Apa Bedanya Bumbu dengan Rempah?

Bumbu dan rempah sering dianggap sama, sehingga, sulit bagi orang awam untuk membedakannya. Bahkan tak jarang orang yang keliru dalam mengartikan kedua istilah ini. Bumbu dan rempah sama-sama hasil dari kekayaan alam yang biasa digunakan sebagai penyedap dan penambah kelezatan bagi masakan, namun bumbu dan rempah juga dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan obat tradisional dan juga jamu. Meskipun bumbu dan rempah memiliki fungsi yang serupa, yaitu menjadikan rasa masakan lebih kaya, namun ternyata hasil dari kekayaan alam ini memiliki beberapa perbedaan.

Bumbu

Bumbu atau dalam Bahasa Inggris “herb” merupakan tanaman yang digunakan sebagai penyedap, memberikan rasa serta aroma pada masakan. Bumbu berasal dari tanaman aromatik yang cenderung segar dan basah, serta biasanya tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jika sebuah masakan tidak mengandung bumbu di dalamnya, tentulah rasanya akan hambar dan menjadi tidak sempurna. Oleh sebab itu, bumbu merupakan komponen terpenting yang menjadi bahan dasar utama pada masakan agar rasa yang dihasilkan memiliki citarasa yang lezat.

Bumbu terbagi menjadi 6, yaitu bumbu yang berasal dari daun, buah, bunga, akar, batang, Dan juga umbi. Bumbu yang paling umum digunakan untuk berbagai masakan seperti bawang merah, bawang putih, merica atau lada, cabai, kencur, jahe, dan lainnya. Bumbu-bumbu ini mudah ditemukan di sekitar kita, sehingga anda akan dengan mudah menghasilkan berbagai masakan yang lezat. Selain untuk bahan dasar sebuah masakan, bumbu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami pembuatan obat atau jamu.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Jenis

Bumbu memiliki dua jenis, yaitu bumbu basah dan bumbu kering. Secara sederhana, bumbu basah merupakan bumbu segar yang tidak melewati proses pengolahan. Bumbu basah atau bumbu segar terdiri dari bawang putih, bawang merah, lengkuas, kunyit, dan lainnya. Bumbu basah ini biasanya tidak dapat bertahan lama karena tidak melalui serangkaian proses pengolahan. Sedangkan bumbu kering merupakan bumbu yang dianggap lebih praktis dan simple karena kita tidak perlu mengolah bumbu-bumbu yang dibutuhkan, cukup dengan mengaplikasikannya saja ke dalam masakan.

Bumbu kering biasanya telah melewati proses pengolahan dan mengandung pengawet agar dapat bertahan lama. Bumbu kering meliputi bubuk bawang putih, bubuk cabai, jintan, bubuk kayu manis, oregano, dan lainnya. Bumbu basah dan bumbu kering memiliki fungsi yang sama untuk masakan. Akan tetapi, agar rasa masakan yang dihasilkan lebih lezat, sebaiknya gunakan bumbu basah karena bumbu ini tidak melalui proses pengolahan serta bahan pengawet, sehingga rasa pada makanan akan terasa lebih alami.

Daya Tahan

Umumnya bumbu basah tidak dapat bertahan lama dan mudah busuk, sehingga bumbu basah harus sesegera mungkin digunakan. Lain halnya dengan bumbu kering, bumbu kering memiliki ketahanan yang lebih lama, sehingga kita dapat menyimpannya sebagai stok di rumah. Agar memudahkan anda untuk menyajikan masakan, selalu sediakan bumbu kering, seperti bumbu soto ayam yang dapat ditemukan dengan mudah.

Kegunaan Pada Masakan

Bumbu memiliki empat jenis bumbu dasar yang telah diracik dan digolongkan berdasarkan warna serta penggunaannya, yaitu bumbu dasar kuning, bumbu dasar putih, bumbu dasar merah, dan bumbu dasar oranye. Bumbu dasar kuning terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, merica, kemiri, dan garam yang dihaluskan secara bersamaan.

Bumbu dasar kuning berguna untuk memasak ayam ungkep, soto, kari ayam, pesmol, pepes, dan acar kuning. Selanjutnya bumbu dasar putih terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, kemiri, gula pasir, dan garam. Bumbu ini digunakan untuk hidangan opor, rawon, bacem, soto, dan lainnya. Untuk bumbu dasar merah digunakan untuk membuat berbagai masakan balado, nasi goreng, sambal goreng, pepes, dan lain-lain.

Bumbu merah terdiri dari cabai merah keriting, cabai merah besar, garam, bawang putih, dan bawang merah, bisa juga ditambahkan terasi dan merica sesuai selera. Terakhir, bumbu dasar oranye digunakan untuk hidangan rendang, gulai, kari, dan juga tumisan. Bumbu dasar oranye terbuat dari bawang merah, bawang putih, kapulaga, jahe, kunyit, ketumbar, jintan, serta adas manis.

Cara Menggunakan Pada Masakan

Menggunakan bumbu mempunyai caranya masing-masing sesuai dengan jenis hidangan apa yang dimasak. Bumbu harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk aneka tumisan, bumbu dicacah kasar atau diiris tipis. Sedangkan untuk hidangan berkuah, bumbu bisa dihaluskan terlebih dahulu.

Rempah-rempah

Rempah-rempah atau spices merupakan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bumbu, pengawet, penguat rasa, serta pengharum masakan. Rempah biasanya memiliki aroma yang kuat, serta memiliki tekstur cenderung kering yang dapat bertahan lama dibandingkan dengan bumbu. Rempah-rempah harus diletakkan di dalam wadah yang kedap udara serta jauh dari cahaya agar lebih awet.

Rempah berasal dari daun, umbi, batang, kulit kayu, akar, biji, bunga, rimpang (rhizome) atau bagian tumbuhan lainnya. Ketumbar, biji adas, dan jinten merupakan contoh rempah yang berasal dari biji tanaman. Sedangkan daun yang dimanfaatkan sebagai rempah yaitu seledri, daun salam, daun pandan, dan daun jeruk. Lalu untuk bagian rempah yang berbahan baku rimpang yakni diambil dari temulawak, lengkuas, kapulaga, kunyit, dan juga jahe.

Penggunaan rempah-rempah pada masakan tak kalah pentingnya dengan bumbu, yakni sama-sama berfungsi sebagai penyedap serta penguat rasa pada masakan hingga menghasilkan rasa yang khas dan lezat. Selain digunakan untuk penguat rasa pada masakan, rempah juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami, pengawet makanan, dan juga obat.

Jenis

Rempah tidak sama dengan bumbu yang memiliki dua jenis. Rempah jarang dijual dalam bentuk basah, biasanya rempah dijual dalam bentuk kering yang telah melalui proses pengolahan hingga menjadi bubuk, serta hampir tidak memiliki kadar air di dalamnya. Rempah kering sangat memudahkan bagi orang yang menggunakannya karena tidak perlu diolah lagi sebelum digunakan. Jenis dari rempah kering ini seperti cengkeh, ketumbar, adas manis, bunga lawang, kemiri, wijen, pala, dan lain-lain.

Daya Tahan

Kelebihan dari rempah kering ini tentulah dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, namun tetap harus diperhatikan tempat penyimpanannya agar lebih awet, yakni dalam wadah tertutup kedap udara serta tidak tembus cahaya. Karena apabila wadah yang digunakan untuk menaruh rempah tidak tertutup rapat, maka akan membuat rempah kehilangan aroma serta rasa.

Untuk rempah yang dihaluskan atau dalam bentuk bubuk, biasanya memiliki kadaluwarsa 2-3 tahun dari proses pembuatan. Berbeda dengan rempah herbal seperti peterseli, daun salam, oregano, kemangi, ketumbar, dan daun mint yang memiliki kadaluwarsa 1-3 tahun sejak proses pembuatan. Sedangkan untuk rempah utuh yang masih tersegel dengan baik atau belum dibuka, misalnya seperti ketumbar, merica utuh, buah pala, cengkeh, cabai kering utuh, dan biji adas, memiliki masa kadaluwarsa selama 4 tahun.

Kegunaan Pada Masakan

Sehat Dimulai Dari Dapur Anda

Rempah memiliki fungsinya masing-masing untuk tiap masakan, misalnya seperti merica. Merica atau lada merupakan rempah yang sangat sering digunakan sebagai penguat rasa dalam setiap masakan. Rempah ini menciptakan sensasi pedas serta hangat pada makanan. Merica biasa digunakan untuk makanan yang berbahan daging, sayuran, atau ikan. Merica juga bisa digunakan sebagai bahan marinasi berbagai daging, mulai dari ikan, ayam, dan lainnya.

Lalu rempah seperti pala dapat dimanfaatkan sebagai penguat rasa pada masakan yang agak pedas dan menghangatkan. Aroma yang manis dan harum pada pala diklaim mampu memberikan efek hangat pada tubuh. Masakan yang biasanya menggunakan biji pala yakni berbagai masakan dari Timur Tengah, kari, gulai, dan semur daging.

Cara Menggunakan Pada Masakan

Terdapat setidaknya 3 cara untuk menggunakan rempah pada masakan. Misalnya seperti rempah yang dicampurkan dan dihaluskan bersamaan dengan bumbu. Seperti penggunaan kemiri yang dihaluskan dengan bumbu lainnya untuk membuat opor. Lalu, menambahkan rempah ke dalam masakan secara terpisah dengan bumbu. Sebagai contoh kayu manis yang dicelupkan ke dalam hidangan berkuah seperti kuah bubur kacang hijau. Cara terakhir yaitu dengan menaburkan rempah di atas makanan yang siap dihidangkan, dengan catatan rempah berbentuk bubuk, seperti lada hitam untuk pasta.

Itulah sederet perbedaan antara bumbu dan rempah. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu anda agar tidak salah mengartikan kedua bahan penting bagi hidangan makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *