6 Makanan yang Wajib Ada Daun Kemangi Biar Enak

Di Indonesia, terdapat beberapa hidangan yang harus disajikan bersama lalapan. Lalapan yang digunakan biasanya berupa sayuran yang terdiri dari daun kemangi, mentimun, kol, kubis, hingga tauge. Daun kemangi merupakan jenis lalapan yang akan memberikan cita rasa lezat dengan aroma yang segar. Daun kemangi memang umumnya terdapat pada lalapan, namun daun ini juga bisa diolah ke dalam berbagai jenis masakan.

Biasanya, daun kemangi ditambahkan ke dalam beragam olahan tumis atau kuah. Lebih dari itu, daun kemangi juga sering diolah menjadi hidangan sambal yang lezat dan beraroma sedap. Kegunaan daun kemangi sendiri sebagai lalapan yang menjadi pelengkap hidangan gurih akan menyegarkan mulut karena memang rasanya yang segar dengan aroma yang khas. Apa saja makanan yang wajib ada daun kemangi? Simak selengkapnya di bawah ini.

Ayam Suwir

Daftar makanan pertama yang wajib didampingi daun kemangi adalah ayam suwir. Ayam suwir merupakan ayam yang sudah diolah melalui proses perebusan, dengan daging ayam yang disuwir menggunakan garpu atau pisau agar ayam menjadi berupa serat-serat yang terpisah.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Karena telah melalui proses perebusan, tekstur daging yang dihasilkan yaitu empuk dan mudah ditelan, warnanya pun sama seperti daging ayam pada umumnya, yaitu putih. Ayam suwir biasanya sering dijadikan stok makanan untuk kemudian diolah menjadi menu ayam suwir yang lezat, seperti ayam suwir daun kemangi.

Seperti yang telah disebutkan bahwa daun kemangi cocok untuk hidangan yang ditumis, sehingga rasa yang dihasilkan pun akan semakin terasa lezat. Ayam suwir daun kemangi sudah pasti harus menggunakan daun kemangi karena rasa segar yang berasal dari daun kemangi berpadu dengan gurihnya rasa ayam suwir akan menjadi sajian yang luar biasa.

Nasi Ulam

Salah satu makanan khas Betawi, yaitu nasi ulam adalah sajian berupa nasi yang dibuat dengan menggunakan rempah pilihan. Cita rasa yang khas dan gurih tak luput dari beberapa jenis bahan yang digunakannya, termasuk daun kemangi. Makanan khas Betawi ini cukup digemari, maka tak heran jika Anda akan menemukan nasi ulam di beberapa tempat di Indonesia lainnya, seperti Bali dan Sumatera.

Dalam Bahasa Betawi, nama “ulam” merupakan istilah yang merujuk pada serundeng yang terbuat dari kelapa parut, yang ketika diaduk dengan nasi putih panas akan memunculkan cita rasa gurih dan sedikit pedas di lidah. Nasi ulam biasa disajikan bersama daun kemangi, sambal, taburan kacang tanah tumbuk, kerisik, atau serundeng (kelapa parut sangrai). Sementara pada bagian atasnya akan ditambahkan berbagai macam lauk-pauk yang menjadi pelengkap nasi, yakni dendeng, perkedel, tahu dan tempe goreng, telur dadar, dan tak lupa – kerupuk.

Rasa segar, gurih, manis, dan pedas, menyatu dengan sempurna pada santapan nasi khas Betawi ini. Di Jakarta sendiri, nasi ulam biasa dijajakan dalam gerobak. Sajian nasi khas dengan serundeng serta daun kemangi memiliki dua varian yang dapat ditemukan di Jakarta, yaitu nasi ulam berkuah (basah) yang berasal dari Jakarta Pusat dan Utara, serta nasi ulam kering (tidak berkuah) yang bisa ditemukan di wilayah Jakarta Selatan.

Nasi ulam berkuah adalah nasi yang diberi siraman kuah semur tahu atau kentang. Semur yang menjadi pelengkap nasi ulam basah mendapatkan sentuhan budaya kuliner Belanda yang masakannya banyak melalui proses merebus. Nasi ulam jenis ini wajib menggunakan bihun goreng, telur dadar, cumi asin goreng, taburan kacang tanah, dan daun kemangi sebagai pengganti daun pegagan.

Di sisi lain, nasi ulam kering adalah nasi putih yang ditambahkan serundeng serundeng kelapa (ulam), mentimun, kemangi, sambal kacang, dan emping goreng, dengan menambahkan lauk pendamping seperti dendeng manis, empal goreng, perkedel, tempe goreng, semur, dan pepes bumbu rujak (ikan teri atau ikan kembung).

Di negara lain, yaitu di Malaysia, terdapat sajian yang menyerupai nasi ulam dengan tanpa kuah yang merupakan khas Nonya (peranakan Tionghoa – Melayu). Makanan ini berupa hidangan nasi putih yang dicampur kelapa parut yang dikeringkan dan dibumbui dengan aneka rempah daun seperti serai, daun kunyit, daun jeruk, daun kemangi atau pegagan, dan kecombrang.

Penyetan

Penyetan adalah makanan tradisional yang memiliki aroma khas karena berasal dari bawang dan bumbu terasi yang digunakan. Di Indonesia, penyetan biasanya mudah dibuat dan dijual dengan harga yang cukup. Ini merupakan masakan asli khas Jawa Timur yang banyak dijual di hampir setiap daerahnya. Mulai dari warung-warung kecil, bahkan beberapa restoran pun menyediakan penyetan sebagai bagian dari menu spesial mereka.

Penyetan biasanya dibuat dengan menggunakan terasi udang yang membuat baunya cukup menyengat, lalu dicampur dengan lombok, tomat dan garam dan ditumbuk dalam satu cobek atau ulekan. Beberapa tempat yang menjual penyetan biasanya menggunakan ayam, bebek, lele, tahu, tempe, dan jeroan. Hidangan tersebut biasanya dilengkapi dengan lalapan, misalnya daun kemangi, mentimun, dan kubis.

Kata “penyetan” sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang memiliki arti lumat, yang merujuk pada lauk yang disajikan dilumatkan dengan sambal sebelum dihidangkan. Banyak masyarakat di Indonesia yang menyukai penyetan karena cita rasanya yang unik dan pedas, yang mana rasa tersebut sesuai dengan lidah orang Indonesia. Oleh karena itu, hampir seluruh wilayah di Indonesia menjual penyetan di banyak rumah makan dan restoran.

Pecel Lele

Pecel lele atau pecek lele adalah sebuah makanan khas Jawa Timur, Indonesia, yang menu utamanya terdiri dari ikan lele goreng dan sambal tomat. Lele yang dijual merupakan ikan lele yang digoreng kering dengan minyak, lalu disajikan dengan sambal tomat dan lalapan sebagai pelengkap. Lalapan dari pecel lele ini wajib menggunakan daun kemangi, dan ditemani dengan mentimun, kacang panjang, dan kubis.

Istilah “pecel lele” kemungkinan berasal dari ejaan yang salah dilantunkan, istilah ini berasal dari kata bahasa Jawa, yaitu pecek lele. Pecak mengacu pada istilah sambal yang disajikan bersama lauk. Sementara beberapa mengatakan bahwa pecak merujuk pada nama bumbu yang dibalurkan pada lauk sebelum dimasak. Bumbu pecel lele ini umumnya terdiri dari gula, asam jawa dan ketumbar. Terlepas dari kesalahan eja tersebut, istilah yang paling umum digunakan untuk menyebutkan hidangan ini adalah pecel lele, khususnya di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Di beberapa daerah, pecel lele memiliki julukan yang berbeda-beda. Di Kabupaten Jember biasanya disebut “pecek lele”, sementara di Kota Malang menyebutnya dengan istilah “lalapan lele”. Namun dari semua istilahnya, pecel lele terkenal karena sambal tomat yang khas dengan aroma terasi serta lalapan yang menyempurnakan hidangan ini. Pecel lele sangat digemari terutama di Pulau Jawa dan telah dianggap sebagai menu makan malam mereka sebagai alternatif ayam goreng.

Lele dengan sambal tomat serta lalapan ini biasanya dijual dipinggir jalan dengan tenda dan dengan etalase bening yang memperlihatkan menu yang dijual, yakni lele, ayam, tahu, tempe, ikan gurami, nila, petai, dan lainya, dan warung makan tersebut mulai buka pada saat hari menjelang malam, serta harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Selain itu, para penjualnya konon merupakan warga perantauan yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur.

Nasi Bakar

Nasi bakar merupakan salah satu kuliner yang sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi para pecinta kuliner tradisional. Sajian ini merupakan nasi putih yang dimasak dalam santan dan ditambahkan daun salam, sereh, dan lengkuas sehingga menghasilkan aroma yang khas.

Nasi bakar tak hanya berupa nasi saja, tetapi juga berisi isian lauk yang bervariasi seperti cumi, ayam suwir, ikan teri, udang, ayam fillet, hingga daging cincang. Isian tersebut berada di dalam nasi yang dibungkus berbentuk lonjong dengan menggunakan daun pisang, yang kemudian dibakar.

Ini juga merupakan makanan yang wajib ada daun kemangi untuk mendapatkan aroma yang mengundang selera. Daun kemangi pada nasi bakar disertakan sebagai isiannya, dan terkadang nasi bakar juga menyertakan irisan jamur untuk memperkaya tekstur, serta irisan cabai rawit untuk menambah cita rasa pedas.

Masyarakat Sunda umumnya memasak nasi bakar untuk dijadikan bekal bagi para suami mereka yang pergi bekerja menjadi petani di sawah atau kebun. Biasanya para istri akan menyiapkan bekal dengan menggunakan rantang untuk suaminya bekerja. Di dalam rantang biasanya terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur kuah, dan sambal.

Namun karena bekal tersebut dianggap sebagai bekal yang tidak praktis, maka para istri mengubahnya dengan membuat bekal yang lebih praktis namun tetap berisi nasi, lauk, dan sayur sekaligus. Maka mereka membuat nasi bakar yang dibungkus dengan daun pisang, kemudian daun pisang tersebut bisa dimanfaatkan sebagai alas makan.

Nasi bakar menjadi salah satu makanan favorit sebab merupakan makanan yang praktis namun tetap menawarkan aroma yang khas dengan mencerminkan kuliner Indonesia, daun pisang yang digunakan dan dibakar juga menambah aroma khas nasi bakar, serta penggunaan rempah-rempah aromatik yang menambah kelezatan cita rasa dan aroma yang lezat. Tak lupa juga dengan lauk pauk yang digunakan yang semakin membuat sajian nasi bakar ini sebagai makanan yang istimewa.

Ayam Woku

Ayam woku merupakan olahan ayam populer yang berasal dari daerah Sulawesi Utara, tepatnya Kota Manado. Ayam woku merupakan ayam sebagai bahan utamanya diolah dengan bumbu kuning pedas. Nama ayam woku sendiri merujuk pada daun woka yang digunakan sebagai pembungkus nasi.

Dari indonesia untuk dunia

Pada zaman dahulu, daun woka juga dikenal sebagai daun lontar yang banyak digunakan oleh Suku Minahasa untuk membungkus jenazah, namun dengan berjalannya waktu, daun tersebut dialihfungsikan sebagai pembungkus untuk berbagai sajian lezat. Ayam woku dibuat dengan berbagai rempah pilihan sehingga menghasilkan rasa yang lezat, pedas, gurih, serta aroma yang khas yang juga berasal dari rempah yang digunakan, termasuk daun kemangi.

Ayam Woku ini memiliki tampilan yang menggugah selera dan kekayaan rasa yang ditawarkan membuatnya menjadi makanan khas yang juga sangat populer di daerah Gorontalo dan wilayah Maluku Utara. Selain menggunakan ayam sebagai bahan bakunya, bumbu woku juga bisa dibuat dengan menggunakan bahan baku daging, ikan, maupun jenis seafood lain.

Ayam woku memiliki ciri khas, yaitu bumbu yang digunakan haruslah menciptakan rasa yang medok dan juga pedas. Olahan ayam woku ini terdapat dua jenis yang dibedakan berdasarkan peralatan masaknya. Jenis yang pertama adalah woku belanga, yang mengacu pada peralatan masaknya yaitu belanga atau kuali besar. Jenis lainnya yaitu woku daun yang dimasak dengan cara membungkusnya hingga menyerupai pepes dengan menggunakan daun woka.

Tak heran lagi jika beberapa hidangan gurih akan semakin lezat karena menggunakan daun kemangi. Aroma serta rasanya yang segar menjadikan daun kemangi tak hanya digunakan sebagai lalapan, tetapi juga bisa ditambahkan sebagai bahan untuk melezatkan suatu hidangan. Apakah Anda juga menyukai daun kemangi baik sebagai lalapan maupun bahan masakan? Simak juga artikel tentang manfaat daun kemangi bagi kesehatan dengan klik link berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *