Cara Menyimpan Frozen Food Yang Benar

Makanan beku atau frozen food sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia yang dianggap sebagai kebutuhan gaya hidup modern. Frozen food memiliki beragam jenis, misalnya produk snack beku seperti samosa, risol, pastel, kebab, kroket, dan kentang goreng. Ada juga frozen food sebagai bahan makanan seperti nugget, bakso, ayam, hingga sayur-sayuran. Alasan frozen food diminati adalah proses memasak yang lebih praktis dan dapat dijadikan stok makanan untuk jangka waktu lama. Akan tetapi kepraktisan ini harus dibarengi dengan kesadaran bahwa frozen food harus disimpan dengan cara yang tepat untuk memastikan bahan makanan ini tetap segar dan tidak terkontaminasi oleh bakteri.

Penyimpanan Kedap Udara

Menyimpan frozen food di dalam wadah yang kedap udara adalah cara yang paling dasar untuk mempertahankan kualitas dari frozen food. Penyimpanan ini setidaknya dapat mencegah frozen food tercemar bau dari bahan makanan lain. Selain itu cara ini juga mencegah frozen food kehilangan kelembapan sehingga makanan yang disimpan tidak tercemar bakteri yang berbahaya apabila dikonsumsi.

Oleh sebab itu, penting untuk meminimalisir frozen food dari kontak udara terbuka. Pastikan bahwa wadah penyimpanan yang anda gunakan benar-benar kedap udara. Apabila frozen food disimpan dalam kantong makanan sekalipun, sebaiknya keluarkan semua udara di dalam kantong sebelum menguncinya (sealing). Penyimpanan kedap udara dapat mempertahankan kualitas frozen food dalam 4-6 hari.

Membungkus Frozen Food

Cara lainnya untuk mempertahankan kualitas frozen food dapat dilakukan dengan cara membungkusnya. Bungkus yang digunakan bisa berupa lembar plastik (plastic wrap) atau aluminium foil. Plastik ini dapat membantu mengisolasi frozen food dari bahan makanan yang lebih dingin atau lebih panas. Lembar pembungkus ini baik digunakan untuk bahan makanan yang padat seperti daging, ikan, dan roti beku.

Selanjutnya pembungkus makanan yang bisa juga digunakan adalah kantong penyimpanan khusus untuk freezer yang biasanya memiliki tutup resleting. Wadah seperti ini cocok digunakan untuk berbagai jenis makanan beku terutama makanan yang bertekstur cair. Ini juga bisa menjadi cara yang paling baik untuk menyimpan makanan yang akan digunakan dalam jangka pendek atau dikonsumsi berkali-kali. Hal ini dikarenakan kantong penyimpanan khusus mudah dibuka tutup ketika dibutuhkan.

Dalam membungkus makanan,  anda perlu memisahkan setiap makanan ke dalam bungkusan kecil terutama jika menggunakan plastik. Misalnya, membungkus dengan aluminium foil adalah keputusan yang sangat tepat untuk menyesuaikan porsi makan kecil, dengan tetap menyisakan makanan untuk disimpan. Ini akan mempertahankan kualitas, rasa, dan aroma bahan makanan yang tetap sama.

Lebih lanjut jenis penyimpanan yang bisa dimanfaatkan untuk ‘membungkus’ frozen food adalah wadah kaca. Wadah kaca ideal untuk menyimpan makanan beku dalam jangka panjang. Wadah kaca juga tidak membuat makanan meninggalkan noda, serta tidak mengundang kontaminasi dari bahan makanan lain. Gunakan penyimpanan wadah kaca untuk daging ayam, daging olahan, sayuran beku maupun makanan yang mengandung air.

Menyimpan Frozen Food Di Freezer

Menyimpan frozen food di freezer adalah alternatif penyimpanan yang paling bisa menjamin ketahanan kualitas pangan dalam jangka panjang. Ini adalah cara yang hemat, praktis, dan akan sangat mengurangi jumlah makanan yang akan terbuang karena mengalami kadaluwarsa, pembusukan atau perubahan warna. Jika makanan dibekukan dengan benar di dalam freezer, maka makanan tetap aman dikonsumsi bahkan dengan rasa dan tekstur yang tidak terlalu berbeda setelah berbulan-bulan. Dikarenakan menyimpan makanan beku di dalam freezer sangat penting dilakukan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan cara penyimpanan yang benar.

Mengetahui Waktu Penyimpanan Dan Suhu Freezer

Waktu penyimpanan untuk makanan beku dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis makanan dan jenis freezer yang dimiliki. Misalnya kentang goreng akan bertahan lebih lama dalam freezer dibandingkan produk ayam beku. Sementara beberapa jenis freezer biasanya memiliki buku panduan mengenai berapa lama makanan dapat disimpan dengan aman.

Selain itu, perhatikan juga pada label kemasan frozen food karena terdapat informasi berapa lama makanan tersebut dapat bertahan atau tetap terjaga kualitasnya apabila disimpan di dalam freezer. Secara lebih lanjut, penting juga untuk memahami suhu yang digunakan agar mengetahui berapa lama makanan dapat digunakan setelah disimpan dalam freezer.

Suhu freezer -6 ℃ cenderung hanya mampu mempertahankan kualitas frozen food selama maksimal 1 minggu. Apabila suhu freezer yang digunakan berkisar -12 ℃, maka makanan akan disimpan dengan baik hingga 1 bulan. Terakhir apabila freezer beroperasi pada suhu -18 ℃, maka frozen food akan mampu bertahan hingga 3 bulan. Oleh sebab itu, menggunakan suhu -18℃ sangat ideal untuk penyimpanan jangka panjang.

Makanan Yang Dapat Dimasukkan Dalam Freezer

Jenis makanan yang dapat dibekukan pada freezer memiliki karakteristik dan durasi tertentu. Misalnya daging mentah bisa disimpan dalam freezer selama 4-12 bulan, daging cincang mentah dapat bertahan hingga 3-4 bulan, sementara daging unggas mentah juga bisa bertahan selama 9-12 bulan. Untuk jenis bahan yang sudah dimasak lalu akan dibekukan seperti ikan atau unggas, maka dapat mempertahankan kualitasnya selama  2-4 bulan. Sementara untuk jenis buah beku dapat bertahan hingga 6 bulan.

Beberapa jenis frozen food lain yang dapat dimasukkan di dalam freezer adalah roti beku atau roti instan, sayuran beku, nugget, bacon, sosis, serta pastry mentah. Sementara jenis makanan yang tidak dapat atau tidak disarankan untuk dimasukkan ke dalam freezer diantaranya sayuran yang mengandung banyak air, makanan kaleng, mentega maupun keju. Secara khusus keju mungkin tetap bisa dimasukkan ke dalam freezer, namun tekstur yang dihasilkan akan berubah, seperti sedikit terpisah saat dicairkan sehingga  keju akan menjadi lebih cair.

Meskipun keju akan tetap memiliki rasa khasnya saat dicairkan, namun memasukkan keju ke dalam freezer akan membuatnya sedikit rapuh sehingga sulit untuk digunakan (terutama sebagai keju parut). Keju yang paling buruk untuk dibekukan di dalam freezer adalah jenis keju krim dan keju cottage, karena kemungkinan besar akan menjadi rapuh dan sulit dijadikan olahan sebagai topping atau bahan utama pembuatan kue. Sementara jika tetap ingin menyimpan keju di dalam freezer, penting untuk mencampurkan keju hanya ke bahan masakan yang dimasak dengan kuah, sehingga keju akan terlarut di dalamnya.

Aturan Umum Dalam Menyimpan Frozen Food Dalam Freezer

Beberapa hal yang pasti ingin dicegah saat menyimpan frozen food di dalam freezer antara lain hilangnya kelembapan makanan, transfer bau dari satu makanan ke makanan lain, ruang freezer yang penuh, serta keracunan makanan saat makanan sudah mendingin. Kunci utama untuk mencapai tujuan tersebut terletak pada cara membungkus dan menyimpan makanan dengan benar.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mempertahankan udara seminimal mungkin di dalam wadah frozen food, serta mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum menyegel wadah. Dalam proses ini penting untuk memperhatikan wadah atau pembungkus yang digunakan sesuai jenis makanan yang dibekukan, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel ini.

Ketika baru membeli frozen food penting untuk secepat mungkin mencegah pertumbuhan bakteri dengan memasukkan segera ke dalam freezer menggunakan wadah kecil kedap udara. Apabila frozen food yang disimpan dalam freezer memiliki jumlah yang banyak dan bervariasi, maka penting untuk memberi label dan tanggal pada wadah makanan. Pemberian label tanggal masuk akan memantau kondisi makanan sekaligus menentukan mana makanan yang perlu didahulukan untuk dikonsumsi.

Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah defrost atau proses pencairan makanan beku. Frozen food yang disimpan dalam suhu -18 ℃ tidak bisa langsung diolah setelah proses penyimpanan. Inilah tahapan yang dikenal sebagai proses thawing. Thawing adalah proses mencairkan makanan beku baik menggunakan suhu ruang, air mengalir, maupun air panas. Namun thawing dengan menggunakan suhu ruang hanya dapat diterapkan untuk jenis makanan beku seperti roti dan muffin.

Sementara jika makanan beku berupa daging, ikan, maupun daging olahan, sebaiknya thawing dilakukan dengan memindahkan frozen food dari freezer ke chiller atau kulkas bersuhu lebih hangat. Memang, memasukkan makanan ke chiller butuh waktu lebih lama untuk mencair, namun kualitas makanan akan tetap terjaga. Sebagai solusi, jika ingin mengolah frozen food di pagi hari, maka proses thawing sudah bisa dilakukan sejak malam hari. Thawing pada chiller maksimal dilakukan selama 2 kali 24 jam. Jika melebihi waktu tersebut, lebih baik menyimpan kembali makanan ke freezer agar makanan tidak mengalami perubahan rasa atau aroma.

Langkah-langkah Penyimpanan Di Freezer

Setelah memahami suhu, jenis makanan, serta aturan umum dalam menyimpan frozen food di dalam freezer, maka penting untuk mengikuti langkah-langkah berikut untuk membekukan frozen food agar kualitasnya tetap sama.

Langkah Persiapan Dan Pembagian Porsi

Pastikan anda mempersiapkan makanan yang ingin dibekukan terlebih dulu. Untuk jenis makanan dalam kemasan atau makanan yang sudah dimasak penting untuk membiarkan makanan benar-benar dingin. Sementara untuk jenis frozen food sayur perlu untuk melakukan proses memasak blanching untuk memastikan kualitas terjaga dengan baik. Setelah mempersiapkan semua bahan masakan, maka sebaiknya membagi porsi frozen food dalam kantong-kantong kecil. Membagi ke dalam ukuran atau porsi tertentu akan menghemat bahan makanan agar tidak mudah rusak dan lebih mudah mencairkan apa yang anda butuhkan saja.

Memperhatikan Penggunaan Wadah Dan Ruang

Seperti yang diketahui tidak ada banyak ruang di dalam freezer, jadi membutuhkan keterampilan menata produk agar seluruh bahan pangan muat di dalam freezer. Beberapa jenis makanan seperti sup dan kaldu biasanya membutuhkan banyak ruang karena harus disimpan di dalam wadah. Sementara untuk jenis makanan lain seperti buah beku atau bahan daging olahan, biasanya lebih menghemat ruang karena hanya membutuhkan penyimpanan plastik.

Sementara untuk membekukan bahan-bahan kecil yang hanya membutuhkan 1 atau 2 sendok makan, dapat dibekukan secara sekaligus dengan menggunakan nampan es batu. Nampan ini dapat menampung saus tomat, pesto, kaldu, harissa, pasta kari, dan lain sebagainya. Selain memuat banyak variasi, nampan juga memudahkan bahan makan tersebut dikeluarkan dan digunakan.

Mencegah Penumpukan Es Pada Freezer

Beberapa jenis freezer mungkin tidak efisien untuk membekukan makanan dalam jangka panjang, sehingga biasanya menyebabkan penumpukan es. Penumpukan ini akan mengurangi kemampuan freezer dalam menjaga kualitas makanan yang disimpan. Oleh sebab itu, wajib untuk membersihkan es yang menumpuk atau mencairkannya. Jangan khawatir tentang makanan yang berada dalam freezer ketika ruang freezer sedang dibersihkan, karena makanan ini dapat bertahan hingga 5 jam setelah dikeluarkan dari freezer.

Membekukan Sayuran Secara Khusus

Membekukan sayuran memang sedikit berbeda dibandingkan frozen food lainnya. Pertama-tama perlu untuk merebus sayuran secara sekaligus selama 30 detik di dalam air mendidih. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan perubahan warna dari sayuran segar menjadi coklat. Kemudian, sayuran yang telah direbus dimasukkan ke dalam mangkuk berisi air es yang disebut sebagai proses blanching.

Setelah sayur mendingin, tiriskan sayur dan letakkan di atas nampan untuk dipindahkan ke dalam freezer. Untuk menggunakan sayuran dari freezer, langsung masukkan ke dalam air mendidih dan jangan dikukus. Mengukus sayur beku membuat sayur ini semakin lembek dan kehilangan vitamin di dalamnya.

Pada dasarnya, menyimpan frozen food berfokus pada penggunaan wadah penyimpanan atau plastik pembungkus yang tepat dan menggunakan wadah kedap udara untuk jenis makanan tertentu. Selain itu, poin penting dari menyimpan frozen food adalah memahami tips penting dalam menggunakan freezer sebagai alat penyimpanan utama dari frozen food.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *