Ini dia 20 Topping Pizza Versi Negara Aslinya, Penasaran?

Salah satu makanan terlezat yang bisa dimakan oleh hampir semua kalangan setiap harinya adalah pizza. Pizza yang merupakan makanan khas Italia ini tersaji dalam beragam topping yang berbeda. Kombinasi topping pizza yang baik harus serasi dan seimbang, dan setiap topping harus memiliki tujuan dalam profil rasa.

Terdapat banyak sekali yang bisa menjadi pelengkap bagi pizza, mulai dari daging, sayuran, dan keju, dan setiap negara memiliki topping pizza yang menjadi karakteristiknya masing-masing. Meski saat ini topping pizza sangat beragam, namun tahukah Anda bahwa Italia – sebagai negara asal pizza memiliki toppingnya sendiri? Cari tahu informasi mengenai topping pizza versi negara aslinya di bawah ini.

Saus Tomat

Kekayaan rasa yang dimiliki tomat, kandungan air yang tinggi, serta daging lunak yang mudah terurai, merupakan komponen penting dan sesuai untuk menjadikannya sebuah saus yang kental tanpa perlu menambahkan bahan lainnya untuk mengentalkan seperti roux. Semua keunggulan yang dimiliki tomat menjadikannya ideal untuk dijadikan saus tomat yang lezat.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Pizza Italia yang autentik, seperti Pizza Margherita, Marinara, Diavola, quattro formaggi, Capricciosa, dan semua jenis pizza khas Italia selalu menggunakan saus tomat. Saus ini merupakan pelengkap bagi banyak hidangan, mulai dari makanan utama, hingga camilan dengan rasa yang gurih, serta tentunya pizza, merupakan sajian yang memerlukan tomat untuk menambah kelezatan.

Rasa yang kaya dan gurih menjadikannya bersatu dengan adonan serta topping pizza lainnya untuk membuat pizza yang lezat. Maka, kehadiran saus tomat merupakan hal yang terpenting dan tak bisa terlewatkan untuk melezatkan pizza dari negara mana pun, khususnya Italia.

Keju Mozzarella

Kunci untuk menghasilkan pizza autentik secara konsisten adalah dengan menggunakan keju mozzarella berkualitas, karena tidak ada bahan lain yang menyatukan pizza seperti yang dilakukan keju ini. Mozzarella mengalami proses pemasakan dan peregangan yang unik (disebut pasta filata) selama produksinya untuk memberikan kualitas berserat dan melar yang terkenal.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa mozzarella menciptakan visual indah bagi para penikmat pizza karena sifatnya yang melar ketika ditarik. Mozzarella sebagai topping pizza, yang sifatnya seperti lem, harus meleleh dengan baik karena berperan dalam menahan topping pizza di alas. Sehingga, tampilan satu loyang pizza dengan keju mozzarella akan sangat menarik perhatian, terutama saat keju mozzarella ditarik hingga melar.

Di sisi lain, keju mozzarella tak hanya dipilih untuk daya tarik visual bagi konsumen, tetapi ini juga tentang rasanya yang lezat. Keju mozzarella memiliki ciri khas dengan rasa susu yang gurih dan lembut, yang kemudian rasa tersebut menyatu dengan bahan pizza lainnya, seperti saus dasar, topping pizza, atau jenis keju lainnya yang ditambahkan.

Sementara Mozzarella paling sering diasosiasikan dengan pizza, kualitasnya yang meleleh dan melar membuatnya menjadi tambahan yang bagus untuk hidangan lainnya juga. Berdasarkan faktor-faktor di atas, tak heran jika keju mozzarella merupakan topping pizza terpenting lainnya, yang hadir dalam berbagai jenis pizza Italia.

Basil

Basil merupakan herba segar yang memiliki bau khas dan menjadi salah satu dari sedikit bahan yang pertama kali digunakan untuk membuat pizza. Herba ini termasuk herba yang popular di dunia karena kegunaannya yang beragam. Mulai dari memperkaya cita rasa makanan, menciptakan aroma yang khas, dan juga ditemukan memiliki manfaat kesehatan. Basil menjadi herba yang banyak digunakan dalam masakan Italia, seperti pizza.

Pizza dengan basil sebagai topping adalah cara yang bagus untuk menikmati rasa pizza segar. Basil tidak hanya enak, tetapi juga sehat. Dikeahui bahwa basil adalah sumber vitamin A dan C yang baik. Ia juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda. Beberapa jenis pizza Italia yang menggunakan basil sebagai topping yaiu Pizza Margherita, Caprese, Parmigian, dan Nduja.

Minyak Zaitun Extra Virgin

Minyak Zaitun Extra Virgin adalah bahan umum dalam masakan Italia dan banyak dijadikan sebagai topping pizza Italia. Extra virgin olive oil ini memiliki rasa yang lebih ringan dan jernih dibandingkan dengan minyak zaitun biasa. Dan mengapa ini dijadikan salah satu topping pizza? Minyak zaitun extra virgin dipilih lantaran dapat melembutkan kerak pizza yang sudah jadi, memperkaya, dan juga meningkatkan tekstur kerenyahan kerak pizza.

Sementara beberapa koki top Italia merekomendasikan untuk memercikkan minyak zaitun extra virgin ke atas pizza sebelum dimasak, hal ini akan membantu setiap rasa menyatu dengan baik dan memicu reaksi kimia dengan senyawa dalam tomat Anda. Di sisi lain, minyak zaitun extra virgin memiliki kegunaan lain terhadap adonan pizza, yaitu dapat membuat adonan lebih mudah menyebar, itu sebabnya banyak kedai Pizza Italia menggunakan minyak zaitun extra virgin dalam resep adonan pizza.

Tak hanya dari segi adonan atau kerak pizza, minyak zaitun extra virgin juga berkontribusi terhadap rasa, sehingga terdapat banyak resep Pizza Italia autentik menggunakan minyak zaitun jenis ini, dan banyak orang yang menyukai ciri khas Italia yang gurih dari pizza klasik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak zaitun berkontribusi terhadap segala hal tentang pizza. Minyak zaitun extra virgin dapat melenturkan adonan dan tekstur pizza, menciptakan kerenyahan pada kerak pizza, dan memberikan rasa yang khas. Minyak zaitun extra virgin tidak hanya bagus untuk adonan pizza; ini juga bagus untuk dipercikkan di atas pizza sebelum dan sesudah dipanggang atau dioleskan di atas kerak untuk menambah kerenyahan.

Pecorino Romano

Pecorino Romano adalah salah satu dari banyaknya jenis keju yang terdapat pada pizza klasik Italia. Secara tradisional, keju ini terbuat dari susu domba dengan rasa yang tajam dan khas. Ini termasuk jenis keju keras yang memiliki banyak kegunaan selain untuk topping pizza, seperti digunakan pada pasta dan pizza. Karena teksturnya yang keras, keju pecorino romano digunakan dengan cara diparut. Rasa yang kuat dari pecorino romano ini cukup mirip dengan keju parmesan, hanya saja pecorino romano memiliki rasa yang lebih kuat serta lebih beraroma.

Keistimewaan keju pecorino terletak pada aromanya, yang memiliki aroma tanah yang unik, yang membuatnya dapat dengan mudah dikenali oleh para penggemar keju. Keju yang terbuat dari 100% susu domba ini memiliki rasa asin yang kuat, dan rasa asinnya dapat bertambah seiring berjalannya waktu.

Secara keseluruhan, pecorino romano adalah keju yang banyak disukai karena rasanya yang tajam dan aromanya yang unik, sehingga hidangan apa pun termasuk pasta, salad, dan sup, termasuk pizza Italia, merupakan sajian yang akan bertambah lezat jika menggunakan pecorino romano.

Keju Parmesan

Keju parmesan identik dengan pasta, meski demikian, ini juga merupakan jenis keju keras yang bisa ditambahkan dan paling enak dinikmati dengan cara diparut di atas pizza setelah dipanggang. Keju parmesan juga termasuk jenis keju yang dijadikan topping pada pizza Italia, karena keju parmesan menambahkan rasa umami yang meresap ke dalam adonan pizza.

Parmesan merupakan jenis keju keras yang tidak lentur seperti halnya keju mozzarella yang lunak, sehingga beberapa orang mengkombinasikan keju parmesan dan mozzarella yang akan melengkapi seloyang pizza. Ini juga menghasilkan rasa asin dan seperti kacang yang lezat dan disukai semua orang. Namun faktanya, beberapa orang di Italia tidak suka menambahkan keju parmesan sebagai topping pizza, meski demikian, pizza margherita menggunakan keju parmesan walaupun sifatnya opsional.

Bawang Putih

Topping pizza klasik Italia yang populer lainnya adalah bawang putih. Bahan yang kerap digunakan sebagai penyedap rasa pada hidangan gurih ini cocok untuk dijadikan topping pizza, dan umumnya, bawang putih ditambahkan berupa bawang putih cincang, bawang putih bubuk, atau minyak bawang putih. Selain itu, bawang putih juga bisa ditambahkan berupa suing bawang putih ke dalam pizza.

Pizza yang diberikan kombinasi topping berupa keju parmesan, minyak zaitun, serta bawang putih dapat menciptakan rasa pizza yang begitu nikmat. Bawang putih juga merupakan topping yang tepat untuk pizza yang berisi basil, serta perasan lemon. Pizza Italia yang menggunakan bawang putih yakni Pizza Marinara.

Oregano

Oregano merupakan herba yang termasuk dalam keluarga mint, yang memiliki rasa pedas dan pahit yang akan memperkaya rasa pada suatu hidangan. Oregano adalah alah satu bahan yang paling serbaguna dan populer untuk pizza, karena memang pizza membutuhkan herba dengan aroma yang kompleks, bahkan salad, pasta, dan daging juga menggunakan herba satu ini.

Orang Italia terkenal dengan oregano yang dijadikan topping, dan karena aromanya yang bersahaja, herba ini dapat menyempurnakan pizza, dan membuat perbedaan besar pada rasa saus tomat dan bahkan oregano dapat menonjolkan rasa keju. Anda dapat menemukan oregano dalam bentuk kering dan basah. Terlepas dari apa pun bentuk yang ditemukan, oregano cocok digunakan pada pizza dan merupakan bahan penting dalam membuat pizza Napoli otentik Italia klasik, serta pizza Marinara dan Diavola ditemukan menggunakan oregano sebagai topping.

Peterseli

Peterseli merupakan salah satu jenis herba yang sering digunakan sebagai garnish atau hiasan pada makanan. Ini juga digunakan dalam banyak resep sebagai bahan. Pizza yang menambahkan peterseli sebagai topping pizza Italia adalah Boscaiola. Meski peterseli banyak dijadikan topping pada jenis pizza lainnya, tak sedikit orang yang berpendapat bahwa kehadirannya tidak diperlukan. Sementara yang lainnya meyakini bahwa herba ini dapat meningkatkan rasa pizza.

Tapi yang pasti, peterseli memiliki rasa yang segar dan sedikit pahit, sehingga sedikit peterseli cincang dapat berguna bagi hidangan apa pun, termasuk pizza. Hidangan yang menggunanakan peterseli di antaranya adalah pasta dan risotto, yang dapat membantu menyeimbangkan rasa.

Salamino Piccante

Salamino piccante adalah daging pedas Italia berbentuk silinder panjang yang terbuat dari daging babi. Biasanya dibumbui dengan cabai merah segar yang memberikan sedikit rasa pedas yang menyenangkan. Salami ini biasanya digunakan sebagai topping pizza, terutama untuk pizza alla diavola, tapi bisa juga dikonsumsi sendiri atau dengan potongan dingin dan keju lainnya.

Zaitun Hitam

Buah zaitun hitam adalah buah yang memiliki rasa bersahaja, halus, yang berpotensi dalam meningkatkan kelezatan rasa pada pizza. Ini digunakan pada Pizza italia yakni pizza Diavolla dan Capricciosa. Zaitun hitam biasanya dipasangkan dengan daging sebagai topping pizza, tetapi buah ini juga dapat dicampurkan dengan bayam, tomat, dan keju feta. Zaitun hitam memberikan rasa ekstra dan juga meningkatkan rasa semua bahan di sekitarnya. Itulah mengapa buah ini sangat sempurna pada pizza Diavolla dan Capricciosa.

Keju Gorgonzola

Gorgonzola adalah keju yang terbuat dari susu sapi yang dipasteurisasi, yang dibuat di wilayah Italia Piedmont dan Lombardy, di bagian utara negara itu. Warna biru kehijauan dari keju ini berasal dari jamur Penicillium glaucum, yang ditambahkan ke dalam susu pada awal proses pembuatan keju.

Keju gorgonzola memiliki rasa yang tajam dan tergantung pada berapa lama pematangannya, dan akan semakin terasa tajam jika pematangannya lebih lama. Kelembapan keju gorgonzola terjaga karena adanya kertas timah yang digunakan sebagai pembungkus. Dan karena keju gorgonzola mempertahankan kelembapan yang tinggi, gorgonzola cenderung cepat melele.

Keju gorgonzola adalah keju yang serbaguna, ia ideal untuk membuat saus keju, ditambahkan pada hidangan pasta dan risotto, juga bisa dinikmati bersama buah, sayur, selai, madu, bahkan coklat, merupakan pasangan klasik untuk steak panggang, dan pizza Italia yang menggunakan gorgonzola adalah Quattro Formaggi.

Keju Fontina

Dalam hal pizza, keju merupakan bahan penting yang dapat memperkuat atau merusak rasa dan tekstur hidangan. Sementara mozzarella adalah keju yang paling umum digunakan untuk pizza, ada pilihan lain yang dapat menambahkan sentuhan unik pada pizza Anda, dan salah satunya adalah keju fontina.

Keju fontina adalah keju semi lunak yang berasal dari Italia. Ini secara tradisional dibuat dari susu sapi yang tidak dipasteurisasi dari sapi di Lembah Aosta, wilayah Alpen di barat laut Italia. Keju Fontina juga dibuat di Denmark, Swedia, Amerika Serikat, Kanada, dan Argentina. Keju Fontina memiliki rasa ringan dan pedas yang cocok dipadukan dengan pizza. Ini adalah keju semi-lunak, sehingga mudah meleleh dan membantu membuat pizza yang lengket dan keju.

Keju fontina memiliki rasa yang unik yang membedakannya dari keju lain seperti cheddar, provolone, dan gouda. Rasa keju fontina berpadu serasi dengan berbagai topping, termasuk sosis, jamur, dan paprika panggang. Ini juga cocok dengan keju lain seperti keju kambing, yang menambah rasa tajam pada pizza.

Ini menciptakan lapisan keju yang lengket dan elastis yang menutupi pizza, membuat setiap gigitan lezat dan menggugah selera. Tekstur keju fontina yang dipadukan dengan jenis keju lainnya menciptakan profil rasa yang unik dan kompleks. Ini dijadikan topping pada pizza Quattro Formaggi.

Salah satu hal terbaik tentang keju fontina adalah sifatnya yang meleleh. Ini meleleh dengan cepat dan merata, menciptakan lapisan keju yang halus dan lembut di atas kerak pizza. Tidak seperti keju lain yang bisa menjadi berminyak saat dilelehkan, keju fontina mempertahankan tekstur dan rasanya, sehingga cocok untuk pizza.

Jamur

Pizza yang dibuat dengan jamur memiliki rasa dan tekstur yang berbeda yang tidak dapat dibandingkan dengan topping lainnya. Rasa jamur yang gurih menyempurnakan varian topping pizza lainnya, seperti keju, tomat, dan rempah-rempah dengan luar biasa. Selain itu, jamur memiliki sedikit rasa manis saat dimasak dengan minyak, yang berpadu serasi dengan bahan pizza yang gurih.

Tekstur jamur juga menghadirkan sesuatu yang istimewa pada pizza. Jamur menawarkan kontras yang memuaskan dengan topping lain seperti keju, yang lembut dan lengket karena tekstur jamur yang kenyal sedikit kaku. Karena memiliki kegunaan yang tak terbatas, jamur dapat digunakan dengan semua jenis bahan dasar pizza, termasuk dengan saus merah, saus putih, dan bahkan tanpa saus sama sekali. Capricciosa, Boscaiola, Prosciutto e Funghi, adalah jenis pizza Italia yang menggunakan jamur sebagai toppingnya.

Zaitun Hijau

Buah mentah dari pohon zaitun dikenal sebagai zaitun hijau. Mereka diasinkan setelah direndam dalam larutan alkali untuk memberi mereka rasa yang khas. Prosedur ini diperlukan untuk menghilangkan rasa pahit yang dimiliki oleh buah zaitun mentah. Dalam pizza klasik Italia, pizza Capricciosa menambahkan jamur untuk dijadikan topping. Zaitun hijau adalah topping pizza yang enak, terutama bila dipadukan dengan bahan Mediterania lainnya seperti tomat, keju, dan basil.

Prosciutto

Prosciutto dalam Bahasa Italia berarti ham, yang terbuat dari kaki babi berkualitas tinggi. Dagingnya dilumuri garam dan dibiarkan istirahat selama beberapa minggu. Selama waktu ini, garam mengeluarkan kelembapan, yang mencegah bakteri masuk ke dalam daging. Prosciutto yang luar biasa menawarkan keseimbangan sempurna antara manis dan asin, dengan rasa babi yang kaya namun halus dan, diiris tipis dengan tepat, tekstur hening yang meleleh di mulut Anda, memungkinkan serangkaian sensasi rasa muncul. Pizza Italia yang menggunakan prosciutto adalah pizza Capricciosa, dan Prosciutto e Funghi.

Akan tetapi, prosciutto merupakan ham kering dengan kelembapan yang sedikit, dan disajikan dalam irisan tipis jarang dijadikan topping pizza. Daging ham kering ini juga sulit untuk disebarkan secara merata di atas pizza. Prosciutto juga dibanderol dengan harga yang lebih mahal dibandingkan lainnya, yang memungkinkan beberapa restoran pizza enggan menggunakannya lantaran masalah biaya. Lebih lanjut, Sebagian orang tidak menyukai rasa prosciutto yang dijadikan topping pizza karena rasanya yang asin sehingga membuatnya dapat mengalahkan rasa lainnya. Namun, jika digunakan secukupnya dan dipadukan dengan bahan yang tepat, ham ini bisa menjadi topping yang menggiurkan.

Salsiccia

Salsiccia adalah sebutan untuk sosis Italia yang paling kuno sekaligus juga yang paling terkenal. Itu terbuat dari daging segar, kebanyakan babi, dengan potongan pancetta dan potongan leher babi. Biasanya dimakan segar, tetapi juga sering dipanggang. Di Italia utara, sosis ini dibumbui dengan merica, kayu manis, anggur putih, dan bawang putih. Namun, di selatan, kebiasaannya adalah menambahkan sentuhan adas, bawang putih, cabai segar, potongan tomat yang dijemur, dan terkadang potongan keju caciocavallo.

Salsiccia adalah bahan populer di banyak masakan Italia, seperti pasta dengan salsiccia dan kacang-kacangan, pizza, lasagna, omelet, dan risotto. Ini sering dimasak dengan memanggang atau menggoreng sosis utuh dengan api sedang sampai berwarna cokelat keemasan dan matang. Boscaiola adalah pizza autentik Italia yang menggunakan topping ini.

Teri

Teri sebagai topping pizza mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, dan faktanya kontroversi tentang ikan teri dalam pizza bukanlah hal baru. Pizza dengan ikan teri erat kaitannya dengan pizza Neapolitan autentik yang terkenal di Naples. Tren dengan pizza ikan teri mulai berkembang saat orang bereksperimen dengan berbagai topping untuk dipadupadankan. Mereka yang menyukai ikan teri melawan tren dan menyajikannya dengan banyak keju.

Beberapa orang tak menyukai ikan di pizza mereka, sementara yang lain menganggap ikan teri menjijikkan. Rasa asinnya, terutama jika dicampur dengan rasa asin lainnya di dalam pizza, membuat sebagian orang tidak menyukainya. Setelah mencoba, beberapa orang menganggap ikan teri aneh pada pizza, sementara yang lain menganggapnya sebagai pengganti makanan yang lezat.

Meski banyak yang tak menyukai ikan teri di atas pizza, namun rasanya akan sangat enak, tetapi hanya jika Anda tahu cara memasaknya. Ikan teri, seperti prosciutto, diawetkan dalam waktu lama untuk mengembangkan rasa asin, dan gurihnya yang khas. Terlepas dari rasanya, ikan teri adalah sumber lemak Omega 3 yang bagus.

Kombinasi ikan teri dengan campuran saus tomat dan mozzarella pada pizza Neapolitan bekeja dengan sempurna untuk menciptakan sensasi rasa tak biasa di dalam mulut. Ketika Anda menggigit pizza Neapolitan, rasa asinnya mungkin sedikit mengganggu, namun Anda akan terbiasa dengan rasa tersebut. Semakin banyak gigitan yang Anda ambil, semakin Anda akan menyukai pizza ini.

Nduja

Nduja adalah sosis babi pedas yang dapat dioleskan yang berasal dari wilayah Calabria di Italia Selatan. Sosis babi pedas ini terbuat dari berbagai bagian babi, seperti daging atau lemak punggung, yang dibumbui dengan cabai Calabria, sehingga menciptakan rasa pedas yang membakar lidah. Ini merupakan bahan yang sebaguna, mulai dari menyemarakkan hidangan pasta, dan dijadikan sebagai topping roti bakar atau pizza Nduja. Nduja tidak pernah gagal mengubah hidangan dengan rasa daging dan umaminya.

Burrata

Sehat Dimulai Dari Dapur Anda

Burrata adalah keju lembut khas Italia segar yang terbuat dari susu sapi. Dari segi tampilan luar, buratta selintas terlihat seperti mozzarella, karena memang kulit luarnya terbuat dari mozzarella yang lembut, sehingga membuat banyak orang salah mengartikan keju burrata sebagai keju mozzarella. Namun pada bagian dalam keju buratta, teksturnya lembut dan creamy yang terbuat dari dadih keju dan krim kecil.

Nama keju buratta diambil dari kata Italia yaitu burro, yang bermakna mentega, maka Anda bisa mendapatkan gambaran betapa lembutnya keju ini. Keju burrata hadir di awal 1900-an, atau sekitar empat abad setelah pengembangan mozzarella. Sejak saat itu, burrata menjadi bahan utama masakan Italia seperti pizza, pasta, dan salad Caprese.

Burrata pada dasarnya adalah kulit mozzarella yang dikemas dengan campuran dadih keju dan krim, yang seluruhnya dibentuk sebagai keju lunak yang mudah dibentuk. Dengan kelembutannya, maka akan membuat tekstur dari sajian pizza akan bersatu padu di dalam mulut.

Sebagai negara di mana pizza berasal, Italia memiliki beragam topping yang menjadikannya menarik, dan sebagian besar topping pizza Italia menggunakan bahan yang menggambarkan negara tersebut, sehingga membuat banyak orang – khususnya penggemar pizza, akan langsung mengetahui asal pizza tersebut hanya dari topping yang digunakan. Itulah topping pizza versi negara aslinya, yaitu Italia. Mana yang jadi favoritmu? Buat pizza versi kamu sendiri dengan menggunakan bumbu pizza seasoning yang bisa kamu dapatkan melalui link berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *