12 Jenis Makanan Pemicu Darah Tinggi

12 jenis makanan pemicu darah tinggi
12 jenis makanan pemicu darah tinggi

Tahukan kamu? bahwa ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu darah tinggi. Yakni suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal atau yang biasa disebut dengan Hipertensi. Hal ini tentu dapat membahayakan kesehatan, karena tekanan darah yang tidak normal di dalam arteri dapat menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma (pelebaran pembuluh darah), gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal.

Sayangnya penyakit ini sulit disadari karena tidak memiliki gejala yang khusus. Namun, ada beberapa hal yang setidaknya dapat dijadikan indikator, karna melibatkan beberapa kondisi fisik. Seperti pusing, sakit kepala, sering gelisah, wajah merah, tengkuk terasa pegal, mudah marah, susah tidur, sesak napas, mudah lelah, mata berkunang-kunang dan mimisan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah yang tinggi, salah satunya berasal dari makanan. Makanan apakah saja kah yang dapat memicu tingginya tekanan darah? Simak penjelasan di bawah ini, agar dapat kamu terapkan dikehidupan sehari hari untuk mencegah atau menyembuhkan tekanan darah tinggi.

MAKANAN YANG DAPAT MENYEBABKAN MENINGKATNYA TEKANAN DARAH

GARAM

garam

Mengonsumsi garam terlalu banyak bisa menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk hipertensi. Hal ini dikarenakan kandungan natrium di dalam garam cukup tinggi. Sehingga mengonsumsinya secara berlebih dapat membuat kadar natrium didalam tubuh menjadi berlebih, dan bisa merusak keseimbangan di dalam tubuh. Padahal, keseimbangan ini diperlukan oleh ginjal untuk membuang cairan berlebih dari dalam tubuh. Jika Natrium ini berlebih, akan mengakibatkan ginjal tidak mampu untuk membuang sisa cairan sehingga terjadi retensi (penumpukan) cairan di dalam tubuh yang akan diikuti dengan naiknya tekanan darah.

Memang tidak semua orang akan mengalami hipertensi hanya karna mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi. Namun, bagi yang memiliki keturunan hipertensi, obesitas, atau lansia, biasanya sangat sensitif terhadap garam sehingga makanan yang mengandung banyak garam dapat menjadi penyebab darah tinggi bagi mereka.

Sebab itu, kita dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam. Sesuai dengan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji Anjuran Konsumsi garam adalah 2000 mg atau 5 gram yang setara dengan 1 sendok teh (sdt) per hari.

MAKANAN KALENG

makanan kaleng

Selain garam makanan kaleng juga dapat memicu Hipertensi. Pasalnya, jenis makanan yang berada dalam makanan kaleng juga mengandung garam dalam jumlah yang tinggi. Di dalam 8 ons atau 227 gram makanan kemasan, terdapat sekitar 500 – 1.570 mg natrium. Penggunaan natrium di dalam jenis makanan tersebut bukan untuk meningkatkan rasa, tetapi sebagai pengawet agar makanan lebih tahan lama.

Memang natrium dikenal memiliki beberapa kegunaan di dalam makanan, seperti untuk meningkatkan rasa, mengawetkan, mengentalkan, mempertahankan kelembaban, atau membuat daging lebih empuk. Namun selain natrium, beberapa makanan kemasan pun bisa saja mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang justru akan memperburuk kandungan gizinya.

MAKANAN CEPAT SAJI

makanan cepat saji

Jika kamu gemar mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food, sebaiknya batasi dari sekarang. Sebab, makanan cepat saji, seperti pizza, ayam goreng, burger, kentang goreng, dan lainnya, mengandung natrium atau garam serta lemak jahat, yaitu lemak trans dan lemak jenuh, yang tinggi sehingga bisa menjadi pemicu darah tinggi.

Sebagai contoh, dalam 100 gram pizza dengan toping keju dan daging olahan mengandung 556 mg natrium serta 3.825 mg lemak jenuh. Kandungan natrium dan lemak jahat ini didapat dari makanan olahan yang umum digunakan dalam makanan cepat saji, seperti daging olahan, keju, acar, roti, kentang goreng beku, dan lainnya. Yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan lemak di pembuluh darah arteri.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung koroner. Selain lemak dan kolesterol jahat, makanan cepat saji juga mengandung kalori yang tinggi. Adapun kalori yang berlebih dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas, yang merupakan penyebab hipertensi lainnya.

Kopi

kopi

Kafein adalah salah satu kandungan yang terdapat di dalam kopi. Kafein sendiri adalah bagian dari stimulan yang dapat meningkatkan aktivitas pada sistem saraf pusat sehingga kita merasa lebih sadar, fokus, dan waspada. Namun, peningkatan aktivitas ini juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang mungkin meningkatkan tekanan darah dan mengubah suplai darah ke jantung. Penyebabnya adalah, kafein menghalangi adenosin, hormon yang bertugas menjaga agar pembuluh darah tetap lebar.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, batas aman konsumsi kopi per hari adalah tidak lebih dari enam cangkir. Karna jika berlebihan kopi dapat membuat kita merasakan gejala-gejala seperti migrain, insomnia, mudah marah, detak jantung yang cepat, tremor otot, dan sulit mengontrol rasa ingin buang air kecil.

Alkohol

alkohol

Alkohol dapat memicu meningkatnya tekanan darah pada pada seseorang atau memperburuk gejala yang sudah ada. Pasalnya, alkohol dapat mempersempit pembuluh darah, yang dapat berujung pada kerusakan pembuluh darah dan organ dalam tubuh. Bahkan pada orang yang sebelumnya menderita hipertensi, kenaikan tekanan darah ini bisa meningkatkan risiko gagal jantung atau stroke.

Daging Merah

daging merah

Ada banyak jenis daging merah, seperti misalnya, daging sapi, kambing dan domba. Namun sayangnya daging merah memiliki kandungan kolesterol cukup tinggi. Kandungan kolesterol itulah yang dapat memicu tekanan darah tinggi meningkat. selain itu, daging merah juga memiliki kandungan lemak trigliserida yang termasuk dalam kolesterol jahat. Semakin tinggi kolesterol jahat di dalam tubuh, maka akan semakin tinggi risiko terserang darah tinggi.

Pasalnya, kolesterol jahat akan menumpuk di dalam tubuh, terlebih pada pembuluh darah. Kolesterol tersebut akan membentuk plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan mengeras. Dengan begitu, jantung harus bekerja ekstra dan menyebabkan pasokan darah ke seluruh tubuh berkurang.

Mie Instan

mie instan

Rasa lezat yang sering kita dapatkan dari mie instan berasal dari kandungan mono sodium glutamate (MSG) yang banyak terdapat dalam bumbu mi instan. Bahkan, tiap kemasan mie instan rata-rata mengandung 14gr lemak dan 500-1000mg sodium. Kandungan sodium dalam MSG inilah yang menjadi salah satu faktor yang dapat memicu hipertensi jika dikonsumsi terlalu sering.

Frozen Food

frozen food

Selain mie instan, frozen food juga mengandung sodium yang cukup tinggi, yaitu 700-1800 mg. Oleh karena itu, mengonsumsi terlalu banyak frozen food bisa berisiko meningkatkan tekanan darah dan berujung pada hipertensi alias darah tinggi. Belum lagi frozen food juga tinggi akan lemak, yang mana jika terlalu sering dikonsumsi dapat menyebabkan obesitas, dan memicu berbagai penyakit lain. Dan biasnya, frozen food juga diolah dengan cara digoreng. Hal ini tentu akan meningkatkan kandungan lemak jahat, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Minuman Bersoda

minuman bersoda

Dalam minuman bersoda, biasanya terdapat gula tambahan dalam bentuk fruktosa. Menurut analisa yang dipublikasikan National Library of Medicine, tambahan fruktosa lebih berisiko menaikkan tekanan darah, jantung, dan stroke dibanding garam tambahan. Dan produk yang paling banyak mengandung fruktosa adalah minuman kemasan dan soda. Dalam satu kaleng soda umumnya mengandung lebih dari 9 sendok teh gula atau total 39 gram, yang bahkan melebihi jumlah maksimal anjuran gula tambahan per hari.

Margarin/Butter

butter serta margarin

Dalam pembuatan makanan, kue ataupun roti kita sering kali menggunakan Margarin ataupun Butter. Keduanya mengandung garam dan lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga bisa meningkatkan tingkat kolesterol LDL dalam tubuh dan mencegah aliran darah normal sehingga bisa memicu hipertensi. Sebab itu, disarankan bagi penderita darah tinggi, untuk mengurangi kedua bahan ini dalam makanan.

Kulit Ayam

kulit ayam

Kulit ayam menjadi makanan favorit bagi sebagaian orang. Bahkan tidak jarang kulit ayam dijadikan sajian terpisah, seperti cemilan. Namun, kita tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi kulit ayam, karna dalam 100 gram kulit ayam yang dipanggang, terkandung sekitar 130 mg kolesterol dengan lemak total sekitar 45 gram. Bila digoreng, tentunya kandungan lemak dan kolesterol di dalamnya akan menjadi lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan risiko terserang darah tinggi.

Ikan Asin

ikan asin

Ikan asin memang dianggap sebagai salah satu makanan tinggi garam yang dapat memicu penyakit berbahaya seperti hipertensi dan stroke. Kandungan garam yang tinggi ini sebenarnya bertujuan untuk mengawetkan ikan asin agar tahan lama untuk disimpan. Tapi metode tersebut memiliki efek samping yang tidak baik untuk kesehatan.

FAKTOR LAIN

Namun selain jenis makanan yang disebutkan diatas, ada beberapa faktor lain yang diduga bisa meningkatkan risiko mengalami darah tinggi, yaitu :

  • Bertambahnya usia.
  • Faktor keturunan
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Jarang berolahraga.
  • Tingkat stres yang tinggi.

12 jenis makanan pemicu darah tinggi

Untuk itu mulai detik ini, terapkan lah pola hidup sehat dengan rutin mengonsumsi makanan alami yang bergizi juga rajin berolahraga, untuk mencegah dan menghindari tekanan darah yang melonjak, serta menjaga kesehatan tubuh mu dari penyakit lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *