Definisi, Sejarah, Serta Arti Junk Food

Pernah mendengar istilah junk food? Ini seringkali dikaitkan dengan makanan cepat saji, mi instan, gorengan dan daging olahan. Definisi tersebut benar adanya, namun faktanya masih banyak makanan yang tergolong junk food yang sering dikonsumsi tanpa kita sadari.

Junk food termasuk jajaran makanan yang dicap “tidak sehat” sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi harian. Junk food yang dikonsumsi dalam jangka panjang diyakini dapat membawa masalah kesehatan di kemudian hari. Benarkah demikian? Simak penjelasan lengkap terkait arti junk food, sejarah dan jenis-jenis makanannya.

Mengenal Junk Food

Junk food adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan maupun minuman yang rendah nutrisi. Makanan ini hampir tidak mengandung vitamin, mineral, dan serat, namun sebaliknya justru tinggi kilo joule (kalori), lemak jenuh, tambahan gula, dan garam. Sementara definisi dari junk food bervariasi dari waktu ke waktu.

Beberapa makanan berprotein tinggi, namun mengandung lemak jenuh yang tinggi pula dapat dianggap junk food bagi sebagian orang. Sementara makanan yang kaya akan lemak, garam, dan gula atau High in Fat, Salt, and Sugar (HFSS) juga bermakna junk food.

Ada juga yang beranggapan bahwa fast food (makanan cepat saji) dan junk food adalah istilah yang bermakna sama. Memang sebagiam besar fast food tergolong makanan yang kurang sehat seperti burger dan pizza. Namun, fast food sebenarnya hanya salah satu jenis dari junk food itu sendiri.

Faktanya tidak semua fast food adalah golongan junk food. Sebagai contoh, salad yang juga disebut sebagai fast food atau makanan yang disajikan dengan proses yang ringkas, tentu saja tidak termasuk junk food. Sementara jika berbicara mengenai junk food maka semua definisinya pasti berkonotasi negatif, sehingga benar bahwa makanan ini tidak sebaiknya dikonsumsi terlalu sering.

Mengonsumsi junk food secara teratur paling berpotensi meningkatkan resiko obesitas dan penyakit kronis. Ini termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan beragam jenis kanker. Dampak tersebut sekaligus akan meningkatkan resiko kematian.

Meskipun junk food cukup berbahaya bagi kesehatan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa jenis makanan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sebagian besar masyarakat modern di seluruh dunia. Sekitar 35% asupan energi harian orang dewasa berasal dari junk food. Sementara 41% asupan energi harian anak-anak berasal dari junk food itu sendiri. Artinya junk food telah mengganti asupan makanan lain yang lebih bergizi sebagai makanan harian kebanyakan orang.

Sejarah Junk Food

Junk food secara historis berasal dari Chicago, Amerika Serikat. Istilah junk food dimulai tahun 1972 yang popularitasnya berasal dari sebuah lagu berjudul Junk Food Junkie oleh Larry Groce yang populer tahun 1976. Sementara dari sisi akademisi, penemuan istilah junk food pertama kali digunakan oleh Michael Jacobson, yaitu direktur Pusat Sains Untuk Kepentingan Umum pada tahun 1972.

Namun faktanya konsep junk food sudah ada bentuknya dimulai dari tahun 1893 ketika dua vendor Frederick dan Louis Rueckheim di sebuah pameran dunia (World Fair) di Chicago mengkombinasikan campuran bahan untuk membuat pop corn, kacang-kacangan dan molase yang begitu populer. Beberapa tahun kemudian tepatnya tahun 1896, bahan-bahan manis tersebut dijual secara komersial sebagai sebuah produk yang disukai khalayak dengan merek Cracker Jack.

Kemudian 20 tahun setelah Cracker Jack dirilis, cemilan ini menjadi cemilan terlaris di dunia. Cracker Jack berupa pop corn berlapis permen manis dan kacang-kacangan yang dikemas sebagai bingkisan estetik, sehingga mudah ditargetkan untuk anak-anak. Alhasil iklan untuk produk ini juga sebagian besar ditujukan untuk anak-anak dan remaja.

Selanjutnya tahun 1900, Milton S. Hershey menciptakan dan memperkenalkan cokelat batangan yang diberi nama Hershey Chocolate Bar. Sejak saat itu Hershey Chocolate menjadi perusahaan manufaktur terbesar di Amerika. Setelah kemunculan dua produk Cracker dan Hershey, banyak penelitian yang kemudian mengaitkan popularitas makanan tersebut dengan gangguan kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, kerusakan gigi, dan beberapa jenis kanker.

Inilah yang mengawali istilah junk food untuk menyebut makanan manis tersebut karena paling berdampak pada kesehatan manusia. Junk food kemudian terus digunakan untuk menyebut jenis makanan dengan kadar nutrisi yang hampir tidak ada dan hanya menyisakan gula atau garam yang tinggi. Saat ini junk food juga berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan makanan dengan lemak jenuh yang tinggi.

Fenomena Konsumsi Junk Food Di Beberapa Negara Dunia

Junk food setiap harinya dikonsumsi oleh jutaan orang di seluruh dunia. Alasannya bisa bermacam-macam karena junk food enak, murah, dan praktis. Oleh sebabnya makanan cepat saji bahkan menduduki posisi teratas sebagai makanan harian di beberapa negara di dunia. Ini termasuk di Amerika Serikat yang menjadikan burger sebagai makanan sehari-hari yang hampir dikonsumsi oleh semua kalangan.

Selain itu, terdapat Prancis, Kanada, Inggris, dan Korea Selatan yang juga terkenal sebagai negara konsumen junk food dengan berbagai variasi makanan mulai dari roti, mie, dan ayam goreng sesuai selera masyarakat setempat. Dikarenakan junk food menjadi kegemaran masyarakat dunia bahkan anak-anak, sehingga beberapa negara kemudian mengambil tindakan tegas untuk membatasi konsumsi junk food.

Misalnya di Amerika Serikat khususnya di kota New York dan California, pemerintah memberlakukan gebrakan untuk membatasi jumlah gula dalam minuman dan memberlakukan pajak yang tinggi untuk makanan junk food. Berbeda dengan Australia yang memberlakukan larangan penjualan junk food di sekolah-sekolah untuk melindungi kesehatan anak-anak.

Tak hanya itu, di Chile juga menerapkan kebijakan yang sama yaitu melarang penjualan junk food di sekolah-sekolah dan melarang pengemasan mainan anak-anak yang dipaketkan dalam makanan junk food. Chile juga merupakan negara pelopor yang memberlakukan pajak ketat untuk para produsen junk food.

Makanan Yang Termasuk Junk Food

Junk food sering dijadikan pilihan untuk menggantikan makanan bernutrisi baik secara sadar maupun tanpa mengetahui bahwa makanan tersebut tergolong sebagai junk food. Beberapa makanan yang termasuk junk food yakni mengandung banyak lemak jahat, lemak trans, tinggi gula, garam, dan tinggi kalori. Oleh sebab itu junk food termasuk makanan yang buruk untuk jantung, diantaranya:

  • Roti
  • Sereal untuk sarapan
  • Gorengan
  • Ayam goreng krispi
  • Biskuit dan pastry
  • Keripik
  • Kentang goreng
  • Makanan kaleng
  • Frozen food
  • Mie instan
  • Asinan
  • Es krim
  • Daging olahan
  • Jeroan goreng
  • Dll

Tips Mengonsumsi Junk Food

Mengonsumsi junk food dapat menyebabkan resiko terjadinya berbagai penyakit akibat kekurangan nutrisi. Sayangnya meski sudah diketahui bahwa junk food tidak menyehatkan, justru sebagian orang merasa kecanduan terhadap makanan ini. Junk food dianggap enak sehingga otak akan menyimpan memori bahwa ketika mengonsumsi junk food akan membawa kebahagiaan yang membuat anda makan lebih banyak.

Oleh sebab itu, bukan hal yang mudah untuk menghentikan konsumsi junk food secara total. Mengonsumsi junk food perlu batas dan kemampuan untuk mengontrol diri. Sebaiknya konsumsi junk food di jam makan tanpa gangguan aktivitas lainnya misalnya tidak mengonsumsi junk food sambil menonton film karena akan membuat anda makan junk food terus menerus tanpa sadar.

Selain itu, minum air putih di sela-sela makan junk food karena air putih akan mengurangi rasa “lapar palsu” yang diakibatkan oleh sensasi rasa junk food. Selanjutnya, tidur nyenyak juga penting untuk memastikan hormon ghrelin akan menurun. Hormon ini adalah hormon penyebab peningkatan rasa lapar yang membuat anda ingin makan makanan enak tanpa peduli kandungan nutrisinya secara berlebihan.

Alih-alih mengonsumsi junk food, anda bisa menggantinya dengan cemilan yang lebih sehat seperti dark chocolate, daging rendah lemak, buah kering, kopi tanpa gula, kacang-kacangan alami, serta minyak zaitun untuk menggantikan penggunaan mentega atau minyak kelapa sawit.

Promo Diskon Cairo Food

Sebaiknya sebelum mengonsumsi junk food anda mencari tahu kandungan nutrisi di dalamnya. Semakin banyak kandungan yang anda ketahui, maka seharusnya anda semakin menyadari bahwa junk food sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Tak hanya itu, seimbangkan asupan nutrisi dari makanan sehat seperti sayur dan buah segar untuk menggantikan kebutuhan nutrisi yang tidak dapat dipenuhi oleh junk food.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *