Mengenal 8 Komponen dari Vitamin B Kompleks

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks

Untuk membangun dan memelihara kesehatan tubuh, mahluk hidup membutuhkan banyak hal, salah satunya adalah gizi yang baik dan seimbang. Kebanyakan gizi yang dibutuhkan oleh mahluk hidup berasal dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Namun beberapa zat gizi sudah tersedia di dalam tubuh, seperti halnya Vitamin K2, yang secara alamiah diproduksi oleh bakteri di saluran pencernaan manusia. Meskipun sudah tersedia secara alami, namun ada baiknya untuk tetap menambah jumlah Vitamin K melalui sayuran berdaun hijau seperti bayam, atau melalui kuning telur.

Selain berkualitas, tentu kandungan gizi haruslah seimbang untuk menciptakan kesehatan tubuh yang prima. Jika zat gizi yang diperlukan berlebihan atau kekurangan zat gizi, maka tubuh  akan menunjukkan gejala yang khas, tergantung pada kadar zat gizi tersebut yang tidak tepat, seperti halnya saat tubuh kekurangan atau kelebihan vitamin.

Vitamin adalah salah satu komponen penting yang membangun dan memelihara tubuh mahluk hidup. Dengan berbagai macam jenis dan kegunaannya, vitamin memiliki varian dan kegunaan yang berbeda, sama halnya dengan efek sampingnya yang beragam.

Dari sekian banyak zat gizi, Vitamin B Kompleks adalah zat gizi yang unik. Selain variatif, Vitamin B Kompleks juga memiliki fungsi dan efeknya masing-masing pada setiap varian jika tubuh kekurangan atau kelebihan salah satu komponen dari Vitamin B Kompleks tersebut.

Dengan segudang manfaatnya, Vitamin B Kompleks ternyata memiliki efek yang cukup mengganggu jika dosis Vitamin B yang dikonsumsi tidak tepat, seperti halnya penyakit biri-biri ataupun berbagai efek lainnya yang tidak terduga. Berikut ini adalah komponen, fungsi, efek jika takaran dari vitamin yang bisa larut dalam air ini tidak tepat di tubuh.

Vitamin B1

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b1

Memiliki nama lain thiamin, vitamin ini memiliki banyak fungsi. Beberapa fungsinya antara lain memecah gula menjadi energi, produksi neurotransmitter yang penting untuk otak dan syaraf, membantu pembentukan asam lemak, serta membantu dalam produksi dan aktifasi hormon.

Jika seseorang kekurangan thiamin, maka orang tersebut akan semakin rentan terkena penyakit beri-beri. Gejala yang sangat awal dari penyakit ini adalah kesemutan, berlanjut pada kesulitan berjalan, kemudian lumpuh. Kekurangan thiamin juga bisa memicu seseorang mengalami gagal jantung.

Vitamin B1 bisa kita dapatkan melalui daging, gandum, ragi, serta kacang-kacangan. Belum ditemukan catatan medis mengenai over dosis thiamin hingga kini. Karena vitamin yang ditemukan pada tahun 1890-an ini akan disimpan oleh liver dengan waktu tertentu setelah dirubah menjadi senyawa bernama Thiamin pyrophosphat.

Namun karena kebutuhan thiamin bisa terpenuhi hanya dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumbernya, maka penggunaan suplemen sebaiknya hanya dipakai dalam kondisi ketika seseorang sangat membutuhkannya.

Tercatat jika kebutuhan thiamin untuk manusia terhitung sedikit. 1,1 mg untuk perempuan di atas 18 tahun, 1,4 mg untuk wanita hamil, 1,5 mg untuk ibu menyusui, dan 1,2 mg untuk laki-laki di atas 14 tahun.

Vitamin B2

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b2

Vitamin ini berperan untuk meningkatkan produksi energi, serta memelihara kesehatan kulit, otot, sel darah, saluran pencernaan, dan mata. Tidak hanya itu, vitamin dengan nama lain riboflavin ini juga memiliki peran besar dalam pengolahan berbagai zat di dalam tubuh.

Dengan bantuan riboflavin, tubuh akan dipermudah untuk melakukan metabolisme pada lemak, hormon steroid, dan juga obat-obatan. Riboflavin juga mengubah asam amino menjadi Vitamin B3, lalu memecah Vitamin B6 menjadi koenzim yang berguna untuk meningkatkan kerja enzim di dalam tubuh.

