Pemanfaatan Buah Zaitun Untuk Makanan

Buah Zaitun

Zaitun dalam bahasa lain disebut oliva (Italia), zaytun (Arab), aceituna (Spanyol), zeytin (Turki), atau saidun (Tamil). Buah Zaitun berasal dari Yunani, Italia, Spanyol, Afrika Utara, dan daerah lain di Eropa Selatan dan Asia Barat. Zaitun merupakan salah satu buah tertua yang pernah diketahui, Zaitun sangat dihargai oleh orang Mesir, Romawi, dan Yunani.

Zaitun adalah buah berbiji, dan ada banyak jenisnya yang bervariasi dalam ukuran, warna, kandungan minyak, dan rasa. Contohnya seperti varian sevillano dari California, manzanillo dari Spanyol, kalamata dari Yunani, liguaria dari Italia, dan nicoise dari Perancis.

Buah Zaitun

Buah Zaitun dipetik pada berbagai tahap kedewasaan. Pada saat mentah, Zaitun masih berbentuk kecil, keras, dan hijau namun ketika Zaitun mulai matang akan berubah menjadi ungu sebelum matang, serta menjadi tebal dan hitam ketika sepenuhnya matang. Setiap jenis Zaitun melewati metode yang berbeda pada saat diproses. Umumnya Air garam digunakan untuk mengasinkan buah zaitun menjadi asinan atau acar.

Buah Zaitun biasanya dijual secara utuh(belum diproses), diasamkan (dalam air garam), dilumatkan sebagai pasta, difermentasi, atau diekstraksi untuk diambil minyaknya. Zaitun mentah sangatlah pahit diawal, namun rasa pahitnya akan berkurang dan memiliki aroma khas setelah beberapa bulan diasinkan. Zaitun hijau dipetik dan direndam dengan larutan alkali sebelum pengawetan, agar menghilangkan kepahitannya.

Di Yunani, zaitun yang sepenuhnya matang atau hitam memiliki rasa yang kuat ketika direndam dengan garam. Acar Zaitun yang berwarna hitam atau hijau adalah tergantung pada kapan mereka dipetik, matang atau belum matang. Biasanya Rempah-rempah ditambahkan ke dalam acar zaitun untuk memberikan rasa.

Zaitun mengandung glikosida, yang disebut oleuropein serta fenol yang menjadi sumber kepahitan. Terdapat kandungan minyak pada Zaitun sekitar 25% hingga 55% yang tergantung pada varietasnya. Minyak Zaitun mengandung asam oleat, asam linoleat, dan asam palmitat, dengan beberapa asam eicosenoic dan asam palmitoleat. Warna hijau pada zaitun disebabkan karena klorofil.

Zaitun merupakan bahan penting dalam masakan Mediterania, terutama zaitun hijau yang digunakan dalam hidangan dingin (atau mentah) seperti salad, roti, dan selai. Zaitun bahkan dimakan sebagai camilan asin. Zaitun biasanya disajikan sebagai tapas atau mezzes disertai dengan keju, roti, kacang-kacangan, atau tomat. Zaitun hitam digunakan di banyak masakan Italia yang dimasak sebagai topping pizza dan saus tomat.

Di Maroko dan Tunisia, zaitun dimasak dengan lemon, ayam, dan rempah-rempah dengan tagin(mangkuk yang terbuat dari tanah liat). Di Meksiko, zaitun dicincang dan dikombinasikan dengan daging giling dan rempah-rempah untuk picadillo. Di wilayah Veracruz, Zaitun dipakai untuk memberikan rasa asam pada hidangan kakap merah.

Minyak Zaitun

Minyak zaitun memilii aroma wangi yang halus, tergantung pada tahap ekstraksi. Berbagai jenis minyak Zaitun digunakan untuk aplikasi spesifik dan sering ditambahkan pada akhir masakan untuk menambah rasa.

Minyak zaitun digunakan untuk menggoreng, memasak, dan sebagai penyedap. Minyak Zaitun juga dipakai untuk hummus, zhoug, aioli, dan pasta, serta digunakan sebagai saus untuk roti dan salad. Minyak Zaitun cocok dengan bawang putih, tomat, pasta wijen, kacang-kacangan, kemangi, thyme, oregano, rosemary, tarragon, peterseli, dan paprika.

Summary
Pemanfaatan Buah Zaitun Untuk Makanan
Article Name
Pemanfaatan Buah Zaitun Untuk Makanan
Description
Zaitun maupun Minyaknya banyak digunakan pada makanan, khususnya dapur TImur Tengah dan Mediterania. Terdapat Zaitun Hijau dan Hitam yang berbeda
Author
Publisher Name
Cairo Food
Publisher Logo

Related Posts

Leave a comment