11 Efek Samping Jahe Bagi Kesehatan

11 efek samping jahe bagi kesehatan

Jahe merupakan salah satu rempah yang sudah terkenal memiliki banyak khasiat seperti menghangatkan tubuh, diare, perut kembung dan lain sebagainya. Jahe merupakan jenis rempah yang populer di dunia, yang memiliki peran cukup penting dalam berbagai aspek, mulai dari segi manfaat, kegunaan, perdagangan, bahkan sampai adat dan kepercayaan. Tidak heran banyak makanan ataupun minuman yang menggunakan Jahe sebagai tambahan untuk aroma dan juga rasa, namun efek samping jahe juga menghantui.

Meskipun jahe dapat membantu beberapa masalah kesehatan seperti melancarkan peredaran darah, mengatasi migrain atau pun menurunkan tekanan darah tinggi. Tetapi tetap saja jika digunakan secara berlebihan jahe dapat memberikan efek samping. Apalagi bagi yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, penggunaan jahe mungkin saja harus mengikuti resep dokter. Apa saja efek samping Jahe yang dapat mempengaruhi tubuh? Simak di bawah ini:

Jahe

Jahe merupakan salah satu komoditi perdagangan rempah awal di kawasan Asia. Berasal dari kawasan Asia Pasifik dimana dapat tumbuh subur dari India sampai Tiongkok yang kemudian diperdagangkan ke seluruh wilayah dunia. Di Indonesia, Jahe memiliki penyebutan yang berbeda di setiap daerah seperti halia (Aceh), geraka (Ternate), jhai (Madura), sipodeh (Sumatera Barat), jahi (Lampung) dan sebagainya.

Termasuk pada tumbuhan rumpun memiliki batang semu, Jahe (Zingiber officinale) juga termasuk suku Zingiberaceae atau temu-temuan bersama kunyit, kencur, lengkuas dan lainnya. Biasanya Jahe dapat diolah menjadi bumbu masakan atau juga di buat jamu untuk minuman herbal dengan sensasi rasa pedas sehingga dapat menghangatkan tubuh.

Jahe memiliki tiga jenis varian yang sudah dikenal banyak orang di pasaran dan dapat dibedakan dari bentuk, ukuran dan warnanya:

Jahe Gajah

11 efek samping jahe bagi kesehatan jahe gajah

Jahe gajah atau Jahe badak adalah jenis Jahe dengan rimpang atau ukuran yang lebih besar serta rasa pedas yang tidak terlalu tajam. Biasanya Jahe gajah berwarna kuning sampai putih, jenis Jahe ini juga bisa digunakan untuk membuat permen Jahe atau makanan lainnya karena tidak terlalu menyengat aromanya.

Jahe Putih

11 efek samping jahe bagi kesehatan jahe putih

Jahe putih juga disebut Jahe Emprit merupakan jenis Jahe yang lebih kecil atau ukurannya sedang. Walaupun namanya Jahe putih namun ada pula yang berwarna kuning, bentuknya juga lebih pipih dan terdapat serat lembut di bagian kulitnya. Rasa dari Jahe putih lebih pedas dan aromanya juga lebih menyengat dari Jahe Gajah dan sangat cocok untuk dijadikan minuman atau jamu.

Jahe Merah

11 efek samping jahe bagi kesehatan jahe merah

Jahe merah adalah jenis Jahe yang terbilang langka karena tidak tumbuh pada setiap musim seperti Jahe lainnya dan juga warna merah yang kontras dari varian Jahe lain. rasa dari Jahe merah sangat tajam, umbinya lebih berserat serta ukurannya yang kecil dari lainnya. Untuk itu tidak heran Jahe merah lebih banyak digunakan untuk obat atau herbal.

Kandungan Jahe

Nutrisi yang terkandung dalam Jahe sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Kandungan gizi dalam 100 gram rimpah Jahe yaitu:

  • Energi 79 kkal
  • Karbohidrat 17,86 gram
  • Protein 3,57 gram
  • Zat besi 1,15 gram
  • Sodium 14 mg
  • Serat 3,60 gram
  • Vitamin C 7.7 mg
  • Potasium 33 mg

Tidak hanya kandungan tersebut, masih ada kandungan vitamin A, vitamin B6, fosfor, magnesium, niacin, riboflavin, folat, zeng. Namun kandungan tersebut terbilang rendah jika dibandingkan dengan diatas.

11 efek samping jahe bagi kesehatan

Efek Samping

Banyaknya kandungan gizi dan nutrisi yang ada pada Jahe tidak menutup kemungkinan adanya efek samping ketika berlebihan dalam mengkonsumsinya. Banyak Jahe yang dianjurkan untuk di konsumsi seharinya adalah 5 gram, jika lebih dari jumlah tersebut maka kemungkinan akan terjadi efek samping. Apa saja Efek samping Jahe yang dapat ditimbulkan bagi kesehatan tubuh?

Asam Lambung

Penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan yang menyebabkan rasa terbakar di dada atau heartburn. Heartburn adalah rasa sakit terbakar atau tidak nyaman di area dada bagian atas dan tengah, mungkin melibatkan leher dan tenggorokan, dan semakin memburuk ketika berbaring. Heartburn dapat disebabkan oleh hal-hal di luar penyakit yang mendasari.

Hal tersebut dapat terjadi jika terlalu berlebihan mengkonsumsi makan-makanan yang terlalu pedas serta Jahe yang akan mengakibatkan rasa tidak nyaman ketika melakukan aktivitas. Sehingga sebaiknya dapat mengontrol asupan Jahe jika suka mengkonsumsi Jahe sehari-hari.

Meningkatkan Risiko Keguguran Ibu Hamil

Selama masa kehamilan Jahe diperbolehkan untuk di konsumsi dengan takaran yang wajar dan tidak berlebihan. Hal ini karena Jahe dapat membantu keluhan mual atau muntah pada ibu hamil, namun risiko keguguran juga menghantui. Jahe diketahui dapat meningkatkan sirkulasi atau aliran darah sehingga dapat memicu pendarahan.

Meningkatkan Risiko Pendarahan

11 efek samping jahe bagi kesehatan`

Jahe bermanfaat untuk sirkulasi darah, namun hal ini juga dapat menjadi efek samping yang serius jika berlebihan. Apalagi bagi yang memiliki riwayat penyakit gangguan pembekuan darah dan setelah atau sebelum menjalani operasi, jahe dapat memicu pendarahan. Hal ini disebabkan karena adanya asam salisilat yang dapat mengencerkan darah sehingga sebaiknya dihindari mengkonsumsi Jahe.

Iritasi Mulut

Terdapat beberapa makanan yang dapat menyebabkan alergi atau oral allergy syndrome, salah satunya adalah Jahe. Jika terlalu banyak mengkonsumsi Jahe dapat menyebabkan gatal pada mulut, rasa tidak nyaman, kesemutan bahkan pembengkakan pada mulut yang dapat menyebabkan sesak napas. Maka dari itu sebaiknya tidak berlebihan dan apabila terjadi gejala-gejala tersebut sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter.

Mempengaruhi Kerja Jantung

Mengkonsumsi Jahe berlebihan dapat menyebabkan kinerja jantung terganggu bahkan dapat menyebabkan pada serangan jantung. Sebaiknya ikuti anjuran minum untuk Jahe dan terus mengontrol kesehatan apalagi bila memiliki riwayat jantung. Konsultasikan dengan dokter sehingga kesehatan tetap terjaga dan aktivitas tidak terganggu.

Diare

Mengkonsumsi Jahe berlebihan dapat mengganggu sistem pencernaan, hal ini tentu dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Hal ini dikarenakan gingerol yang termasuk bahan aktif dalam jahe, dapat mempercepat perjalanan makanan melalui usus dan dapat menyebabkan diare. Efek samping yang satu ini adalah yang paling sering di alami ketika mengkonsumsi Jahe berlebihan. Jika di rasa efek samping tersebut terlalu buruk sebaiknya periksakan ke dokter ahli agar tidak lebih parah lagi.

Meningkatkan Risiko Hipertensi

Kandungan salisilat dalam Jahe dapat membantu mengencerkan darah, namun bagi yang memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi tentu hal ini bisa berbahaya. Sehingga sebaiknya jangan mengkonsumsi Jahe lebih dari yang dianjurkan yaitu 5 gram seharinya. Jika terjadi gejala pusing maka sebaiknya langsung konsultasikan kedokter untuk menghindari kondisi yang tidak di inginkan.

Menimbulkan Interaksi pada Obat

Tentu saja tidak semua obat dapat bereaksi pada Jahe, sebaiknya hindari Jahe ketika mengkonsumsi obat seperti aspirin atau warfin. Selain obat medis, Jahe juga dapat berinteraksi dengan obat herbal seperti pada cengkeh, bawang putih, kunyit, ginseng dan ginkgo biloba. Maka sebaiknya konsumsi Jahe tidak boleh berlebihan untuk menghindari reaksi yang akan timbulkan. Karena Jahe dapat menurunkan gula darah dan tekanan darah, sehingga perlu konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi rempah ini.

Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, sebaiknya konsumsi Jahe tidak terlalu banyak walaupun Jahe dapat mengurangi kadar gula dalam darah. Namun ketika berlebihan dapat menyebabkan keluhan pusing dan lemas bagi penderita diabetes. Maka sebaiknya selalu di kontrol, apabila terjadi pusing dan lemas harus segara meminta bantuan ahli.

Iritasi Kulit dan Mata

Reaksi alergi yang disebabkan oleh Jahe juga dapat membuat iritasi pada mata dan juga kulit. Gejala yang ditimbulkan bisa membuat mata gatal, kemerahan pada kulit, sampai radang kulit. Apalagi jika Jahe langsung digunakan untuk pemakaian luar pada kulit. Maka sebaiknya dihindari atau konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya.

Sakit Perut dan Kembung

Jahe merangsang sekresi empedu, yang bermanfaat bagi pencernaan. Tetapi jika mengkonsumsi nya dalam keadaan perut kosong, ini dapat menyebabkan rangsangan lambung berlebih, menyebabkan gangguan pencernaan dan sakit perut. Salah satu efek samping ringan yang disebabkan oleh jahe ialah kembung, atau bertambahnya kandungan gas di dalam perut, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman pada perut. Karena Gingerol dalam jahe mirip dengan capsaicin dan dianggap dapat mengiritasi lambung jika di konsumsi berlebih.

Jahe dikenal dengan manfaatnya bagi kesehatan yang sangat banyak, namun tentu pemakaian yang berlebih dapat menyebabkan efek samping yang justru merugikan. Untuk konsumsi telah dianjurkan sebanyak 5 gram perharinya, jika lebih dan menimbulkan gejala sebaiknya menghubungi tenaga ahli atau medis untuk dapat penanganan yang tepat dan menghindari kondisi yang tidak diinginkan.

11 efek samping jahe bagi kesehatan

Itulah beberapa efek samping yang dapat timbul karena mengkonsumsi Jahe secara berlebihan. Meskipun Jahe tergolong rempah ataupun obat berbahan alami, namun tetap saja penggunaannya yang tidak sesuai dosis akan menimbulkan beberapa efek samping seperti diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *