12 Cara Untuk Membuat Tubuh Melakukan Detox Secara Alami

Detoksifikasi adalah proses pembuangan racun secara alami dari tubuh. Pada dasarnya setiap hari organ tubuh termasuk hati, ginjal, usus, dan sistem limfatik selalu melakukan proses detoksifikasi untuk membuat tubuh senantiasa sehat. Akan tetapi tubuh kita rentan terpapar bahan-bahan berbahaya mulai dari makanan, udara, kosmetik, maupun tempat tinggal. Hal ini menyebabkan terkadang organ tubuh terhambat atau tidak mampu untuk melakukan detox secara alami.

Hal inilah yang membuat kita membutuhkan cara untuk membuat organ tubuh bisa melakukan detox yang lebih baik. Detoksifikasi membuat organ tubuh beristirahat dari aktivitas sekaligus melindungi organ-organ tubuh terinfeksi racun, limbah dan gas-gas berbahaya. Biasanya detoksifikasi akan meningkatkan pembuangan racun melalui feses, urin, dan keringat yang sekaligus akan meningkatkan sirkulasi tubuh.

Mengurangi Asupan Gula

Makanan dan minuman manis memang disukai oleh hampir setiap orang. Akan tetapi, rasa manis dari makanan tidak dibarengi dengan dampak yang baik untuk kesehatan. Bukan rahasia lagi bahwa mengonsumsi gula terlalu banyak dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Ini menjadi awalan dari kemunculan komplikasi penyakit lain seperti serangan jantung dan stroke.

Meskipun gula dalam jumlah sedikit memang diperlukan untuk membentuk karbohidrat yang akan digunakan sebagai sumber energi, namun konsumsi gula berlebihan akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Ketika tubuh mengonsumsi gula secara berlebihan, maka cenderung tubuh lebih mudah lelah, mudah lapar, dan mengalami peningkatan berat badan dengan cepat.

Hal lain yang mencirikan seseorang sebenarnya membutuhkan detox gula ialah perubahan respon tubuh terhadap rasa dari gula. Artinya ketika sering mengonsumsi gula, maka anda akan merasakan bahwa makanan dan minuman manis yang biasa dikonsumsi menjadi kurang manis. Sehingga anda membutuhkan tambahan gula atau pemanis yang lebih banyak.

Untuk melakukan detox gula, maka anda setidaknya membutuhkan 5 hari pertama untuk membiasakan diri dalam mengurangi asupan gula. Pada 3 hari pertama, anda tidak diperbolehkan mengonsumsi gula apapun, termasuk gula alami dari buah, susu, dan biji-bijian. Pada tahap ini tubuh dibiasakan untuk mencukupi protein, sayuran, dan lemak sehat saja. Hal ini akan membuat tubuh membuang racun secara perlahan-lahan.

Kemudian, pada hari ke-4 sebenarnya lidah anda mulai kembali merasa netral, sehingga pada tahap ini anda bisa mengonsumsi buah-buahan dengan rasa manis yang ringan seperti apel dan nanas. Sementara pada hari ke-5 anda sudah bisa mengonsumsi susu atau produk turunannya seperti yogurt dan keju, namun dengan kandungan lemak yang rendah dan tanpa gula tambahan.

Mengurangi Konsumsi Garam

Bagi kebanyakan orang makanan tanpa tambahan garam akan terasa hambar dan kurang enak. Banyak orang yang menyukai rasa asin dari garam hingga mengonsumsinya secara berlebihan. Meskipun garam diperlukan untuk menjaga fungsi tubuh dan menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, namun konsumsi garam per hari yang melebihi batas normal akan membahayakan tubuh.

Garam yang terdiri dari natrium (sodium) dan klorida dalam jumlah yang berlebihan dapat menjadi racun di dalam tubuh, sekaligus menimbulkan efek kecanduan. Beberapa dampak terlalu banyak konsumsi garam berupa peningkatan resiko penyakit jantung akibat tekanan darah tinggi, peningkatan resiko demensia vascular akibat pembuluh darah di otak yang tersumbat, terganggunya fungsi ginjal, kanker perut, serta berkurangnya kepadataan tulang.

Menurut pendapat WHO, agar tubuh dapat melakukan detox alami, maka cukup konsumsi maksimal 5 gram garam atau kurang dari 1 sendok teh bagi orang dewasa setiap harinya. Selain itu, cara untuk menghilangkan kadar garam berlebihan di tubuh, bisa dengan banyak makan makanan yang mengandung potasium tinggi seperti pisang, plum, peach, jeruk, alpukat, kismis, dan bayam. Selain itu, hindari makan makanan cepat saji atau makanan kemasan karena biasanya mengandung garam yang tersembunyi di dalamnya.

Hindari Alkohol Dan Rokok

Minum alkohol dan merokok dikaitkan sebagai satu kebiasaan buruk yang dilakukan bersamaan. Oleh sebabnya apabila seseorang berhenti merokok biasanya juga akan dibarengi dengan pengurangan mengonsumsi alkohol. Dalam sebuah penelitian lebih dari 90 persen alkohol mengendap di organ hati. Enzim hati akan melakukan metabolisme terhadap alkohol dan merubahnya menjadi asetaldehida yaitu bahan kimia yang menyebabkan kanker.

Oleh sebabnya minum alkohol dapat menjadi racun yang menyebabkan kerusakan fungsi hati termasuk membuat penumpukan lemak, peradangan, dan jaringan parut. Ketika gejala ini terjadi, organ hati tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga tidak mampu menyaring limbah dan racun di dalam tubuh. Selain itu, alkohol juga memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan jantung. Dengan demikian, mengurangi atau bahkan menghentikan alkohol adalah cara yang paling baik untuk membuat tubuh melakukan detox alami terhadap hati dan jantung.

Sama halnya dengan alkohol, rokok juga menciptakan racun berupa nikotin yang mengendap di dalam tubuh. Dalam jumlah sedikit nikotin memang tidak terlalu berdampak, namun dalam kadar nikotin yang berlebihan akan membahayakan kesehatan tubuh. Nikotin dapat menyebabkan efek samping berupa perubahan hormon, gangguan ritme jantung, dan masalah pada sistem gastrointestinal.

Bagi pecandu rokok, untuk menghentikan konsumsi rokok memang bukanlah perkara yang mudah. Oleh sebabnya lakukan pembatasan dan pengurangan konsumsi rokok setiap harinya hingga berhasil menghentikan kecanduan rokok secara keseluruhan.

Mengurangi Stres

Pada dasarnya stres memang merupakan suatu kondisi mental yang berdampak langsung terhadap kesehatan fisik. Ketika stres berkepanjangan maka tubuh akan memberi respon fisik yang berbeda-beda pada setiap sistem dalam tubuh. Pada sistem saraf pusat, stres akan membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, yang membuat organ hati akan menghasilkan lebih banyak gula di dalam darah. Pelepasan hormon ini juga akan meningkatkan detak jantung, melebarkan pembuluh darah di lengan dan kaki, serta meningkatkan kadar glukosa.

Pada beberapa orang yang menderita asma, stres akan menyebabkan sesak napas dan serangan panik. Bagi sistem pencernaan, stres juga akan membuat tubuh mengalami heartburn, mual, muntah, dan peningkatan kadar asam. Beberapa dampak lain dari stres antara lain mengalami sakit kepala, nyeri punggung, menurunkan hormon testosteron pria, mengganggu siklus menstruasi, dan menurunkan kekebalan tubuh.

Banyaknya dampak stres bagi kesehatan menandakan bahwa stres merupakan racun yang harus dibuang dari tubuh. Oleh sebab itu, dalam rangka membuat tubuh melakukan detox alami maka perlu mengelola dan mengurangi stres. Untuk mengurangi stres, maka pertama-tama tubuh memerlukan waktu untuk menenangkan pikiran melalui aktivitas meditasi.

Selain itu, kelola stres dengan bercerita pada orang yang dapat dipercaya, menerima semua perasaan negatif yang ada, serta bersyukur terhadap hal-hal kecil yang anda rasakan setiap harinya. Biasanya untuk mengurangi stres juga bisa dimulai dengan membersihkan lingkungan di sekitar kita sehingga membuat perasaan lebih nyaman, serta menggerakkan tubuh atau melakukan peregangan.

Mengurangi Penggunaan Gadget

Gadget menjadi kebutuhan mutlak untuk menunjang aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Namun, ketika tubuh menatap layar gadget terlalu lama, maka akan berakibat buruk pada kesehatan dalam jangka panjang. Beberapa dampak yang terjadi ketika menatap dan menggunakan gadget berlebihan seperti mata mengering, penglihatan menjadi kabur, sakit kepala, ketegangan pada saraf mata, leher menjadi kaku, sakit punggung, tangan menjadi mati rasa dan kesemutan.

Kebanyakan dampak langsung dari penggunaan gadget yang terlalu lama berkaitan dengan gangguan sistem saraf dan otot. Oleh sebab itu, ada istilah yang dikenal dengan detox digital. Detox digital dapat mengurangi stres sekaligus membuat fisik menjadi lebih sehat.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan gadget, antara lain mematikan notifikasi pada gadget, menjauhkan gadget saat sedang berinteraksi secara langsung, buat jadwal tanpa gadget, mulai rajin membaca dan menulis secara manual, serta melakukan rehat sejenak dalam menggunakan media sosial. Semua cara ini dilakukan untuk membiasakan tubuh dan pikiran lebih aktif pada hal-hal nyata sekaligus memperbaiki kecerdasan emosional seseorang.

Mengurangi Paparan Lingkungan

Radikal bebas bisa mengancam kesehatan manusia karena berkontribusi terhadap berbagai penyakit kronis serta penyakit degeneratif termasuk penyakit jantung, stroke, kanker, dan Alzheimer. Radikal bebas disebut juga dengan paparan lingkungan yang bisa menjadi pemicu dari hipertensi, asma, obesitas, dan diabetes.

Secara ilmiah paparan radikal bebas diartikan kontak secara langsung dengan zat kimia, biologi, dan fisika yang ditemukan pada air, udara, makanan, atau tanah yang memiliki efek berbahaya pada kesehatan. Paparan lingkungan dapat diperoleh dari dua sumber yaitu endogen dan eksogen. Radikal bebas endogen ialah radikal bebas yang berasal dari dalam tubuh sendiri seperti auto-oksidasi, oksidasi enzimatik, dan respiratory burst.

Sementara radikal bebas eksogen berasal dari luar tubuh seperti polusi udara, radiasi UV, sinar-X, pestisida, zat kimia pada makanan, serta asap rokok. Untuk mengurangi paparan lingkungan, maka dapat dimulai dengan mengurangi jarak dengan orang yang sedang merokok, makan makanan yang organik tanpa pengawet dan pestisida, memilih bersepeda dan berjalan kaki untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor, menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar rumah, dan lain sebagainya.

Mencukupi Kebutuhan Air

Pada dasarnya 60 persen komponen pada tubuh manusia terdiri dari cairan. Sumber cairan terbesar diperoleh dari air putih bersih. Kekurangan air akan mempengaruhi sistem kerja tubuh. Oleh sebabnya untuk mendetoksifikasi tubuh secara alami, maka mencukupi kebutuhan air merupakan hal yang wajib dilakukan. Air adalah pelumas alami yang mampu membersihkan racun dari sistem pencernaan dan ginjal.

Untuk memenuhi kebutuhan air, maka konsumsi setidaknya 18 gelas per hari pada waktu-waktu tertentu. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan tubuh mengeluarkan racun sebaiknya minum air hangat ketika bangun tidur. Anda juga bisa menambahkan perasan jeruk lemon ke dalam air hangat untuk meningkatkan manfaat kesehatan yang lebih banyak.

Selain itu, sebaiknya hindari menggunakan botol plastik terutama dari botol air kemasan yang seharusnya hanya digunakan sekali saja. Botol plastik biasanya mengandung bahan kimia karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Sebagai gantinya anda bisa menggunakan gelas atau cangkir rumahan untuk menunjang detox air putih. Minum air putih yang cukup akan membantu tubuh mengeluarkan racun melalui urin dan keringat. Hal ini juga akan membuat tubuh bekerja secara maksimal agar tubuh lebih sehat dan bugar.

Meningkatkan Plant-Based Foods

Plant-based foods merupakan pola makan nabati yang berfokus pada makanan yang berasal dari tumbuhan. Ini tidak hanya merujuk pada buah-buahan dan sayuran, namun termasuk kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, gandum, polong-polongan, umbi-umbian, rempah-rempah, susu nabati dan sebagainya.

Menerapkan plant-based foods pada konsumsi harian tidak berarti seseorang harus menjadi vegetarian atau vegan yang tidak pernah makan daging atau susu. Namun, hanya mengurangi konsumsi daging, serta meningkatkan penggunaan produk nabati. Ini disebut juga makanan sehat pengganti protein hewani, sehingga menggunakan olahan nabati dan memperbanyak asupan protein nabati yang memiliki cita rasa dan kandungan gizi yang nyaris sama dengan produk hewani.

Pola makan nabati akan membuat sistem pencernaan lebih mudah mencerna makanan karena akan menyeimbangkan bakteri baik (probiotik) sehingga mendukung proses detoksifikasi. Pola makan nabati juga lebih baik untuk usus dan organ tubuh karena produk nabati memiliki racun paling sedikit dibandingkan produk hewani. Oleh sebab itu, pola makan nabati dapat meningkatkan fungsi hati dan ginjal, menurunkan tekanan darah, mengontrol berat badan, menurunkan resiko kematian, hingga menurunkan gejala depresi dan stres.

Meningkatkan Kadar Lemak Baik

Lemak baik disebut juga lemak tak jenuh yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan. Sementara lemak jenuh adalah lemak jahat yang perlu dihindari, karena membawa dampak buruk bagi kesehatan terutama berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol LDL. Untuk mendetoksifikasi tubuh secara alami, maka memenuhi kebutuhan lemak baik sangat diperlukan.

Lemak berfungsi sebagai pendorong penyerapan vitamin A, vitamin D, dan vitamin E dengan cara melarutkan vitamin tersebut di dalam lemak. Dengan kata lain, vitamin tersebut hanya dapat diserap oleh tubuh ketika lemak baik bekerja untuk mengubahnya menjadi energi. Namun, apabila masih ada lemak yang tersisa atau yang tidak diubah menjadi energi, maka lemak akan tersisa di tubuh dan menumpuk. Inilah yang mengawali kondisi obesitas.

Sementara lemak tak jenuh atau lemak baik terdiri omega-3, omega-6, dan omega-9 yang dikenal sebagai asam lemak esensial. Lemak jenis ini akan membantu mengurangi kolesterol jahat sekaligus menyehatkan jantung. Beberapa makanan yang dapat memenuhi kebutuhan lemak baik antara lain minyak zaitun, minyak kanola, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, tuna, salmon, makarel, sayuran berdaun hijau, dan olahan kedelai (tempe dan tahu).

Asam lemak dari daftar makanan tersebut dapat membuang racun hati yang sangat kuat yang dikenal dengan nama galactosamine. Tak hanya itu, asam lemak ini juga mampu menstimulasi dinding usus besar agar lebih mudah membuang racun dari tubuh, sehingga terbuang melalui urin dan feses.

Rutin Berolahraga

Olahraga dapat membuat proses detoksifikasi alami berjalan lebih cepat. Saat tubuh berolahraga maka sirkulasi dalam darah dan sistem getah bening akan bekerja maksimal. Berolahraga juga akan mengurangi ketegangan, melumasi sendi, memperkuat otot tubuh serta menyehatkan sistem pencernaan.

Selain itu, berolahraga juga mempercepat pernapasan dan meningkatkan produksi keringat yang seluruhnya akan mendorong tubuh melepaskan racun lebih cepat. Semakin banyak darah yang diedarkan ke seluruh tubuh, maka semakin mudah bagi organ hati dan kelenjar getah bening untuk membuang racun keluar dari tubuh.

Selain itu, ketika seseorang berolahraga maka secara otomatis akan minum lebih banyak sehingga asupan cairan semakin meningkat. Hal ini akan membuat produksi keringat lebih banyak sekaligus membantu ginjal bekerja lebih efektif untuk melepaskan racun, lemak jahat, dan limbah lainnya yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Jenis olahraga yang disarankan untuk membuat tubuh melakukan detox secara alami seperti latihan aerobik. Secara umum, latihan aerobik akan meningkatkan detak jantung dan menyebabkan percepatan pernapasan, sehingga lebih cepat pula mengeluarkan keringat. Latihan aerobik sangat banyak jenisnya, mulai dari berenang, lari, bersepeda, angkat beban, jalan santai, menari, dan sebagainya.

Selain itu, latihan yoga juga direkomendasikan untuk mendetoksifikasi tubuh lebih cepat karena olahraga ini dianggap memberikan ketenangan pada pikiran sehingga berkaitan dengan pengelolaan stres. Yoga akan membuat tubuh lebih fleksibel dan tidak kaku sehingga dapat meningkatkan suasana hati sekaligus membuang zat-zat racun dari dalam tubuh.

Sebagai tambahan, olahraga juga dapat membantu seseorang mengurangi ketergantungan terhadap rokok dan alkohol. Menurut American Heart Association, seseorang perlu melakukan olahraga 30 menit sehari sebanyak 5 kali seminggu untuk membantu mendetoksifikasi racun secara alami.

Mencukupi Waktu Tidur Dan Istirahat

Istirahat sangat diperlukan untuk memberi waktu bagi tubuh dalam meningkatkan fungsi tubuh serta menjaga agar mood selalu baik. Istirahat yang paling baik adalah mencukupi waktu tidur. Tidur adalah kesempatan bagi tubuh untuk melakukan detox secara alami sekaligus mengistirahatkan seluruh organ tubuh setelah seharian beraktivitas. Rata-rata orang remaja dan dewasa membutuhkan tidur selama 7-9 jam per hari.

Oleh sebabnya jika waktu tidur seseorang sangat kurang dari durasi tersebut maka dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan seperti mudah lelah, stres, otot menegang, diabetes, obesitas, kanker, hingga stroke. Dampak tersebut menunjukkan bahwa racun di dalam tubuh akan meningkat ketika seseorang kurang tidur.

Para pakar kesehatan selalu mengaitkan tidur yang berkualitas dengan proses detoksifikasi. Berbagai senyawa yang bersifat racun di otak akan dikeluarkan saat seseorang sedang tidur. Apabila proses detox ini berjalan lancar, maka saat bangun tidur otak akan kembali segar dan badan terasa bugar.

Namun, hal sebaliknya akan terjadi bila seseorang kurang tidur atau mengalami berbagai hambatan untuk mencukupi waktu tidur, misalnya insomnia. Kondisi tersebut akan membuat racun-racun berbahaya menumpuk di otak. Oleh sebabnya kurang tidur dalam jangka panjang akan memicu penyakit Alzheimer atau sejenisnya.

Lebih lanjut, otak memiliki status fungsional saat tidur dan saat terjaga. Oleh sebabnya ketika seseorang tidur, maka proses pembersihan racun akan maksimal hingga membuat sel-sel otak menyusut hingga 60 persen. Kondisi ini akan mempercepat racun-racun terdorong keluar dari otak, yang prosesnya jauh lebih efisien dibandingkan ketika masih tubuh terjaga.

Bisa dikatakan bahwa pembersihan otak dari racun, meningkat hingga 10 kali lipat saat tidur nyenyak. Sementara jika proses detox terjadi ketika kondisi terbangun, maka energi yang dibutuhkan akan membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir.

Meningkatkan Kualitas Udara

Udara yang bersih akan mendetoksifikasi paru-paru. Oleh sebabnya menghirup udara yang segar dan bersih sangat menyegarkan dan membuat kesehatan fisik dan mental menjadi lebih baik. Sayangnya pencemaran udara menjadi hal yang lumrah ditemui di kota-kota besar dengan jenis gas yang bertebaran seperti sulfur dioksida, hidrogen sulfida, karbon monoksida, dan gas-gas lainnya.

Selain itu, di dalam rumah atau ruangan juga dapat menjadi sarang penumpukan racun udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Sebagian besar orang akan menghabiskan waktu di dalam ruangan atau di dalam rumah masing-masing, terutama ketika terjadinya covid-19. Banyak sekali alasan yang mendasari mengapa udara di dalam ruangan dapat tercemar seperti polutan dari perabot, bahan bangunan, anggota keluarga yang merokok, serta proses renovasi.

Ruangan atau rumah yang tidak memiliki ventilasi juga dapat meningkatkan pencemaran udara di dalam ruangan. Ini juga membuat ruangan terasa pengap dan sesak. Oleh sebabnya, ini menjadi alasan utama mengapa kita perlu membersihkan udara di dalam ruangan atau rumah.

Secara umum, untuk meningkatkan kualitas udara bersih di udara terbuka atau di luar ruangan cukup sulit dilakukan. Hal ini dikarenakan kita tidak mungkin melarang penggunaan kendaraan bermotor maupun pencemaran udara dari produksi di pabrik. Oleh sebabnya ketika di luar rumah dianjurkan untuk menggunakan masker dan segera membersihkan wajah ketika kembali pulang.

Namun, untuk membersihkan udara di dalam ruangan masih banyak yang dapat dilakukan. Pertama-tama anda bisa menggunakan teknologi berupa air purifier untuk menyedot udara kotor. Sementara cara yang lebih sederhana dan ramah dikantong dapat dilakukan dengan menanam tanaman pembersih udara seperti aloe vera, snake plant, boston fern, spider plant, dan ficus.

Cara lain yang juga penting diterapkan untuk membersihkan udara yaitu rajin membuang sampah, rutin membersihkan rumah secara keseluruhan, membuka jendela sesekali untuk menjaga sirkulasi udara, serta rajin mencuci dan menjemur perabotan rumah. Udara di dalam rumah yang lebih bersih, akan melindungi paru-paru dari penumpukan gas beracun.

Nah, itu dia 12 cara untuk membuat tubuh melakukan detox secara alami. Lakukan semua hal tersebut untuk menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit fisik maupun gangguan mental, karena pada dasarnya kesehatan sangat bergantung pada kemampuan organ tubuh membuang semua racun dan limbah dari dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *