17 Makanan Khas Georgia

Makanan khas Georgia telah diadaptasi dari cita rasa beberapa negara, seperti Arab, Mongolia, Persia, Turki, dan Yunani, hal ini disebabkan oleh negara Georgia berada di sepanjang Jalur Sutra. Georgia merupakan negara kecil yang letaknya berada di sepanjang Jalur Sutra, terletak di persimpangan Asia Barat dan Eropa Timur. Dengan beberapa masuknya pengaruh kuliner dari berbagai negara, makanan yang dihidangkan Georgia pun sangat bervariasi dari setiap daerah di sana.

Pengaruh masakan Turki terhadap negara Georgia berdampak pada makanan Georgia bagian barat. Sementara di bagian timur, telah dipengaruhi oleh Iran. Di barat, roti jagung gaya Georgia (mchadi) dan jenis unggas seperti ayam dan kalkun lebih digemari. Sedangkan di timur, mayoritas orang menyukai hidangan daging ternak, seperti sapi, kambing, hingga babi. Selain daging ternak, orang timur menyukai roti yang disebut toné, yakni roti putih panggang.

Cabai merah (ajika), keju Georgia, kenari, kulit buah asam (tklapi), pasta, plum ceri (tkemali), dan khmeli-suneli atau campuran bumbu, merupakan bahan-bahan umum yang menjadi campuran khas yang berperan penting dalam melezatkan makanan khas Georgia.

Apapun Bumbunya Tidak Pakai Pewarna

Khinkali

Selain sebagai salah satu masakan khas Gerogia, khinkali juga kerap kali dianggap sebagai hidangan nasional oleh banyak orang. Khinkali (atau hinkali, xinkali) merupakan makanan pembuka yang berupa pangsit sup Georgia yang terdiri dari daging yang terbuat dari kenop adonan yang mengandung campuran daging sapi atau domba, dan babi. Isian khinkali juga bisa divariasikan, yaitu dengan beberapa jenis sayuran, seperti kentang tumbuk, jamur, serta tambahan keju. Namun, versi yang paling umum dari pangsit sup ini adalah diisi dengan daging giling berbumbu.

Dalam menyiapkan hidangan ini, adonan daging yang belum dimasak dibungkus di dalam adonan. Cairan daging akan terperangkap di dalam ketika pangsit sup dimasak. Untuk membuat khinkali yang lebih segar, air hangat atau kaldu juga sering ditambahkan ke dalam campuran daging.

Makan khinkali juga merupakan bagian dari cerita rakyat tradisional Georgia: bagian atas, tempat adonan dipilin menjadi simpul, tidak boleh dimakan karena berfungsi sebagai pegangan untuk menahan pangsit, dan biasanya dibiarkan di atas piring sebagai tanda berapa banyak pangsit yang telah dimakan.

Khinkali berasal dari daerah pegunungan Pshavi, Mtiuleti, Tusheti, dan Khevsureti. Tetapi saat ini, khinkali banyak dikonsumsi di seluruh Georgia. Mereka adalah makanan rumahan Georgia yang populer dan sering disajikan menjelang akhir supra atau pesta tradisional Georgia. Hidangan ini serupa dengan Shanghai xiao long bao, tetapi khinkali direbus, serta dibuat dengan kulit yang lebih tebal.

Khachapuri

Makanan khas Georgia yang paling banyak disukai adalah khachapuri. Tak hanya khinkali, khachapuri juga merupakan makanan rumahan Georgia yang populer, dan sering dikenal secara luas sebagai hidangan nasional Georgia. Makanan khas Georgia ini merupakan roti isi keju.

Roti pada khachapuri bisa dibentuk dengan berbagai cara, tetapi yang paling umum adalah dengan keju di bagian tengah, dan kerak di sekitarnya yang dapat dipecah dan dicelupkan ke dalam keju. Isian khachapuri juga bisa mengandung telur atau bahan lainnya, alih-alih menggunakan keju khachapuri khusus.

Roti isi keju ini sangat mudah ditemukan di seluruh Georgia, tak hanya di restoran Georgia, tetapi juga bisa ditemukan di pinggir jalan. Khachapuri terdiri dalam beragam bentuk dan variasi, tetapi yang paling popular adalah yang terbuat dari kue yang diresapi ragi dan keju asin imeretian putih, yang bernama khachapuri imeretian. Meskipun khachapuri imeretian menjadi jenis roti keju yang paling umum di Georgia, tetapi jenis khachapuri lainnya yaitu adjarian juga menjadi yang paling populer secara internasional berkat pengaruh media sosial.

Khachapuri adjarian dibuat dengan roti yang berbentuk perahu, yang terbuat dari keju, mentega, serta kuning telur mentah di bagian tengah. Khachapuri jenis ini konon melambangkan perahu, laut, dan matahari, yang ditemukan oleh kelompok etnis pelaut yang sebagian besar tinggal di wilayah pesisir Laut Hitam Georgia dan Turki.

Selain imeretian dan adjarian yang menjadi khachapuri yang populer, terdapat beberapa jenis khachapuri yang dapat ditemukan di Georgia, antara lain Khabizgini, Megrelian khachapuri, dan Penovani khachapuri. Sejenis khachapuri, yaitu achma, dibuat dengan beberapa lapisan hingga menyerupai lasagna tanpa saus.

Pkhali

Pkhali merupakan salah satu makanan pembuka Georgia yang terbuat dari sayur-sayuran matang yang dimasak dengan bawang putih, kacang tanah, herba, dan rempah-rempah. Makanan khas Georgia ini sejenis dengan pate sayuran dingin atau olesan yang secara tradisional dimakan dengan kue jagung griddled Georgia yang disebut mchadi.

Makanan pembuka ini dibuat dengan beberapa jenis sayuran antara lain bayam, bit, kacang putih, kubis, terong, wortel, atau labu. Warna dari pkhali merupakan hasil dari jenis sayuran yang digunakan, biasanya berkisar dari oranye pucat, hijau tua, hingga ungu pekat. Pkhali dibuat menjadi bentuk bola serta diberi hiasan dari biji delima dan banyak disajikan di restoran, atau sebagai hidangan pembuka dari pesta tradisional Georgia atau supra.

Secara tradisional, pkhali dianggap sebagai makanan orang miskin  ketika masyarakat Georgia tidak mampu membeli daging. Sehingga mereka akan mengumpulkan rumput liar yang bisa ditemukan, dan kemudian mencampurkannya dengan pasta yang terbuat dari hazelnut atau kenari.

Tolma

Tolma adalah dolma khas Georgia, yang merupakan keluarga hidangan sayuran isi, dan popular di seluruh Asia Tengah, Balkan, Kaukasus Selatan, dan Levant. Tolma diisi dengan beragam jenis sayuran atau daun, yang kemudian dicampur dengan nasi, bumbu dan rempah-rempah, serta daging giling. Sayuran yang paling umum untuk membuat tolma dalam masakan Georgia adalah paprika dan daun anggur atau kubis. Akan tetapi, beberapa jenis sayuran seperti tomat, terong, dan zucchini juga dapat digunakan untuk membuat tolma.

Saat dibuat dengan paprika, bagian dalam lada dilubangi sebelum diisi dengan isian. Paprika isi kemudian dimasak dalam campuran yang dibuat dengan tomat, krim asam, bawang putih, dan rempah-rempah lainnya. Sedangkan tolma yang dibuat dengan daun anggur atau kubis, mirip dengan yang dibuat dengan paprika, dengan bahan yang sama kecuali bejana.

Ajika

Di Georgia, bumbu pedas Georgia-Abkhazian yang terbuat dari bawang putih, garam, paprika merah, dan rempah lainnya disebut dengan Ajika. Ajika atau disebut juga dengan adjika biasa dijadikan saus atau digunakan sebagai bahan penyedap untuk menyempurnakan makanan khas Georgia. Ajika Georgia dibuat hanya dengan paprika, tetapi adaptasi yang tidak terlalu pedas yang mengandung tomat juga populer di Rusia dan Ukraina. Paprika merah yang digunakan dalam membuat ajika biasanya dijemur terlebih dahulu. Selain paprika merah, paprika mentah juga bisa digunakan.

Ajapsandali

Mengacu pada hidangan sayuran tradisional Georgia, ajapsandali terbuat dari beberapa jenis sayuran rebus seperti bawang, kentang, paprika hijau, terong, dan tomat. Sayuran tersebut direbus dengan bawang putih, ketumbar kering, lada merah, lada hitam, dan garam, hingga empuk. Ajapsandali bisa dianggap sebagai ratatouille versi Georgia yang sering dikonsumsi dan menjadi bagian dari hidangan keluarga makanan khas Georgia. Selain di Georgia, ajapsandali juga terkenal di Armenia dan di beberapa bagian Kaukasus Utara.

Satsivi

Satsivi mengacu pada pasta atau saus kenari kental yang terbuat dari kenari, bawang putih, cuka, herba kering, cabai merah, dan garam. Penamaan satsivi diambil dari Bahasa Georgia, “tsivi” memiliki makna “dingin“ yang mengacu pada penyajian satsivi yang selalu disajikan dingin. Satsivi bisa digunakan digunakan dalam berbagai hidangan unggas, ikan, dan sayuran.

Nama satsivi, selain mengacu pada sausnya, bisa juga digunakan untuk menggambarkan hidangan apapun yang terbuat dari saus tersebut. Satsivi biasanya terbuat dari daging ayam pada sepanjang tahun. Namun secara tradisional, satsivi umum dibuat dengan kalkun yang dipersiapkan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.

Gebzhalia

Hidangan keju khas Georgia, yaitu gebzhalia, berasal dari wilayah Samegrelo yang merupakan keju lunak dan sering disajikan bersama saus krim yang terbuat dari matsoni atau nadughi. Nadhugi adalah jenis keju cottage Goergia yang lembut sedangkan matsoni mengacu pada produk susu fermentasi yang sangat mirip dengan yogurt.

Untuk membuat gebzhalia, campuran mint yang dihancurkan, sementara paprika hijau, bawang putih, dan garam diletakkan di atas lapisan keju Georgia yang direbus dan dilunakkan. Keju lunak tersebut digulung dengan hati-hati dan dipotong dalam ukuran kecil, lalu dilapisi serta disiram dengan saus yang terbuat dari nadughi atau matsoni dan campuran mint yang sama.

Lobio

Makanan khas Georgia selanjutnya yaitu Lobio. Lobio mengacu pada sup atau rebusan kacang Georgia populer yang terbuat dari kacang merah. Lobio, dalam banyak varietas, biasa dibuat dengan kacang yang dimasak atau direbus yang dibumbui dengan bumbu dan rempah-rempah seperti ketumbar, bawang putih, bawang merah, daun salam, dan fenugreek biru. Lobio bisa dimakan saat panas ataupun dingin tergantung versinya, dan biasanya dimakan dengan mchadi atau roti jagung Georgia.

Jenis lobio yang paling banyak ditemukan di Georgia adalah versi dingin yang disebut lobio nigozit. Jenis lobio ini terbuat dari kacang merah matang yang dihaluskan dengan bawang putih, bawang merah, kenari, ketumbar, cabai, kelopak bunga marigold, dan cuka. Sementara lobio versi panas bisa berisi daging yang disajikan dengan mchadi dalam pot tanah liat.

Chakhokhbili

Chakhokhbili adalah makanan khas Georgia berupa sup yang dibuat dengan ayam utuh yang dipotong-potong dan dipadukan dengan beragam bumbu seperti bawang merah, tomat, cuka, bawang putih, dan rempah-rempah seperti ketumbar, peterseli, paprika hijau, dan daun salam.

Nama chakhokhbili berasal dari kata Georgia khokhobi, yang berarti burung pegar yang mengacu pada fakta bahwa dulunya dibuat dengan burung pegar, bukan ayam. Versi modern chakhokhbili terbuat dari daging ayam, namun secara tradisional, ini disiapkan dengan burung pegar. Chakhokhbili diberi daun ketumbar cincang segar sebagai hiasan, serta dihidangkan dengan roti atau nasi kering.

Kubdari

Makanan khas Georgia selanjutnya adalah Kubdari. Kubdari (atau kuptaari, kubed) mengacu pada sejenis roti Georgia yang diisi dengan daging, bawang bombay, bawang putih, dan rempah-rempah. Berasal dari wilayah Svaneti Georgia, kadang-kadang disebut sebagai “khachapuri Svaneti” meskipun tidak dibuat dengan keju khas khachapuri Georgia.

Kubdari biasa terbuat dari daging yang dipotong kecil-kecil seperti sapi, kambing, domba, atau babi. Daging tersebut dibumbui oleh bawang merah, bawang putih, jintan, fenugreek, dill, dan ketumbar sebelum memasukkan daging ke dalam adonan roti yang akan dipanggang. Roti Georgia ini diolesi mentega dan disajikan dalam keadaan panas.

Kharcho

Kharcho (atau harcho) adalah makanan khas Georgia berupa sup yang terdiri dari potongan daging sapi berlemak (biasanya chuck atau brisket), lalu ditambahkan nasi, kacang kenari cincang, pure prem ceri, dan khmeli-suneli atau campuran bumbu tradisional yang digunakan untuk membumbui banyak hidangan dan saus Georgia. Kharcho seringkali disajikan dengan roti kering dan ketumbar cincang segar sebagai menu sup favorit di musim dingin. Untuk sajian yang lebih menghangatkan, kharcho bisa dihidangkan dengan segelas anggur Georgia.

Rempah-rempah yang digunakan untuk membuat kharcho menggambarkan rempah-rempah nasional Georgia, yaitu biji ketumbar, bubuk cabai merah, daun salam, dill, basil, fenugreek, kemangi, marjoram, mint, seledri, dan peterseli. Untuk membuat sup Georgia yang khas dan kaya akan rempah, kharcho dibuat menggunakan pure plum ceri yang berperan sebagai agen asam.

Chashushuli

Chashushuli adalah makanan khas Georgia berupa sup daging dan tomat. Sup ini umumnya dibuat daging sapi, tetapi bisa juga menggunakan daging sapi muda atau babi. Chashushuli dibumbui dengan rempah dan bumbu yang beragam, yaitu bawang merah, bawang putih fenugreek, kemangi, daun salam, peterseli, dan summer savory.

Dalam menyiapkan hidangan ini, daging sapi biasanya dipotong tipis dan ditumis dengan bawang bombay. Kemudian, tomat dikupas dan dicincang, lalu bawang putih dihancurkan, sementara rempah lainnya dibiarkan mendidih dengan daging sapi. Untuk menyajikannya, chashushuli menggunakan peterseli cincang dan disajikan dengan shoti.

Khashi

Makanan khas Georgia berupa sup daging lainnya adalah Khashi, yang terbuat dari daging sapi atau domba, atau bagian lainnya seperti jeroan, kepala, hingga kuku. Untuk membuat hidangan ini kaya rasa, wortel dan bawang biasa ditambahkan pada khashi. Khashi yang sudah siap disajikan, kerap kali menambahkan susu dan garam, tetapi bisa juga disajikan dengan pasta bawang putih, sayuran hijau, dan irisan paprika.

Khashi awalnya adalah hidangan Armenia yang juga dikenal sebagai khash, tetapi hidangan ini dikonsumsi secara luas dalam berbagai variasi dan nama di seluruh Kaukasus, Balkan, Asia Tengah, dan Levant. Ini adalah sup bergizi tinggi yang sering disebut-sebut sebagai pereda pengar.

Mtsvadi

Mtsvadi adalah salah satu makanan khas Georgia yang serupa dengan shish kebab. Dalam membuat mtsvadi, daging berbentuk kubus diasinkan dan ditusuk lalu dipanggang di atas api terbuka. Daging yang digunakan biasanya daging kambing, atau daging sapi muda, atau daging babi. Daging pada hidangan ini, direndam dengan beberapa campuran seperti ajika, bawang merah, biji ketumbar, daun salam, garam, dan sari buah delima. Arang yang digunakan untuk memanggang daging, biasanya diberi potongan anggur kering untuk membuatnya lebih harum.

Khashlama

Khashlama adalah hidangan daging dan sayuran rebus tradisional yang cukup sederhana, namun membutuhkan waktu yang lama karena daging sapi atau domba yang digunakan, membutuhkan beberapa jam untuk direbus. Daging pada khashlama, umumnya dibumbui oleh bawang putih, bawang merah, daun salam, garam, dan merica hitam. Makanan khas Georgia ini hampir selalu disajikan pada pesta tradisional dan populer di wilayah Kakheti di Georgia.

Asal-usul hidangan ini seringkali menjadi perdebatan, beberapa mengklaim bahwa khashlama adalah hidangan Armenia sementara yang lain mengatakan itu berasal dari Georgia. Terlepas dari asal-usul khashlama, ini merupakan hidangan lezat terutama jika dihidangkan dengan anggur Georgia.

Churchkhela

Bumbu Terbaik Untuk Masakan Ternikmat

Churchkhela adalah makanan khas Georgia berupa camilan yang dibentuk menyerupai lilin atau sosis kecil. Meski memiliki tampilan yang tak biasa, camilan ini adalah permen Georgia yang terbuat dari kacang atau buah kering yang dicelupkan ke dalam sirup buah yang terbuat dari jus anggur pekat (badagi), gula, dan tepung.

Sirup buah yang disebut tatara, berfungsi sebagai bahan celupan untuk kacang-kacangan seperti almond, hazelnut, atau kenari yang berangkai. Kacang-kacangan tersebut dicelupkan dan kemudian dikeringkan dengan udara hingga membentuk penumpukan buah berlilin.

Untuk membuat camilan ini, bahan yang paling umum adalah kacang, tetapi buah kering seperti apel, persik, atau prem juga bisa digunakan. Churchkhela populer dalam banyak variasi di seluruh wilayah dan menggunakan nama yang berbeda seperti rojik (Armenia), cevizli sucuk (Turki), dan soutzoukos (Yunani).

Terlepas dari masuknya budaya kuliner dari beberapa negara lain, bukan berarti makanan khas Georgia ini tak menarik perhatian bagi masyarakat dan tak memiliki ciri khasnya tersendiri. Beberapa hidangan yang dihasilkan dari pengaruh budaya kuliner berhasil menjadi hidangan yang tak hanya popular di Georgia, tetapi juga di beberapa negara lainnya. Beberapa daftar makanan khas tersebut cukup menarik, bukan? Baca artikel menarik lainnya mengenai makanan khas Turki melalui tautan berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *