Ini Dia 56 Nama Lain Dari Gula, Simak Agar Tidak Tertipu

Gula telah lama menjadi bahan tambahan pada makanan maupun minuman. Gula tambahan sebagian besar tersembunyi dalam berbagai makanan kemasan sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengkonsumsi gula. Hal ini dikarenakan gula memiliki banyak nama dan jenis yang berbeda. Sebut saja berbagai jenis sirup juga termasuk gula. Istilah-istilah kimiawi seperti glukosa, sukrosa dan fruktosa pun juga gula.

Banyaknya nama ini membuat orang sulit untuk mengetahui berapa banyak gula yang terkandung dalam makanan. Dalam hal ini gula yang dimaksud adalah semua jenis gula yang telah melalui proses untuk meningkatkan rasa, tekstur, umur simpan dan sifat lainnya. Gula yang ditambahkan biasanya selalu mengandung campuran gula sederhana termasuk sukrosa, glukosa, atau fruktosa hingga jenis lain yang kurang umum seperti galaktosa, laktosa, dan maltosa.

Oleh sebabnya tidak semua gula diberi label “gula” dalam komposisi produk. Dalam buku berjudul Sugar Has 56 Names: A Shoppers Guide yang ditulis oleh Robert H. Lustig menjelaskan 56 daftar nama lain dari gula yang akan menambah pengetahuan anda tentang fakta unik ini.

Sucrose (Sukrosa)

Sucrose atau sukrosa adalah jenis gula yang paling umum digunakan. Sukrosa juga disebut gula meja atau table sugar yang merupakan karbohidrat alami dan ditemukan pada buah-buahan atau tanaman. Sukrosa terdiri dari perpaduan kadar 50% glukosa dan 50% fruktosa yang terikat bersama.

Oleh sebab itu, sukrosa termasuk jenis gula sederhana yang dalam istilah ilmiah disebut disakarida. Sukrosa dapat ditemukan dalam banyak makanan. Beberapa diantaranya yakni es krim, permen, kue kering, soda, buah kaleng, jus buah, sereal sarapan, saus tomat dan daging olahan.

Maltose (Maltosa)

Maltose atau maltosa adalah gula gandum jenis gula disakarida. Disakarida artinya gula sederhana yang terbuat dari gabungan senyawa gula monosakarida. Dalam hal ini maltosa didapatkan dari dua unit glukosa yang saling terikat. Maltosa paling banyak ditemukan dalam biji berkecambah seperti gandum.

Maltosa juga bisa dihasilkan dari glukosa yang terbakar. Maltosa dalam makanan memiliki rasa manis yang setara dengan setengah rasa manis dari glukosa atau hanya sekitar 1/6 dari manisnya fruktosa. Di negara Asia Timur, maltosa sering dijadikan permen atau sirup maltosa sebagai olesan biskuit.

Lactose (Laktosa)

Lactose atau laktosa adalah nama gula yang secara alami ditemukan dalam ASI dan susu sapi. Laktosa adalah bentuk gula gabungan dari glukosa dan galaktosa. Laktosa biasanya hadir dalam produk turunan susu termasuk yoghurt, es krim, dan susu hewani. Laktosa penting bagi kesehatan anak karena dapat menyeimbangkan bakteri baik di dalam pencernaan.

Glucose (Glukosa)

Glucose atau glukosa adalah jenis gula paling sederhana yang terbentuk dari komponen paling kecil dan tunggal sehingga tidak bisa dipecah lagi. Glukosa yang dikonsumsi dalam bentuk karbohidrat adalah sumber utama energi di dalam tubuh yang bekerja sama dengan lemak. Glukosa dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, roti, beras dan produk susu.

Glukosa bekerja dengan cara memasuki aliran darah sehingga disebut glukosa darah atau gula darah. Sama seperti nutrisi lain, glukosa yang penting bagi proses metabolisme, tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Glukosa yang masuk ke darah terlalu banyak akan memicu diabetes.

Galactose (Galaktosa)

Galactose atau galaktosa termasuk gula sederhana yang berasal dari laktosa. Oleh sebab itu galaktosa juga merupakan gula yang umum terdapat pada produk susu. Galaktosa bisa menjadi sumber energi serta berperan penting untuk membentuk galaktolipid. Ini adalah proses yang dibutuhkan untuk mengembangkan otot dan sistem saraf. Galaktosa juga menjadi salah satu jenis gula yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Fructose (Fruktosa)

Fructose atau fruktosa adalah jenis gula yang terdapat di dalam gula meja yang kita gunakan sehari-hari. Selain itu, gula fruktosa juga terkandung di dalam buah-buahan, namun dengan jumlah yang sangat sedikit. Sementara suatu produk yang mencantumkan tambahan gula maka artinya produk tersebut mengandung fruktosa yang tinggi.

Jika fruktosa dikonsumsi secara berlebihan maka akan menyebabkan malabsorbsi fruktosa yang membuat seseorang mengeluarkan gas berlebihan dan mengalami gangguan pencernaan. Tidak seperti glukosa yang mampu meningkatkan kadar gula darah, gula jenis fruktosa justru menyebabkan rendahnya kadar gula darah. Oleh sebab itu fruktosa banyak direkomendaskan sebagai pemanis untuk pasien diabetes tipe 2.

Meski demikian, fruktosa yang dikonsumsi terlalu banyak akan meyebabkan trigliserida yang menumpuk pada hati dan pembuluh darah. Trigliserida dikaitkan dengan kerusakan organ hati dan menyebabkan penyakit jantung. Hal ini dikarenakan tubuh tidak membutuhkan (dan tidak bisa menampung) fruktosa dalam jumlah yang banyak seperti glukosa.

Dextrose (Dekstrosa)

Dextrose atau dekstrosa adalah gula sederhana yang umumnya terbuat dari jagung. Dekstrosa memiliki susunan kimiawi yang mirip dengan glukosa. Sejauh ini dekstrosa lebih umum digunakan sebagai bahan pengobatan medis dibandingkan untuk makanan sehari-hari.

Gula dekstrosa dalam dunia medis dilarutkan dalam cairan yang disalurkan melalui infus atau intravena untuk meningkatkan gula darah seseorang. Gula ini dapat menjadi sumber energi dan cenderung cepat diserap oleh tubuh. Binaragawan biasanya juga mengambil suplemen dekstrosa setelah melakukan latihan agar memenuhi kebutuhan karbohidrat sekaligus meningkatkan massa otot.

Beet Sugar

Beet Sugar atau gula dari buah bit ini termasuk golongan sukrosa yang diekstraksi dari buah tanaman. Gula ini akan berbahaya terhadap keseimbangan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Sementara jika dikonsumsi secukupnya, beet sugar kaya akan fitokimia yang bermanfaat untuk mengatur glukosa dan insulin pada manusia.

Ketika mengonsumsi beet sugar maka rasanya seperti kentang putih yang ditaburi gula. Sementara ketika mengosumsi gula jenis ini dalam keadaan sudah diproses, maka beet sugar dapat dijadikan pengganti gula meja, karamel, atau bahkan tambahan pakan ternak.

Brown Sugar

Brown sugar dibuat dari ekstrak tebu yang dikristalisasi seperti gula pasir. Dalam bahasa Indonesia, brown sugar mengacu pada nama lain dari gula merah. Brown sugar mengandung sirup molase sehingga warnanya menjadi kecoklatan. Brown sugar juga menghasilkan rasa manis yang setara dengan gula pasir biasa, namun dengan sedikit aroma karamel atau gula bakar. Brown sugar paling banyak dimanfaatkan sebagai pemanis roti, kue dan minuman kekinian.

Cane Juice Crystals

Kristal sari tebu adalah gula batu yang dibuat dari tebu yang dikristalkan. Cara pembuatannya, yaitu sari tebu melalui bantuan air dipanaskan hingga mencapai kondisi jenuh lalu menjadi dingin. Jenis gula ini berbentuk seperti ukuran kerikil kecil atau dadu.

Dalam tubuh manusia, kristal sari tebu lebih mudah diubah menjadi energi oleh pankreas dibandingkan dengan gula pasir. Jenis gula ini juga bekerja sebagai pelega tenggorokan yang efektif dan memiliki wangi yang menyehatkan. Rasanya lebih manis dibandingkan gula pasir yakni sekitar 30% lebih kuat.

Cane Sugar

Cane sugar atau gula tebu merupakan gula yang rutin dikonsumsi sehari-hari. Ini adalah golongan gula putih atau gula pasir yang terbuat dari sari tebu. Sari tebu harus mengalami pemurnian dan penguapan untuk menghilangkan kandungan air di dalamnya. Setelah penguapan maka akan terbentuk kristal gula yang akan mengalami proses penyulingan sebelum menjadi gula pasir.

Warna putih dari gula ini didapatkan dari tulang hewan yang dibakar atau batu bara yang menjadi arang. Gula ini mengandung sukrosa secara alami. Namun ketika dikonsumsi, sukrosa akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa yang masuk ke dalam darah. Oleh sebab itu, American Heart Association memberikan rekomendasi bahwa mengonsumsi gula ini harus dibatasi per hari yakni tidak melebihi 6 sendok teh. Hal ini dikarenakan gula tebu memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi yaitu 65.

Castor Sugar

Castor sugar atau gula kastor adalah istilah untuk menyebut gula pasir yang sangat halus. Gula ini sering digunakan untuk membuat roti, custard, permen, dan mousse. Gula kastor atau yang lebih dikenal sebagai gula halus, masih memiliki tekstur butiran meskipun tidak sekasar gula pasir dan tidak sehalus gula bubuk.

Gula kastor dibuat dari tebu atau bit yang tidak dimurnikan. Selain itu, dalam prosesnya tetap mempertahankan beberapa tetes tebu (molase) yang memberi warna sedikit coklat muda dengan rasa yang mirip seperti paduan karamel dan rasa mentega.

Coconut Sugar

Coconut sugar atau gula kelapa disebut juga dalam bahasa lokal sebagai gula jawa. Gula ini terbuat dari bahan nira kelapa yang sudah disaring dan dididihkan. Gula kelapa cenderung tidak dapat digantikan oleh alternatif gula lain di dalam resep tertentu karena memiliki rasa, aroma, dan kandungan yang berbeda dengan gula lain. Kandungan gula ini 80% terdiri dari sukrosa, sehingga dianggap lebih sehat dibandingkan gula yang mengandung fruktosa. Meski demikian tidak berarti gula jawa dapat dikonsumsi secara berlebihan.

Confectioner’s Sugar (Powdered Sugar)

Confectioner’s sugar atau gula bubuk, memiliki tekstur yang sangat halus layaknya tepung. Gula ini juga dikenal dengan nama lain yaitu gula halus dan icing sugar meskipun keduanya tidak persis sama. Dengan teksturnya yang sangat halus, maka confectioner’s sugar ini mudah larut dan cocok digunakan pada adonan kering yang tidak banyak diaduk. Gula bubuk dibuat dari halusan gula pasir biasa dengan campuran maizena. Karena mengandung maizena, gula bubuk tidak ditujukan untuk campuran minuman.

Corn Syrup Solids

Corn syrup solids atau sirup jagung terdiri dari 100% kandungan glukosa. Sirup ini terbuat dari padatan sirup jagung hingga kandungan air hanya 10%. Glukosa dalam sirup jagung adalah salah satu jenis karbohidrat untuk menjadi sumber energi. Beberapa jenis glukosa mungkin dapat diubah menjadi fruktosa dengan bantuan enzim. Biasanya sirup jagung dibuat untuk menjadi bahan campuran creamer kopi bubuk, susu formula bayi, dan campuran minuman.

Crystalline Fructose

Crystalline fructose adalah bentuk kristal dari gula fruktosa. Ini adalah bahan tambahan makanan yang terbuat dari jagung atau gula tebu. Crystalline fructose berupa fruktosa yang dimurnikan dan dikristalkan dengan kandungan fruktosa tidak kurang dari 98% atau kandungan glukosa yang tidak lebih dari 5%.

Jenis gula ini sama dengan glukosa namun struktur molekulnya berbeda. Crystalline fructose cenderung lebih manis daripada gula alami. Ini memiliki indeks glikemik dan kalori yang rendah, sehingga secara umum digunakan dalam makanan kesehatan.

Crystalline fructose adalah jenis gula monosakarida yang bisa diproduksi dari cane sugar. Rasa manisnya tidak tetap atau berubah sesuai dengan suhu. Semakin rendah suhu yang digunakan maka semakin kuat rasa manisnya.

Date Sugar

Date sugar adalah nama lain dari gula kurma. Jenis gula ini dapat ditemukan di toko makanan organik karena proses produksinya lebih sedikit dibandingkan gula konvensional. Gula kurma terbuat dari buah kurma kering yang dihaluskan dengan rasa manis yang tidak larut.

Oleh sebab itu, gula ini kurang cocok dicampur ke minuman karena tidak meleleh seperti gula pasir. Alhasil penggunaannya cukup terbatas, terkadang gula ini dianggap sebagai alternatif gula yang lebih sehat dibandingkan gula merah namun harganya jauh lebih mahal. Rasanya mirip seperti gula karamel yang lezat dan lebih cocok ditambahkan pada makanan yang dipanggang.

Demerara Sugar

Gula demerara bisa dikatakan sebagai nama lain dari gula tebu. Gula demerara berwarna coklat muda yang mengalami sedikit proses, sehingga warnanya lebih gelap dan mengandung molase. Ini dibuat dari ekstrak sari tebu yang menghasilkan butiran-butiran besar, dengan tekstur yang bagus dan renyah saat dipanggang.

Nama gula ini merujuk pada daerah asalnya yaitu Demerara atau dikenal dengan Guyana di Amerika Selatan. Namun gula ini kini sudah tersedia di Mauritius, Afrika. Ini sering digunakan sebagai taburan untuk menghias kue dan muffin serta dapat juga ditambahkan ke dalam teh maupun kopi. Rasa karamelnya yang khas membuat gula ini disukai oleh penduduk lokal negara barat.

Dextrin

Dextrin adalah jenis gula oligosakarida yang dihasilkan dari pemecahan pati atau glikogen. Pada dasarnya dextrin cukup kompleks karena gula ini kurang umum digunakan dan belum ada penjelasan rinci mengenai prosedur atau komponen dari gula ini.

Seperti yang dikatakan sebelumnya dextrin diperoleh dari pati atau karbohidrat kompleks yang sebagian besar terdiri dari molekul gula. Bahan dasarnya bisa diperoleh dari kentang, jagung, nasi (beras) atau makanan yang umum dikonsumsi oleh manusia.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dextrin adalah gula yang memecah pati menjadi komponen yang lebih kecil. Jenis gula ini hanya digunakan pada industri makanan modern khususnya jenis dextrin putih. Jika anda penasaran, anda dapat memeriksa beberapa label kemasan yang rata-rata menyebut dextrin dalam komposisinya.

Diastatic Malt

Malt diastatik adalah jenis gula malt yang dibuat dari jelai bertunas dan mengandung enzim diastase. Sumber malt diastatik juga dapat dihasilkan dari gandum dan biji-bijian. Bentuknya tersedia secara komersial dalam bentuk sirup, tepung, dan ekstrak tanaman. Jenis gula ini jarang digunakan sebagai gula sehari-hari namun lebih umum dijadikan campuran dalam produksi roti maupun pembuatan bir untuk menambah rasa manis.

Ethyl Maltol

Ethyl maltol atau etil maltol adalah senyawa organik yang termasuk flavourant (agen penyedap) dan biasa dicampurkan pada kembang gula. Etil maltol berupa padatan putih dengan aroma manis yang digambarkan seperti paduan gula karamel dan buah yang dimasak. Etil maltol saat ini digunakan untuk memproduksi minuman kemasan, jus buah, produk susu, es krim, anggur buah, saus, dan acar sayuran yang memberikan rasa manis mirip buah-buahan terhadap berbagai produk makanan.

Florida Crystals

Florida Crystals sebenarnya mengacu pada nama perusahaan yang pertama kali menciptakan jenis gula ini. Florida Crystals mulai diproduksi di Palm Beach Country oleh Fanjul Family tahun 1960. Gula ini dihasilkan dari pertanian dan penggilingan tebu secara alami.

Florida Crystals berupa tebu murni yang ditanam secara organik. Florida Crystals tidak menggunakan bahan tambahan sehingga nutrisi yang dikandung masih utuh. Florida Crystals adalah satu-satunya brand gula organik yang 100% dibuat dan diproduksi di kota Florida, Amerika hingga saat ini.

Golden Sugar

Golden sugar adalah jenis gula yang diproses lebih sedikit dibandingkan gula pasir putih. Golden sugar adalah kreasi baru dari gula tebu dengan merek Domino dan bersertifikat halal serta bebas gluten. Golden sugar terbuat dari gula tebu murni dengan warna coklat keemasan yang indah dan sedikit rasa molase. Rasa gula ini lebih disukai daripada gula sejenis.

Ini adalah jenis gula serbaguna yang bisa dijadikan campuran dalam kue dan minuman. Golden sugar memiliki rasa yang tidak sekuat gula merah dan cenderung lebih mirip dengan gula pasir, namun dengan sentuhan molase. Golden sugar cenderung cocok untuk anda yang menyukai rasa gula yang lebih ringan dan lembut sehingga tidak menutupi rasa asli makanan.

Glucose Syrup Solids

Glucose syrup solids atau padatan sirup glukosa dibuat dari sirup glukosa konsentrat dengan kurang dari 10% air. Ini digunakan sebagai pemanis dalam makanan olahan. Berdasarkan pendapat Food and Drug Administration, glucose syrup solids cenderung aman digunakan.

Padatan sirup glukosa kaya akan asam lemak, DHA (asam dokosaheksaenoat) dan ARA (asam arakidonat) yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan saraf. Meski demikian, karena berasal dari sirup glukosa maka padatan sirup glukosa ini tidak sebaiknya dikonsumsi setiap hari karena tinggi kalori dan gula yang berbahaya bagi penderita diabetes.

Grape Sugar

Grape sugar adalah jenis gula yang diperoleh dari anggur. Proses pembuatannya telah melalui klarifikasi dionisasi dan konsentrasi akhir dari jus anggur. Proses tersebut menghilangkan senyawa non gula dari cairan dan menghasilkan sirup sederhana dengan kandungan air dan gula.

Jenis gula yang dikandung dalam grape sugar ini terdiri dari glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang seimbang. Meningkatnya minat terhadap grape sugar merupakan bagian tren yang lebih luas terkait penggunaan gula dari buah dan tumbuhan seperti pemanis dari apel, agave, dan maple.

Gula ini merupakan gula alami yang bebas alergen dan gluten sehingga memungkinkan konsumen menikmati rasa manis tanpa efek samping. Biasanya grape sugar digunakan untuk makanan yang dipanggang serta makanan manis sejenis es krim. Gula ini juga banyak digunakan oleh pembuat wine untuk menjadikan wine lebih manis dan berkilau secara visual.

Icing Sugar

Icing sugar lebih dikenal sebagai gula bubuk. Icing sugar dibuat dari gula pasir yang digiling hingga menjadi bubuk yang sangat halus. Icing sugar biasanya berwarna putih bersih atau berwarna karamel terang yang biasa ditemukan pada aneka kue dan biskuit. Rasa icing sugar setara dengan gula pasir, namun teksturnya yang halus lebih cocok untuk berbagai topping makanan manis. Di Indonesia icing sugar biasa dijadikan bahan adonan untuk membuat cookies, wafer, donat, dan lain sebagainya.

Maltodextrin

Maltodextrin adalah bahan yang sering digunakan sebagai pengawet, pengental, dan pemanis dalam makanan yang minuman kemasan. Beberapa jenis makanan yang mengandung maltodextrin sebagai pemanis di dalamnya adalah keripik kentang, biskuit, yoghurt, minuman berenergi dan aneka cemilan lain.

Ini adalah salah satu zat adiktif yang diekstraksi dari pati tumbuhan seperti jagung, beras, kentang, dan gandum. Maltodextrin mirip seperti dextrin namun kandungan gulanya berbeda, dextrin mengandung 20% gula, sementara maltodextrin lebih sedikit gula di dalamnya. Hal ini membuat maltodextrin justru lebih banyak digunakan sebagai pengawet dan pengental makanan.

Selain dalam industri pangan, maltodextrin bahkan digunakan sebagai pengental dari produk perawatan tubuh seperti losion dan sampo. Meskipun BPOM menggolongkan maltodextrin sebagai bahan adiktif yang aman digunakan, namun zat tambahan ini tidak sebaiknya dikonsumsi secara berlebihan karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan mengganggu sistem pencernaan.

Muscovado Sugar

Muscovado sugar atau gula muscovado adalah jenis gula yang sangat halus dan dijual secara komersial. Gula ini juga disebut sebagai gula Barbados, khansari atau khan. Gula muscovado dibuat dengan mengekstrak air tebu, lalu ditambahkan jeruk nipis untuk selanjutnya diuapkan. Kemudian cairan ini didinginkan hingga membentuk kristal gula. Tahap akhirnya cairan tetes tebu masih tetap dipertahankan bersama dengan kristal gula untuk menghasilkan muscovado sugar yang berwarna coklat tua, lembut dan memiliki tekstur pasir basah.

Kandungan molase di dalam gula ini memberi rasa gula yang kompleks seperti perpaduan toffee dan sedikit rasa pahit. Lebih lanjut, beberapa perusahaan yang memproduksi muscovado bisa juga menghilangkan sedikit molase untuk membuat jenis gula yang lebih ringan. Produsen muscovado nomor satu di dunia adalah negara India.

Panela Sugar

Panela sugar adalah jenis gula yang paling umum ditemukan di negara-negara Amerika Latin dan sebagian Karibia. Sebagian besar gula panela dibuat dengan cara menebang tebu secara tradisional lalu mengolahnya dengan ketel dalam jumlah kecil.

Metode produksi tradisional ini cocok untuk mempertahankan jumlah molase yang lebih tinggi di dalam gula panela. Alhasil gula ini memiliki rasa dan aroma yang lebih manis dan mengandung nutrisi yang lebih banyak. Sebagai gula tebu utuh yang tidak dimurnikan, panela berbentuk padat dan mengandung sukrosa alami yang sekilas sangat mirip dengan gula merah.

Raw Sugar

Raw sugar atau dalam bahasa Indonesia disebut gula mentah adalah sebutan untuk gula pasir yang berasal dari tebu, namun tidak melalui proses pemutihan dengan belerang. Alhasil warna yang dihasilkan sedikit lebih gelap atau kecoklatan. Pada dasarnya gula ini mirip dengan gula panela, namun raw sugar lebih umum digunakan untuk membuat gula rafinasi.

Raw sugar adalah tipe gula setengah jadi dari pabrik-pabrik penggilingan tebu. Di Indonesia sendiri, raw sugar harus diimpor dari Thailand atau Australia untuk diolah menjadi produk gula jadi. Alasannya, petani di Indonesia belum mau memproduksi raw sugar karena harga jualnya yang rendah jika dibandingkan dengan biaya produksi, termasuk usaha petani untuk menanam tebu dan memproduksinya menjadi raw sugar.

Sugar (Granulated or Table)

Ini adalah jenis gula yang paling umum diketahui yaitu gula putih atau gula biasa. Gula putih ini sering dijadikan bahan untuk membuat kue dan perasa minuman. Ini juga dikenal sebagai gula rafinasi yang telah mengalami proses pemurnian untuk menghilangkan molase sehingga gula ini jauh lebih putih dibandingkan gula mentah.

Gula ini juga disebut sebagai gula meja dan gula pasir. Tentu saja penggunaannya sangat fleksibel mulai dari masakan gurih, manis, hingga minuman. Gula pasir sangat mudah ditemukan namun tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin. Hal ini dikarenakan gula pasir telah mengalami proses pemurnian dan terkadang ditambahkan pengawet.

Sucanat

Sucanat adalah produk gula tebu alami yang beraroma seperti gula putih. Sucanat dibuat dengan tetap mempertahankan kandungan gula dan tetes tebu. Warnanya cenderung coklat muda dan teksturnya seperti pasir yang tidak merata, sehingga untuk menggunakannya harus digiling halus terlebih dahulu.

Jika tidak, teksturnya akan menjadi kasar dan tidak mampu menyatu dalam adonan. Gula ini disebut sebagai gula organik yang cukup populer sejak tahun 1978 dan sering disetarakan dengan gula panela dan muscovado. Sucanat saat ini terdaftar dalam produk asli dari perusahaan Ragus Holding, inc.

Turbinado Sugar

Turbinado sugar memiliki warna coklat keemasan dan berbentuk kristal besar. Turbinado sugar mudah ditemukan di supermarket, di toko bahan organik atau kedai kopi. Ini termasuk jenis gula halus yang mempertahankan beberapa molase sehingga masih menyisakan rasa karamel.

Meskipun dikenal sebagai gula mentah, namun turbinado sugar tidak benar-benar “mentah” karena masih mengalami proses pembersihan dan sterilisasi sehingga meminimalisir kontaminasi dengan tanah dan kotoran pertanian lain. Harga gula turbinado sugar jauh lebih mahal hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan gula putih biasa. Akan tetapi dari segi nutrisi, turbinado sugar cenderung mirip dengan gula putih.

Yellow Sugar

Yellow sugar sering disamakan dengan brown sugar. Namun jika brown sugar memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat, yellow sugar berwarna coklat muda dengan rasa molase yang halus. Yellow sugar sangat cocok digunakan untuk kue, oatmeal, pie, roti, pudding, dan keripik. Warnanya yang lebih terang membuat yellow sugar lebih cocok untuk adonan kue dengan warna yang mirip, serta makanan yang membutuhkan rasa manis yang lembut.

Agave Nectar/Syrup

Agave nectar atau agave syrup adalah golongan gula yang mengalami proses pembuatan yang sangat panjang. Pemanis ini sering digunakan sebagai alternatif pengganti gula pasir. Ini dihasilkan dari getah pohon agave yang harus dipanaskan dan diberi enzim sebelum dijual sebagai bahan pemanis alami.

Prosesnya yang panjang sebagian besar menghilangkan vitamin dan mineral di dalam getah ini, sehingga nutrisi yang ditawarkan tidak terlalu banyak hanya dengan kadar glukosa yang lebih rendah. Teksturnya yang lebih encer membuat agave nectar lebih cocok untuk menjadi sentuhan akhir atau menyirami kue, roti, dan pancake.

Barley Malt

Barley malt termasuk gula yang cukup kompleks. Ini terbuat dari aneka biji-bijian yang difermentasi lalu dikeringkan dan digiling. Proses produksi ini mengubah pati menjadi gula. Barley malt terkadang disebut juga sebagai tepung atau bubuk barley. Dikatakan kompleks karena gula ini bisa berupa monosakarida glukosa, disakarida maltosa, trisakarida maltotriosa, atau maltodextrin. Barley malt juga mengandung sukrosa dan fruktosa yang sangat sedikit.

Blackstrap Molasses

Blackstrap molasses adalah produk sampingan dari proses pemurnian tebu. Tebu dihasilkan untuk membuat jus atau sari tebu lalu direbus sekali lagi hingga menghasilkan sirup tebu. Perebusan kedua ini menghasilkan molase. Selanjutnya sirup ini direbus kembali untuk ketiga kalinya hingga menghasilkan cairan kental pewarna gelap yang dikenal oleh penduduk lokal Amerika sebagai blackstrap molasses.

Blackstrap molasses mengandung gula terendah dibandingkan semua produk gula dari tebu. Keunggulan dari blackstrap molasses ialah tidak seperti gula rafinasi yang tidak memiliki gizi. Sebaliknya gula ini mengandung vitamin dan mineral penting yang dapat memenuhi kebutuhan potasium, meningkatkan hemoglobin, dan menguatkan tulang. Biasanya blackstrap molasses tersedia secara utuh yang dikonsumsi seperti madu yakni dicampurkan pada makanan dan minuman sesuai selera.

Brown Rice Syrup

Brown rice syrup juga dikenal sebagai sirup beras merah adalah pemanis yang dikategorikan sebagai gula. Ini berasal dari seduhan pati beras yang dimasak dengan enzim sakarifikasi untuk memecah pati dan mengambil cairannya.

Biasanya pembuatan sirup beras merah juga ditambahkan biji jelai yag bertunas atau menambahkan isolate enzim murni yang berasal dari bakteri atau jamur dalam industri modern. Sekilas jika melihat brown rice syrup sangat mirip dengan madu yang juga penggunaannya sangat beragam.

Buttered Sugar (Buttercream)

Buttered sugar atau buttercream sebenarnya bukan merupakan jenis gula, namun buttercream mengandung gula tambahan. Buttercream dibuat dari lemak yakni bisa berupa margarin atau mentega serta ditambahkan gula seperti gula halus maupun gula cair. Dua bahan ini dikocok hingga membentuk konsistensi mengembang dan lembut. Buttercream memiliki tekstur yang lebih padat dan creamy jika dibandingkan whipped cream yang juga banyak digunakan sebagai dekorasi kue.

Caramel

Caramel adalah gula-gula yang terbentuk dari proses pencoklatan gula (karamelisasi). Caramel berupa cairan lengket yang berwarna krem sampai coklat gelap. Teksturnya bisa kental hingga padat. Caramel biasa digunakan sebagai perasa dalam pudding, permen, coklat, topping es krim maupun hidangan penutup lain. Bahan utama untuk membuat caramel adalah gula dengan tipe gula yang bervariasi seperti gula pasir, gula castor, brown sugar, hingga icing sugar.

Carob Syrup

Carob syrup atau sirup carob memiliki teksur lengket seperti sirup lainnya, namun dibuat dari pohon polong carob. Pohon ini ditanam secara lokal di Yunani dan banyak dijadikan sebagai pemanis alami yang lebih sehat. Sirup carob sangat cocok untuk ditaburi di atas yoghurt atau keju, namun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan dalam makanan panggang, saus salad, atau sebagai pengganti madu.

Banyak produk lain yang sebenarnya dihasilkan dari tanaman carob, termasuk tepung carob dan cokelat. Oleh sebab itu pohon carob dihargai karena sangat serbaguna. Dengan demikian, semua jenis produk dari pohon carob juga mengandung gula.

Corn Syrup

Corn syrup adalah jenis pemanis yang mengandung fruktosa yang sangat tinggi. Terkadang ini juga mengandung glukosa yang berasal dari karbohidrat. Corn syrup atau sirup jagung adalah gula yang tidak mengkristal sehingga bagus untuk bahan campuran pembuatan permen keras dan kenyal, maupun memberikan efek mengkilap pada makanan. Bisa dikatakan bahwa sirup jagung sangat mirip dengan fruktosa dan high-fructose corn syrup.

Evaporated Cane Juice

Evaporated cane juice digambarkan oleh perusahaan Florida Crystals sebagai pemanis alami dengan warna emas gelap dengan rasa tebu yang sangat manis. Namun, bagi perusahaan gula lain, evaporated cane juice hanya dianggap nama lain untuk gula. Hal ini disampaikan oleh U.S Sugar Corp bahwa semua gula adalah sari tebu yang diuapkan, sehingga evaporated cane juice hanya ditujukan untuk membuat nama gula terdengar alami.

Sementara untuk memudahkan orang awam, evaporated cane juice dapat diartikan sebagai tebu yang diuapkan dengan proses yang lebih sedikit dibandingkan dengan gula putih dan gula merah sehingga lebih bergizi. Hal ini dikarenakan evaporated cane juice masih mempertahankan mineral dari tebu asli.

Fruit Juice

Fruit juice atau jus buah secara alami dibuat dari buah yang mengandung gula. Ini jenis gula alami yang disebut fruktosa. Fruktosa terdapat dari buah utuh. Sehingga, jus apapun yang terbuat dari buah meskipun tidak menggunakan madu atau pemanis lain, namun tetap dianggap sebagai minuman dengan kandungan gula.

Biasanya 1 porsi jus mengandung sekitar 30 gram gula yang setara dengan 8 sendok teh gula biasa. Oleh sebab itu, sebagian orang meganggap jus buah adalah minuman yang kurang sehat, apalagi jika ditambahkan pemanis tambahan. Banyak yang menjadikan smoothies sebagai alternatif jus buah yang lebih sehat.

Fruit Juice Concentrate

Fruit juice concentrate atau konsentrat jus adalah jenis jus buah yang sebagian besar airnya telah diekstraksi. Air adalah komposisi utama atau hampir 90% berada dalam jus buah. Sementara konsentrat jus akan menghilangkan sebagian besar cairan ini, sehingga menghasilkan produk kental seperti sirup.

Konsentrat jus bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan bakteri, menambah umur simpan, serta memotong biaya pengemasan dan transportasi. Konsentrat jus dijual sebagai sirup kental atau berupa produk beku. Dikarenakan konsentrat jus pada dasarnya adalah jus dari buah, maka sudah pasti mengandung gula yang setara dengan jus buah biasa.

Golden Syrup

Golden syrup adalah pemanis alami yang bisa dibuat sendiri di rumah. Ini biasanya digunakan oleh pembuat kue di negara-negara barat, namun saat ini sudah mendunia. Golden syrup memiliki konsistensi rasa dan warna yang mirip dengan madu sehingga sering dianggap sebagai alternatif pengganti madu. Golden syrup terbuat dari gula, air, dan asam sitrat. Rasanya seperti karamel yang kuat dengan perpaduan rasa mentega.

Golden syrup adalah bahan pokok yang wajib ada di dapur penduduk lokal Inggris Raya, serta cukup populer di Australia dan Selandia Baru. Golden syrup sering disamakan juga dengan sirup jagung (corn syrup), namun tekstur sirup ini jauh lebih kental. Salah satu merek golden syrup yang paling terkenal yaitu Tate & Lyle yang memproduksi golden syrup dengan nama Lyle’s Golden Syrup. Sementara di negara-negara lain, golden syrup memiliki merek lokal dan terkadang dikemas dengan variasi rasa lain.

High-Fructose Corn Syrup (HFCS)

High-fructose corn syrup atau sirup jagung dengan fruktosa tinggi adalah versi lain dari sirup jagung. Jenis pemanis ini ditambahkan fruktosa sehingga kandungan di dalamnya tidak hanya glukosa saja. Ini adalah jenis gula buatan yang menyamai sifat dari gula biasa.

Jenis gula ini memiliki kandungan fruktosa dan glukosa dengan jumlah yang berbeda-beda. Namun yang paling umum memiliki perbandingan fruktosa 55% dan glukosa 45%. High-fructose corn syrup ini banyak dijadikan bahan untuk jus buah, gula meja, minuman olahan seperti soda, kue, dan saus tomat.

Honey

Honey atau madu adalah cairan yang dibuat oleh lebah pekerja. Madu sudah lama dikenal sebagai bahan pemanis alami yang kaya akan manfaat kesehatan dan perawatan tubuh. Madu juga sering dikonsumsi sehari-hari sebagai pengganti gula pasir karena rasanya yang lebih kaya.

Madu mengandung fruktosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa yang ditotalkan sebanyak 17 gram dalam 1 sendok makan madu murni. Secara khusus glukosa di dalam madu dapat diserap oleh tubuh dengan cepat sehingga memberikan asupan energi yang lebih banyak. Sementara fruktosa  pada madu diproses lebih lambat di dalam tubuh.

Invert Sugar

Invert sugar adalah pemanis yang biasa digunakan untuk minuman karena kemampuan gula ini untuk mempertahankan kelembapan pada minuman. Gula invert sebenarnya setara dengan gula meja yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Invert sugar juga bisa dijadikan bahan utama untuk membuat gula meja, sirup maple dan sirup jagung fruktosa tinggi.

Invert sugar bisa dikatakan berasal dari gula meja yang secara ilmiah dikenal dengan nama sukrosa, yang merupakan paduan dari glukosa dan fruktosa. Invert sugar dibuat dengan memutus ikatan antara glukosa dan fruktosa. Alhasil ini menghasilkan gula berupa larutan yang mengandung setengah glukosa bebas dan setengah fruktosa bebas. Ikatan tersebut diputus melalui reaksi kimia enzim atau kandungan asam.

Malt Syrup

Malt syrup dibuat menggunakan proses yang disebut malting. Ini adalah proses yang sama yang digunakan dalam membuat banyak makanan termasuk bir. Malting terjadi ketika biji-bijian dibiarkan berkecambah hanya dalam waktu singkat. Sebelum proses pertumbuhan kecambah selesai, biasanya enzim di dalam biji-bijian akan memotong pati menjadi senyawa yang lebih kecil seperti maltose.

Dikarenakan maltosa adalah bagian dari keluarga gula sederhana (monosakarida), maka malt syrup juga mengandung glukosa dan fruktosa. Oleh sebab itu, malt syrup juga difungsikan sebagai pemanis tambahan meskipun malt syrup sebenarnya memiliki rasa manis yang lembut. Uniknya malt syrup memiliki kandungan protein yang tidak dapat ditemukan dalam pemanis lainnya.

Maple Syrup

Maple syrup terbuat dari air rebusan dari getah pohon maple. Maple syrup paling umum dijadikan siraman pancake atau panekuk. Lebih dari 80% maple syrup di seluruh dunia di produksi di Kanada. Namun penggunaannya sudah meluas di seluruh dunia yang dianggap sebagai pemanis alami yang lebih baik dibandingkan gula pasir.

Rasa maple syrup sangat kuat sehingga sebaiknya digunakan dalam dosis rendah. Maple syrup mengandung beberapa nutrisi dan antioksidan namun kadar gulanya tetap tinggi. Maple syrup mengandung sukrosa sebanyak 2/3 sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan karena dapat meningkatkan obesitas, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Molasses

Jika perebusan ketiga dari sirup tebu menghasilkan blackstrap molasses, maka perebusan kedua dari sirup tebu menghasilkan molasses. Oleh sebab itu molasses adalah ekstraksi dari tebu tahap kedua yang mungkin disamaartikan dengan blackstrap molasses.

Pada dasarnya semakin lama proses perebusan dari sirup tebu maka semakin pekat warnanya. Oleh sebab itu, molasses memiliki warna coklat kemerahan hingga kuning dengan rasa manis, asam, yang cukup cerah. Sementara blackstrap molasses lebih kental, manis namun terasa sedikit pahit. Meski demikian, keduanya mengandung jenis gula yang sama serta nutrisi yang sangat mirip.

Rice Syrup

Rice syrup adalah pemanis alami yang digunakan dalam masakan Korea. Ini disebut juga dengan sirup beras atau ssal-jocheong. Rice syrup memberikan tampilan visual makanan yang lebih mengkilap dan memberikan rasa manis yang lebih kuat. Rice syrup dibuat dari kombinasi beras dan bubuk barley malt. Dari kecambah barley ini terdapat kandungan enzim amilase yang membuat sirup ini manis. Biasanya rice syrup dikemas dengan botol plastik dan sangat mudah ditemukan di supermarket Korea.

Refiner’s Syrup

Refiner’s syrup adalah sirup kental yang juga merupakan bagian dari produk sampingan gula tebu. Sirup ini tidak sama dengan sirup tebu atau gula tebu biasa, karena dua jenis pemanis tersebut mengandung hampir 100% fruktosa. Sementara refiner’s syrup mengandung fruktosa dan glukosa dalam jumlah besar.

Fruktosa dan glukosa di dalam refiner’s syrup masih dalam bentuk murni, tidak mengandung molase, serta tidak mengandung vitamin atau mineral. Sejauh ini refiner’s syrup sangat mirip dengan gula rafinasi, namun rasa dan teksturnya berbeda. Dikarenakan tidak adanya nutrisi di dalam refiner’s syrup, maka tidak ada manfaat bagi kesehatan, namun rasanya diklaim sangat menyenangkan dan melezatkan makanan.

Sorghum Syrup

Sorghum syrup memiliki konsistensi dan warna yang mirip dengan molase. Tetapi dibuat dengan tanaman sorghum. Tanaman sorghum sekilas sangat mirip dengan jagung, namun tidak memiliki helai daun. Selama beberapa generasi sorghum digunakan sebagai pemanis di negara-negara barat. Hingga sorghum mulai dilupakan di tahun 1900-an karena penemuan gula putih halus dari tebu yang kala itu menjadi simbol kemakmuran. Alhasil sorghum syrup menjadi sulit ditemukan dan saat ini pun masih jarang digunakan.

Treacle

Treacle sangat mirip dengan molase namun warnanya lebih pucat dan rasanya lebih ringan. Gula ini hanya mengandung sedikit ekstra sukrosa dan sedikit lebih manis daripada molase namun tetap memiliki rasa pahit yang khas.

Satu hal yang membedakan hanyalah treacle dihasilkan dari proses perebusan yang lebih cepat atau pada saat air telah mendidih pertama atau yang kedua kali. Meskipun sering disamakan dengan molase, namun treacle sebenarnya lebih mirip dengan golden syrup. Treacle adalah pemanis yang umum digunakan dalam masakan Inggris misalnya treacle tart dan treacle sponge pudding.

Promo Diskon Cairo Food

Nah, itu dia 56 nama lain dari gula yang sampai saat ini digunakan untuk berbagai kebutuhan industri dan masakan rumahan. Anda bisa menemukan beberapa jenis gula dengan memeriksa label kemasan pada produk makanan dan minuman. Meskipun beberapa jenis gula mengandung nutrisi dan rendah kalori, namun apapun jenis gula tersebut tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin. Hal ini dikarenakan pada dasarnya gula yang terlalu banyak di dalam tubuh justru akan memicu gangguan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *