9 Rempah Alami untuk Aromaterapi

Rempah-rempah merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena memiliki manfaat yang begitu luas, bahkan bisa dijadikan aromaterapi. Hal ini dikarenakan banyak dari rempah yang memiliki aroma yang harum, sehingga sangat cocok dijadikan aromaterapi. Apa saja rempah alami untuk aromaterapi? Ketahui di sini.

Cengkeh

Cengkeh atau cengkih adalah rempah yang berasal dari Indonesia yang diperoleh dari kuncup bunga kering pohon beraroma yaitu pohon Myrtaceae. Rempah ini awalnya hanya tumbuh di sekitar Kepulauan Maluku, dan saat ini dibudidayakan di beberapa negara termasuk India, Madagaskar, Sri Lanka, dan Zanzibar.

Rempah ini begitu serbaguna, yang digunakan di seluruh dunia untuk berbagai tujuan, misalnya untuk tujuan kuliner dan pengobatan. Beberapa negara di Asia, Afrika, Mediterania, Eropa, dan Timur Tengah banyak menggunakan cengkeh sebagai bagian dari bumbu masakan, misalnya pada roti rempah speculaas.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Di Indonesia, cengkeh digunakan sebagai bahan utama rokok kretek. Berbeda dengan di Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok, cengkeh umumnya digunakan sebagai dupa. Di sisi lain, minyak atsiri cengkeh juga berguna sebagai aromaterapi dan untuk mengobati sakit gigi, termasuk sebagai komponen dari pasta gigi atau obat kumur.

Sebagai salah satu rempah alami untuk aromaterapi, ia memiliki aroma yang cukup kuat dan juga menenangkan, sehingga menggunakan minyak atsiri cengkeh menjadi cara yang sangat tepat untuk menambahkan keharuman alami ke rumah Anda juga. Selain itu, minyak atsiri cengkeh juga dapat dioleskan atau dihirup melalui hidung untuk menghilangkan rasa sakit.

Pada dasarnya, cengkeh sangat berguna untuk tujuan tertentu di seluruh dunia. Aromanya yang kuat dan menenangkan juga menjadi cara tebaik untuk menjadikannya aromaterapi. Namun, penting untuk diingat bahwa gunakan minyak atsiri cengkeh, bukan minyak daun atau batangnya, serta berhati-hatilah untuk menggunakannya, karena minyak atsiri cengkeh dapat mengiritasi kulit.

Kayu Manis

Rempah alami untuk aromaterapi yang pertama adalah kayu manis. Rempah dari genus Cinnamomum ini berasal dari kulit bagian dalam pohon yang kering. Kayu manis dikenal memiliki kombinasi aroma yang sangat beraroma, manis, dan pedas, sehingga sangat ideal untuk dijadikan aromaterapi, yang diambil dari minyak esensial kayu manis, baik itu bagian kulit atau daun.

Rempah kayu manis sangat cocok untuk aromaterapi selain aromanya yang segar, ia juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik Anda. Kayu manis adalah minyak yang sangat baik untuk menghangatkan tubuh, menenangkan pikiran, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Minyak esensial kayu manis yang dijadikan aromaterapi juga bersifat menghangatkan, sehingga akan sangat cocok untuk musim penghujan.

Meski minyak esensial kayu manis relatif tidak beracun, namun dianjurkan untuk menggunakan dalam jumlah sedang, dan gunakan hanya sebagai aromaterapi, bukan untuk dioleskan pada kulit, karena ia dapat mengiritasi kulit. Selain itu, perlu diingat bahwa ibu hamil dan ibu menyusui harus menghindari penggunaan minyak esensial kayu manis.

Bunga Lawang

Bunga lawang atau yang juga dikenal dengan star anise (adas Bintang) merupakan rempah yang secara historis telah digunakan dalam parfum dan obat-obatan. Bagian yang digunakan untuk parfum dan obat-obatan adalah minyak atsiri adas bintang. Rempah ini juga bisa menjadi rempah alami untuk aromaterapi karena ia memiliki aroma pedas dan manis yang mengingatkan pada apel dan kayu manis. Maka tak heran jika bunga lawang telah lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum.

Adas Manis

Adas manis atau anis (Pimpinella anisum) adalah rempah yang ditemukan di Laut Tengah bagian timur dan Asia barat daya. Tanaman berbunga ini termasuk dalam keluarga Apiaceae, yang masih satu keluarga dengan peterseli. Adas manis tumbuh di Mesir, India dan Cina, yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di seluruh dunia.

Di beberapa negara, adas manis banyak digunakan sebagai bumbu untuk membuat camilan, membuat minuman, termasuk minuman beralkohol, hingga Root beer. Adas manis memiliki komponen yang mirip dengan akar manis, dengan rasa yang manis serta wangi yang khas. Adas manis juga bisa digunakan sebagai aromaterapi terutama bagian minyak esensial adas manis.

Ketika dijadikan aromaterapi, minyak esensial adas manis tak hanya dapat menjadi pengharum ruangan saja, tetapi ia memiliki efek positif bagi tubuh, misalnya membantu tetap fokus, waspada, dan juga berenergi. Minyak esensial adas manis juga dapat digunakan untuk pijat, yang membantu menghilangkan rasa sakit dan relaksasi. Selain itu, ia juga memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang berguna dalam produk pembersih rumah tangga alami.

Mint

Daun mint dikenal dengan aromanya yang segar dengan sensasi mentol. Ini berasal dari keluarga Lamiaceae dengan genus Mentha. Mint sebagian besar tumbuh di Eropa, dan telah digunakan selama bertahun-tahun untuk tujuan pengobatan. Daun mint juga bisa diolah menjadi minuman teh, dan dalam hal kuliner, daun mint memberikan cita rasa yang pedas dan segar, yang cocok untuk hidangan nasi, atau hidangan daging khas Arab seperti couscous.

Minyak esensial mint bisa digunakan sebagai aromaterapi dengan aroma yang harum dan segar. Ia dapat menjadi pengharum ruangan di rumah dengan mencampurkan minyak esensial mint dengan minyak jeruk atau lavender. Rempah ini akan menjadikan rumah Anda begitu harum dengan cara yang alami. Selain harum dan segar, studi di Avicenna Journal Phytomedicine juga menunjukkan minyak esensial mint dalam aromaterapi dapat meningkatkan fokus, meningkatkan memori, serta respos visual-motorik.

Jintan

Jintan atau dengan nama ilmiah Cuminum cyminum merupakan rempah yang paling banyak digunakan pada masakan di seluruh dunia. Selain sebagai bumbu masakan, minyak esensial jintan juga sangat populer, yang dapat memberikan manfaat melalui penggunaannya sebagai aromaterapi, dengan aroma yang menyengat seperti adas manis. Minyak esensial jintan bisa digunakan dengan cara didifusikan atau dihirup melalui tisu atau sapu tangan.

Ini akan menjadi aromaterapi yang menawarkan banyak manfaat, yang bahkan bisa memperbaiki mood seseorang. Terlebih lagi, jintan tidak beracun dan tidak mengiritasi, itulah sebabnya minyak esensial jintan dapat menjadi cara yang tepat, yang digunakan sebagai aromaterapi. Namun, hindari penggunaan minyak esensial jintan selama kehamilan.

Lengkuas

Lengkuas merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang banyak ditanam di Asia termasuk Arab, Cina, Indonesia, dan sebagainya. Rempah ini berasal dari Asia Tenggara, terutama di Kepulauan Sunda Besar dan Filipina, dan kemudian menyebar ke Asia Tenggara, terutama Thailand. Ini bisa digunakan sebagai bumbu, pengobatan dan juga aromaterapi.

Minyak esensial akar lengkuas memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama karena sifat anti-inflamasinya yang membantu meredakan peradangan. Meski demikian, minyak esensial akar lengkuas juga bisa menjadi aromaterapi dengan menjadikannya diffuser. Cara ini akan membantuk memperbaiki suasana hati seseorang, dan juga sangat menenangkan.

Ketumbar

Ketumbar adalah rempah-rempah yang popular, yang berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia. Ketumbar bisa digunakan sebagai bumbu masakan di seluruh dunia terutama sebagai penyedap rasa. Rempah ini memiliki aroma yang kuat, sehingga bisa digunakan sebagai bahan marinasi yang akan menyamarkan bau amis daging. Berkat aromanya yang kuat, yang seperti kayu dan juga menenangkan, ketumbar bisa dijadikan sebagai aromaterapi yang memiliki banyak manfaat.

Sehat Dimulai Dari Dapur Anda

Minyak esensial ketumbar dapat mengatasi stress, kecemasan, kegugupan dan insomnia. Dalam aromaterapi sering dicampur dengan lavender untuk meredakan mimpi buruk atau gangguan tidur lainnya. Selain itu, mencampurkan minyak esensial dengan minyak pembawa baik itu minyak zaitun, minyak lavender, dan sebagainya, dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang dengan menjaga pikiran tetap jernih sepanjang malam.

Allspice

Allspice atau yang dikenal sebagai merica Jamaika adalah rempah yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dari buah beri kering pohon Pimento dioica. Rempah yang tampak seperti merica ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan dari hidangan manis dan gurih, serta ia digunakan sebagai cita rasa utama dari Jamaican Jerk.

Nama allspice sendiri kemungkinan berasal dari aroma dan rasa yang ditawarkan oleh allspice, yang merupakan perpaduan dari rasa cengkeh, pala, dan kayu manis. Allspice bisa digunakan sebagai aromaterapi karena memiliki aroma dan rasa yang mirip dengan cengkeh, pala, dan kayu manis. Aromaterapi dengan allspice bisa membantu mengurangi tingkat stress, dan bahkan membuat tidur lebih nyenyak di malam hari.

Meski aromaterapi kebanyakan dibuat dari ekstrak bunga, tetapi aroma khas yang dimiliki oleh rempah di atas tidak menutupi potensinya sebagai aromaterapi. Rempah-rempah di atas juga memiliki keunikan tersendiri, dan itulah yang membuatnya spesial. Itulah rempah alami untuk aromaterapi, yang dengan demikian kita mengetahui bahwa rempah-rempah memiliki manfaat yang begitu luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *