Apa itu ikan Oarfish? Berikut Mitos, Fakta dan Rasanya!

Pernahkah kamu mendengar tentang ikan Oarfish? Ikan ini adalah jenis ikan yang hidup di perairan laut dalam dengan kedalaman 100-1000 meter. Ikan ini juga masuk dalam keluarga Ordo Lampiformes yang terbagi dalam 2 Genus, yaitu Agrostichthys dan Regalecus

Ikan yang dapat tumbuh hingga sepanjang 11 meter ini, sering disebut-sebut sebagai ikan yang menandakan datangnya bencana tsunami. Namun benarkan demikian? Yuk kita simak mitos dan fakta mengenai ikan Oarfish beserta Rasa ikan tersebut!

apa itu ikan oarfish berikut mitos fakta dan rasanya

Fakta Ikan Oarfish

Ikan Laut Dalam

Ikan Oarfish dikenal hidup di perairan laut dalam. Jenis ikan ini banyak hidup di kedalaman maksimal 1.000 meter di bawah permukaan laut, dan menyebabkan beberapa orang sering menyebut ikan ini sebagai monster laut, terlebih oarfish jarang sekali muncul kepermukaan.

Ikan Bertulang Terpanjang di Dunia

Oarfish adalah ikan raksasa yang sangat jarang terlihat dipermukaan laut, karena ikan ini hidup di kedalaman laut yang cukup besar. Disebut sebagai ikan dengan tulang terpanjang di dunia, karena panjang ikan ini bisa mencapai panjang 56 kaki atau setara dengan 17 meter, dengan berat yang bisa mencapai 600 pon atau 270 kilogram.

apa itu ikan oarfish berikut mitos fakta dan rasanya

Ikan ini juga memiliki bentuk memanjang dan agak pipih, serta berenang dengan cara meliukkan badannya seperti ombak, inilah yang membuat orang menyebutnya seperti naga laut. Sirip ikan oarfish juga memanjang di seluruh bagian tubuhnya mulai bagian kepala hingga ujung ekor. Uniknya, ikan ini memiliki jumlah ingsang yang sangat banyak yakni sekitar 40-58 pasang.

Sering Dikaitkan dengan Legenda Ular Laut

Oarfish memang memiliki bentuk yang dianggap sangat aneh dibandingkan ikan pada umumnya. Sehingga kemunculannya di hadapan manusia dianggap sebagai gambaran bahwa legenda kuno ular laut dan monster laut yang sering di ceritakan itu benar adanya. Padahal memang ikan ini hanyalah ikan yang hidup di laut dalam.

Memakan Plankton Kecil

Untuk bertahan hidup, ikan oarfish setiap harinya memakan plankton dan udang-udang kecil. Kadang kala, oarfish juga menyantap ikan dan cumi-cumi kecil yang ada di sekelilingnya. Hal ini mungkin dikarenakan oarfish tidak memiliki gigi asli, yakni ia hanya memiliki struktur tipis yang disebut raker insang untuk menangkap organisme kecil.

Tidak Membahayakan

Seekor oarfish mungkin terlihat seperti monster laut yang menakutkan, tapi menurut para ilmuwan, ikan ini tidak dianggap membahayakan bagi manusia atau pelaut. Di Jepang, oarfish telah lama menjadi sosok cerita rakyat. Lebih kecil dari oarfish raksasa, oarfish yang lebih ramping (Regalecus russelii) dikenal di negara tersebut sebagai “Utusan dari Istana Dewa Laut.” Namun sekali lagi, ikan ini sama sekali tidak berbahaya untuk manusia.

Mitos

Penanda Bencana (Gempa atau Tsunami)

apa itu ikan oarfish berikut mitos fakta dan rasanya

Oarfish sering dikait-kaitkan sebagai ikan yang membawa pertanda datangnya sebuah bencana. Hal ini didukung dengan berapa bukti yang lumayan akurat, seperti ditemukannya ikan tersebut di permukaan laut sebelum terjadinya suatu bencana. Namun hal ini tidak dapat dipercaya 100 persen.

Karena beberapa ilmuan telah mencoba mempelajari mengenai gempa bumi di organisasi nirlaba e-PISCO, dan ia mengatakan kepada Japan Times bahwa “Ikan laut dalam yang hidup di dekat dasar laut lebih sensitif terhadap pergerakan patahan aktif daripada yang ada di dekat permukaan laut.” Berdasarkan catatan, kemungkinan besar penampakan berulang Oarfish dipermukaan adalah karena fase suhu permukaan laut yang tidak normal.

Dan pada waktu tersebut, suhu air di permukaan laut menjadi beberapa derajat lebih tinggi dari rata-rata dibanding temperatur air di laut dalam. Hal tersebut membuat ikan kecil dan plankton yang merupakan makanan Oarfish akan hidup dengan mengikuti suhu air yang lebih hangat. Plankton dan ikan-ikan kecil itu kemudian terpaksa naik ke permukaan diikuti oleh oarfish yang hendak memangsa mereka.

Sementara ahli biologi telah mengemukakan berbagai penjelasan mengapa ikan yang biasa hidup 3.300 kaki atau sekitar 1 km di bawah permukaan laut secara berkala terlihat di permukaan atau ditemukan mati di sepanjang pantai. Para biologis tersebut berpendapat bahwa hal tersebut dikarenakan oarfish bukanlah perenang yang hebat. Ikan itu kerap terseret ke permukaan akibat arus musiman yang terjadi di lautan dan kemudian kelelahan, mati, hingga akhirnya terdampar di pesisir pantai.

Dan mereka pun akhirnya menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku hewan tersebut dengan aktivitas seismik (rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan) yang ditemukan.

Bahkan di Indonesia sendiri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah membantah munculnya ikan laut dalam atau oarfish di Kepulauan Selayar sebagai pertanda akan terjadinya gempa besar dan tsunami. “Hasil kajian statistik terbaru mengungkap bahwa jenis ikan laut dalam seperti oarfish yang muncul di perairan dangkal tidak berarti bahwa gempa akan segera terjadi,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (9/12).

Para peneliti juga cukup lama mengkaji hubungan antara kemunculan ikan laut dalam dan gempa besar di Jepang. Dan dalam kajian tersebut hanya ditemukan satu peristiwa yang dapat dikorelasikan secara masuk akal dari 336 kemunculan ikan dan 221 peristiwa gempa bumi.

Berdasarkan kajian tersebut maka kemunculan oarfish bukanlah pertanda akan terjadinya bencana alam seperti gempa besar maupun tsunami. Menurut teori oseanografi, pengangkatan biota laut dalam ke permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling. Yakni sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan. Dalam fenomena upwelling biasanya akan muncul banyak ikan yang berasal dari laut dalam.

Rasa Ikan Oarfish

Meskipun memiliki bentuk tubuh yang panjang dan besar serta daging yang banyak, ternyata oarfish tidak umum bahkan tidak lazim untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan daging ikan ini terbilang lembek dan kenyal seperti agar-agar.

Inilah alasan kenapa ikan oarfish tidak masuk dalam kategori jenis ikan buruan para nelayan. Sementara untuk kandungan nutrisinya, sejauh ini belum ada hasil penelitian yang dapat mengungkap nutrisi dari ikan oarfish.

Jadi itulah beberapa fakta dan mitos yang banyak sekali di perbincangkan mengenai ikan oarfish. Semoga apa yang tertulis dalam artikel kali ini dapat memperluas wawasan kita semua.

apa itu ikan oarfish berikut mitos fakta dan rasanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *