Cara Menilai dan Mengukur Warna Makanan

Sebagai konsumen, penilaian warna pada makanan menentukan apakah produk makanan berkualitas baik dan apakah makanan yang dipilih layak untuk dikonsumsi. Dalam hal lainnya, penilaian serta pengukuran warna membantu para petani terkait tanaman yang sudah siap panen. Selain itu, hal ini juga berguna untuk menentukan bagaimana proses memasak atau produksi Anda berjalan, seperti udang yang berubah warna saat dimasak.

Warna pada makanan menjadi hal yang penting sekaligus sangat kompleks. Penilaian warna pada masing-masing orang bersifat subjektif, akan tetapi, untuk memukul rata agar penilaian makanan dapat dinilai secara objektif, para ilmuwan telah mengembangkan cara.

Namun hal ini jauh dari kata sederhana. Ini menjadi cara yang rumit sebab harus mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya memperhitungkan bagaimana dan cahaya apa yang jatuh pada warna Anda dan apakah permukaannya mengkilap atau matte. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak cara menilai dan mengukur warna makanan di bawah ini.

Apapun Bumbunya Tidak Pakai Pewarna

Apa itu Pengukuran Warna Makanan?

Pengukuran warna makanan adalah sebuah proses di mana para pelaku produsen dan pengecer makanan mengukur warna produk makanan dengan menggunakan peralatan yang tepat. Proses pengukuran warna bertujuan agar makanan atau minuman yang dijual dapat menarik minat konsumen, lantaran manusia bersifat subyektif, dan memandang warna berdasarkan opini pribadi.

Pengukuran warna makanan bekerja dengan berbagai bahan di setiap tahap produksi. Produsen sering mengukur bahan seperti gula dan minyak untuk memastikan bahan tersebut aman untuk produk makanan. Makanan menjalani beberapa putaran pengujian di berbagai tahap, sehingga produsen dapat memastikannya siap untuk dipasarkan.

Bagaimana Warna Makanan Diukur

Klasifikasi Pangan

  • Makanan buram, seperti buah, kerupuk, serpih jagung, puff keju, tepung, jus tomat, keju, dan daging, warnanya dapat dilihat secara keseluruhan dari pantulan cahaya. Aspek yang paling sulit dari pengambilan sampel warna makanan buram adalah penyajian sampel ke jalur cahaya. Hal yang seringkali dilakukan adala bacaan diambil dari sudut yang berbeda, kemudian dirata-ratakan.
  • Makanan tembus cahaya, seperti jus buah, selai, dan custard, terlihat sebagian oleh cahaya yang dipantulkan dan sebagian lagi oleh cahaya yang ditransmisikan. Makanan tembus cahaya biasanya berbentuk cair atau semi-padat, dan pengambilan sampel memerlukan penanganan khusus. Warna sampel tembus cahaya akan berubah ketika panjang jalur cahaya yang melaluinya diubah. Dengan demikian, panjang jalur harus ditetapkan dengan latar belakang putih tetap.
  • Makanan transparan biasanya berupa cairan atau semi-padat, seperti jus bening, anggur, jeli, gelatin, minyak sayur, dan minuman ringan, seluruhnya terlihat oleh cahaya yang ditransmisikan. Pengambilan sampel yang dilakukan pada produk seperti jus bening, minuman ringan, minyak sayur, dan teh diseduh adalah dengan menuangkan produk ke dalam sel transmisi. Sel sampel kemudian ditempatkan pada port bola di kompartemen transmisi instrumen yang memiliki geometri bola pengambilan sampel cahaya umum d/8º.

Skala Warna

Berbagai skala atau skema warna digunakan untuk mendeskripsikan warna. Sistem seperti Commission International de l’Eclariage (CIE), sistem Hunter L,a,b, dan padatan warna Munsell adalah yang paling sering digunakan dalam industri makanan dan yang paling berpengaruh untuk deskripsi warna. Ini didasarkan pada penggunaan sumber penerangan standar dan pengamat standar.

Menggambarkan Warna secara Objektif

Saat kita mendeskripsikan warna dan mencoba menjelaskan kembali dengan data berupa angka, pertimbangan mengenai bagaimana mata kita memproses panjang gelombang yang masuk perlu dilakukan. Cara memproses warna-warna ini juga memengaruhi cara memandang sebuah warna pada produk makanan.

Nilai CIE & Tristimulus

Organisasi CIE telah didirikan selama lebih dari seratus tahun yang lalu yang berperan dalam menentukan cara standar pertama dalam mendeskripsikan warna, dengan menggunakan pengetahuan ilmiah yang tersedia saat itu. Sistem ini, yakni CIE 1931, saat ini masih digunakan di berbagai industri dan berbagai model lain diturunkan darinya.

Inti dari sistem 1931 adalah memberi Anda apa yang disebut nilai tristimulus. Nilai tristimulus ini memperhitungkan mekanisme ketiga kerucut di mata kita dan menggunakan tiga angka untuk menggambarkan setiap warna. Ada sistem nilai tristimulus yang berbeda yang masing-masing memiliki arti yang sedikit berbeda dengan arti setiap angka tetapi ilmu di balik semuanya sangat mirip.

Nilai RGB

Salah satu sistem tristimulus yang masih aktif digunakan adalah sistem RGB di mana R berarti merah (red), G untuk hijau (green), dan B untuk biru (blue). Nilai ini bukan merupakan nilai yang umum digunakan dalam aplikasi penelitian makanan, melainkan biasa digunakan untuk layar computer, sehingga nilai ini mungkin lebih umum yang diketahui oleh masyarakat luas.

Nilai L*a*b*

Sistem tristimulus umum lainnya yang digunakan untuk mendeskripsikan warna adalah sistem L*a*b*. Pada sistem ini, angka-angka dalam dunia ilmu pangan akan ditemukan secara teratur. Nilai untuk L* merepresentasikan keringanan. Sesuatu yang benar-benar putih akan menjadi 100 dan sesuatu yang benar-benar hitam adalah 0. a* adalah ukuran nilai hijau ke merah (jadi seberapa merah dan hijau sesuatu itu) dan b* mewakili biru menjadi kuning.

Dengan mengukur makanan dengan nilai-nilai ini, dan menggunakan beberapa rumus, Anda kemudian dapat memperoleh rona (yang merupakan nama warna, misalnya jingga) dan intensitas (atau saturasi) warna pada sebuah produk makanan atau minuman.

Mengukur Warna Produk Makanan

Mengukur warna pada makanan dapat dilakukan bahkan tanpa harus memahami sepenuhnya teori semua matematika dan fisika di balik setiap pengukuran. Sebagian besar perangkat pengukuran dilengkapi dengan instruksinya sendiri untuk menginterpretasikan data sampai batas tertentu dan melakukan banyak perhitungan yang lebih rumit untuk mempermudah Anda.

Jika Anda ingin mengukur warna makanan Anda, terdapat tiga pilihan yang tersedia, yaitu kolorimeter, spektrofotometer dan Color Machine Vision. Ketiganya memiliki pro dan kontra dan paling cocok untuk situasi yang sedikit berbeda, termasuk anggaran.

Colorimeter

Colorimeter adalah perangkat yang sedikit lebih sederhana daripada spektrofotometer. Colorimeter bekerja dengan memproyeksikan cahaya ke sampel Anda dengan menyaring cahaya ini melalui tiga filter, untuk meniru mata Anda dan kemudian menganalisis bagaimana cahaya dipantulkan dari sampel Anda. Sebagai hasilnya, Anda mendapatkan nilai tristimulus, misalnya nilai L*a*b*.

Colorimeter adalah perangkat yang relatif sederhana dan tidak memerlukan banyak perangkat lunak ataupun perangkat keras canggih untuk beroperasi. Perangkat colorimeter biasanya dipilih karena tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak, namun colorimeter juga tidak memberi banyak data. Hal ini dikarenan colorimeter selalu bekerja dengan menggunakan satu sumber cahaya yang sama, maka colorimeter mungkin tidak dapat menangkap semua perbedaan antar warna.

Pilihan untuk Kontrol Kualitas

Meskipun mungkin Anda tidak perlu mengetahui banyak detail tentang sampel Anda, yang mungkin perlu diketahui adalah apakah warnanya tetap sama selama proses produksi. Untuk jenis aplikasi ini, colorimeter bekerja dengan sangat efektif dan bekerja dengan cepat serta cukup kokoh. Namun, jika Anda ingin mengetahui segala hal tentang warna makanan Anda, atau sampel Anda agak lebih rumit, colorimeter mungkin tidak menyediakan semua data yang dibutuhkan. Anda dapat mempertimbangkan pilihan di bawah ini.

Colorimeter ‘Lama’ vs. ‘Baru’

Dalam sistem ini, Anda bisa memilih satu panjang gelombang warna dan kemudian membandingkan berbagai sampel pada panjang gelombang ini. Sistem ini adalah cara umum yang bekerja dengan cara menghitung konsentrasi larutan berwarna menggunakan Lambert-Beer. Namun saat ini, colorimeter telah menjadi jauh lebih maju dan berkembang, serta dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan nilai tunggal.

Spektrofotometer

Teknik spektrofometer akan dibutuhkan jika suatu produsen atau perusahaan makanan memerlukan informasi yang lebih mendetail mengenai pengukuran warna makanan. Spektrofotometer bekerja dengan prinsip yang sama seperti colorimeter. Spektrofotometer akan mengukur transmisi atau pantulan, tergantung pada model dan sampel makanan yang digunakan.

Cara ini bekerja dengan menyinari ruang sampel dan menganalisis terkait cara sampel Anda berinteraksi dengan cahaya. Data refleksi memberi tahu perusahaan mengenai berapa banyak cahaya yang dipantulkan makanan Anda, dan membantu dalam mengidentifikasi rona yang tepat dari sampel Anda untuk hasil yang lebih spesifik. Opsi pengukuran ini sangat baik untuk makanan dan bahan yang buram dan tembus cahaya.

Pertama-tama, spektrofometer dapat bekerja dengan sumber cahaya yang berbeda, bukan hanya satu. Sumber cahaya yang berbeda penting untuk beberapa sampel yang mungkin terlihat serupa di bawah satu sumber cahaya, tetapi berbeda di bawah yang lain. Selain itu, ia tidak menggunakan ketiga filter cahaya yang dilakukan colorimeter.

Sebaliknya, filter cahaya pada spektrofometer dapat sepenuhnya menganalisis spektrum cahaya, dan menunjukkan panjang gelombang mana yang dipantulkan dari sampel Anda secara akurat. Terakhir, properti nyaman lainnya dari beberapa jenis adalah dapat memancarkan cahaya ke produk di bawah beberapa sudut yang berbeda. Ini sangat relevan saat Anda mencoba menganalisis warna sampel yang sangat tidak merata.

Secara umum, saat Anda melakukan penelitian tentang makanan Anda dan benar-benar ingin memahami perbedaan warna, alangkah baiknya jika menggunakan spektrofotometer. Perangkat ini dulunya berukuran besar, tetapi saat ini ukurannya telah menyusut, termasuk dalam hal biaya. Sehingga spektrofometer juga lebih mudah diakses.

Color Machine Vision

Korelasi mengenai pengukuran warna antara sistem penglihatan mesin warna dan tangan memengaruhi kolorimeter. Kuantifikasi warna menggunakan visi mesin menjadi lebih mudah diakses, dengan kemajuan terkini dalam pencitraan digital. Penglihatan mesin warna (Color Machine Vision) memiliki keunggulan dibandingkan instrumen kolorimetri dan spektrofotometri. Ini mencakup area yang lebih luas, bahkan seluruh permukaan sampel, untuk dianalisis.

Sampel dengan warna atau permukaan yang tidak seragam yang direpresentasikan secara keliru dalam instrumen konvensional dapat dievaluasi secara objektif dalam metode resolusi spasial tinggi ini. Karena ini adalah metode nonkontak dan nondestruktif, perubahan warna temporal dalam sampel tertentu juga dapat dihitung.

Sistem CMV terdiri dari kotak lampu dan kamera warna yang terhubung ke komputer dengan frame grabber. Pada metode ini, perangkat lunak yang telah dikembangkan sebelumnya oleh para peneliti digunakan untuk mengambil gambar sampel guna mendapatkan informasi warna.

Segera setelah sampel dikeluarkan dari kotak lampu, colorimeter Minolta CR-200b digunakan untuk mendapatkan nilai L*a*b*. Sampel ditandai untuk meminimalkan kemungkinan membaca lokasi yang berbeda selama setiap pengukuran. Ubin dan paprika dari empat warna berbeda digunakan sebagai sampel.

Sebuah studi menemukan korelasi yang tinggi antara pengukuran L*a*b* dari kedua metode ketika ubin warna standar digunakan. Saat paprika diambil sampelnya, dengan kolorimeter, perbedaan ditemukan pada dua set data. Hal ini diharapkan karena sistem CMV menggunakan area yang lebih luas pada sampel lada yang tidak seragam sehingga meningkatkan variabilitas area sampel yang tersedia.

Sistem Pengukuran Warna pada Makanan

Selain hal-hal yang telah disebutkan, pengukuran warna pada makanan harus diperhatikan Langkah-langkahnya. Mulai dari teknik persiapan dan pengukuran penampilan. Ini merupakan bagian yang tak kalah penting dari pemilihan sistem pengukuran makanan yang dipilih.

Teknik Persiapan

Pengukuran warna instrumental sesuai dengan penilaian visual warna makanan. Prosedur persiapan dan penyajian sampel harus diikuti untuk mendapatkan pengulangan pengukuran yang tinggi. Teknik preparasi seperti grinding, mixing, milling, dan blending menghasilkan sampel yang seragam, tetapi juga mempengaruhi sifat hamburan cahaya.

Pengukuran Penampilan

Seiring dengan pengukuran warna, mungkin juga bermanfaat untuk mengukur tampilan permukaan makanan. Tampilan permukaan makanan merupakan sifat yang dapat dideteksi oleh penglihatan manusia. Ini dapat diklasifikasikan sebagai refleksi difus (berkilau), refleksi spekuler (mengkilap, seperti cermin), transmisi difus (mendung, buram), atau transmisi spekular (tembus cahaya).

Pentingnya Pengukuran Warna Makanan Menggunakan Spektrofotometer

Memenuhi Harapan Pelanggan

Pelanggan menilai makanan berdasarkan banyak faktor, termasuk tampilan warna yang ditawarkan. Perubahan warna atau ketidakkonsistenan dapat membuat mereka berpikir bahwa makanan tidak aman untuk dimakan. Ketika pelanggan mengetahui seperti apa warna makanan tertentu seharusnya, mereka lebih cenderung memilih merek dan pilihan yang memenuhi harapan mereka. Misalnya, pelanggan akan merasa lebih nyaman dengan merek yang selalu menghadirkan gula putih murni.

Memastikan Konsistensi dan Kualitas

Pengukuran warna dengan spektrofotometer dapat diandalkan. Perusahaan dapat mempercayai data yang mereka terima dari peralatan mereka dengan spektrofometer, dan memastikan mereka menjual produk secara konsisten. Banyak organisasi menguraikan standar warna pada skala dan indeks untuk memahami kapan makanan mencapai kualitas optimalnya. Spektrofotometer mengubah warna menjadi data terorganisir yang cocok dengan indeks ini untuk hasil dan kontrol kualitas yang lebih presisi.

Mengidentifikasi Kontaminasi

Konsistensi warna adalah salah satu tujuan utama pengukuran warna. Melalui data yang diperoleh dari teknik spektrofotometer, segala bentuk ketidakkonsistenan serta perubahan warna akan dilaporkan melaui data, dan menambahkan deteksi kontaminasi vital ke layanannya. Mengidentifikasi kontaminasi sejak dini dapat mencegah penarikan kembali dan meningkatkan loyalitas pelanggan saat sebuah perusahaan ingin menyediakan produk makanan yang aman dan berkualitas kepada pelanggan.

Memahami Rantai Pasokan Anda

Standarisasi hitch menggunakan proses dan model pengukuran warna yang sama di seluruh rantai pasokan untuk memastikan kualitas saat produk bergerak menuju pelanggan. Perusahaan dan mitra Anda mungkin mengukur warna makanan di tingkat produksi, penyimpanan, distribusi, dan pengecer.

Pengukuran pertama akan bertindak sebagai referensi untuk yang lainnya. Metode ini membantu perusahaan memahami kondisi rantai pasok. Jika makanan rusak sebelum sampai ke pengecer, Anda dapat menyesuaikan proses transportasi atau penyimpanan untuk mengawetkan produk dengan lebih baik.

Menghindari Subjektivitas dengan Pengukuran

Setiap orang mendeskripsikan warna berdasarkan opini pribadi, dan persepsi dapat berubah berdasarkan kondisi sekitar. Produk di bawah pencahayaan lab mungkin tampak berbeda di toko bahan makanan. Anda dapat menciptakan hasil yang lebih objektif dengan pengukuran warna dan spektrofotometri.

Peralatan pengukur warna Anda akan memberikan data numerik yang tepat untuk memahami rona dan warna apa yang menyusun produk makanan Anda. Penyiapan dapat membantu Anda mengukur sampel yang berbeda dari produk yang sama dengan cara yang konsisten, sehingga Anda dapat mempercayai bahwa setiap perubahan hasil berasal dari variasi produk.

Menciptakan Merek yang dapat Dikenali

Warna makanan berpengaruh dalam pengenalan merek. Dalam industri makanan, warna dan branding melampaui teknik pengemasan dan pemasaran — warna makanan Anda dapat mendukung merek Anda. Produk seperti sereal atau keripik mungkin memiliki warna tertentu yang membedakan produk mereka dari merek lain dan menarik audiens target mereka.

Misalnya, sereal sarapan untuk anak-anak mungkin menggunakan warna-warna cerah yang tidak alami. Saat Anda ingin membuat produk yang konsisten yang akan dikenali pelanggan Anda di rak, pengukuran warna dapat mendukung tujuan ini. Industri makanan perlu memastikan kesehatan dan keselamatan saat menjual produk konsumen. Pengukuran warna dapat memungkinkan perusahaan untuk memahami seberapa baik produk makanan mereka memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan merek mereka.

4 Jenis Larutan Pengukuran Warna Makanan

Perusahaan manufaktur dan penanganan produk makanan dapat menggunakan banyak metode pengukuran warna untuk mengukur warna makanan. HunterLab memiliki beberapa model spektrofotometer yang dapat mendukung berbagai jenis dan konsistensi makanan, memungkinkan perusahaan Anda menemukan solusi yang paling mendukung produk Anda.

Eros

Eros ideal untuk sampel bertekstur dan tidak seragam, seperti sereal atau pretzel. Eros mendukung fungsi ini dengan sensor tanpa kontak dan sensor pemosisian ketinggian otomatis, yang memungkinkannya mengukur warna permukaan bertekstur untuk data yang andal dan akurat. Model ini menggunakan platform berputar terbesar di industri, sehingga Anda dapat mengukur 27,5 inci persegi dalam lima detik.

Eros menjadi larutan pengukuran yang paling sederhana — Anda dapat mengoperasikannya dengan satu sentuhan. Untuk peningkatan berbagi data, ia memiliki port USB dan Ethernet. Anda dapat mengunggah dan membagikan data Anda terlepas dari bagaimana Anda menggunakannya.

ColorFlex EZ

ColorFlex EZ mengukur sampel padat dan cair saat mata manusia melihatnya dengan desain 45°/0°, sehingga Anda dapat memberikan hasil yang lebih baik yang sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Ini memiliki 250 penyiapan untuk proses yang lebih disederhanakan dan penyimpanan untuk 2.000 standar dan toleransi produk, sehingga Anda dapat melewatkan produk dengan lebih efisien. Anda dapat menentukan lebih lanjut fungsi peralatan ini dengan berbagai modelnya yang dirancang untuk pengukuran makanan yang berbeda, seperti:

  • ColorFlex EZ Tomato: Model ini mengukur warna tomat dalam semua bentuknya, termasuk pasta, saus tomat, jus, dan tomat segar. Model ini muncul dengan indeks warna dan skala untuk setiap bahan untuk dianalisis dan menciptakan kontrol kualitas yang lebih baik.
  • ColorFlex EZ Citrus: Model ini mengumpulkan data warna dari jeruk bali, lemon, dan jeruk. Itu dapat mengukurnya dalam bentuk segar atau pekat dan termasuk sisik untuk kemerahan dan kekuningan.
  • ColorFlex EZ Coffee: Pengukuran bubuk kopi dapat membantu perusahaan memahami tingkat pemanggangan mereka untuk mengoptimalkan rasa dan produk.

Spektrofotometer ColorFlex EZ itu kompak, memungkinkannya pas dengan mulus ke ruang meja Anda yang ada. Muncul dengan perangkat lunak Easy Match Quality Control (QC) HunterLab dan terhubung ke printer dan PC.

MiniScan EZ 4500

cek ratusan koleksi lainnya

Untuk solusi pengukuran warna portabel, MiniScan EZ adalah spektrofotometer canggih yang dapat Anda operasikan dengan satu tangan. Layarnya yang besar mudah dibaca untuk meningkatkan kegunaan. Anda dapat mengakses semua skala dan indeks warna standar, dan dapat menyimpan 100 sampel standar.

Vista

Vista mengukur transmisi untuk cairan dan padatan transparan, seperti minyak. Data ini dapat membantu menentukan kemurnian produk, yang menjadi bagian penting untuk banyak bahan produk. Karena berfungsi untuk banyak sampel cairan penting, kompartemennya tahan tumpahan. Spektrofotometer ini sangat baik dalam mendeteksi kontaminasi dalam sampel, sehingga sangat penting jika Anda ingin memastikan keamanan dan kualitas. Untuk berbagi data, Anda dapat mencetak, mengirim email, dan mengalirkan informasi dari Vista.

Menilai dan mengukur warna pada makanan penting untuk dilakukan. Pada industri makanan, warna yang tidak konsisten akan membuat ragu para konsumen mengenai produk yang dirilis. Sementara bagi para konsumen, warna pada makanan dinilai dapat menggambarkan kualitas suatu produk.

Untuk memenuhi hal tersebut, para ilmuwan mengembangkan berbagai cara yang dapat dilakukan agar suatu warna pada produk makanan dapat dinilai dan diukur. Jadi, apakah Anda juga memilih produk berdasarkan warnanya? Cari tahu artikel menarik lainnya yang membahas cara menilai kualitas tepung terigu melalui link berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *