17 Ciri-Ciri & Tanda Hamil Muda

17 Ciri-Ciri & Tanda Hamil Muda
17 Ciri-Ciri & Tanda Hamil Muda

Hamil muda merupakan kondisi kehamilan pada trimester pertama yaitu pada 1-12 minggu awal kehamilan. Dalam masa ini biasanya diawali dengan menstruasi yang terlambat. Akan tetapi sebenarnya ciri dan tanda hamil muda juga dapat muncul bahkan sebelum terlambat menstruasi. Perlu diingat bahwa setiap wanita memiliki perbedaan kondisi tubuh yang akan berimplikasi pada perbedaan ciri-ciri dan tanda kehamilan. Terlepas dari hal tersebut setidaknya terdapat 17 ciri-ciri dan tanda hamil muda yang secara umum dapat terjadi. Lebih cepat mengetahui tanda kehamilan semakin baik, karena akan membuat anda lebih cepat mengetahui dan mempersiapkan masa kehamilan anda.

Kram Dan Bercak Darah

Kram Dan Bercak Darah
Kram Dan Bercak Darah

Dari minggu 1 hingga minggu 4, semuanya masih terjadi di tingkat seluler. Telur yang dibuahi menciptakan blastokista (kelompok sel berisi cairan) yang akan berkembang menjadi organ dan bagian tubuh bayi. Sekitar 10 sampai 14 hari, pada minggu ke-4 setelah pembuahan, blastokista akan tertanam di dalam lapisan rahim. Ini dapat menyebabkan pendarahan implantasi atau bercak darah kehamilan, yang mungkin disalahartikan sebagai menstruasi biasa.

Namun pendarahan ringan yang menjadi ciri khas hamil muda merujuk pada pendarahan yang berupa bercak darah. Artinya tidak ada pendarahan lebih lanjut di hari-hari lain, seperti ketika memasuki masa menstruasi. Selain itu warna setiap darah menstruasi cenderung merah muda, merah atau merah kehitaman, sementara darah yang keluar ketika hamil muda hanya berwarna coklat dan sangat sedikit. Darah ini menjadi pertanda sel telur telah dibuahi pada dinding rahim.

Meskipun hanya berupa bercak darah, namun pada kondisi ini tetap dapat menyebabkan nyeri pada perut. Akan tetapi nyeri tidak berlangsung lama, kurang dari tiga hari dan tidak memerlukan perawatan. Sementara ketika mengalami menstruasi bahkan 3 hari sebelumnya sudah merasakan nyeri dalam tingkat sedang hingga berat, bahkan harus membutuhkan perawatan.

Terlambat Menstruasi

Bukan rahasia lagi jika seseorang yang terlambat haid selalu dikaitkan dengan tanda-tanda kehamilan. Hal ini dapat terjadi karena pasca implantasi (pembuahan) selesai, tubuh akan mulai memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini membantu tubuh mempertahankan kehamilan. Ini juga memberitahu ovarium untuk berhenti meluruhkan rahim setiap bulan atau berhenti menstruasi. Wanita yang tengah hamil muda mungkin akan melewatkan menstruasi berikutnya setelah empat minggu pembuahan. Oleh sebabnya jika anda mengalami menstruasi yang tidak teratur dan terlambat, sebaiknya melakukan tes kehamilan untuk memastikannya.

Kelelahan

Kelelahan
Kelelahan

Kelelahan dapat terjadi sepanjang masa kehamilan. Namun gejala ini paling sering terjadi pada awal kehamilan atau ketika masih hamil muda. Tingkat progesteron pada wanita yang hamil muda akan melonjak, yang dapat membuat seseorang merasa mengantuk dan lelah. Tak hanya itu, peningkatan jumlah darah, perubahan detak jantung, dan metabolisme tubuh juga akan mempengaruhi kelelahan saat hamil muda. Oleh sebabnya pada minggu-minggu awal kehamilan sangat penting untuk memenuhi tidur yang cukup, mengonsumsi makanan yang bernutrisi, mencukupi kebutuhan zat besi dan mengurangi minuman kafein.

Perubahan Pada Payudara

Hormon yang berubah pada masa saat hamil muda akan memacu perubahan pada organ tubuh wanita termasuk payudara. Perubahan ini dapat berupa sensitifitas yang meningkat, sakit dan terasa padat pada payudara. Perubahan payudara dapat terjadi antara minggu ke 4 dan 6. Wanita yang sedang hamil muda akan cenderung merasa payudaranya bengkak dan nyeri pada puting, namun akan hilang setelah beberapa minggu ketika tubuh terbiasa atau telah menyesuaikan diri dengan hormon.

Perubahan puting dan payudara juga bisa terjadi sekitar minggu ke-11. Hormon terus menyebabkan payudara bertumbuh. Area di sekitar puting juga dapat berubah menjadi warna yang lebih gelap, lebih besar dengan pembuluh darah yang terlihat jelas di permukaan kulit payudara. Sebagai indikator tambahan, ketika anda biasanya mengalami jerawat pada saat menstruasi maka perubahan pada payudara pun akan dibarengi dengan tumbuhnya jerawat. Untuk meminimalisir nyeri dapat dengan mengganti bantalan payudara yang lebih pas atau membeli bra khusus ibu hamil.

Lebih Sering Buang Air Kecil

Pada usia awal kehamilan, kebanyakan wanita akan merasa ingin buang air kecil terus menerus, terutama di malam hari. Hal ini dikarenakan perubahan hormon dan pertambahan cairan tubuh. Hormon yang bekerja pada kondisi ini adalah human chorionic gonadotropin (hCG), dimana saat kehamilan mudah tubuh wanita akan memompa darah lebih banyak. Hal ini menyebabkan ginjal bekerja lebih sering dalam memproses cairan dan pada akhirnya lebih banyak juga cairan yang berada pada kantong kemih.

Pada trimester selanjutnya gejala buang air kecil dengan frekuensi sering tetap terjadi, namun disebabkan oleh adanya pembesaran rahim sehingga akan menekan kantong kemih. Ini menyebabkan saraf merespon dan mengirimkan sinyal pada otak untuk buang air kecil. Oleh sebabnya pada bulan-bulan selanjutnya wanita sering kebelet untuk buang air kecil meskipun kantong kemih belum penuh, ditambah lagi perubahan hormon menyebabkan kesulitan menahan untuk buang air kecil. Dalam menghadapi masalah ini, ibu dapat mengurangi satu hingga dua cangkir air putih dari yang dikonsumsi setiap hari, dan mengatur jadwal rutin untuk ke kamar mandi.

Sensitif Terhadap Bau

Sensitif Terhadap Bau
Sensitif Terhadap Bau

Penciuman wanita yang sedang hamil paling intens terjadi pada trimester pertama. Periode ini wanita akan lebih sensitif terhadap bau. Terjadinya perubahan hormon membuat wanita mudah terganggu dengan adanya bau tak sedap. Namun informasi tentang ini belum memiliki penelitian lebih lanjut, karena ini merupakan studi yang berdasarkan dari penyataan wanita hamil secara langsung. Ini menjadi salah satu penyebab wanita yang mengandung akan lebih mudah merasa mual, bahkan untuk aroma yang biasa sekalipun. Misalnya parfum, minyak wangi, bumbu masakan yang berbau menyengat dan asap rokok. Sensitifitas terhadap bau juga melatarbelakangi mengapa wanita yang sedang hamil muda, juga menjadi lebih pemilih terhadap makanan tertentu.

Morning Sickness

Morning Sickness
Morning Sickness

Morning Sickness adalah istilah untuk menggambarkan kondisi wanita yang merasa mual dan muntah pada awal kehamilan. Meskipun menggunakan kata “morning” namun gejala ini dapat muncul kapan pun, baik pagi, siang, sore dan malam. Meski demikian Morning Sickness biasanya lebih sering terjadi pada pagi hari karena perubahan hormon pada pagi hari sangat signifikan. Morning Sickness biasanya terjadi pada saat usia kehamilan 4 sampai 6 minggu. Tetapi bisa juga muncul lebih awal dan akan hilang ketika sudah memasuki kehamilan trimester kedua yakni 12-16 minggu.

Tanda-tanda wanita hamil muda ini dapat terjadi dengan tingkat keparahan yang ringan hingga berat. Artinya seseorang bisa mual dan muntah sekali sehari atau bisa pula berkali-kali hingga lemas, terutama pada saat akhir trimester pertama. Dalam rangka mengurangi gejala Morning Sickness ini, perlu memastikan agar wanita hamil selalu mengisi perut dengan makanan bergizi meskipun dalam jumlah sedikit. Sementara untuk mengurangi perasaan mual dapat mengonsumsi permen mint, jahe, dan biskuit asin. Perlu diingat juga dalam kondisi mual dan muntah tubuh wanita sangat lemah sehingga harus tetap terhidrasi dengan minum air secukupnya.

Pusing dan Tekanan Darah Tinggi

Usia kehamilan yang masih dini sangat membutuhkan penyesuaian organ-organ tubuh wanita dengan banyaknya jenis perubahan hormon. Kelelahan, kram, dan mual yang terjadi akan menginisiasi sakit kepala atau pusing pada awal-awal kehamilan. Kondisi ini dapat terjadi karena berkurangnya aliran darah yang masuk ke otak akibat pembuluh darah yang menyempit. Ini juga dikaitkan dengan stress yang dihadapi wanita hamil pada trimester pertama.

Tekanan darah tinggi akibat kehamilan sulit untuk diidentifikasi. Karena hampir semua wanita hamil pada minggu-minggu pertama kehamilan akan mengalami tekanan darah tinggi. Bisa jadi tekanan darah tinggi telah ada sebelumnya atau memang baru berkembang ketika wanita mengalami pembuahan. Penting bagi wanita hamil untuk dapat melacak dengan naluri dan pemahaman apabila merasakan tekanan darah tinggi atau perubahan tekanan darah. Sebagai alternatif lain dapat mengunjungi dokter untuk mengetahui batas tekanan darah normal terutama untuk wanita hamil. Pertimbangkan juga untuk beralih ke olahraga yang cocok untuk ibu hamil.

Wajah Berminyak dan Berjerawat

Wajah Berminyak dan Berjerawat
Wajah Berminyak dan Berjerawat

Kadar hormon yang berubah dan meningkat disertai dengan peningkatan volume darah melalui pembuluh darah, akan mempengaruhi wanita yang tengah hamil muda untuk mengalami wajah yang berminyak. Wajah wanita pada kondisi ini lebih cerah berkilau, namun cenderung berminyak. Hal tersebut disebabkan kelenjar minyak tubuh bekerja secara agresif ketika peningkatan volume darah terjadi. Perubahan ini dampaknya bagi setiap orang bervariasi. Ada yang mengalami wajah tampak berkilau, memerah, dan ada juga yang justru menjadi jerawatan karena kandungan sebum yang melimpah pada wajah.

Suasana Hati Berubah-ubah

Perubahan hormon khususnya hormon estrogen dan hormon progesteron lagi-lagi berimplikasi pada perubahan suasana hati wanita saat hamil muda. Salah satu ciri wanita yang hamil muda memang menjadi lebih sensitif dan emosional. Ini menyebabkan suasana hati wanita bisa berubah-ubah (mood swing), menjadi sedih secara tiba-tiba dan menjadi sangat bahagia beberapa saat kemudian. Selain itu juga perubahan suasana hati yang umum terjadi selama kehamilan antara lain perasaan depresi, mudah marah, kecemasan, dan hiperaktif yang tidak biasa. Hal ini terjadi tanpa alasan yang rasional sehingga wanita pada masa kehamilan dini harus lebih diperhatikan.

Konstipasi

Konstipasi atau masalah pencernaan adalah gejala umum namun jarang disadari oleh wanita hamil muda. Masalah pencernaan sering gagal dipahami karena dapat disebabkan berbagai faktor, bukan hanya kehamilan. Sementara pada masa kehamilan awal konstipasi terjadi berupa kembung, sembelit dan tidak teraturnya buang air besar. Perubahan reaksi kimiawi dalam tubuh wanita hamil dapat memperlambat sistem pencernaan untuk bekerja. Ini mirip dengan gejala periode menstruasi sehingga banyak orang yang tumpang tindih dalam memahami tanda-tanda hamil muda ini.

Suhu Tubuh Meningkat

Suhu Tubuh Meningkat
Suhu Tubuh Meningkat

Suhu tubuh yang lebih tinggi juga bisa menjadi tanda kehamilan. Beberapa hari pertama setelah pembuahan atau ovulasi terjadi maka suhu tubuh secara otomatis meningkat. Ini disebut suhu basal tubuh, yaitu suhu tubuh pada pagi hari sebelum bangun dari tempat tidur. Suhu basal tubuh akan berubah sekitar 12-24 jam setelah sel telur dibuahi atau bisa juga terjadi ketika memasuki masa subur wanita. Jika suhu ini terjadi selama lebih dari 2 minggu maka ini menjadi ciri dan tanda dari hamil muda, tepatnya usia kandungan sekitar 1 minggu. Pada masa ini wanita wajib minum lebih banyak air dan berolahraga dengan hati-hati.

Demam

Suhu tubuh yang meningkat pada pagi hari berbeda dengan demam. Demam didasari oleh kondisi suhu tubuh yang meningkat dalam durasi yang panjang disertai dengan sakit kepala, kembung dan hidung tersumbat. Ini merupakan ciri-ciri hamil muda yang terjadi bersamaan ketika mengalami kelelahan dan perasaan berat pada kepala. Beberapa wanita juga akan mungkin mengalami flu jika memang imunitasnya menurun, sementara sebagian lain bisa mengalami mimisan karena hidung terlalu kering.

Heartburn

Heartburn adalah sensasi panas yang terjadi pasa tenggorokan, dada dan perut bagian atas. Sesnsai ini dapat muncul karena naiknya asam lambung. Asam lambung bisa naik jika katup antara perut dan kerongkongan terlalu rileks, sehingga mengalami kebocoran dan sari-sari makanan menuju ke dalam kerongkongan. Ini menyebabkan wanita mual, mulas, dan merasakan panas di dada. Singkatnya heartburn memicu perasaan tidak nyaman di tubuh secara keseluruhan. Untuk itu pada masa kehamilan wanita tidak disarankan mengonsumsi makanan pedas, buah jeruk ataupun minuman bersoda karena seluruh jenis pangan tersebut akan memperparah asam lambung. Ingat juga untuk tidak makan dalam porsi besar karena akan menyulitkan lambung mencerna makanan sekaligus sehingga akan memperparah gejala heartburn.

Sesak Nafas

Sesak Nafas
Sesak Nafas

Sesak nafas sebenarnya cukup jarang terjadi pada wanita yang mengalami hamil muda, namun kemungkinan wanita hamil untuk mengalaminya tetap ada. Biasanya juga sesak nafas dapat terjadi pada trimester ketiga atau bisa juga beberapa kali saat masa kehamilan. Sesak nafas diakibatkan hormon progesteron yang menstimulasi otak agar mengirimkan sinyal pada organ paru-paru untuk menghirup oksigen lebih banyak karena adanya perubahan kondisi ibu yang harus mensuplai oksigen untuk calon janinnya.

Keputihan Berlebihan

Keputihan biasa terjadi pada semua wanita, namun keputihan yang datang setelah telat menstruasi bisa jadi pertanda awal kehamilan. Ciri-ciri hamil muda ini terjadi karena kadar hormon estrogen berubah dan adanya aliran darah ke vagina sejak awal kehamilan. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena sangat umum terjadi. Perbedaan keputihan biasa dengan keputihan sebagai tanda kehamilan, yaitu volume keputihan saat hamil lebih banyak dan terkesan berlebihan. Warnanya cenderung putih susu, bertekstur tebal dan beraroma ringan.

Berat Badan Meningkat

Berat Badan Meningkat
Berat Badan Meningkat

Kenaikan berat badan pada wanita hamil dimulai sejak trimester pertama. Pada kondisi ini wanita akan naik sekitar 2 kg hingga 4 kg. Dalam masa ini wanita masih bisa berdiet karena persyaratan kalori untuk awal kehamilan tidak akan banyak berubah dari diet yang biasa, tetapi perlu ditingkatkan seiring dengan perkembangan kehamilan. Biasanya beberapa organ tubuh yang berperan dalam meningkatkan berat badan yaitu payudara, rahim, plasenta, cairan ketuban, darah, dan lemak tubuh.

Tes Kehamilan

Tidak harus semua ciri-ciri terjadi pada setiap wanita hamil, beberapa orang hanya mengalami sebagian ciri dan tanda hamil muda di atas, sementara sebagian lain tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Ditambah lagi semua ciri-ciri hamil muda diatas tidak selalu mengartikan kehamilan, karena bisa menjadi pertanda penyakit tertentu atau memang tubuh sedang bereaksi terhadap sesuatu yang lain. Oleh karena itu setiap wanita perlu memastikan kehamilannya dengan melakukan tes kehamilan. Tes kehamilan awal dapat dilakukan dengan menggunakan alat tes kehamilan (test pack) yang biasa dijual di apotik.

Alat tes kehamilan sangat mudah digunakan dan hanya membutuhkan sampel urin di pagi hari. Biasanya kemunculan garis merah berjumlah dua mengartikan positif hamil, dan satu garis merah berarti hasil negatif. Meskipun tes kehamilan cukup akurat namun perlu mengulangi proses tes ini sebanyak dua hingga tiga kali, setidaknya satu minggu setelah tes pertama. Hal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi kehamilan, sehingga tidak ada keraguan terkait kehamilan. Jika memang anda mengalami hamil muda dan mengalami ciri-ciri diatas, maka sebaiknya aturlah jadwal konsultasi dengan dokter kandungan untuk mempersiapkan masa kehamilan.

Infographic 17 Ciri-Ciri & Tanda Hamil Muda
Infographic 17 Ciri-Ciri & Tanda Hamil Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *