9 Efek Samping Cengkeh

Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan jenis tanaman kuncup bunga kering yang berasal dari keluarga pohon Myrtacea, yang termasuk dalam tanaman rempah asli Indonesia, berasal dari Kepulauan Maluku. Cengkeh banyak ditanam di Indonesia dan Madagaskar, lalu dibudidayakan secara luas di Sri Lanka, India, dan Zanzibar.

Tanaman cengkeh dapat tumbuh di ketinggian 200 hingga 900 meter di atas permukaan laut. Tinggi dari tanaman ini sekitar 5-10 meter. Cengkeh dapat bertahan hidup hingga ratusan tahun. Warna dari bunga cengkeh adalah keungu-unguan saat masih muda, lalu berubah menjadi kuning kehijauan, lalu saat sudah tua, bunganya berubah warna menjadi merah muda.

Tanaman ini memiliki banyak kandungan minyak atsiri di setiap bagian pohonnya, oleh sebab itu, cengkeh memiliki aroma serta sifat yang khas. Cengkeh memiliki banyak kandungan eugenol yang mencapai 78-95%, minyak atsiri pada bunga cengkeh mencapai 21,3%. Senyawa eugenol pada cengkeh memiliki sifat stimulan, antiviral, antimikroba, antiseptik, antiinflamasi, analgesik, dan lainnya. kandungan dalam cengkeh inilah yang kerap dimanfaatkan dalam industri farmasi.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Cengkeh memiliki beragam manfaat, tidak hanya dalam dunia pangan atau pengobatan, tetapi juga dalam indsutri rokok, bahan pembuatan minyak atsiri, dan sebagai bahan baku parfum dan kosmetik. Sebagai bumbu masakan, cengkeh kerap digunakan untuk membuat berbagai masakan berkuah, seperti semur, kari, dan gulai. Selanjutnya, dalam pembuatan kue kering seperti nastar, cengkeh juga bisa digunakan.

Selain itu, cengkeh seringkali dijadikan infused water atau seduhan minuman hangat tradisional. Air rebusan cengkeh mengandung energi sebanyak 21 kalori, satu gram serat, dan satu gram karbohidrat. Tak hanya itu, dalam satu sendok teh cengkeh, mampu memenuhi kebutuhan vitamin C, vitamin E, vitamin K, serta kalsium dan magnesium.

Manfaat yang ditawarkan cengkeh untuk kesehatan tubuh lainnya antara lain seperti mengatasi sakit gigi, meningkatkan kesehatan hati, meningkatkan kesehatan tulang, meredakan sakit maag, melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, mengurangi nyeri pada tubuh, mengurangi rasa mual, mengatasi masalah jerawat, hingga mencegah penyakit degeneratif.

Meski memiliki banyak sekali manfaat untuk keberlangsungan hidup, faktanya cengkeh memiliki beberapa efek samping apabila tidak dikonsumsi dengan tepat. Berikut beberapa efek samping dari cengkeh.

Menimbulkan Reaksi Alergi

Cengkeh beresiko menimbulkan reaksi alergi jika dikonsumsi secara berlebihan. Reaksi alergi merupakan respons tubuh terhadap zat tertentu yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan, atau bisa disebut dengan zat alergen. Umumnya gejala alergi yang ditimbulkan meliputi ruam, sakit perut, bersin, hidung gatal, hingga mual dan muntah. Akan tetapi, tiap orang bisa mengalami gejala alergi yang berbeda. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi cengkeh.

Menurunkan Kadar Gula Darah

Cengkeh memang memiliki manfaat untuk mengontrol gula darah agar tetap stabil. Namun, konsumsi cengkeh juga harus diperhatikan, karena apabila dikonsumsi sembarangan, cengkeh dapat menyebabkan kadar gula darah anda menurun secara drastis. Hal ini disebabkan karena cengkeh dapat merangsang fungsi sel penghasil insulin, sehingga terjadi peningkatan terhadap sekresi insulin.

Keracunan

Pasalnya, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Konsumsi cengkeh dengan berlebihan dapat menyebabkan keracunan pada tubuh yang ditandai dengan gejala ringan hingga sedang seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Sedangkan dalam jangka panjang, efek samping dari cengkeh dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan organ tubuh lainnya. Jadi, untuk menghindarinya, konsumsilah cengkeh dalam batas yang wajar.

Iritasi pada Organ Intim

Efek samping dari cengkeh selanjutnya yaitu bisa mengiritasi organ intim. Cengkeh memang digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi masalah ejakulasi dini dengan mengoleskannya ke organ intim pria. Namun, pada beberapa orang yang memiliki kulit sensitive terhadap minyak cengkeh, mungkin saja mengalami iritasi pada organ intim. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan dahulu pada ahli professional agar tidak terjadi iritasi.

Menimbulkan Masalah pada Organ Hati

Apabila mengonsumsi cengkeh secara berlebihan, maka zat yang masuk pada tubuh akan berlebihan pula. Sejumlah zat yang berlebihan disaring dan dicerna oleh sistem pencernaan, termasuk organ hati. Jika zat yang masuk melebihi batas kemampuan yang dapat dicerna oleh tubuh, maka akan memperberat kinerja organ hati untuk mengeluarkannya dari tubuh.

Sebagai akibatnya, fungsi dari organ hati akan terganggu dan menimbulkan masalah lainnya seperti sakit perut, mual, warna urine menjadi gelap, feses yang seperti tanah liat, hingga menyebabkan sakit kuning. Bahaya tersebut mungkit tidak selalu terjadi, namun ada baiknya dilakukan upaya pencegahan agar tidak menimbulkan masalah serius.

Meningkatkan Pendarahan

Efek samping lainnya yaitu meningkatkan pendarahan. Cengkeh dikenal khasiatnya untuk memperlambat pembekuan darah. Akan tetapi, menurut sebuah penelitian, kandungan eugenol pada cengkeh ini justru bisa mengakibatkan pendarahan bagi penderita gangguan darah, seperti hemofilia. Kandungan eugenol ini juga dapat menimbulkan pendarahan, baik itu selama operasi, maupun setelah operasi. Maka dari itu, bagi orang yang akan menjalani operasi, sebaiknya hindari penggunaan cengkeh setidaknya dua minggu sebelum jadwal operasi.

Kulit Menjadi Sensitif

Cengkeh dapat diolah menjadi minyak cengkeh. Akan tetapi, minyak cengkeh yang tidak diencerkan seperti ekstrak rempah-rempah yang tidak melalui proses pengolahan, dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif. Hal ini juga mengakibatkan kulit mengalami ruam, iritasi, luka bakar, dermatitis kontak, hingga yang lebih parah dapat menjadi penyebab rusaknya sel-sel kulit.

Menyebabkan Sensitivitas pada Mulut

Terlalu banyak mengonsumsi cengkeh dapat menyebabkan selaput lendir di bagian dalam mulut menjadi radang. Dalam penelitian menunjukkan konsumsi cengkeh secara berlebihan memicu kerusakan besar pada gusi, gigi, jaringan gigi, pulpa gigi, dan lain-lain. Selain itu, konsumsi cengkeh melebihi batas wajar dapat menyebabkan sakit di bibir dan gusi berlubang.

Kehilangan Sensasi Rasa

Cengkeh memiliki banyak kandungan eugenol, yang bisa berubah menjadi zat mati rasa. Selain itu, minyak yang telah diekstrak dari cengkeh dapat mengakibatkan hilangnya sensasi rasa saat dioleskan ke kulit secara berulang. Maka dari itu, selalu perhatikan penggunaan cengkeh secara berulang.

Hal yang Harus Diperhatikan

Anak-anak tidak dianjurkan untuk mengonsumsi cengkeh. Hal ini disebabkan oleh efek samping cengkeh sangat berbahaya apabila dikonsumsi pada anak, seperti menyebabkan kejang, kerusakan pada hati, dan ketidakseimbangan cairan tubuh. Cengkeh juga disarankan tidak dikonsumsi secara berlebihan pada ibu hamil dan ibu menyusui, karena belum ada penelitian yang membuktikan keamanannya bagi tubuh.

Anjuran Konsumsi Cengkeh

Dari indonesia untuk dunia

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah mengenai anjuran yang disarankan untuk mengonsumsi cengkeh. Kalaupun ada, anjurannya akan berbeda-beda tergantung pada usia serta kondisi kesehatan seseorang. Meskipun memiliki efek samping yang harus diwaspadai, cengkeh tetap merupakan tanaman yang sangat berguna di berbagai sektor. Cengkeh akan sangat bermanfaat bagi tubuh apabila mengonsumsinya dalam batas wajar, karena segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.

Hal yang perlu dipahami adalah tidak semua produk alami tergolong aman. Maka dari itu, berhati-hatilah dalam mengkonsumsi apapun termasuk cengkeh. Bahkan apabila anda mengkhawatirkan efek samping yang akan ditimbulkan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Itulah 9 efek samping cengkeh yang perlu anda ketahui agar anda dapat membatasi jumlah konsumsi cengkeh, Sehingga anda pun akan mendapatkan manfaatnya.

Anda dapat membaca artikel lainnya terkait manfaat cengkeh di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *