12 Rempah Untuk Menurunkan Kolesterol

Tubuh yang memiliki banyak kolesterol jahat bisa merusak kesehatan secara keseluruhan. Kolesterol jahat juga merupakan penyebab dari banyaknya penyakit kronis. Banyaknya penyakit kronis mengintai jika tubuh memiliki kelebihan kadar kolesterol. Penyakit kronis tersebut meliputi serangan jantung, diabetes, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Namun, Anda tak perlu khawatir, karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menurunkan kolesterol jahat. Pasalnya, terdapat beberapa bumbu yang mampu turunkan kolesterol. Bumbu-bumbu juga biasanya dikemas dengan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan. Selain manfaat kesehatan, beragam rempah juga memberikan rasa yang khas untuk hidangan Anda. Berikut adalah bumbu yang mampu turunkan kolesterol. Cari tahu selengkapnya di bawah ini.

Kayu Manis

Kayu manis adalah rempah-rempah yang berasal dari kulit bagian dalam beberapa spesies pohon dari genus Cinnamomum. Kayu manis biasanya ditemukan dalam bentuk batang atau kering, yang kemudian ditambahkan pada hidangan manis dan terutama gurih. Bumbu dapur yang satu ini memiliki rasa manis dan pedas, yang membuatnya cocok menjadi bumbu makanan dan minuman.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Kayu manis memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 2.000 SM. Awalnya bumbu langka ini hanya diperuntukkan bagi raja, namun saat ini telah banyak digunakan di seluruh dunia, baik dalam kuliner maupun pengobatan. Dalam kandungan kayu manis, terdapat senyawa yang disebut cinnamaldehyde. Senyawa tersebut bertanggung jawab atas aroma dan rasanya yang khas, serta yang memberikan banyak manfaat kesehatan.

Bumbu dapur ini mengandung sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat, yang bertanggung jawab dalam menurunkan kolesterol. Meskipun kayu manis mungkin paling dikenal karena kemampuannya membantu menurunkan gula darah, tetapi senyawa dari kayu manis juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan gula darah puasa, trigliserida, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL), serta kolesterol total. Di sisi lain, kayu manis dapat meningkatkan kadar kolesterol baik serta memperlancar aliran darah pada tubuh.

Terlebih lagi, sifat antioksidan pada kayu manis juga mampu mengelola sensitivitas insulin tubuh. Dengan demikian, Anda tak hanya bisa mendapatkan rasa yang lezat pada suatu hidangan yang menggunakan kayu manis, tetapi juga dapat merasakan salah satu manfaatnya, yaitu kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol.

Bawang Putih

Bawang putih (Allium sativum) adalah tanaman yang dibudidayakan di seluruh dunia, yang banyak digunakan dalam berbagai resep masakan. Dalam dunia kuliner, bawang putih umumnya digunakan sebagai siung utuh, dicincang, dihaluskan dengan bumbu dan rempah lainnya, atau digunakan dalam bentuk bubuk.

Ini merupakan salah satu bumbu yang paling populer, sekaligus yang paling banyak diteliti karena bawang putih dinilai sebagai bumbu yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, sehingga bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan tradisional. Lebih dari 100 fitokimia telah diidentifikasi dalam bawang putih, dan hasilnya – bawang putih memiliki senyawa allicin yang mengandung sulfur sebagai bahan yang paling terkenal.

Allicin dan senyawa penting lainnya bertanggung jawab atas rasa pedas dan berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Senyawa tersebut juga secara aktif dalam memberikan rasa dan aroma yang unik pada suatu masakan. Jika Anda menggunakan bawang putih sebagai bumbu, dan merasakan rasa serta aroma yang kuat dari bawang putih, itu berasal dari senyawa yang terdapat pada genus Allium ini, yaitu allicin.

Senyawa ini juga ditemukan pada kerabat bawang putih, termasuk bawang merah dan daun bawang. Senyawa allicin ini akan terbentuk ketika suing bawang putih rusak, misalnya dengan memotong, menghancurkan, atau mengunyah. Terlepas dari apa pun cara konsumsinya, manfaat dari senyawa allicin bisa langsung dirasakan ketika kita mengonsumsi bawang putih.

Dari segi kesehatan, bawang putih efektif dalam menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari paparan radikal bebas di pembuluh darah individu dengan tekanan darah yang tinggi. Ini juga berkontribusi terhadap kesehatan jantung, yang dengan kata lain, bawang putih mampu menurunkan kadar lipid darah, khususnya kolesterol total dan Low Density Lipoprotein, dan ini telah dibuktikan oleh sejumlah penelitian.

Lebih lanjut, menurut sebuah penelitian, mengonsumsi satu bawang putih tidak cukup untuk membuat perbedaan yang signifikan terhadap kesehatan tubuh. Sementara yang lainnya menunjukkan bahwa empat siung bawang putih setiap hari berdampak bagi kesehatan. Pada sebuah temuan studi, bawang putih akan bekerja dengan lebih efektif bila dikombinasikan dengan satu sendok makan jus lemon.

Jika Anda ingin menurunkan kolesterol, konsumsi bawang putih secara rutin mampu memberikan khasiat tersebut. Ini telah diteliti lebih lanjut yang hasilnya menunjukkan bahwa dua hingga empat siung bawang putih atau sebanyak 20 gram selama dua bulan secara signifikan menurunkan kolesterol total pada individu yang memiliki kadar kolesterol total 200 mg/dL atau lebih tinggi.

Jahe

Bumbu yang mampu turunkan kolesterol lainnya adalah bumbu yang termasuk dalam famili Zingiberacea, yakni jahe. Jahe merupakan bumbu dapur yang pertama kali dibudidayakan di Asia Tenggara dan menyebar ke Barat selama perdagangan rempah-rempah. Rimpang jahe selain dijual dalam bentuk segar, ini juga bisa diolah menjadi beragam jenis, yaitu jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, minyak jahe, dan oleoresin jahe.

Jahe memiliki banyak manfaat dalam kuliner. Di Asia dan India, jahe banyak digunakan dalam hidangan gurih. Berbanding terbalik dengan masakan Barat, jahe cenderung digunakan dalam makanan manis, misalnya roti jahe, kue jahe, bir jahe serta pai labu. Akar jahe dapat diiris, dipotong dadu, dibuat manisan, dan sebagainya, tetapi secara umum, jahe bubuk ialah yang paling banyak digunakan dalam masakan.

Jahe dikenal dengan efek antimual yang berguna sebagai pereda mual, serta dapat mengatasi masalah lainnya termasuk perut kembung, masuk angin, dan sebagainya. Konstituen jahe – gingerol, merupakan zat aktif yang memberikan aroma serta rasa yang khas. Gingerol juga merupakan bahan aktif yang mengandung antioksidan dan anti-inflamasi. Meski jahe paling dikenal sebagai obat tradisional pereda mual, namun sejumlah penelitian telah meneliti bahwa gingerol juga berkontribusi terhadap penurunan faktor risiko yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.

Lebuh lanjut, studi telah membuktikan bahwa jahe secara efektif dalam menurunkan trigliserida, serta terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol dalam jumlah dua gram bubuk jahe, atau setara dengan kira-kira satu sendok teh. Bagian menakjubkan dari jahe lainnya yaitu jahe dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada pasien penderita diabetes tipe 2. Sehingga dalam hal ini, untuk menurunkan kadar kolesterol, Anda dapat mengonsumsi jahe kapan pun secara rutin.

Kunyit

Untuk membantu menurunkan kolesterol, Anda juga dapat menggunakan kunyit. Kunyit (Curcuma longa) merupakan salah satu bumbu dapur yang berasal dari keluarga yang sama dengan jahe yaitu keluarga Zingiberaceae. Ini secara luas tumbuh di daerah tropis, dan banyak digunakan dalam masakan Asia. Di Indonesia sendiri, kunyit berguna sebagai pewarna alami dalam berbagai masakan seperti gulai, kari, dan sebagainya.

Curcumin – yang merupakan bahan aktif kunyit bertanggung jawab atas warna alami dari kunyit. Selain itu, curcumin juga dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan terutama terkain dengan efek anti-inflamasi. Manfaat lainnya dari kunyit yaitu senyawa curcumin tersebut jugs terbukti dapat mengurangi peradangan serta menurunkan kadar kolesterol.

Pada sebuah penelitian, curcumin juga membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Tak hanya itu, bumbu dalam masakan Asia ini juga dapat mencegah oksidasi kolesterol, yaitu sebuah proses yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

Lada Hitam

Bumbu yang mampu turunkan kolesterol selanjutnya adalah lada hitam. Bumbu dapur ini merupakan bahan pokok dalam banyak masakan. Cita rasanya yang gurih dan sedikit pedas membuat lada hitam dapat membumbui apa pun, misalnya sup, tumisan, pasta, dan bahkan steak. Namun, selain menjadi bumbu yang enak, lada hitam juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Lada hitam mengandung senyawa yang disebut piperin. Senyawa ini telah terbukti berpotensi dalam menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, piperin juga mencegah aktivitas enzim yang terkait dalam sintesis kolesterol di hati serta meningkatkan sekresi asam empedu, yang kemudian akan membantu pencernaan dan penyerapan lemak makanan.

Bumbu dalam banyak masakan pokok ini juga mengandung antioksidan serta anti-inflamasi, yang berkontribusi dalam melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas, dan mengurangi risiko terkait kadar kolesterol tinggi. Dengan demikian, lada hitam mengandung senyawa – terutama piperin yang mampu menurunkan kadar kolesterol tubuh.

Ketumbar

Ketumbar merupakan bumbu dapur yang digunakan dalam banyak hidangan seperti sup, dendeng, ayam goreng, dan sebagainya. Selain di Indonesia, ketumbar juga secara luas digunakan dalam masakan India, Timur Tengah, dan bahkan Asia. Dalam hal menurunkan kolesterol, ketumbar memiliki potensi besar dalam melakukan hal ini. Pasalnya, ketumbar mengandung antioksidan yang mampu mengurangi kolesterol jahat sekaligus berperan dalam meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh.

Anda bisa mengonsumsi ketumbar dengan meminum rebusan dua sendok biji makan biji ketumbar. Minum rebusan tersebut setelah dingin. Untuk hasil yang lebih efektif, cobalah untuk meminumnya sebanyak dua kali sehari. Dengan begitu, tanaman yang berasal dari Coriandrum sativum ini tak hanya dapat menurunkan kolesterol jahat, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.

Fenugreek

Fenugreek adalah bumbu yang biasa digunakan dalam masakan India dan Timur Tengah. Ini mengandung senyawa yang disebut saponin, yang telah terbukti memiliki sifat penurun kolesterol. Studi telah menemukan bahwa fenugreek dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, fenugreek telah ditemukan untuk membantu memperlambat penyerapan kolesterol di usus dan di hati.

Daun Kemangi

Bumbu yang mampu turunkan kolesterol berikutnya yaitu daun salam. Bumbu dapur ini biasanya digunakan sebagai bumbu dari tumisan, pepes, sambal, dan olahan ayam. Daun kemangi termasuk dalam salah satu pengobatan Ayurveda yang memiliki khasiat untuk menurunkan kolesterol pada tubuh. Ini dikarenakan daun kemangi mengandung flavonoid dan antioksidan yang berpotensi dalam mengurangi kadar kolesterol jahat.

Selain itu, minyak atsiri pada daun kemangi mengandung eugenol, yakni senyawa fenolik yang bertanggung jawab dalam menurunkan lipid serum yang tinggi. Di sini, eugenol juga bertindak sebagai antioksidan yang membantu menghambat oksidasi kolesterol jahat. Daun kemangi memiliki kemampuan lainnya terkait kolesterol yaitu menurunkan kadar trigliserida, serta beberapa peningkatan kadar kolesterol baik (HDL).

Sereh

Sereh atau serai merupakan tanaman asli yang termasuk dalam keluarga rumput Poaceae yang berasal dari daerah tropis Asia. Sereh memiliki rasa lemon serta aroma jeruk yang berfungsi sebagai bumbu masakan, mulai dari sup, kari, hingga makanan panggang. Ini adalah bahan alami yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat.

Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yaitu African Journal of Biotechnology pada tahun 2007. Studi tersebut menunjukkan bahwa ekstrak minyak sereh secara efektif mampu menurunkan kadar kolesterol dalam penelitian hewan sebagai objeknya, yang memiliki kolesterol tinggi. Studi lainnya menunjukkan bahwa minyak sereh juga sangat efektif dalam menghambat hiperlipidemia, yaitu dengan mempertahankan kadar kolesterol dan trigliserida normal.

Peterseli

Peterseli adalah bumbu dapur andalan dalam masakan Eropa dan Timur Tengah, dan saat ini telah digunakan di seluruh dunia sebagai herba halus yang dapat digunakan pada segala macam hidangan termasuk salad, sup, garnish, atau hidangan apa pun yang membutuhkan rasa herbal dari peterseli. Ini biasanya tersedia dalam bentuk segar dan kering.

Terkait manfaatnya dalam hal pengobatan, peterseli mampu menurunkan kadar kolesterol, ini dikarenakan peterseli memiliki sifat antioksidan. Khasiat lainnya dari peterseli adalah bahwa herba ini mampu menghilangkan stres akibat radikal bebas. Kandungan peterseli lainnya – senyawa folat, dinilai mampu mengontrol asam amino homocysteine yang menjadi penyebab kerusakan pembuluh darah.

Cabai Rawit

Cabai rawit atau dengan nama ilmiah yaitu Capsicum annuum merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan dalam hidangan Indonesia. Masyarakat di Indonesia sangat menyukai rasa pedas, itu sebabnya kehadiran cabai banyak dicari dan tak bisa dilewati terutama dalam pembuatan sambal. Ini dikenal karena efek anti-inflamasinya yang berguna sebagai pereda nyeri.

Khasiat lainnya yang bisa ditemukan dari cabai rawit ialah kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dan lemak trigliserida, serta mengatasi masalah pembuluh darah dan jantung. Cabai rawit memiliki senyawa penting yang disebut dengan capsaicin. Senyawa ini berpotensi dalam mencegah peningkatan kolesterol di hati sekaligus meningkatkan ekskresi melalui tinja.

Daun Salam

cek ratusan koleksi lainnya

Bumbu yang mampu turunkan kolesterol yang terakhir adalah daun salam. Ini merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan sebagai bumbu pada bubur, nasi uduk, serta nasi liwet. Kemampuannya sebagai bumbu masakan tak perlu diragukan lagi, demikian pula kemampuannya dalam manfaat pengobatan terkait kolesterol.

Daun salam berpotensi dalam menurunkan kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kolesterol baik. Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi daun salam sebanyak satu hingga tiga gram secara rutin selama 30 hari efektif dalam menurunkan kolesterol total hingga 24 persen, lemak trigliserida sebanyak 34 persen, mengurangi kadar kolesterol jahat sebanyak 40 persen, serta meningkatkan kolesterol baik hingga 29 persen.

Terkait banyaknya bahaya penyakit kronis yang dapat ditimbulkan dari kadar kolesterol yang tinggi, Anda dapat dengan mudah mengatasi masalah tersebut dengan mengonsumsi bumbu dapur yang biasanya ditambahkan ke dalam berbagai resep. Lebih lanjut, bumbu dapur di atas juga dikemas dengan banyak manfaat lainnya. Sehingga, selain menurunkan kolesterol, Anda juga bisa merasakan khasiat lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa Anda tetap harus mengimbanginya dengan pola hidup sehat, agar hasil yang didapatkan pun akan lebih maksimal. Berbagai rempah memiliki kegunaan lainnya dengan meningkatkan imunitas tubuh. Cari tahu 14 rempah untuk tingkatkan imunitas tubuh di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *