10 Manfaat Kayu Secang Untuk Kesehatan

Kayu secang merupakan tanaman berkayu yang memanfaatkan batangnya untuk pengobatan herbal. Ini kerap dikonsumsi sebagai teh herbal yang dapat menghangtkan tubuh dan menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan. Kayu secang juga termasuk jenis rempah-rempah yang mengandung zat alami untuk menghasilkan warna merah. Tanaman herba ini mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan brazilin. Antioksidan tersebut dapat mencegah kerusakan sel-sel di dalam tubuh akibat paparan radikal bebas.

Tentang Tanaman Secang

Tanaman secang dengan nama ilmiah Caesalpinia sappan L. adalah tanaman obat yang digunakan di kawasan Asia terutama di India, Cina, dan Asia Tenggara. Di Indonesia tanaman ini disebut secang yang dikonsumsi secara tradisional sebagai minuman herbal dengan nama lokal yang berbeda-beda. Sebagai contoh di Aceh secang disebut seupeng, Manado menyebut secang sebagai kayu sema, dan di Jawa disebut soga jawa. Secara internasional secang disebut Sappan wood dan Indian red-wood.

Tanaman secang terkait dengan brazil-wood, sehingga pada awalnya dikenal sebagai “kayu brezel” terutama di negara-negara Eropa. Namun warna kayunya agak lebih terang dibandingkan brazil-wood dan pohon yang mirip lainnya. Secang adalah bahan perdagangan utama selama abad ke-17 yang kala itu menjadi bahan ekspor penting dari negara Asia Tenggara menuju ke Jepang.

Tanaman ini memiliki banyak kegunaan. Mulai dari sifatnya yang anti-bakteri yang digunakan sebagai pengobatan tradisional. Biasanya minuman herbal dari secang menggunakan serpihan kayunya yang dituang ke air mendidih. Proses ini akan mengubah warna air menjadi kemerahan dan dapat langsung dikonsumsi. Tak hanya itu, serpihan kayu ini bisa juga dioleskan sebagai anti-bakteri, anti-tumor, astringen, dan peningkat imun. Lebih lanjut, secang juga menghasilkan pewarna kemerahan yang dikenal sebagai brazilin untuk mewarnai kain serta membuat tinta merah dan cat. Brazilin juga menjadi senyawa utama yang memberikan kayu secang manfaat bagi kesehatan.

Asal usul tumbuhan ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa pendapat memperkirakan bahwa secang berasal dari wilayah India Tengah, ke timur menuju Cina Selatan, dan ke selatan menuju Semenanjung Malaya. Di kawasan Asia Tenggara termasuk di Indonesia, sebagian dari tumbuhan ini ditemukan sebagai tanaman liar, sementara sisanya banyak dibudidayakan.

Tak hanya di Asia, beberapa negara di Afrika juga didapati memiliki tanaman secang terutama di Nigeria, Kongo, Uganda, Mauritius, Tanzania, dan Afrika Selatan. Secang yang tumbuh secara alami biasanya menempati lahan-lahan yang berlereng. Karakteristik dari tanaman ini yaitu tidak tahan terhadap penggenangan air, tumbuh pada tanah-tanah yang berliat, atau bisa juga bertumbuh di atas tanah berbatu kapur dan tanah berpasir dekat sungai.

Kayu secang merupakan tanaman perdu berukuran kecil dan sedang yaitu tingginya sekitar 4-10 meter. Ciri-ciri fisiknya antara lain diameter batangnya berukuran 14 cm dengan kulit kayu yang banyak duri berwarna coklat keabu-abuan. Ranting-rantingnya juga memiliki duri yang melengkung ke bawah, serta ranting muda dan kuncup yang biasanya berambut halus dan kecoklatan. Sementara daunnya adalah daun majemuk yang berukuran kecil-kecil.

Selanjutnya, bagian buahnya berupa buah polong yang berbentuk lonjong memiliki ujung seperti paruh, berisi 2-4 biji yang berwarna hijau kekuningan atu menjadi coklat kemerahan apabila dimasak. Pembungaan dapat terjadi setelah 1 tahun pertumbuhan dan berbuah setelah 6 bulan pasca pembungaan. Namun waktu pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman ini bersifat tentatif. Misalnya di Myanmar, pohon berbunga pada bulan Agustus. Sementara di Indonesia, baru menghasilkan bunga 13 bulan setelah tanam.

Manfaat Kayu Secang Untuk Kesehatan

Selain sebagai ekstraksi pewarna merah, kayu secang ternyata menyimpan sejumlah manfaat untuk kesehatan. Penyelidikan atas kandungan kimia kayu secang menghasilkan jenis antioksidan termasuk xanthone, kumarin, kalkon, flavonoid, brazilin, dan lain sebagainya.
Brazilin telah terbukti memiliki aktivitas biologis termasuk anti-bakteri, anti-inflamasi, anti-penuaan, anti-alergi, anti-jerawat, antioksidan, hipoglikemik, dan aktivitas nuklease. Berikut manfaat kayu secang bagi kesehatan secara lebih lengkap.

Sebagai Zat Anti Tumor

Salah satu manfaat kayu secang yang telah banyak diteliti yaitu sifat anti tumornya. Ekstrak dari kayu secang dengan tambahan 50 persen etanol dilaporkan dapat menghambat perkembangan sel tumor. Tumor adalah perkembangan sel yang tidak normal dan beberapa tumor bersifat jinak dan sebagian lagi bersifat ganas dan menyebabkan kanker. Dalam hal ini kayu secang dapat menjadi bahan alami untuk mengurangi resiko tumor jinak.

Antioksidan

Dalam sebuah penelitian Research for Better Society menunjukkan bahwa kandungan brazilin dalam kayu secang telah terbukti memberikan efek perlindungan dari radikal bebas dengan penggunaan sesuai dosis. Aktivitas antioksidan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat pada kesehatan yang melindungi tubuh lebih baik dari radikal bebas. Selain itu, ekstrak dari kayu secang juga mencegah terjadinya stres oksidatif yang menjadi senyawa alami untuk mengobati penuaan kulit yang dilatarbelakangi oleh tekanan stres.

Jika anda pecinta minuman berkafein seperti teh dan kopi, biasanya mengalami kecanduan kafein. Apabila menginginkan pengganti teh yang bagus dengan antioksidan yang tinggi maka cobalah teh kayu secang sebagai gantinya. Sebagai nilai tambah teh dari kayu secang juga termasuk minuman bebas kafein yang baik untuk kesehatan dan tidak menyebabkan insomnia ataupun gangguan pencernaan.

Anti Bakteri

Infeksi bakteri adalah salah satu penyakit paling umum dari penyakit menular. Kabar baiknya kayu secang sudah diteliti dan terbukti mampu melawan berbagai infeksi dari bakteri-bakteri penyebab penyakit. Misalnya kayu secang mengandung senyawa untuk melawan bakteri Basil subtilis yang menyebabkan muntah atau gastroenteritis, bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan penyakit kulit, bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan tifus, bakteri E. coli yang menyebabkan gangguan pencernaan umum.

Tak hanya itu, bakteri patogen penyebab karies gigi dan gingivitis juga bisa diatasi dengan ekstrak kayu secang, yakni Streptococcus mutans dan Streptococcus intemedius. Aktivitas anti-bakteri termasuk dalam senyawa yang terdapat dalam brazilin pada kayu secang. Untuk menikmati manfaat ini, air rebusan dengan serutan kayu secang dapat menjadi bahan alami untuk menghambat berbagai bakteri. Lebih lanjut, kehadiran metanol dalam kayu serta penambahan etanol sebagai pelarut minyak astiri, bisa juga menjadi cara lain untuk mendapatkan potensi manfaat dari kayu secang.

Baik Untuk Menjaga Sistem Kardiovaskular

Manfaat selanjutnya dari kayu secang adalah baik untuk sistem kardiovaskular terutama menjaga kesehatan jantung. Ekstrak etanol dari kayu secang menguntungkan dalam mencegah penyakit kardiovaskular terutama aterosklerosis, dengan melemahkan stres oksidatif dan peradangan dalam jaringan.
Nikmati secangkir air kayu secang setiap hari untuk membuat jantung lebih sehat. Anda juga bisa menambahkan sedikit perasan jeruk nipis dan setetes madu untuk semakin menikmati rasa dari minuman ini. Seduhan air kayu secang dapat diminum dalam keadaan panas atau dingin dengan penyesuaian pada selera masing-masing.

Mengatasi Peradangan dan Nyeri

Kayu secang mengandung aktivitas anti-inflamasi sehingga mengatasi peradangan dan nyeri. Diantara 130 obat herbal yang diuji, kayu secang dinilai sebagai obat herbal yang dapat mencegah aktivitas hyaluronidase yakni protein yang secara genetik menyebabkan peradangan. Sementara itu sebagai obat pereda nyeri, ekstrak kayu secang bisa meredakan nyeri karena radang sendi dan nyeri otot. Berikutnya, dikarenakan sifatnya sebagai antioksidan maka kayu secang pun dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mencegah Diabetes

Selanjutnya manfaat kayu secang juga dapat menurunkan kadar gula darah sehingga baik untuk mencegah diabetes. Pada sebuah penelitian ekstrak kayu secang dapat meningkatkan metabolisme glukosa terutama dengan gejala hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi saat kadar gula berada dalam di bawah garis normal. Meski demikian penelitian tentang manfaat ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Namun, sebagai alternatif anda juga bisa menikmati teh kayu secang dengan buah-buahan yang aman untuk penderita diabetes demi memaksimalkan manfaat tanaman herba ini.

Sebagai Obat Anti Kanker

Kayu secang bersifat antioksidan dan anti kanker sehingga bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Brazilin pada kayu secang menginduksi kematian sel dan menghambat pertumbuhan sel kanker payudara pada manusia. Meski demikian kayu secang tidak bisa dijadikan satu-satunya obat pencegah kanker. Untuk mencegah kanker, disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi seimbang, mengelola stres, berolahrga secara teratur dan tidak merokok.

Merawat Kulit

Seperti yang dijelankan sebelumnya bahwa kayu secang memiliki sifat anti penuaan. Antioksidan dalam kayu secang akan menghalau produksi radikal bebas yang dapat merusak kulit. Selain untuk meremajakan kulit, zat antioksidan ini sekaligus bisa mencerahkan kulit. Cara kerjanya, kayu secang akan mengurangi kulit kusam dengan menggunakan air rebusannya sebagai bahan untuk membasuh wajah.

Mengatasi Jerawat

Sifat anti bakteri dari kayu secang diyakini dapat membunuh infeksi bakteri P. acnes yang menjadi penyebab jerawat. Untuk mendapatkan manfaat ini bisa membasuh wajah dengan air kayu secang. Mulai-mula campurkan serutan kayu secang dengan air, lalu direbus selama beberapa menit. Setelah air mendidih, biarkan hingga air dingin lalu baru dapat digunakan untuk mencuci wajah.

Menghentikan Diare

Sebagai teh herbal atau jamu, ekstrak kayu secang dapat mengatasi diare. Seperti yng dijelaskan sebelumnya bahwa bakteri E. coli dapat dibasmi dengan sifat brazilin yang anti bakteri, maka dapat mengatasi gangguan pencernaan tersebut. Tak hanya itu, orang yang sedang diare dapat tetap mengonsumsi teh kayu secang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh yang berkurang ketika mengalami diare.

Kayu secang memang sudah umum dikonsumsi sebagai minuman herbal yang menyehatkan. Namun bagaimanapun kayu secang tidak sebaiknya dikonsumsi bersama dengan obat-obatan medis untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Sementara untuk memanfaatkan kayu secang sebagai bahan untuk perawatan kulit wajah, maka pemilik kulit sensitif perlu berhati-hati untuk mencegah terjadinya alergi pada kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *