8 Bahan Berbahaya Ini Sudah Dilarang Beredar Di Eropa

Bahan-bahan tambahan pangan yang digunakan di setiap negara biasanya mengikuti regulasi pemerintah setempat. Setiap negara atau komunitas internasional memiliki panduan tersendiri, termasuk di Eropa. Di benua biru ini, terdapat beberapa bahan berbahaya yang digunakan untuk produksi pangan, sehingga sudah dilarang beredar di Eropa khususnya negara-negara anggota Uni Eropa.

Uni Eropa sebagai organisasi supranasional di wilayah ini melindungi warganya dengan menerapkan aturan keamanan pangan yang ketat. Sehingga bahan-bahan ilegal di negara-negara Eropa masih mungkin ditemukan di negara lain bahkan masih banyak dikonsumsi, termasuk di Asia dan Amerika Serikat.

Rahasia kebuli original autentik

Misalnya, peraturan di Uni Eropa melarang penggunaan berbagai obat dan hormon yang diberikan kepada hewan ternak untuk mendorong pertumbuhan atau meningkatkan produksi susu, namun bahan tersebut diizinkan di Amerika Serikat. Begitu juga dengan bahan pangan untuk manusia yang dilarang beredar dan dikonsumsi di Eropa, justru sebagian besar masih dianggap aman oleh Food and Drug Administration (FDA) di bawah naungan Amerikat Serikat.

Titanium Dioksida

Titanium dioksida merupakan bubuk halus putih yang digunakan untuk krimer, saus, sup, olesan sandwich, permen, tabir surya dan pasta gigi. Penggunaannya untuk tujuan memperkuat warna makanan dan mengawetkan makanan. Namun di Eropa bahan ini sudah dilarang beredar karena jika dikonsumsi terus menerus akan menumpuk di tubuh akibat tidak dieksresikan dengan baik.

Aditif telah terbukti genotoksik atau genotoksisitas yang mengacu pada kemampuan zat kimia untuk merusak DNA, yang merupakan materi genetik di semua sel, sekaligus dapat menyebabkan efek karsinogenik atau kanker. Pada 6 Mei 2021, European Food Safety Authority (EFSA) mengeluarkan pernyataan bahwa titanium dioksida tidak lagi aman digunakan sebagai bahan tambahan makanan.

Kalium Bromat

Aditif ini digunakan dalam tepung putih, roti, dan roti gulung untuk meningkatkan volume roti dan memberikan struktur yang halus (elastis). Sementara itu, sejak awal 1990 Inggris dan Uni Eropa sudah melarang kalium bromat untuk digunakan pada makanan. Sebagai informasi bahan ini juga masuk daftar bahan tambahan pangan yang dilarang oleh BPOM yang juga melampirkan banyak bahan berbahaya.

Kebanyakan bromat cepat rusak untuk membentuk bromida, yang sampai tahap ini masih tidak berbahaya. Namun, bromat telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan, dan sejumlah kecil bahan kimia mungkin tertinggal dalam roti yang berpotensi menjadi resiko kesehatan bagi konsumen. Dahulu produk yang masih menggunakan kalium bromat harus menuliskan pada label produk jika pangan tersebut mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, cacat lahir, atau gangguan reproduksi lainnya. Kalium bromat telah dilarang di sebagian besar negara di seluruh dunia kecuali Jepang dan Amerika Serikat.

Brominated Vegetable Oil (BVO)

Brominated vegetable Oil atau minyak sayur brominasi (BVO) biasanya digunakan untuk membuat minuman bersoda dan minuman berenergi. Kegunaannya untuk menguatkan rasa dan mencegah rasa tidak mengambang ke permukaan minuman. Meskipun masih sedikit penelitian yang membahas BVO, tetapi para ilmuwan khawatir bahwa ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, BVO dapat menumpuk di jaringan lemak dan menyebabkan gangguan saraf. Dalam sebuah studi tabung, sampel yang mengonsumsi BVO dalam jumlah besar menunjukkan kerusakan reproduksi yang signifikan.

Azodikarbonamida

Bahan pangan ini biasanya ditemukan dalam roti, makanan beku, campuran pasta dan produk panggang yang dikemas. Bahan ini digunakan sebagai pemutih dan pembentuk tekstur adonan. Menurut Center for Science in the Public Interest (CSPI), terdapat dua senyawa kimia yang berpotensi berisiko terbentuk saat azodicarbonamide dipanggang.

Salah satunya, senyawa semicarbazide, yang tidak menimbulkan resiko bagi manusia, tetapi senyawa penguraian kedua, yakni urethane dikenal sebagai karsinogen atau menyebabkan kanker. Azodikarbonamida juga terkait dengan asma dan penyakit pernapasan. Lebih lanjut, karena bahan ini memang digunakan juga untuk membuat plastik, maka Uni Eropa melarangnya digunakan dalam wadah yang akan bersentuhan dengan makanan.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Butylated Hydroxyanisole (BHA) dan Butylated Hydroxytoluene (BHT)

BHA dan BHT merupakan bahan untuk mengawetkan makanan yang mengandung minyak atau lemak, agar makanan tidak beraroma tengik. Anda bisa menemukannya pada permen karet, sereal, minyak sayur, mentega, dan bir. Namun kini BHA dan BHT sudah dilarang di Inggris dan di seluruh Eropa, berkat penelitian yang menunjukkan bahan ini bisa dikaitkan dengan kanker.

Setelah banyak penelitian telah disimpulkan bahwa BHA dan BHT harus diklasifikasikan dalam kategori “bukti yang cukup untuk menyebut karsinogenisitas”, sesuai kriteria Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC). Selain itu bahan ini, mungkin menyebabkan efek perkembangan dan perubahan tiroid. Meski demikian masih banyak negara non Eropa yang tetap menggunakan bahan BHA dan BHT, karena dinilai belum diteliti langsung pada manusia.

Color Dyes (Kuning No. 5, No. 6, Merah No. 40)

Bahan pewarna sintetis atau Color Dyes khususnya kuning No.5 dan No.6 serta merah No.40. Bahan ini sering digunakan untuk menciptakan kesan bahwa makanan tersebut mengandung buah atau sayuran asli meskipun sebenarnya tidak. Biasanya digunakan pada campuran kue, permen, soda, dan minuman olahraga. Di Eropa bahan ini sudah dilarang digunakan karena berdampak pada hiperaktif dan perubahan perilaku pada anak-anak. Sebaliknya, masih ada beberapa bahan pewarna yang legal di Eropa namun dengan label khusus, sehingga konsumen tidak perlu khawatir dengan produk tersebut.

Recombinant Bovine Growth Hormone (rBGH)

Recombinant Bovine Growth Hormone atau bisa diartikan Hormon Pertumbuhan Sapi Rekombinan (rBGH) adalah hormon pertumbuhan yang disuntikkan ke sapi agar meningkatkan produksi susu. Tentu saja produk jadinya dapat ditemukan pada susu dan yogurt yang dijual bebas. Hormon rBGH ini dilarang di Uni Eropa, Kanada, dan Jepang. rBGH dapat menyebabkan banyak kondisi medis buruk pada sapi, yang mengarah pada peningkatan penggunaan antibiotik.

masakan negara apapun cairo food bumbunya

Jika penggunaan rBGH pada sapi semakin banyak, maka akan lebih banyak antibiotik dalam produk susu. Ini juga dikenal untuk meningkatkan Insulin-like growth factor (IGF), yakni hormon yang terkait dengan kanker payudara, usus besar dan prostat. Oleh sebabnya, negara-negara Eropa melabeli susu dan yogurt dengan label “rBGH-free milk” or “rBST-free milk” untuk menunjukkan komposisinya yang bebas dari hormon pertumbuhan.

Ractopamine

Ractopamine merupakan bahan tambahan untuk pakan hewan. Bahan-bahan ini digunakan oleh banyak produk di AS seperti merek Paylean untuk babi, Optaflexx untuk sapi dan Topmax untuk kalkun. Oleh sebabnya, bahan pangan yang mengandung zat ini termasuk daging babi, sapi dan daging kalkun. Tujuan penggunaannya untuk meningkatkan otot tanpa lemak pada daging hewan.

Akan tetapi Otoritas Keamanan Makanan Eropa sudah melarang penggunaan ractopamine karena aditif ini dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular pada manusia maupun hewan. Hal ini ditemukan melalui penelitian tahun 2009 yang membuktikan adanya peningkatan detak jantung dan sensasi jantung berdebar pasca mengonsumsi zat ini.

Nah, harus diakui bahwa negara-negara di Eropa sangat selektif memilih bahan yang digunakan untuk industri yang berhubungan langsung dengan manusia. Bahkan untuk bahan yang masih dalam tahap penelitian lab dan penelitian pada hewan, sudah cukup membuat Uni Eropa melarang penggunaannya pada pangan.

Dengan demikian, tak heran jika warga Eropa menerapkan prinsip bahwa sangat penting untuk membaca label produk ketika anda membeli sesuatu. Setelah mengetahui bahan-bahan berbahaya dalam produk pangan sehari-hari, pasti anda akan mengurangi konsumsi produk tersebut.

masak 3 kg ayam tikka

Leave a Reply

Your email address will not be published.