14 Aturan Dan Cara Minum Air Putih Yang Benar

Berbicara mengenai aturan minum air putih, maka hal utama yang paling umum diketahui adalah meminum air putih minimal 8 gelas per hari. Tentu saja angka ini bisa lebih tinggi tergantung dari berbagai faktor, termasuk lingkungan dan cuaca, aktivitas sehari-hari, kondisi kesehatan, dan kondisi saat wanita sedang menyusui.

Oleh sebabnya seseorang bisa saja membutuhkan hingga 11 sampai 15 gelas per hari untuk kondisi tertentu sesuai dengan penjelasan Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board. Nah, selain jumlah air yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air putih, maka perlu juga memperhatikan beberapa aturan umum dan tata cara minum air putih yang paling dianjurkan.

Tidak Minum Air Putih Secara Berlebihan

Meskipun mencukupi minum air adalah hal yang baik untuk kesehatan, namun mengonsumsi air putih berlebihan justru dapat berbahaya bagi kesehatan. Saat tubuh kelebihan cairan, maka tubuh akan secara otomatis mengalami penurunan kadar natrium dalam aliran darah, hingga kemungkinan terjadinya keracunan air (hiponatremia).

Kekurangan kadar natrium akan dibarengi dengan ketidakmampuan ginjal menampung air, sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Gejala umum yang langsung dirasakan saat minum air secara berlebihan, yakni akan membuat perut kembung, mual dan muntah hingga dalam kasus yang sangat parah mengakibatkan pingsan dan kejang.

Pahami Jumlah Kebutuhan Air

Rekomendasi umum untuk memenuhi asupan cairan harian minimal 8 gelas sesuai dengan pedoman gizi seimbang, namun faktanya hal ini sangat fleksibel terhadap setiap orang. Dari pendapat lain yaitu National Academy of Medicine merekomendasikan bagi pria dewasa untuk mengonsumsi cairan sebanyak 3700 ml atau setara dengan 15 gelas air per hari. Sedangkan wanita dianjurkan untuk meminum 2700 ml atau setara dengan 11 gelas air per hari.

Akan tetapi, penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa rekomendasi kebutuhan air tidak bisa diterapkan untuk semua orang. Hal ini bergantung pada tingkat aktivitas cuaca dan lingkungan, status kesehatan, dan lain sebagainya. Misalnya bagi kebanyakan orang yang tidak banyak beraktivitas di luar ruangan, maka memuaskan dahaga sudah cukup memenuhi kebutuhan cairan.

Sementara bagi orang yang lebih banyak berolahraga, bekerja di luar atau tinggal di iklim yang panas, cenderung membutuhkan lebih banyak asupan cairan setiap harinya. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui berapa jumlah air yang dibutuhkan bagi tubuh anda sendiri.

Minum Air Saat Baru Bangun Tidur

Minum air putih setelah bangun tidur bertujuan untuk segera mengisi ulang kembali cairan yang hilang saat tidur selama 7 sampai 8 jam. Tak hanya itu, minum air putih akan membantu proses metabolisme berjalan dengan baik. Ini juga menjadi saat yang tepat untuk melakukan detoks alami yaitu membuang racun dan limbah dari dalam tubuh. Sebaiknya minum air putih 1 sampai 2 gelas ketika bangun tidur di pagi hari.

Minum Air Sebelum Makan

Bagi orang yang tengah menjalani program diet mungkin sering mendengar kalimat bahwa minum air putih sebelum makan akan membuat kita makan secukupnya, sehingga menahan kalori berlebihan. Namun sebenarnya bagi orang yang tidak menjalani diet sekalipun, memang minum segelas air putih sekitar 30 menit sebelum makan adalah hal yang sangat dianjurkan.

Kebiasaan ini akan membuat proses pencernaan lebih lancar serta memberi sinyal bagi tubuh untuk bersiap memproses makanan yang akan masuk. Namun ingat bahwa, anda tidak dianjurkan minum air putih terlalu banyak sebelum makan. Ini mungkin justru dapat mengganggu proses penyerapan makanan dan fungsi enzim yang dibutuhkan dalam mencerna makanan.

Minum Air Putih Saat Tubuh Kelelahan

Saat tubuh kelelahan, maka minum air putih adalah hal yang wajib dilakukan untuk segera mencegah dampak yang mungkin terjadi. Hal ini dikarenakan saat tubuh lelah, maka cenderung membuat suasana hati memburuk, kehilangan konsentrasi, sakit kepala dan insomnia. Ingat pula bahwa, lebih dari 60 persen fungsi tubuh sangat bergantung pada air, termasuk sistem saraf dan otak yang dapat berdampak pada kesehatan mental anda.

Minum Air Putih Sebelum Dan Sesudah Berolahraga

Minum air putih secara cukup sebelum olahraga penting dilakukan agar terhindar dari kram otot, mual serta pusing selama berolahraga. Sementara itu, anjuran minum air putih sesudah berolahraga berguna untuk mengganti cairan yang hilang. Tentu saja hal ini dikarenakan tubuh akan berkeringat saat berolahraga, sehingga akan menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Minum air putih sesaat sebelum olahraga juga akan meningkatkan kekuatan otot dan performa saat beraktivitas fisik.

Minum Air Putih Sebelum Tidur

Setiap orang dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 1-2 gelas sebelum tidur. Air putih akan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan cairan mampu mengembalikan fungsi tubuh yang lelah setelah beraktivitas seharian. Perilaku sederhana ini akan membuat tidur anda lebih nyenyak dan bangun menjadi lebih segar.

Minum Lebih Banyak Air Putih Saat Sedang Sakit

Minum air putih dengan jumlah yang lebih banyak sangat dianjurkan ketika sedang sakit. Air putih akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menyeimbangkan cairan tubuh yang diperlukan untuk mempercepat penyembuhan. Oleh sebabnya, ketika seseorang merasa demam dan flu, maka segelas air putih hangat akan membuat kondisi tubuh menjadi lebih segar.

Minum Air Dalam Keadaan Duduk

Minum air dalam keadaan duduk lebih baik dibandingkan minum dengan posisi berdiri. Hal ini dikarenakan minum air saat berdiri dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan di dalam tubuh yang dapat membuat akumulasi cairan yang lebih besar di persendian. Dampaknya berupa nyeri atau terkena radang sendi.

Sementara minum air dalam keadaan duduk akan membuat otot dan sistem saraf lebih rileks. Selain itu, posisi duduk juga akan membuat sistem pencernaan lebih mudah untuk menyerap cairan secara perlahan dan menghindarkan perut dari kembung. Ini disebabkan posisi duduk memudahkan distribusi air lebih merata ke organ tubuh yang membutuhkan cairan. Organ ginjal juga akan mempercepat proses penyaringan cairan ketika sedang duduk.

Hindari Meneguk Air Putih Sekaligus

Hindari meneguk air dalam jumlah besar atau sekaligus, dalam satu tarikan napas. Ketika minum air putih, lebih baik dilakukan dengan meneguk air sedikit demi sedikit, menelan, bernapas, dan mengulangi tahapan tersebut sepanjang hari. Hal ini juga berlaku saat mengonsumsi makanan.

Menurut pandangan pengobatan kuno Ayurveda, meneguk air sedikit demi sedikit akan membuat sistem pencernaan tidak kaget dengan cairan yang masuk secara tiba-tiba. Peningkatan kadar cairan memang baik, namun dapat membahayakan kesehatan jika jumlahnya terlalu banyak.

Sifat air sangat mudah diserap sehingga dalam jumlah banyak akan membuat peningkatan volume darah. Dampaknya akan membebani jantung agar memompa darah lebih banyak dan mempersulit organ ginjal untuk menyaringnya.

Minum Air Hangat Lebih Baik

Meskipun air pada suhu ruangan lebih umum dikonsumsi, namun menjadwalkan konsumsi air hangat sangat dianjurkan. Alih-alih meminum air dingin yang dapat menyebabkan berbagai bahaya, air hangat justru direkomendasikan untuk membawa lebih banyak manfaat terhadap kesehatan.

Jika rutin meminum air hangat di pagi hari, maka asam yang memicu terbentuknya batu ginjal bisa terlarut. Selain mencegah batu ginjal, air hangat juga membuat potensi terkena infeksi kandung kemih akan lebih berkurang. Pada kondisi tubuh yang tengah mengalami flu atau hidung tersumbat, minum air hangat juga dianggap lebih membantu meredakan gejala dibandingkan air dingin ataupun air pada suhu ruangan.

Beberapa manfaat lain dari mengonsumsi air hangat termasuk membantu proses metabolisme yang mendorong penurunan berat badan, mengurangi kembung, mengendalikan kadar kolesterol, serta membuat arteri tubuh lebih bersih.

Minum Ketika Haus

Meskipun tubuh membutuhkan cairan dalam jumlah yang cukup, bukan berarti dapat minum air terus-menerus. Minum air saat haus diperlukan jika anda tidak memiliki banyak aktivitas fisik. Hal ini ditujukan agar cairan yang masuk ke tubuh sesuai dengan kebutuhan.

Akan tetapi, jangan mengandalkan minum air saat haus saja ketika anda berada dalam kondisi tertentu. Misalnya dalam keadaan sakit, kelelahan, baru bangun tidur, maupun saat menuju tempat tidur. Hal ini dikarenakan kondisi-kondisi tersebut cenderung menjadi keharusan untuk minum air terlepas dari anda haus atau tidak.

Dalam pandangan Ayurveda, minum air ketika haus menjadi isyarat penting bagi masing-masing orang untuk menentukan jumlah kebutuhan air, yang sangat bergantung pada keadaan masing-masing orang.

Gunakan Botol Reusable

Gunakan botol air yang dapat digunakan kembali untuk membawa air ketika beraktivitas di luar rumah. Selain praktis, botol minum juga dapat menjadi pengingat visual untuk minum air lebih banyak. Ketika melihat botol air minum di sekitar kita, maka cenderung menyebabkan sugesti untuk merasa haus dan minum air.

Nilai tambahnya, menggunakan botol air juga lebih ramah lingkungan daripada mengandalkan botol plastik sekali pakai. Ingat juga untuk tidak menggunakan botol air sekali pakai untuk diisi ulang karena dapat menyebabkan kontaminasi bakteri pada air dan botol, sehingga mungkin menyebabkan keracunan dan diare.

Gunakan Filter Air

Filter air sebaiknya digunakan apabila air yang tersedia di rumah anda cenderung kotor atau rentan terhadap kontaminasi bakteri. Jika memiliki kekhawatiran tentang kualitas dan keamanan air keran, maka filter air menjadi kebutuhan wajib bagi sistem penyaringan air di rumah. Selain itu, menyaring air dengan filter khusus juga akan meningkatkan rasa air.

Filter air baik digunakan untuk mengurangi tingkat bakteri timbal dan arsenik yang terbawa air hingga ke tingkat yang aman. Jika diakumulasikan filter air jelas lebih murah dan lebih ramah lingkungan dibandingkan terus-terusan membeli air kemasan.

Mencukupi kebutuhan air minum akan lebih sempurna jika mematuhi aturan dan cara minum air yang baik dan benar. Pastikan tubuh tidak kekurangan cairan, namun juga tidak kelebihan cairan yang justru dapat membahayakan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *