Kenapa Cairo Food Menggunakan Daun Laurel Di Produknya?

Daun laurel adalah jenis bay leaf yang asli dan kerap digunakan untuk makanan Timur Tengah dan Mediterania. Daun ini berasal dari tanaman Laurus Nobilis, termasuk keluarga Lauraceae. Seringkali daun laurel disamakan dengan daun salam, terutama jika Bay Leaf diterjemahkan langsung. Faktanya daun salam dan daun laurel berasal dari tanaman berbeda, memiliki aroma dan rasa yang berbeda, serta tidak bisa saling menggantikan.

Daun laurel utuh baik dalam keadaan segar maupun sudah dikeringkan, biasanya digunakan karena rasa dan aromanya yang khas. Daunnya sering digunakan untuk membumbui sup, semur, rebus, dan pâté di banyak negara. Namun daun segarnya memberikan kesan rasa dan aroma yang sangat lembut dan belum mengembangkan rasa maksimal. Kemudian, beberapa minggu setelah dipetik dan dikeringkan, barulah rasa daun laurel menjadi keluar sepenuhnya.

Rahasia kebuli original autentik

Jika dimakan utuh, daun laurel memiliki rasa pahit yang tajam. Seperti banyak rempah-rempah lain, aroma daun laurel justru lebih kuat dibandingkan rasanya. Saat daunnya dikeringkan, aromanya herbal, sedikit bunga, dan agak mirip dengan oregano dan thyme. Terdapat komponen minyak esensial dari daun laurel yang disebut Myrcene. Ini yang digunakan untuk membuat wewangian. Daun ini juga mengandung eugenol yang memiliki banyak fungsi dan manfaat.

Tanaman laurel merupakan sumber dari beberapa rempah populer dan salah satu bumbu yang digunakan dalam berbagai resep, terutama di antara masakan Mediterania. Tak kalah umum juga, daun aromatik ini ditambahkan secara utuh ke saus pasta Italia. Daun laurel biasanya dikeluarkan dari piring sebelum disajikan, kecuali digunakan sebagai hiasan sederhana. Daun laurel utuh memiliki umur simpan yang lama sekitar satu tahun, di bawah suhu ruangan dan kelembaban normal. Daun laurel utuh digunakan secara eksklusif sebagai agen penyedap rasa selama tahap persiapan makanan.

Sementara itu, bubuk daun laurel dapat juga digunakan sebagai cara yang lebih praktis, untuk ditambahkan dalam sup, kaldu, minuman herbal, dan masih banyak lagi.  Dikarenakan fungsinya sebagai rempah-rempah, maka daun laurel kerap dijadikan bahan dasar untuk melengkapi bumbu dasar. Nah, salah satu vendor yang kerap menggunakan daun laurel ialah Cairo Food. Sebenarnya, apa sih alasan Cairo Food menggunakan daun laurel hampir di semua produknya? Simak penjelasannya sebagai berikut.

Menyedapkan Rasa

Penggunaan daun laurel pada hampir semua bumbu Cairo Food, ditujukan untuk menyedapkan rasa bumbu. Daun laurel memberikan rasa dan aroma yang khas untuk berbagai jenis hidangan. Aromanya sedikit seperti teh atau mentol, yang membantu memberikan rasa hangat pada berbagai menu makanan, baik makanan yang direbus, tumis, sup, semur, kari, panggang dan lain-lain.

Jika anda mencium aroma daun laurel kering, anda mungkin tidak mendapatkan aroma sekuat kemangi atau thyme kering. Namun bukan berarti tidak ada rasa apapun yang membuat daun laurel disukai. Ketika daun laurel dimasukkan ke dalam air, kaldu, atau cairan masak lainnya, rasa yang keluar hampir seperti mint atau mentol, dengan sedikit rasa lada hitam dan pinus.

Daun laurel menambahkan kepahitan halus yang membuat sup dan semur dapat menetralisir rasa makanan yang terlalu berat. Jika rasa cabai dan rempah pedas lainnya cukup menonjol, rasa daun laurel tersembunyi pada rasa makanan dan akan sangat berbeda jika tidak menggunakan daun ini. Secara khusus, penggunaan daun laurel pada produk Cairo Food menyatu dengan bumbu lainnya. Sehingga tidak seperti penggunaan daun laurel utuh yang langsung pada masakan, yang akan dibuang setelah makanan hendak disajikan—karena tekstur daunnya yang tidak bisa dimakan.

Bisa Membasmi Hama

Manfaat praktis penggunaan daun laurel pada produk bumbu dikarenakan daun ini bisa membasmi hama. Daun laurel digunakan dalam masakan karena rasa dan aromanya yang kuat sehingga membuat makanan semakin lezat. Akan tetapi, hama justru membenci aroma tersebut. Sehingga daun laurel secara alami dikenal sebagai pengusir hama yang efektif.

Anda bisa menggunakan daun laurel untuk mengusir beragam hama yang merusak produk, baik itu lalat, kutu, earwigs dan bahkan kecoa. Tidak masalah jika anda menggunakan daun laurel kering maupun yang segar, karena pada dasarnya daun ini secara alami tidak toleran dengan berbagai jenis hama. Inilah yang menjadi rahasia kenapa semua produk Cairo Food dipastikan bebas dari hama apapun dan selalu fresh saat digunakan.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Cocok Dengan Beragam Makanan Khas

Alasan berikutnya kenapa Cairo Food menggunakan daun laurel pada hampir semua produknya, adalah rasanya yang universal. Sedikit berbeda dengan garam masala yang memberikan sensasi makanan terasa khas India, daun laurel justru lebih mudah menyatu dengan rasa makanan dari berbagai negara. Tidak hanya makanan khas Mediterania, daun laurel juga cocok untuk makanan khas dari Eropa, Asia, Timur Tengah, maupun masakan Amerika. Hal ini disebabkan rasa daun laurel mendekati semua jenis makanan dan cukup netral bersama bahan-bahan lain.

Tips Penggunaan Daun Laurel

Gunakan daun laurel untuk memberikan rasa yang bersahaja pada sup, semur, dan saus. Seperti metode slow-cooked lainnya, merebus adalah cara yang baik untuk memaksimalkan rasa daun laurel yang sedikit pahit pada makanan atau minuman. Kunci untuk mengeluarkan aromanya terletak pada kelembapan yang melimpah, yang berfungsi sebagai dasar untuk infus aromatik.

masakan negara apapun cairo food bumbunya

Anda dapat menggunakan daun laurel baik yang segar maupun yang kering ke dalam campuran makanan apa pun yang anda sukai. Namun, daun ini sudah terbukti dan paling sering diaplikasikan untuk melezatkan hidangan utama seperti marinara, béchamel, dan kari.

Gunakan Dalam Jumlah Yang Tepat

Gunakan daun laurel dalam jumlah yang tepat untuk menghasilkan makanan yang sempurna. Biasanya untuk makanan berkuah, daun laurel akan digunakan maksimal 2-3 helai untuk menambah rasa dan aroma. Sementara untuk produk Cairo Food, daun laurel yang digunakan berupa bubuk dengan komposisi yang sangat sedikit, yakni kurang dari atau maksimal sekitar 1% dari total bumbu yang digunakan. Jika digunakan berlebihan, maka rasa daun laurel akan mendominasi rasa makanan, terasa pahit dan hal ini justru mengurangi cita rasa makanan tersebut.

Rempah Dan Bahan Yang Cocok

Daun laurel paling cocok dikombinasikan dengan rempah-rempah seperti mastic gum, kapulaga, kayu manis, allspice, basil, kapulaga, cabai, cengkeh, adas, bawang-bawangan, lemon, jeruk, marjoram, dan oregano. Rempah-rempah tersebut bisa seimbang dengan rasa daun laurel yang cukup herbal.

Rempah Dan Bahan Yang Kurang Cocok

Rasa yang ditawarkan dari daun laurel sedikit terasa pahit, sehingga daun ini kurang cocok dengan makanan yang manis atau yang mengandung gula.  Selain itu, daun laurel juga kurang cocok dengan biji pala, rosemary dan paprika. Alasannya, rempah-rempah tersebut masih membutuhkan banyak rempah lain agar rasanya bisa cocok dengan daun laurel dan tidak bisa digunakan secara tunggal.

Namun anda tidak perlu khawatir dengan daun laurel yang digunakan pada produk Cairo Food, karena sudah diracik dengan berbagai rempah lain hingga menghasilkan bumbu makanan yang lezat. Daun laurel tersebut komposisinya disesuaikan dengan jenis rempah lain, sehingga aroma dan rasanya tetap ada, namun tidak mendominasi rasa rempah lainnya.

masak 35 porsi nasi kabsa

Leave a Reply

Your email address will not be published.