Defisiensi, atau kekurangan riboflavin bisa menimbulkan berbagai macam ketidaknyamanan, berupa gejala anemia, mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi pada daerah mulut, hingga meningkatnya sensitivitas mata terhadap cahaya.

Selama kadar riboflavin dalam darah tidak lebih dari 100 mg, maka riboflavin yang berlebihan masih bisa dikeluarkan melalui urine. Urine yang mengandung banyak riboflavin sendiri akan berwarna kuning cerah.

Tapi jika riboflavin yang terkandung di dalam darah lebih dari 100 mg, hal ini akan menimbulkan berbagai masalah serius. Overdosis riboflavin bisa memicu terjadinya kerusakan liver, kerusakan sel yang tidak pandang bulu alias sitotoksik, lalu terjadinya kerusakan pada lensa dan retina mata karena adanya pajanan cahaya.

Vitamin yang bersumber dari sayuran hijau, kacang-kacangan, daging, dan berbagai olahan susu ini memiliki anjuran konsumsi harian yang berbeda. Untuk laki-laki sebaiknya sebanyak 1,3 mg, untuk perempuan sebanyak 1,1 mg, untuk wanita hamil sebanyak 1,4 mg, dan untuk ibu menyusui sebanyak 1,6 mg.

Vitamin B3

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b3

Vitamin dengan nama lain niasin ini juga akan dipecah menjadi koenzim yang bernama Nikotinamida Adenina Dinukleotida, atau disingkat dengan NAD. Koenzim NAD ini berfungsi untuk mengaktifkan sekitar 400 enzim dengan manfaat yang berbeda untuk tubuh, seperti halnya untuk memecah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi.

Selain untuk produksi energi, fungsi lain dari enzim yang diaktifkan oleh NAD ini antara lain adalah untuk memastikan kinerja sel, membantu metabolisme sel-sel tubuh, serta menjadi bagian dari DNA manusia.

Kurangnya asupan niasin bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit Pellagra, yang jika tidak segera ditangani akan berakibat fatal. Gejala umum dan awal dari penyakit ini adalah: kulit sensitif terhadap sinar matahari, diare, tidak nafsu makan, sulit menelan karena adanya peradangan, mual dan muntah, sulit tidur, dan gangguan emosional. Lidah dari seseorang yang menderita penyakit ini juga akan terlihat lebih merah dan licin dari biasanya.

Telah tercatat jika 50 mg niasin bisa membuat wajah memerah, yang kadang bisa disertai sensasi hangat dan gatal. Istilah lain dari kejadian ini adalah flushing. Selain mengalami flushing, kelebihan niasin bisa menyebabkan pendarahan pada saluran pencernaan, kesemutan, bahkan bisa menimbulkan gejala flu seperti bersin dan pilek.

Anjuran konsumsi harian vitamin yang bisa didapatkan dari ikan, daging, kacang-kacangan dan olahan susu ini terhitung cukup banyak. Untuk laki-laki dianjurkan mengonsumsi sebanyak 16 mg niasin, sementara untuk perempuan sebanyak 14 mg niasin.

Vitamin B5

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b5

Selain berguna untuk menghasilkan energi, vitamin dengan nama lain asam pantotenat  adalah elemen penting untuk proses produksi dari hormon pertumbuhan. Vitamin ini juga berguna untuk memelihara kesehatan rambut, otot, juga menurunkan kemungkinan penyakit jantung. Selain itu, asam pantotenat juga mengambil peran dalam pembentukan sel darah merah dan koenzim.

Asam pantotenat ini banyak terdapat pada makanan yang biasa kita makan, seperti halnya brokoli, kubis, ubi, kentang, jamur, telur, olahan susu, gandum utuh, dan daging. Kekurangan asam pantotenat bisa menyebabkan beberapa hal, seperti sakit kepala, gangguan otot, mudah lelah, pertumbuhan yang buruk, dan masalah pencernaan.

Asam pantotenat adalah vitamin yang larut dalam air, sehingga kelebihan asam pantotenat akan dibuang melalui urine. Namun kelebihan asam pantotenat hingga 10 dan 20 gram perhari tercatat bisa menimbulkan stres dan diare.

Meski berperan penting untuk pembentukan hormon pertumbuhan, namun anjuran konsumsi harian asam pantotenat tergolong cukup sedikit. Semakin bertambahnya umur, maka anjuran konsumsi harian akan meningkat. Anak-anak berusia 14 tahun keatas dan orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sebanyak 5 gram. Sementara wanita hamil dan ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi sebanyak 7 gram.

Vitamin B6

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b6

Selain untuk memecah karbohidrat dan lemak menjadi energi, vitamin dengan nama lain piridoksin ini juga berfungsi untuk mengolah asam amino serta berperan penting dalam perkembangan otak dan kualitas sistem imun. Piridoksin juga berperan dalam menjaga kadar normal gula darah, serta membentuk hemoglobin.

Piridoksin bisa didapatkan manusia dari buah-buahan selain jeruk, kentang, ayam, ikan, dan hati sapi. Anjuran konsumsi harian piridoksin yaitu sekitar 1,3 mg pada situasi normal. Jika seseorang sedang hamil atau menyusui, dibutuhkan sekitar 2 mg piridoksin setiap harinya.

Piridoksin ini merupakan salah satu vitamin yang banyak bereaksi dengan obat-obatan. Efektivitas piridoksin akan menurun jika seseorang sedang mengonsumsi obat TBC golongan isoniazid dan antibiotik golongan penisilin. Namun piridoksin juga bisa menurunkan efektivitas dari obat anti kejang tipe levodopa, phenytoin dan phenobarbital.

Piridoksin juga bisa meningkatkan resiko tekanan darah rendah berat jika dipakai bersamaan dengan obat penurun tekanan darah tinggi. Selain itu, piridoksin akan meningkatkan sensitivitas pada sinar matahari jika berinteraksi dengan obat amiodarone, yang bekerja untuk menormalkan irama jantung.

Ada beberapa gejala yang akan ditunjukan ketika seseorang kekurangan piridoksin, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala ringan kekurangan piridoksin antara lain adalah bibir pecah-pecah, rentannya mengalami perubahan suasana hati, kelelahan, dan ruam kulit.

Dalam situasi yang lebih serius, kekurangan piridoksin bisa menurunkan imunitas tubuh, kejang-kejang, hingga tingginya kadar homosistein. Tingginya kadar salah satu jenis asam amino ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, rusaknya pembuluh darah dan syaraf, hingga alzheimer yang sangat sulit untuk bisa sembuh.

Batas maksimal konsumsi harian piridoksin di Eropa adalah 50 mg. Karena dengan takaran ini, telah dilaporkan jika seseorang telah mengalami gangguan syaraf. Secara umum gangguan syaraf tersebut meliputi gangguan sensorik yang bertahap. Dalam beberapa kasus langka, akan timbul gejala dari gangguan gait, yaitu gangguan berjalan yang rentan untuk terjatuh.

Vitamin B7

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b7

Vitamin dengan nama lain biotin ini ditemukan dengan jumlah kecil dalam banyak makanan, seperti halnya dalam telur, susu, dan juga pisang. Biotin sendiri banyak dipakai oleh para produsen kosmetik, meskipun kegunaan biotin dalam dunia kecantikan masih menjadi perdebatan para ahli.

Terlepas dari itu, seperti vitamin B lainnya, biotin juga berperan dalam produksi energi yang berguna untuk tubuh. Dapat diketahui jika biotin diperlukan dalam pembentukan mielin, yaitu sel berlemak yang menyelubungi syaraf dan menghantarkan reaksi antar satu syaraf dengan yang lainnya. Biotin juga berperan dalam perkembangan sel darah putih.

Kekurangan biotin ini hanya bisa dilihat dari gejalanya saja, karena belum ada tes yang pasti untuk mengukur kadar biotin dalam tubuh manusia. Gejala kekurangan biotin sendiri antara lain seperti kerontokan rambut, yang seringkali disertai hilangnya warna rambut, serta ruam bersisik merah di wajah.

Gejala kekurangan biotin lainnya, yang mungkin juga menyertai, seperti depresi, halusinasi, kelelahan, dan sensasi kesemutan. Ada juga catatan yang menyatakan jika diabetes bisa menurunkan kadar biotin dalam tubuh seseorang.

Biotin sendiri tergolong aman untuk dikonsumsi, sehingga tidak akan menimbulkan masalah serius selama masih dalam batas wajar. Namun kadar biotin yang tinggi di dalam darah akan mengganggu hasil pemeriksaan laboratorium, terutama yang terkait dengan pemeriksaan hormon tiroid, pemeriksaan elektrolit, pemeriksaan troponin, serta pemeriksaan paratiroid.

Anjuran konsumsi harian biotin sendiri terhitung sangat sedikit. Konsumsi harian bayi berkisar sekitar 5 mikrogram perhari. Sementara anjuran konsumsi harian orang dewasa ada di angka 30 mikrogram. Wanita hamil dan ibu menyusui tentu butuh lebih banyak biotin, yaitu sekitar 35 mikrogram.

Vitamin B9

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b9

Vitamin B yang satu ini sangat umum di antara ibu hamil, karena fungsi dari vitamin ini tergolong penting untuk mencegah kecacatan pada janin. Namun vitamin yang memiliki nama lain folat ini juga memiliki peran penting untuk manusia pada umumnya, seperti produksi sel darah merah, pengolahan vitamin, metabolisme asam amino, dan juga replikasi DNA.

Dalam bentuk suplemennya, yaitu dalam bentuk asam folat, vitamin ini biasanya akan diberikan juga pada pasien kemoterapi yang menggunakan obat jenis methotrexate untuk menangani salah satu efek sampingnya, yaitu menimbulkan kekurangan folat.

Folat dapat didapatkan melalui sayuran hijau, hati, kubis, kacang polong, kentang, sereal, dan asparagus. Kurangnya kandungan folat dalam tubuh biasanya akan menimbulkan penyakit anemia, yang ditandai dengan lemah, letih, lesu, lunglai dan lelah.

Diketahui jika anjuran konsumsi folat harian pada wanita atau pria dewasa adalah 400 mikrogram. Sementara wanita hamil dan ibu menyusui butuh sekitar 400 hingga 800 mikrogram perhari.

Gejala sederhana dari kelebihan folat sendiri cukup mengganggu, seperti halnya mual, bingung, gangguan tidur, hilang nafsu makan karena mulut terasa tidak enak, dan juga suasana hati yang buruk.

Dalam situasi yang lebih kompleks, kelebihan kadar folat sendiri bisa menimbulkan kerusakan pada liver. Interaksi antara folat yang belum diolah dengan obat antikonvulsan, atau obat anti kejang, seperti golongan phenobarbital, phenytoin dan carbamazepine, malah bisa menimbulkan kejang.

Karena adanya peningkatan replikasi DNA, tingginya kadar folat dalam tubuh diduga bisa menimbulkan kanker. Namun sifat karsinogenik folat sendiri belumlah bisa dipastikan oleh para ahli.

Vitamin B12

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks vitamin b12

Dengan nama lain cyanocobalamine, vitamin ini banyak ditemukan pada ikan, kerang, hati, telur, susu, serta berbagai olahan produk susu lainnya. Vitamin b12 juga biasanya ditambahkan pada sereal.

Cyanocobalamine ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, memelihara syaraf, dan turut andil dalam replikasi DNA. Selain itu, cyanocobalamine juga berfungsi untuk memecah lemak dan protein menjadi energi.

Anjuran konsumsi cyanocobalamine harian pada orang dewasa yaitu sekitar 2,4 mikrogram. Sementara wanita hamil dan ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsinya sebanyak 2,6 sampai 2,8 mikrogram perharinya.

Selain menimbulkan anemia, kekurangan cyanocobalamine juga bisa berakibat cukup mengganggu, seperti halnya kesemutan, sesak napas, pengelihatan kabur, dan juga terganggunya keseimbangan tubuh.

Saat tubuh kelebihan kadar cyanocobalamine, gejala yang akan timbul pada umumnya juga akan cukup mengganggu. Gejala itu antara lain adalah sakit kepala, pusing, gangguan pencernaan, gangguan kecemasan, hingga mengalami gerakan yang tidak terkontrol.

Dalam kasus yang lebih jarang terjadi, kelebihan vitamin b12 juga bisa menimbulkan sembelit, gangguan irama jantung, sering buang air kecil, gagal jantung, penggumpalan darah di tangan dan kaki, penurunan kesadaran yang disertai gangguan pernapasan, dan adanya penumpukan cairan di paru-paru.

mengenal 8 komponen dari vitamin b kompleks

Vitamin B Kompleks adalah vitamin yang membuat manusia bertenaga dan kuat. Dengan Vitamin B Kompleks, manusia bisa memiliki semangat untuk memulai hari dengan maksimal. Meskipun bermanfaat, jika seseorang kelebihan atau kekurangan zat gizi, hal itu akan langsung berdampak pada kesehatan orang tersebut.

Jadi ada baiknya setiap manusia mengonsumsi makanan yang bergizi dalam porsi yang tepat, dan tidak lupa untuk melakukan aktifitas fisik di bawah sinar matahari pagi. Tidak hanya untuk menjaga bentuk tubuh dan fitalitas, sinar mentari di pagi hari juga bisa memicu pembentukan beberapa zat gizi yang berguna untuk tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *