17 Olahan Daging Kambing Dari Berbagai Penjuru Dunia

Di Indonesia olahan daging kambing mungkin sudah sangat umum ditemukan, terutama dalam bentuk gulai kambing dan sate kambing. Daging kambing yang kaya akan nutrisi jika diolah dengan empuk dan ditambah dengan rempah lezat, maka menghasilkan hidangan khas yang sangat beragam. Ternyata makanan ini tidak hanya ada di Indonesia, karena daging kambing telah menjadi bahan utama dari berbagai makanan yang disukai oleh banyak negara di dunia.

Gulai Kambing, Indonesia

Gulai kambing adalah gulai yang terbuat dari daging kambing yang bumbunya kaya akan rempah. Di Indonesia, makanan gulai sangat mudah ditemui, mulai dari gulai ikan, gulai ayam, dan gulai sayur. Akan tetapi gulai kambing mungkin hanya disajikan pada hari-hari besar atau acara tertentu.

Ciri khas gulai di Indonesia yaitu menggunakan kunyit, ketumbar, lada, lengkuas, jahe, cabai merah, bawang, serai, kayu manis, dan jintan yang dihaluskan. Penambahan santan juga sifatnya wajib untuk membuat gulai kambing menjadi kental dan berlemak. Gulai kambing paling populer di pulau Sumatera yang bisa dibeli di warung-warung makan biasa. Gulai Kambing sering disebut oleh kalangan internasional sebagai kari ala Indonesia.

Greek Lamb Kleftiko, Yunani

Greek lamb kleftiko adalah kuliner khas Yunani yang tampilannya sangat menarik dan menggugah selera. Ini dibuat dengan metode slow-cooked yang direndam terlebih dahulu dengan menggunakan bawang putih, minyak zaitun dan jus lemon. Sebutan “kleftiko” inilah yang mengacu pada cara pengolahan daging kambing yang direndam terlebih dahulu.

Setelah daging kambing direndam dan diasinkan, lalu dimasak perlahan dalam wadah tertutup hingga matang. Proses memasaknya yang sangat lama membuat daging kambing memiliki tekstur empuk dan sempurna. Rasanya yang kaya akan rempah-rempah, menjadi alasan mengapa makanan ini wajib untuk dinikmati ketika berkunjung ke negara ini.

Tagine, Maroko

Makanan khas Maroko ternyata ada juga yang terbuat dari daging kambing, yaitu tagine. Secara tata bahasa, kata “tagine” merujuk pada alat memasak dan tempat penyajian yang terbuat dari tanah liat dan dibentuk gerabah bergelasir. Dalam hal makanan, tagine adalah makanan semacam rebusan yang terdiri dari daging kambing dan campuran sayuran. Ini juga disertai tambahan rempah-rempah khas Maroko seperti daun khusbur dan mukholat.

Untuk menghidangkan tagine biasanya tidak perlu diletakkan di piring saji. Wadah yang digunakan untuk memasak dari tanah liat ini, juga bisa digunakan sebagai tempat penyajian. Wadah ini akan menghasilkan tagine yang selalu panas dalam waktu yang cukup lama. Tampilannya mirip seperti semur daging, namun dengan rasanya yang lebih segar dan aroma khas.

Allo Gosht, Asia Selatan

Ada hidangan di negara Asia Selatan yang disebut allo gosht. Allo gosht adalah kari daging yang sangat populer sebagai masakan rumahan India, Pakistan, dan Bangladesh. Allo gosht sekilas sangat mirip dengan kari merah di India, rasanya juga pedas, gurih, asin, dan kuat.

Allo gosht terdiri dari kentang (allo) yang dipadukan dengan daging (gosht) yang biasa menggunakan daging kambing atau domba. Kuah dari allo gosht disebut kuah shorba yang penuh dengan rempah-rempah. Hidangan ini sangat mudah ditemukan di India Selatan dan biasa dikonsumsi bersama dengan saloonay chawal (brown rice) atau dengan roti seperti roti paratha dan roti naan.

Shish Kebab, Timur Tengah

Makanan yang dibakar memang membangkitkan selera makan termasuk sate nikmat ala Timur Tengah ini. Shish kebab adalah daging kambing yang diolah menjadi sate dan diselingi dengan potongan sayur dan bawang bombay. Shish kebab juga biasa dicampurkan dengan perasan jeruk lemon untuk meningkatkan kesegaran rasa.

Daging yang digunakan dalam shish kebab biasa direndam terlebih dahulu untuk melunakkan daging kambing sebelum dimasak. Uniknya bumbu rendaman dasar ini menggunakan berbagai campuran bahan, termasuk minyak zaitun, jus lemon, dan bawang putih. Sementara untuk resep yang lebih kompleks bisa menggunakan marjoram, kayu manis, daun bay hancur, dan allspice.

Untuk kombinasi sayuran yang digunakan biasanya seperti tomat, irisan bawang dan paprika hijau. Sayuran ini diletakkan sebagai pemisah antar daging. Ini membantu shish kebab lebih kaya rasa dan lebih lezat. Shish kebab bisa ditemukan di pedagang kaki lima hingga restoran di wilayah Timur Tengah.

Spicy Lamb Tacos, Meksiko

Olahan daging kambing selanjutnya berasal dari Meksiko. Tacos adalah makanan khas Meksiko yang terdiri atas lipatan tortilla yang diisi oleh berbagai bahan di dalamnya. Salah satu tacos yang disukai adalah spicy lamb tacos. Spicy lamb tacos dimasak dengan menggunakan daging kambing dengan bumbu pedas lalu dicampurkan berbagai sayuran dan dibalut dengan roti tortilla.

Mengonsumsinya dengan saus guacamole wajib dilakukan untuk memanjakan lidah anda. Street food ini disukai oleh semua kalangan dan biasa dijadikan sarapan khas masyarakat lokal di sana. Rasanya renyah dengan campuran rasa pedas dari isiannya.

Kaldereta, Filipina

Kaldereta atau caldereta adalah rebusan daging kambing dari Filipina. Variasi hidangannya bisa menggunakan daging sapi, ayam, atau babi. Namun daging kambing yang paling banyak digunakan karena dianggap rasa dan teksturnya lebih pas. Daging kambing direbus bersama dengan sayuran dan pasta dari organ hati. Sayuran dan rempah yang digunakan termasuk tomat, kentang, minyak zaitun, paprika, dan cabai serta saus tomat.

Nama caldereta berasal dari kata Spanyol caldera yang berarti kuali. Hidangan ini mirip dengan semur daging dari Semenanjung Iberia dan dibawa ke Filipina oleh orang Spanyol selama 300 tahun pendudukan mereka di Filipina. Kaldereta memiliki rasa yang mirip dengan gulai dan kari daging yang biasanya disajikan selama acara-acara khusus, pesta, dan perayaan.

Birria, Meksiko

Birria adalah hidangan Meksiko dari negara bagian Jalisco. Ini termasuk makanan berkuah yang memiliki nilai historis. Birria termasuk sup atau rebusan leluhur tradisional yang terbuat dari kombinasi daging kambing dengan bahan dasar cabai, bawang putih, jintan, daun salam, dan thyme. Biasanya birria dimasak dalam api kecil dengan kompor tradisional.

Makanan ini dapat dibumbui dan diberi hiasan dengan bawang, daun ketumbar, dan jeruk nipis. Birria paling lezat jika dimakan bersama dengan tortilla jagung buatan tangan. Meskipun bukan hidangan tradisional Meksiko, birria yang juga dikenal sebagai taco merah, telah menjadi populer di Amerika Serikat karena resepnya yang populer di sosia media Instagram.

Lamb Rogan Josh, India

Lamb rogan josh adalah kari India yang tidak bisa dilewatkan jika mengunjungi negara Bollywood ini. Bagi anda pecinta olahan daging kambing, lamb rogan josh yang merupakan salah satu jenis kari berempah ini aslinya berasal dari Kashmir dan Persia, namun sekarang sudah menyebar luas diseluruh anak benua India.

Daging kambing yang digunakan telah dipotong-potong dimasak dengan tambahan saus kental dan menggunakan rempah-rempah yang kuat seperti jahe, bawang putih dan ketumbar. Olahan daging kambing ini memerlukan proses memasak yang cukup lama hingga bumbunya yang meresap.

Pasanda, India

Pasanda adalah hidangan daging kambing yang populer di India, Rampur, Hyderabadi dan Pakistan, yang konon katanya berasal dari makanan yang disajikan di istana kaisar Mughal. Kata tersebut merupakan variasi dari kata Urdu “pasande” yang berarti “favorit”, yang mengacu pada potongan utama daging yang secara tradisional sangat disukai.

Pasanda awalnya dibuat dengan kaki domba atau kambing yang dipipihkan, diasinkan, dan digoreng dengan bumbu. Setelah daging dipotong dan dipipihkan, daging tersebut dimasukkan ke dalam bumbu marinade yang terdiri dari yogurt, bubuk cabai, dan berbagai bumbu dan rempah, yang biasanya meliputi jintan, merica, kapulaga, dan bawang putih.

Setelah memasukkan rempah, kemudian pasanda digoreng selama 30 menit hingga satu jam. Terakhir, hidangan ini dapat dihias dengan tomat atau almond (dalam hal ini dikenal sebagai badaam pasanda). Pasanda sangat pas disajikan dengan nasi putih atau roti naan.

Capra E Fagioli, Italia

Capra e fagioli secara harfiah diartikan sebagai kambing dan kacang-kacangan. Ini adalah rebusan daging kambing dengan kacang-kacangan sebagai hidangan khas pedalaman Imperia, Italia. Capra e fagioli berupa semur yang terbuat dari daging kambing, terutama bagian daging bahu.

Hidangan ini dimasak dalam waktu lama dengan api kecil. Capra e fagioli menghasilkan aroma rempah dan campuran sayuran bawang, wortel, seledri, anggur putih. Kemudian pada tahap akhir memasak, ditambahkan juga kacang putih, terutama kacang Pigna. Saat ini capra e fagioli biasa ditemukan di kafe ataupun di restoran yang tersebar di negara-negara Eropa.

Yeomso Tang, Korea Selatan

Yeomso tang atau Korean goat stew ini adalah sup daging kambing khas Korea Selatan yang digunakan sebagai peningkat stamina dan vitalitas pada tubuh. Meminum yeomso tang setara dengan minum kuah kaldu untuk mendapatkan kembali energi saat tubuh kelelahan. Ini berfungsi sebagai booster yang mengenyangkan sekaligus memulihkan.

Yeomso tang biasa menggunakan kambing hitam yang hanya berkembang biak di Korea. Sup ini bisa dicampurkan dengan pasta kedelai, pasta cabai merah, jamur, biji perille, dan sayuran hijau seperti daun bawang, daun perille, dan kol. Rasanya yang menyegarkan cocok untuk dikonsumsi ketika musim dingin dan salju.

Mannish Water, Jamaika

Mannish water adalah sup kambing khas Jamaika. Ini dipercaya memiliki fungsi afrosidak terutama jika menggunakan kepala dan kaki dari kambing. Makanan ini telah menjadi bagian dari perayaan Maroon selama 300 tahun. Rempah yang digunakan adalah rempah-rempah lokal yang dimasak bersama ubi, kentang, pisang, dan pangsit.

Mannish water secara tradisional disajikan kepada pengantin pria pada malam pernikahan. Namun saat ini resep mannish water sudah banyak digunakan untuk berbagai manfaat kesehatan. Ini termasuk hidangan yang selalu diabadikan dalam buku-buku tentang budaya Jamaika.

Haleem, Asia Tengah

Haleem adalah sejenis semur yang populer di Asia Tengah, anak benua India, dan Timur Tengah. Meskipun hidangan ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain, namun paling tidak semuanya mencakup gandum, jelai, lentil, dan daging kambing.

Haleem dibuat dari empat komponen yaitu gandum yang digunakan sebagai pengganti nasi dan selalu ada di setiap daerah. Kedua adalah daging yang biasa menggunakan daging domba, ayam, sapi, namun lebih umum menggunakan daging kambing. Selanjutnya terdapat rempah-rempah yang termasuk kayu manis dan adas.

Terakhir adanya komponen cairan (kuah), yang bisa menggunakan air biasa, susu, ataupun kaldu. Hidangan ini dimasak cukup lama hingga 8 jam yang diaduk dengan kuat dan dipukul dengan tongkat pengaduk seperti alu.

Alhasil hidangan ini menghasilkan konsistensi kental seperti pasta yang memadukan rasa rempah-rempah, daging, barley, dan gandum. Sebagai sentuhan akhir, haleem ditaburi bawang goreng, jahe potong, irisan cabai hijau, daun ketumbar, irisan lemon dan chaat masala.

Yagisashi, Jepang

Yagisashi adalah nama lain dari sashimi, namun menggunakan daging kambing. Ini adalah hidangan daging kambing mentah sehingga memiliki aroma kambing yang sangat kuat. Salah satu restoran paling terkenal di Jepang yang menyajikan yagisashi adalah Sakae.

Sakae ini terletak di dekat Kokusai-dori Yataimura. Yagisashi di Sakae dibuat dengan daging kambing segar yang disayat tipis dan disajikan bersama saus khusus. Ini adalah makanan yang cukup unik, sehingga mungkin bagi masyarakat luar Jepang akan kaget dengan cita rasa baru ini.

Tbeikhet, Libya

Tbeikhet adalah makanan tradisional dari Libya yang pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat kota Derna. Tbeikhet dibuat dengan daging kambing, labu cincang, bawang, mentega, tomat yang dihaluskan dan buncis. Makanan yang gurih ini ditambahkan kismis untuk memberikan rasa manis khas makanan Libya Timur.

Rempah-rempah aromatik lebih sering digunakan daripada rempah penghangat misalnya cengkeh, daun salam, kayu manis, daun shaiba, dan jahe. Tbeikhet disebut juga Tbeikhet Eid atau hidangan Idul Fitri, karena secara tradisional memang dikonsumsi ketika hari raya. Tbeikhet dimakan bersama roti tanoor hangat, yang kemudian dicocol bersama saus beraroma.

Khorkog, Mongolia

Khorkog merupakan hidangan lezat khas Mongolia yang dibuat dengan cara yang unik. Seperti mengingat zaman purbakala, khorkog diolah dan dimasak dengan menggunakan tumpukan batu panas. Chef dunia menyebut khorkog sebagai barbekyu ala Mongolia.

Batu yang digunakan dalam memasak khorkog adalah batu koral yang dibakar hingga panas. Selanjutnya daging disusun secara berurutan sesuai ketebalannya. Satu kali proses pemasakan bisa menggunakan 20 kg daging yang disajikan untuk 17 orang. Konsumsi daging sebanyak ini ditujukan untuk menghangatkan tubuh karena suhu udara dingin di wilayah Mongolia.

Bahan dasar khorkog terdiri dari potongan daging kambing (bisa juga menggunakan daging domba), kentang, wortel, dan kol. Sebagai penambah rasa biasanya menggunakan bawang putih, lada hitam dan garam. Penduduk Mongolia anti menggunakan MSG dalam hidangannya.

Nah, itu dia 17 olahan daging kambing dari seluruh penjuru dunia. Bagaimana, anda tertarik mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *