16 Macam Tumbuhan Herbal Serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tumbuhan herbal tentu memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Berbagai jenis tumbuhan herbal dapat hidup di Indonesia. Sudah banyak orang yang percaya bahwa tumbuhan herbal bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tumbuhan herbal adalah tumbuhan atau tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional terhadap penyembuhan suatu penyakit. Sejak zaman dahulu, tumbuhan herbal lah yang berperan penting untuk mengobati suatu penyakit. Pengobatan tradisional terhadap penyakit tentunya menggunakan berbagai ramuan dengan bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan dan segala sesuatu yang berada di alam. Sampai saat ini, tumbuhan herbal banyak diminati oleh masyarakat karena biasanya bahan-bahannya dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar.

Pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuhan herbal pada awalnya merupakan tradisi turun-temurun yang disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seiring dengan dikenalnya tradisi tulis di Indonesia, maka pengobatan tradisional yang awalnya merupakan tradisi dari mulut ke mulut, akhirnya dituliskan dan mulai banyak diketahui dari berbagai zaman. Sampai sekarang, sejarah tulisan kuno dari nenek moyang tentang tumbuhan herbal untuk pengobatan masih dilestarikan.

Tumbuhan herbal bisa didapat dari akar, daun ataupun bunga. Namun dalam artikel ini akan difokuskan pada tumbuhan yang tidak berbuah dan bukan rempah atau rimpang. Kamu bisa lihat juga pada artikel sebelumnya tentang rempah-rempah yang bermanfaat untuk tubuh. Berikut akan dijelaskan 16 tumbuhan herbal dan manfaatnya untuk kesehatan.

Bunga Telang

Tumbuhan satu ini bermanfaat untuk kesehatan mata. Bungan telang banyak dijumpai di pekarangan-pekarangan sekitar. Tumbuhan ini termasuk dapat tumbuh secara liar ataupun dikembangbiakkan. Bunga telang atau kembang telang (Clitoria ternatea) merupakan bunga yang berasal dari tumbuhan merambat dengan memiliki warna ungu. Bunga ini banyak ditemui di Asia Tenggara, dikenal juga dengan nama Asian pigeonwings atau butterfly pea flower.

Bunga telang memiliki warna keunguan yang cantik sehingga sudah mulai banyak yang menjadikan tumbuhan ini sebagai tumbuhan atau tanaman hias. Namun, bunga telang tak hanya dijadikan tanaman hias saja, ternyata juga dapat dijadikan obat tradisional. Bunga telang ini mengandung zat penting bagi tubuh manusia, sehingga membuatnya menjadi sangat bermanfaat. Bunga telang bisa tumbuh sepanjang 1-3 inci atau sekitar 2 sampai 7 cm.

Bunga ini biasanya mekar di awal musim semi, awal atau akhir musim panas, atau awal musim gugur. Di Indonesia, bunga telang yang sudah mekar sering kali terlihat pada cuaca sejuk. Bunga telang memekar di pagi hari dalam posisi terbalik. Jadi kelopak bunga kembang telang akan menghadap ke bawah, tidak seperti bunga lainnya yang kelopaknya menghadap ke atas. Bila kamu mencium bunga ini, tidak ada sedikitpun aroma khas dari bunga ini, karena memang tidak mengeluarkan bau sama sekali.

Disebutkan dalam biofarmaka IPB bahwa air seduhan bunga telang memiliki sifat anti-bakteri termasuk bakteri penyebab infeksi mata. Di Indonesia, bunga telang sangat terkenal untuk membantu menjernihkan penglihatan pada bayi. Terkadang bayi baru lahir terdapat bintik kemerahan pada mata sehingga menyebabkan rasa gatal. Dengan menggunakan tumbuhan herbal bunga telang, perlahan bintik kemerahan memudar dan juga menghilang. Di Myanmar (menurut DeFilipps & Krupnick dalam buku The Medical Plants of Myanmar) tumbuhan herbal bunga telang diolah menjadi campuran jus bersama susu yang diyakini dapat menyembuhkan sakit mata.

Untuk menggunakan bunga telang sebagai pengobatan sakit mata seperti gatal, dan kemerahan, kamu bisa rendam air bersama bunga telang, diamkan selama 5 menit. Lalu ambil bunga telang (dengan masih terdapat air yang menempel pada bunga) dan teteskan pada mata. Lakukan berulang dua sampai tiga kali. Bila kamu tidak sedang mengalami sakit mata, kamu tentunya boleh gunakan tumbuhan herbal satu ini sebagai tindakan pencegahan dan membuat mata kamu tetap sehat.

Daun Sirih

Siapa yang tak kenal dengan daun sirih? Daun sirih merupakan tumbuhan atau tanaman rambat yang banyak dijumpai di sekitar. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang mudah untuk dikembangbiakkan. Daun sirih memiliki warna hijau dengan bentuk daun menyerupai hati. Namun, daun sirih dengan jenis lain ada juga yang berwarna merah keunguan yang sering disebut sirih merah. Baik sirih merah atau sirih hijau, sama-sama memiliki manfaat yang sangat baik untuk manusia.

Tumbuhan herbal daun sirih ini termasuk tumbuhan yang kuat dan tahan banting dalam setiap perubahan cuaca. Tumbuhan ini dapat menyerap kandungan air saat musim panas. Dalam bentuk budaya, daun sirih atau nama latinnya Piper betle ini dikenal sebagai sirih kunyah untuk menyehatkan rongga mulut. Manfaat daun sirih sudah sangat terkenal sebagai pengobatan herbal, seperti batuk, mimisan, atau keputihan. Tumbuhan herbal satu ini justru lebih dikenal karena sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi. Sifat anti-bakteri dan anti-inflamasi pada daun sirih tentu dapat membunuh pertumbuhan bakteri penyebab penyakit, misalnya saja pada batuk. Pertumbuhan bakteri batuk dapat tumbuh di sekitar tenggorokan, dengan rutinnya minum ekstrak daun sirih, bakteri akan luruh dan pertumbuhannya semakin lama berkurang lalu menghilang.

Sifat anti-bakteri pada daun sirih juga membantu membunuh bakteri penyebab jerawat. Jerawat yang timbul disebabkan oleh bakteri bernama P.acnes yang berkembangbiak menjadi jerawat. Tentunya, tumbuhan herbal satu ini membantu pertumbuhan bakteri jerawat berhenti dan lambat laun akan menghilang.

Bila kamu ingin konsumsi daun sirih, cukup rebus 5-10 daun sirih bersama segelas air. Minumlah air rebusan yang telah hangat setiap hari. Selanjutnya bila ingin menggunakan daun sirih sebagai obat jerawat, kamu dapat jadikan masker rutin. Cukup tumbuk daun sirih sampai sedikit halus dan mengental, lalu oleskan pada wajah. Diamkan 10 sampai 15 menit (sudah kering), kemudian bilas hingga bersih. Sifat anti-inflamasi daun sirih akan meredakan kemerahan akibat peradangan jerawat.

Daun Afrika

Sesuai dengan namanya, daun ini memang berasal dari benua Afrika. Selain dari benua Afrika, daun Afrika juga tumbuh banyak di wilayah lainnya, khususnya Nigeria, Kamerun, Zimbabwe dan negara yang beriklim tropis salah satunya adalah Indonesia. Daun Afrika memiliki nama latin Vernonia amygdalina Del. dengan ordo Asterales yang juga dikenal dengan sebutan bitter leaf. Tumbuhan herbal daun Afrika mungkin masih terdengar cukup asing bagi sebagian orang, karena memang masih belum terlalu banyak yang membudidayakannya. Sehingga daun Afrika ini tidak setenar daun sirih.

Daun Afrika merupakan daun dari pohon kecil yang dapat mencapai ketinggian 10 meter dengan diameter batang mencapai 20 cm. Tumbuhan ini terbilang kecil, karena batangnya tidak akan berdiameter besar seperti pohon mangga ataupun pohon kelapa. Daun Afrika berbentuk serat menjari dan lebar dengan bentuk daun cenderung memanjang.

Dalam pasaran, daun ini banyak dijual dengan bentuk kering, dengan nama Veronia tea. Tentunya ini karena daun Afrika kering dapat diseduh seperti halnya teh. Veronia tea ini menjadi unggulan karena memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, detoksifikasi tubuh, dan menurunkan gula darah. Hal ini bersinggungan dengan rasa pahit yang dihasilkan dari seduhan teh ini. Dalam uji ekstrak daun Afrika sendiri sudah mengandung zat aktif anti kanker, anti bakteri, anti malaria dan anti parasit, yang sudah dipastikan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Kumis Kucing

Tumbuhan herbal satu ini rasanya sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Disebut kumis kucing karena bunga dari tumbuhan ini menyerupai bulu kumis yang ada pada kucing. Bunga ini cenderung mengerucut ke atas dengan sisi-sisinya terdapat bulu putih yang panjang. Bentuk bunga yang sangat menarik ini, membuat kumis kucing dijadikan sebagai tumbuhan atau tanaman hias. Kumis kucing memiliki nama latin Orthosiphon stamineus dengan ukuran pohon kecil tidak tinggi. Tumbuhan ini cenderung dapat hidup di tanah dengan kelembapan sedang. Seperti daun sirih, kumis kucing juga merupakan tanaman yang termasuk tahan banting pada setiap perubahan cuaca.

Di Indonesia bunga dan daun kumis kucing ini terkenal untuk mengobati diabetes, asam urat, rematik, dan juga masalah ginjal. Dalam jurnal penelitian UNAIR, daun ini memiliki 81 senyawa bioaktif yang baik untuk tubuh, diantaranya flavonoid, Alkaloid, terpenoid, dan Saponin. Senyawa ini sangat dikenal memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar glukosa darah penyebab diabetes. Senyawa flavonoid alami kumis kucing juga dapat membantu meringankan asam urat dan rematik. Bila kamu ingin mengonsumsinya, pastikan cuci bersih bunga kumis kucing ini. Lalu, rebuslah dalam segelas air. Konsumsi rutin air rebusan tumbuhan herbal ini untuk mengurangi kadar gula darah dalam tubuh.

Tumbuhan Korejat

Tumbuhan herbal selanjutnya adalah korejat. Korejat merupakan jenis tanaman semak bernama latin Isotoma longifora yang diketahui berasal dari Hindia Barat. Di beberapa daerah korejat ini memiliki nama yang berbeda-beda. Seperti penyebutan Ki Tolod, daun Tolod dalam bahasa Sunda (wilayah Jawa Barat) dan sebutan Sangkobak bagi kebanyakan orang Jawa, juga daerah pinggir Jakarta menyebutnya dengan Ki Kolod.

Tumbuhan herbal korejat ini memiliki daun hijau panjang dengan sisi bergerigi. Panjang daunnya sekitar 5 sampai 10 cm dengan lebarnya hingga 3 cm. Tumbuhan korejat ini memiliki bunga tunggal yang berwarna putih dan bentuknya seperti bintang dengan 5 kelopak yang mekar. Tumbuhan herbal satu ini sebenarnya termasuk liar, karena dapat tumbuh di pekarangan rumah kosong, pinggiran sawah, atau di pinggir selokan.

Walau tumbuhnya di pinggiran, tumbuhan korejat sangat memiliki manfaat berkelas yang baik untuk kesehatan mata. Sudah banyak orang yang membuktikan manfaat korejat untuk pengobatan mata. Bila mata kamu sudah mulai gatal dan memerah, segera teteskan rendaman air korejat mata kamu.

Di Indonesia, bunga korejat lah yang menjadi terkenal dalam pengobatan mata. Namun, ternyata bukan hanya bunga saja yang bermanfaat untuk kesehatan mata, tetapi daunnya juga dapat digunakan sebagai obat tetes mata. Bunga korejat cenderung tumbuh sedikit, dalam satu tanaman hanya bisa mencapai 3 sampai 8 bunga saja. Banyaknya bunga bergantung kadar kelembapan tanah. Bila bunga tersebut habis tentu bisa gunakan bagian daunnya.

Tak perlu ragu untuk gunakan tumbuhan korejat saat mata perih dan gatal. Kamu hanya perlu siapkan air bersih dalam mangkuk, lalu lipat daun atau bungan agar mengeluarkan ekstraksi dan rendamlah dalam air. Tidak perlu menunggu lama, kamu bisa mengambil daun atau bunga (dengan masih ada air yang menempel) dan teteskan pada mata. Berbeda pada bunga telang, korejat akan memberikan rasa perih pada mata. Tetapi rasa perih yang diberikan masih dapat dihandle oleh remaja dan dewasa. Korejat ini tidak disarankan pada usia anak 6-12 tahun. Ulangi beberapa kali, sampai rasa perih hilang. Jika perih hilang, maka itulah tanda mata kamu sudah membaik.

Daun Kemangi

Daun kemangi berbentuk kecil yang sering dikonsumsi sebagai lalapan. Daun ini memiliki harum yang khas sehingga orang tidak akan keliru untuk mengetahuinya. Daun kemangi di Indonesia sering dijadikan tambahan lalapan bersama dengan kol dan timun di beberapa warung makan yang menyediakan pecel ayam atau pecel lele. Hal ini dikarenakan lalapan cocok disajikan bersama sambel hidangan tersebut. Kemangi juga sering dijadikan untuk isian pepes, baik pepes tahu atau pepes oncom. Perlu kamu ketahui juga, bahwa beberapa makanan di Thailand juga diberikan daun kemangi. Di Thailand daun kemangi ini disebut dengan mangklak.

Daun Kemangi dengan nama latin Ocimum africanum memiliki aroma yang menyerupai jeruk nipis. Aroma ini berasal dari kandungan sitral (penghasil bau) yang tinggi pada daunnya. Daunnya yang harum ini, diyakini memiliki manfaat untuk mengurangi bau badan. Selain itu tumbuhan herbal satu ini memiliki mekanisme antibakteri karena pengikatan senyawa fenol dengan sel bakteri, yang akan membunuh perkembangbiakan bakteri. Inilah sebabnya daun kemangi dapat mengurangi bakteri bau badan, juga mengurangi bakteri akibat terjadi infeksi luka dan peradangan jerawat.

Kamu bisa makan daun kemangi secara rutin, atau juga bisa dijadikan obat oles. Caranya tumbuh daun kemangi dengan sedikit air sampai mengental. Olesan pada luka kulit terluka, bagian ketiak, atau pada jerawat kamu. Tunggu lah selama 10-15 menit, lalu bilas hingga bersih.

Binahong

Binahong atau dikenal juga dengan nama piahong adalah tumbuhan herbal yang memiliki banyak manfaat untuk mengobati berbagai penyakit. Tumbuhan ini sangat terkenal di China dengan nama Dheng San Chi dan telah dikonsumsi oleh masyarakat China untuk pengobatan. Daun binahong ini memiliki bentuk menyerupai hati dengan warna hijau gelap. Tumbuhan herbal satu ini dapat hidup di berbagai daratan, baik daratan rendah, sedang dan tinggi. Binahong adalah tumbuhan menjalar pada papan atau pagar yang arah pertumbuhannya sesuai dengan rambatan yang diraih pertama kali. Daun ini memiliki batang yang lunak, sehingga sangat mudah untuk dipetik.

Binahong ini sudah lama terkenal sebagai tanaman obat di Indonesia. Binahong memiliki manfaat yang baik untuk melancarkan peredaran darah juga meningkatkan daya tahan tubuh. Senyawa flavonoid alami dalam binahong inilah yang mampu meningkatkan daya tahan dalam tubuh, karena dapat melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Selain itu binahong ini juga memiliki senyawa saponin alami yang berperan sebagai antiseptik untuk mempercepat penyembuhan luka bakar. Penggunaan sebagai penyembuh luka bakar dapat ditemukan sekitar pedalaman Jawa Barat. Bila ada yang terkena luka bakar, maka solusi pertama adalah menumbuk daun binahong lalu dioleskan pada luka bakar. Ini akan membantu mengurangi rasa perih akibat luka bakar tersebut. Selain untuk luka bakar, binahong ini juga baik untuk menyembuhkan luka lainnya, seperti luka lecet, luka terjatuh atau terkena benda asing.

Binahong kini sudah banyak yang menjualnya sebagai produk teh, karena dianggap lebih simple dalam penggunaannya. Sebagai teh, daun binahong terkenal untuk membantu menyehatkan kadar gula dalam tubuh. Ini tentu untuk menjaga kadar gula darah agar tidak tinggi yang menyebabkan diabetes.

Lidah Buaya

Siapa yang tidak kenal dengan lidah buaya? Tumbuhan ini sangat dikenal dalam dunia kecantikan, juga bentuknya yang unik menjadi karakteristik khas dari tumbuhan ini. Disebut dengan lidah buaya karena tumbuhan ini memang menyerupai lidah, dan terdapat duri disampingnya yang mirip dengan kulit buaya. Lidah buaya memiliki nama latin Aloe vera, berwarna hijau dan batang diisi dengan aloe (gabus kenyal).

Tumbuhan herbal satu ini bersifat menahun, berasal dari Jazirah Arab, dan tanaman liarnya telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi-tropis, dan kering di berbagai belahan dunia seperti Indonesia. Di Indonesia banyak yang menjadikan lidah buaya sebagai tanaman hias karena bentuknya yang unik. Walau bentuknya berduri, aloe vera ini memiliki sifat anti peradangan yang bagus untuk kulit. Bagian gabus kenyal lah yang berperan dalam mengurangi peradangan luka pada kulit. Seperti halnya binahong, aloe vera juga dapat menjadi solusi pertama saat terkena luka bakar. Luka bakar yang panas, dibantu didinginkan dengan daging kenyal berwarna putih.

Selain itu, dalam dunia kecantikan aloe vera dianggap sebagai tuan dalam penyeimbang kelembapan kulit wajah. Sudah banyak produk di dunia yang menggunakan bahan dari lidah buaya untuk ingredients toner, serum dan krim wajah. Kamu bisa gunakan lidah buaya di rumah sebagai masker wajah untuk menghindari penuaan dini, seperti fine lines, kerutan dahi, dan smile lines. Oh iya, daging kenyal tumbuhan lidah buaya sekarang ini dijadikan toping minuman kekinian. Tekstur empuknya ini menyerupai tekstur dari nata de coco. Lezat!

Sambiloto

Awal mula sambiloto terkenal di Indonesia dimulai dari perairan Jawa. Tumbuhan herbal satu ini berasal mula tumbuh di Asia tropika, kemudian penyebarannya dari India meluas ke Siam, lalu ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa. Sambiloto tumbuh menyerupai rerumputan tegak dengan tinggi bisa mencapai 90 meter. Tumbuhan satu ini dapat tumbuh di wilayah dengan curah hujan sedang, yang menyebabkan tumbuhan herbal satu ini banyak ditemui di Indonesia.

Penamaan sambiloto di Jawa, dibawa oleh persebaran bangsa Melayu dengan nama sambilata. Namun, di berbagai wilayah juga memiliki penyebutan nama yang berbeda untuk tumbuhan ini, seperti di Sumatra Barat bernama ampadu tanah, di Jawa Tengah bernama Ki Pait atau andiloto, di tanah sunda disebut dengan ki oray (menyerupai ular), di Madura disebut dengan pepaitan, dan nama asing dari China ternyata Chuan xin lien.

Sambiloto sangat terkenal dalam pengolahan rasa pahit pada jamu. Bila kamu menemukan rasa pahit dalam jamu, sudah dipastikan karena adanya campuran ekstrak sambiloto. Kandungan tumbuhan herbal ini berfungsi sebagai antiinflamasi, antibakteri, antipiretik, serta analgesik (pereda nyeri). Zat Andrographis paniculata Herba (dalam sambiloto) bergerak sebagai zat aktif untuk menormalkan sistem dan fungsi kesehatan tubuh. Sambiloto secara tradisional dapat membantu menurunkan demam, membantu meringankan gejala kencing manis (diabetes) ringan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Rasa pahit sambiloto merupakan inti untuk membantu mengurangi kadar gula darah dalam tubuh.

Daun Saga

Daun saga mungkin memang masih belum banyak yang tahu akan manfaatnya. Daun saga yang memiliki nama latin Abrus precatorius L. ini berukuran kecil, serta bersirip ganjil. Daun ini mirip sekali dengan daun petai cina. Dalam bahasa inggris pohon saga sendiri diberi nama rosary pea. Daun saga dikenal memiliki manfaat yang baik untuk mengobati bakteri pada kulit. Salah satunya baik untuk melawan sariawan yang tak kunjung sembuh.

Pada kampung Cisimeut, Kab.Leudamar banyak masyarakatnya yang memanfaatkan daun saga sebagai pengobatan alternatif sariawan. Penggunaannya tergolong mudah. Cukup merendam daun saga pada segelas air hangat, lalu air tersebut dijadikan obat kumur. Dengan begitu bakteri sariawan akan mati dan terbawa dalam air yang telah dikumur. Selain itu, daun saga juga sangat bagus digunakan sebagai pengobatan luar, seperti gatal herpes, luka dan kemerahan karena arthritis. Sifat anti peradangan dalam daun saga memang cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk pengobatan luka luar.

Brotowali

Brotowali atau bratawali ini adalah tumbuhan herbal yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Brotowali ini juga sering digunakan dalam bahan baku jamu. Biasanya percampuran sambiloto dengan brotowali dianggap menjadi ramuan herbal yang baik untuk kesehatan tubuh. Nama brotowali (Tinospora cordifolia) ternyata memiliki nama lain di beberapa daerah diantaranya andawali, antawali, putrawali atau daun gadel.

Tumbuhan herbal satu ini ternyata menyukai cuaca panas, sehingga sangat cocok di daerah Asia. Batang brotowali cenderung memanjat dengan tinggi batang sampai 2,5 meter dengan ukuran sebesar jari kelingking. Batang brotowali berbintil-bintil rapat yang dapat memicu rasa pahit. Daun brotowali ini berbentuk seperti jantung dengan panjang 7 sampai 15 cm. Perkembangbiakan brotowali cukup mudah, kamu hanya perlu stek batang dan simpan batang pada pot.

Rebusan dari batang dan daun brotowoali yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Dalam tumbuhan herbal brotowali terdapat kandungan pikroretin yang menimbulkan rasa amat pahit di lidah. Zat pahit pikroretin ini berfungsi untuk merangsang kerja urat saraf seluruh tubuh sehingga saraf pernapasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat untuk dapat menurunkan panas. Seperti halnya daun saga, pada brotowali terdapat zat anti bakteri berupa alkaloid. Kandungan alkaloid ini berguna untuk membunuh bakteri pada luka kulit.

Brotowali juga dikenal untuk menjaga stamina tubuh agar tetap kuat. Hal ini dikarenakan kandungan flavonoid pada brotowali yang cukup tinggi. Walau rasanya sangat pahit, tetapi brotowali sangat bagus untuk dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Daun Dewa

Tumbuhan herbal satu ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Daun dewa atau Sambung Nyawa memiliki nama latin Gynura divaricata dengan ciri khas warna daun keunguan pada sisi luarnya. Tumbuhan daun dewa yang tertinggi tercatat mencapai 1 meter. Tangkai daunnya akan tumbuh menyerupai segi lima. Inilah yang tentu menjadi ciri khas dari daun dewa ini. Disebut dengan daun dewa, karena daun ini ‘didewakan’ memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Bagian yang digunakan untuk sarana pengobatan herbal adalah daunnya yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Tumbuhan ini menjadi terkenal karena banyaknya penelitian yang mengungkap bahwa manfaat daun dewa bagus untuk mengurangi pertumbuhan kanker payudara. Sehingga sudah banyak pembudidaya yang melakukan perkembangbiakan daun dewa untuk dijual. Selain itu diketahui pula bahwa ekstrak etanol dari daun dewa dapat mematikan dan menghambat virus herpes. Daun dewa juga akan berkaitan dengan menjaga kesehatan kulit karena terdapat sifat anti-inflamasi alami dalam daunnya.

Perkembangbiakan dari tumbuhan ini hanya dapat dilakukan pada tanah yang memiliki ketinggian 200-800 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan herbal satu ini biasa dikembangbiakkan dengan stek batang. Bagi kamu yang akan memelihara tumbuhan ini, perlu ekstra perhatian dalam perawatannya. Daun dewa ini tergolong mudah terserang penyakit seperti hama putih. Upaya cepatnya kamu dapat gunakan air rebusan bawang putih yang disemprotkan pada tumbuhan daun dewa ini.

Daun Salam

Penggunaan daun salam banyak ditemui dalam olahan masakan. Daun salam pada masakan akan memberikan rasa dan aroma yang khas. Tumbuhan herbal ini terkenal di Indonesia karena sering digunakan untuk olahan masakan. Namun ternyata, tidak hanya karena berguna dalam bidang kuliner saja, daun salam ini juga bermanfaat dalam dunia kesehatan.

Daun salam atau Syzygium polyanthum ini merupakan tumbuhan yang memiliki bunga. Tumbuhan ini tergolong memiliki batang yang besar. Tinggi tanaman ini dapat mencapai tinggi maksimal 30 meter. Daun salam merupakan daun tunggal yang tumbuh berhadapan dengan tangkai daun.

Masyarakat Indonesia percaya bahwa daun salam berfungsi untuk membantu kurangi darah tinggi dan menurunkan asam urat. Daun salam mengandung senyawa seperti niasin, serat, tannin, dan vitamin C yang mampu menurunkan kadar trigliserida gula darah. Dilanjut dengan sifat antimikroba tumbuhan herbal ini bermanfaat membunuh bakteri penyebab sakit perut. Kandungan antioksidan dalam daun salam juga baik untuk menjaga daya tahan tubuh. Kini sudah banyak daun salam kering yang dijual di pasaran untuk dijadikan teh. Lalu ada juga bubuk daun salam yang nantinya direbus, lalu air rebusannya lah yang dikonsumsi sebagai pengobatan.

Daun Pegagan

Tumbuhan herbal satu ini mulai terkenal karena banyak beauty influencers yang mengenalkan manfaatnya untuk kesehatan wajah. Anti peradangan yang tinggi daun pegagan ini ternyata dapat membantu meredakan kemerahan jerawat. Saat ini sudah banyak sekali produk skincare yang menggunakan ekstrak Centella asiatica ini. Kegunaannya dalam menjaga kelembapan wajah, meredakan jerawat menjadi trendseter bagi produk skincare alami.

Daun pegagan (Centella asiatica) ini sebenarnya merupakan tumbuhan herbal yang tumbuh merambat di pematang sawah, tepi jalan, dan juga di tanah kosong. Penyebaran daun ini mulai masuk ke Indonesia dibawa oleh Tiongkok dan Jepang. Oh iya, nama lain dari daun ini adalah antanan dan daun kaki muda. Rasa daun pegagan agak sedikit pahit, karena adanya zat vellarine. Tetapi kadar rasa pahitnya masih normal bagi remaja dan dewasa.

Sifat anti-inflamasi yang tinggi dalam daun pegangan, sejak dahulu digunakan sebagai pengobatan luka pada kulit. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Senyawa kimia daun pegagan yang dikenal sebagai triterpen, dapat merangsang produksi glikosida jantung. Glikosida jantung adalah senyawa organik yang meningkatkan kekuatan jantung dan meningkatkan laju kontraksi, sehingga produksi glikosida jantung membaik akan membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam jantung.

Daun Cincau

Daun yang kerap digunakan untuk pembuatan es cincau ini ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Daun cincau banyak ditemui di pasar Indonesia baik pasar tradisional atau pasar modern. Cincau ini dapat mencapai tinggi 5 meter dengan karakteristik tangkai yang melebar. Cincau dengan nama latin Cyclea barbata memiliki berbagai nama di beberapa daerah seperti di Jawa dikenal dengan camcao, di Tanah Sunda camcauh, di kawasan Melayu disebut dengan tarawalu atau tahulu.

Daun cincau ini memiliki fisik daun yang tipis dan lemas sehingga lebih mudah dibentuk menjadi gelatin ataupun menjadi agar-agar saat ditumbuk. Saat setelah mengeras, maka itu akan menjadi agar dalam es cincau. Tumbuhan herbal ini akan tumbuh dengan ideal di kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman netral dan didukung dengan lingkungan yang teduh, lembap, dan sejuk.

Selain digunakan dalam kuliner, daun cincau memiliki manfaat yang bagus untuk mengurangi panas dalam. Rasa mengganggu pada tenggorokan akan diredakan oleh daun salam karena sifat bawaannya yaitu anti peradangan. Kandungan antioksidan dalam daun cincau juga bermanfaat menjaga daya tahan tubuh dari parasit dan partikel radikal bebas. Dengan begitu tubuh kamu tidak mudah terserang suatu penyakit.

Rujak Polo

Sepertinya banyak masyarakat Indonesia yang masih asing dengan nama rujak polo. Rujak polo terkenal dengan nama Tribulus terrestris. Tumbuhan herbal ini memiliki bunga berwarna kuning dengan daun terpisah menyerupai petai cina. Tribulus terrestris adalah tanaman dari Ayurveda (kecil rambat) dimana akar dan buahnya masing-masing digunakan untuk kejantanan pria dan vitalitas umum.

Tumbuhan herbal satu ini sangat dikenal untuk kejantanan pria. Di segi seksual, tribulus ini tampaknya menjadi peningkat libido (gairah seksual) yang relatif kuat. Penelitian pada manusia telah dikonfirmasi untuk meningkatkan kesejahteraan seksual dan fungsi ereksi. Meskipun tidak diketahui secara pasti bagaimana kerja dari tribulus ini, tetapi diketahui dapat meningkatkan kepadatan reseptor androgen di otak yang dapat meningkatkan sifat peningkat libido dari androgen. Sekarang ini sudah banyak produk kejantanan pria yang menggunakan ekstrak rujak polo untuk menjadi bahan utama dalam meningkatkan gairah seksual.

Akan tetapi, era modern ini telah berkembang dan mengetahui manfaat lain dari rujak polo. Dengan meminum ekstrak rujak polo ini dapat menjaga kesehatan saluran kemih dan mengurangi pembengkakan pada tubuh. Tumbuhan ini juga dipercaya sebagai obat luar pada bengkak yang berasal dari gondokan. Caranya cukup gunakan bubuk rujak polo yang campurkan sedikit air sampai mengental. Lalu oleskan pada area yang bengkak. Opsi lain kamu dapat tumbuk daun rujak polo dan tambahkan sedikit air sampai mengental. Lalu oleskan pada bagian tubuh yang bengkak. Perlahan-lahan bengkak akan terasa berkurang.

Tumbuhan herbal sebenarnya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit. Untuk menyembuhkan penyakit berat dibutuhkan obat resep dokter. Suplemen herbal untuk penyakit tertentu juga tidak boleh diminum sembarangan karena reaksi tiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda. Meski punya keluhan sama, belum tentu obat herbal yang ternyata cocok untuk semua orang dan apakah akan memberikan khasiat yang sama pada setiap orang.

Demikian informasi mengenai 16 tumbuhan herbal yang baik untuk kesehatan. Semua manfaat ini berdasarkan manfaat yang telah diketahui umum oleh masyarakat Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *