegali sendiri biasanya disebabkan oleh penyakit lainnya, di antara lain adalah kanker, gangguan liver, infeksi, dan gangguan metabolik seperti Gaucher. Namun tetap ada kemungkinan splenomegali terjadi karena cedera.

Selain gejala dari penyakit yang mendasarinya, umumnya splenomegali akan memiliki gejala layaknya anemia serta mudah kenyang. Faktor mudah kenyang itu disebabkan karena lambung yang ditekan oleh limpa yang terletak di sebelah lambung.

Namun ada beberapa kasus splenomegali yang muncul tanpa gejala dan penyakit yang mendasarinya, sehingga butuh waktu bagi dokter guna menetapkan hasil diagnosa. Penanganan splenomegali biasanya dilakukan dengan menangani penyakit yang mendasarinya.

Jika sudah parah, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan limpa. Orang yang sudah melalui proses ini sangat disarankan untuk terus hidup sehat dan lebih berhati-hati ketika demam, karena imunitasnya akan menurun drastis.

Anemia Hemolitik

Anemia jenis ini adalah kondisi ketika sistem penghancuran sel darah merah bekerja lebih cepat dari sistem produksi sel darah merah. Kelainan ini dapat bersifat genetik, dan bisa juga berawal dari penyakit dan paparan zat kimia berbahaya seperti obat-obatan.

Anemia hemolitik sebenarnya bisa sembuh dengan mengobati penyebab utamanya. Namun jika anemia hemolitik terjadi karena itu merupakan penyakit bawaan, maka anemia hemolitik akan menjadi penyakit yang menahun dan membutuhkan perawatan rutin.

Anemia Sel Sabit

Sesuai namanya, hal ini berawal dari sel darah merah yang bentuknya menyerupai sabit dan bersifat kaku, sehingga sel darah merah mudah menempel pada pembuluh darah kecil.

Bentuk sel darah merah yang tidak normal ini bersifat genetik dari kedua orang tua yang juga membawa genetik sel sabit. Jika hanya salah satu orang tua yang memiliki sel sabit, maka anaknya hanya akan membawa genetik sel sabit tanpa timbulnya gejala yang mengganggu kesehatan.

Biasanya kelainan ini akan tampak ketika berusia 6 bulan, meski beberapa kasus menunjukkan jika bayi 4 bulan sudah memiliki tanda-tanda sebagai pengidap anemia sel sabit. Meskipun gejala anemia tipe ini sama dengan anemia pada umumnya, tetapi pada anak-anak, cukup rentan disertai dengan pembesaran limpa.

Selain itu, karena sel darah merah yang mungkin akan menempel pada pembuluh darah kecil, akan timbul rasa sakit pada perut, dada, ataupun tulang. Rasa sakit ini bisa berlangsung hingga beberapa hari lamanya.

Pengobatan anemia tipe ini hanyalah dengan cara transplantasi sumsum tulang belakang, meskipun opsi ini juga sebenarnya cukup beresiko dan mahal harganya. Namun untuk penanganan krisis sel sabit, yaitu ketika rasa sakit muncul karena menempelnya sel darah merah, dapat dilakukan dengan pengelolaan stress dan memperbanyak asupan air mineral agar aliran dalam pembuluh darah menjadi lebih lancar.

Kehilangan Banyak Darah

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya kehilangan banyak darah

Pada orang dewasa, terdapat 4,5 hingga 5,5 liter darah di dalam tubuh. Ada banyak sekali alasan dari darah yang hilang. Entah itu karena kecelakaan parah yang angka kejadiannya masih tergolong tinggi, melahirkan, menstruasi, ataupun karena sebuah penyakit yang menyebabkan perdarahan di dalam organ tubuh.

Biasanya perdarahan di dalam organ tubuh bisa kita kenali melalui hasil ekskresi yang berwarna merah hingga hitam. Namun jika perdarahan yang dialami sudah berada di otak, gejalanya bisa lebih kompleks dan membutuhkan penanganan profesional.

Jika darah yang keluar tidak terlalu banyak, menghentikan laju perdarahan eksternal harus dilakukan. Namun jika perdarahan sampai menghabiskan 30% dari volume darah di dalam tubuh, maka transfusi darah harus segera dilakukan.

Karena normalnya, butuh 5 sampai 9 hari bagi tubuh untuk memproduksi sel darah merah, dan kurangnya jumlah darah dalam tubuh manusia bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti sakit kepala, mudah lelah, dan pusing.

Selain transfusi dan menghentikan perdarahan, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan vitamin B9 dan B12 yang berperan penting untuk pembentukan darah merah, seperti daging sapi, hati ayam, ataupun bayam.

Efek Samping Obat

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya efek samping obat

Meski banyak obat yang berpengaruh pada kandungan sebuah zat di dalam tubuh, namun biasanya, obat yang mempengaruhi kadar hemoglobin biasanya adalah obat-obatan untuk kemoterapi dan HIV.

Karena selain sel-sel yang sakit, dua golongan ini umumnya akan ikut melibas sel-sel yang sehat. Sehingga tidak jarang pasien kanker akan merasa kepayahan setelah kemoterapi.

Tidak hanya mengonsumsi makanan sehat, konsumsi vitamin dan obat-obatan untuk meredakan efek samping lain dari sebuah obat juga bisa dilakukan. Tidak sampai di situ, untuk membuat tubuh bekerja maksimal, ada baiknya kita pintar-pintar menjaga suasana hati untuk tetap bahagia.

Sebagai zat yang memegang peranan vital untuk tubuh, keseimbangan kadar hemoglobin jelas-jelas sangat dibutuhkan. Sehingga setidaknya, baik itu manusia ataupun hewan haruslah memiliki kadar hemoglobin yang pas untuk mendukung aktifitas kesehariannya.

Namun tetap saja, ada baiknya untuk menghubungi dokter jika merasa kurang sehat. Selain bisa mendapatkan perawatan dan diagnosa yang lebih tepat, kita sebagai pasien juga akan lebih tenang dan mantap tanpa dihantui perasaan khawatir yang berlebihan karena menebak-nebak apa yang sedang terjadi di tubuh kita.

6 alasan hemoglobin rendah dan penanganannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *