Mengulik Sejarah Serta Perbedaan Spekuk vs Speculaas

mengulik sejarah serta perbedaan spekuk dan speculaas

Spekuk dan speculaas adalah makanan yang di akulturasi dari Belanda. Karna tidak bisa dipungkiri penjajahan bangsa Eropa di nusantara pada masa lalu menyisakan pengaruh yang cukup besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Salah satu diantara nya dapat kita temukan pada tradisi kuliner di Tanah Air. Sebagian contoh warisan dapur Eropa yang masih bertahan dikalangan masyarakat Indonesia sampai hari ini adalah spekuk dan speculaas. Penggunaan rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan biji pala pada kue tersebut, sekilas mengingatkan kita pada sejarah kedatangan orang-orang Belanda ke nusantara serta hadirnya kongsi dagang VOC berabad-abad yang lalu.

Heri Priyatmoko seorang sejarawan yang juga pengamat kuliner asal Solo mengatakan, dahulu tradisi makan roti ataupun kue seperti yang biasa dilakukan orang Indonesia pada saat ini sebenarnya tidak ada. Ia menyebut tradisi tersebut dibawa oleh orang-orang Eropa (terutama Belanda) ke nusantara selama berlangsungnya misi penjajahan mereka di negeri ini. “Seiring berjalannya waktu, budaya makan roti dan kue kemudian juga menular kepada penduduk pribumi Indonesia,” Ucap Heri.

Heri juga menjelaskan, pada masa-masa awal pemerintahan kolonial Hindia Belanda, roti dan kue hanya bisa dikonsumsi oleh masyarakat Eropa, orang kaya, dan kalangan bangsawan pribumi. Sementara, penduduk biasa sangat jarang menikmati makanan tersebut. Mereka hanya mampu mengonsumsi pangan tradisional berbahan beras atau ketan, seperti serabi, apem, dan sebagainya.
Seiring berjalannya waktu, Heri mengatakan dari hasil olah kreasi dapur orang Belanda tadi, terciptalah tradisi membuat kue dengan menggunakan bahan rempah-rempah yang sebenarnya memang berasal Indonesia. Dan di situlah sejarah kemunculan spekuk, dan speculaas bermula. “Bahan-bahan khas nusantara mereka olah menjadi roti dan kue dengan cita rasa baru. Jadi, ada semacam perpaduan antara tradisi dapur Eropa dan nusantara,” Ujar Heri.

Namun setelah era penjajahan Belanda berakhir, tradisi membuat kue menggunakan bahan rempah-rempah masih dipertahankan oleh masyarakat Indonesia sampai detik ini. Sementara, orang-orang Belanda sendiri juga membawa tradisi kuliner tersebut ke negeri mereka dan kemudian melestarikannya di sana. Bahkan, sampai sekarang, di Belanda ada satu festival yang disebut Tong Tong Fair yaitu festival terbesar di dunia untuk budaya Eropa-Indonesia, festival ini diadakan setiap tahun di Belanda, Lewat perayaan itu lah, masyarakat Belanda bernostalgia menikmati keindahan hidup di Indonesia pada masa lalu. Salah satu acaranya berupa pameran kuliner khas nusantara yang juga menampilkan kue-kue rempah-rempah itu.

Perbedaan Spekuk Dan Speculaas

Sekilas spekuk dengan speculaas memang terdengar mirip. Namun keduanya ternyata berbeda lho. Meskipun sama-sama memiliki cita rasa yang kaya akan rempah, namun dari segi bentuk, tekstur hingga rasa keduanya memiliki perbedaan yang mencolok, untuk lebih lengkapnya, mari kita simak penjelasan dibawah ini:

Spekuk

kue lapis atau spekuk

Spekuk adalah kue berlapis yang dibuat dari terigu, telur, mentega, gula, serta rempah khas, seperti  Kayumanis, Biji Pala, Cengkeh, dan Bunga lawang yang diracik dengan takaran-takaran tertentu. Kamu dapat membuat spekuk sendiri menggunakan bahan-bahan tersebut dirumah, Tapi, jika kamu kesulitan untuk membuat atau menentukan takaran bumbu spekuk yang tepat, kamu dapat membeli bumbu yang sudah jadi dan siap digunakan. Untuk lebih memudahkan mu, kamu dapat membeli bumbu Spekuk di Cairo Food.

Speculaas

biskuit speculaas

Sedangkan speculaas adalah biskuit rasa rempah yang biasanya sering ditemui pada acara natal atau bisa juga dijadikan cemilan biasa. Speculaas menggunakan lebih banyak rempah seperti Kayumanis, Jahe Putih, Biji Adas Manis, Biji Pala, Biji Ketumbar, Kapulaga Hijau, Kapulaga Putih, Cengkeh, Lada Hitam, Daun Laurel, Daun Jeruk Purut. Di Cairo Food kamu juga bisa mendapatkan bumbu speculaas dengan mudah dan rasa yang terjamin enak.

Jadi itulah perbedaan antara keduanya, yakni spekuk bumbu untuk ke laspis sedangkan speculaas bumbu untuk membuat biskuit yang lebih banyak menggunakan rempah dalam komposisinya.

mengulik sejarah serta perbedaan spekuk dan speculaas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *