5 Jenis Beras Long Grain Atau Panjang Dari Seluruh Dunia

Beras long grain merupakan beras yang memiliki butir panjang, tipis, dan sedikit lekukan pada ujungnya. Saat dimasak ukuran beras ini bahkan menjadi tiga kali lipat lebih panjang dibandingkan ketika masih mentah. Secara umum teksturnya keras dan kering, namun setiap jenis beras long grain memiliki aroma dan tingkat kekeringan yang berbeda. Beras long grain memiliki kandungan kanji yang rendah sehingga memiliki sifat berkebalikan dengan short grain yang disebut beras pulen. Long grain ini saat dimasak cenderung lebih kering dan pera.

Beras long grain biasanya untuk makanan yang berkuah seperti kari dan soto. Namun tidak menutup kemungkinan beras long grain dapat diolah sebagai nasi goreng atau lontong yang disiasati dengan menambahkan air saat memasak. Umumnya beras long grain harus dicuci dengan bersih untuk menghasilkan beras yang mengembang dengan bagus, terpisah dan tidak menempel pada alat masak. Beras long grain yang paling terkenal dan cukup mahal adalah beras basmati, yang banyak ditanam di India, Pakistan, dan Nepal. Akan tetapi, masih banyak jenis beras long grain yang terdapat di berbagai negara dunia.

Beras Basmati

Beras Basmati merupakan beras long grain yang paling umum dan terkenal di banyak negara. Beras ini telah dibudidayakan selama ribuan tahun yang lalu di India dan Pakistan. Namun beras ini telah dinikmati oleh banyak masyarakat di dunia hingga saat ini, termasuk di Indonesia. Bentuknya panjang dan ramping dengan aroma yang unik.

Di India perdagangan beras basmati untuk di ekspor telah menyumbang 65 persen dari perdagangan Internasional dan di Pakistan menyumbang 35 persen dari sisanya. Dengan kata lain dua negara ini merupakan produsen utama dari beras basmati yang dikonsumsi di banyak negara khususnya negara di kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Eropa.

Sejauh ini beras basmati tersedia dalam dua jenis. Pertama terdapat jenis beras basmati putih yang memiliki warna putih susu dengan kandungan arsenik yang rendah sehingga dapat melindungi tubuh dari resiko diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Sementara ada juga beras basmati coklat yang memiliki aroma seperti kacang dengan nilai gizi yang tinggi serta mengandung indeks glikemik yang rendah.

Beras basmati umumnya diolah untuk membuat nasi briyani karena menawarkan rasa dan aroma yang kuat. Selain itu beras basmati juga dianggap sebagai jenis beras long grain yang sehat. Hal ini disebabkan oleh kandungan beras basmati yang bebas gluten serta rendah lemak. Ini juga mengandung semua jenis asam amino essensial, asam folat, natrium yang rendah, dan tidak memiliki kandungan kolesterol.

Secara umum manfaat beras basmati terkait kandungan indeks glikemik yang rendah hingga sedang. Artinya ketika mengonsumsi beras basmati energi yang dilepaskan pada tingkat tertentu menjadi lebih lambat sehingga energi menjadi lebih stabil dan memberikan sensasi kenyang yang lebih lama. Tak hanya kandungan gizi, beras basmati juga disukai oleh banyak kalangan, karena ini memberikan rasa nasi yang berbeda dibandingkan beras putih biasa. Rasanya yang lebih padat dan menawarkan rasa baru, mirip seperti rasa kacang namun dipadukan dengan rasa beras. Aromanya juga lebih harum dibandingkan beras lain dengan karakteristik aroma kayu dan bunga matahari yang dipanggang.

Terdapat beberapa hal menarik lagi yang perlu diketahui dari beras basmati. Beras ini merupakan warisan legendaris, yang pertama kali ditanam oleh masyarakat Pakistan tahun 1500-an yang akhirnya menyebar ke penjuru negeri hingga terdengar ke telinga bangsawan. Rasa dan aroma beras basmati yang lembut dan wangi membuat bangsawan menyukai beras basmati, lebih daripada gandum yang biasa dikonsumsi. Kemudian para bangsawan menanam beras basmati di lahan miliknya hingga rakyat biasa tidak boleh mendekati lahan tersebut jika tidak ingin dijatuhi hukuman.

Masih terkait dengan sejarahnya, beras basmati pun menjadi barang mewah, salah satunya sebagai hadiah untuk raja bernama Maharaja Ranjit Singh di tahun 1822 sebagai lambang perdamaian. Kelezatan dari beras ini juga sampai di wilayah kaki gunung himalaya, India. Raja yang berkuasa di kawasan ini, raja Tehri meminta masyarakat menanam beras basmati untuk dijadikan makanan khusus keluarga kerajaan.

Untuk membeli beras basmati saat ini memang lebih mahal dibandingkan beras putih atau pulen yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan beras ini hanya dapat dipanen setahun sekali dan proses tanaman ini membutuhkan cuaca tertentu untuk dapat dipanen. Membudidayakan beras basmati lebih sulit karena rentan terhadap kerusakan angin serta harus dirawat secara rutin untuk menjaga rasa beras ini. Hasilnya beras basmati memiliki kualitas bulir beras yang tidak akan melepaskan pati sehingga tidak menyebabkan nasi menjadi lengket.

Beras Jasmine

Beras jasmine atau beras melati merupakan beras long grain yang berasal dari Thailand, kadang disebut juga beras wangi Thai. Beras melati umumnya digunakan dalam masakan tradisional negara-negara Asia Tenggara. Secara fisik beras ini berbutir lebih pendek dibandingkan beras basmati dengan aroma bunga yang halus dan tekstur yang lembut namun cenderung lengket saat dimasak.

Beras ini cenderung lebih lengket saat dimasak disebabkan kandungan amilopektin yang lebih banyak dibandingkan beras basmati, maka penting untuk masak dengan jumlah air yang terukur sehingga secara keseluruhan dapat diserap oleh beras. Selain itu penting untuk mencuci beras dengan bersih karena mengandung debu dan kelebihan pati yang cukup banyak.

Beras melati memiliki aroma yang manis dengan variasi warna putih dan merah. Beras melati putih memiliki kesamaan nutrisi dengan nasi putih. Sementara beras melati merah memiliki perbedaan nutrisi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan beras melati putih. Saat ini ternyata beras melati hadir dengan varietas baru berwarna hitam, biru, dan ungu dengan kandungan nutrisi yang juga berbeda. Biasanya beras melati cocok dikonsumsi dengan sayur tumis, kari Thailand, dan ikan goreng.

Beras melati memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Pertama beras ini mengandung fitonutrien yang akan membantu melindungi sel-sel tubuh dan meningkatkan sistem imunitas. Beras ini juga mengandung asam folat yang dikaitkan dengan penurunan tingkat cacat lahir dan menjaga kehamilan pada trimester pertama. Beras melati merah dan variasi warna lainnya cenderung lebih sehat dibandingkan beras melati putih, namun kandungan gizinya masih lebih rendah dibandingkan nutrisi pada biji-bijian lain.

Beras Sunrice Doongara

Beras sunrice doongara adalah varietas beras berbulir panjang yang ditanam secara eksklusif di Australia. Doongara berasal dari kata aborigin yang artinga “petir putih”. Beras ini banyak disukai oleh masyarakat Australia karena menyajikan beras dengan indeks glikemik yang rendah sehingga memberikan efek pelepasan energi yang lebih lambat. Sunrice doongara memiliki butiran yang lembut namun tidak lengket saat dimasak dengan rasa yang lebih bersih.

Sunrice doongara memiliki rasa kacang yang lezat dan tekstur yang kenyal karena mempertahankan lapisan luar yang bergizi. Beras long grain ini merupakan beras yang serbaguna, karena dapat digunakan pada berbagai macam hidangan, diantaranya salad, tumis kentang goreng atau sebagai makanan utama. Di Australia beras sunrice doongara tersedia dalam kemasan 750 gram untuk varian yang berwarna putih dan 250 gram untuk varian beras merah. Beras ini di ekspor ke Hongkong dan Singapura yang berada di bawah naungan merk Kangaroo.

Sunrice doongara memiliki kandungan amilosa yang tinggi. Amilosa yang tinggi akan menghasilkan butiran beras yang sedikit lebih keras ketika dimasak. Ini membuat beras doongara sulit dimasak dalam jumlah yang besar. Kandungan amilosa ini lebih dari 25 persen, dibandingkan kandungan sebagian besar biji-bijian yang amilosanya di bawah 20 persen. Hal tersebut memberikan penjelasan bahwa beras sunrice doongara memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

Struktur pati yang kompleks dari serpihan sunrice doongara menunjukkan kandungan karbohidrat kompleks yang akan membuat beras ini lebih lama untuk dicerna dan menyerap energi. Ini cocok digunakan sebagai beras untuk diet, karena membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Beras sunrice saat ini dijual dengan sertifikat yang mengakui bahwa jenis beras tersebut telah memenuhi kriteria nutrisi untuk jenis beras rendah indeks glikemik, lemak jenuh, dan natrium. Dengan kata lain produk sunrice doongara yang di ekspor telah terakreditasi menggunakan standar internasional.

Beras Carolina

Beras Carolina adalah jenis beras long grain yang paling banyak digunakan di Amerika Latin. Beras ini disebut juga Carolina gold karena warnanya yang mirip seperti kuning emas. Beras Carolina menghasilkan butiran-butiran yang halus. Beras ini pertama kali dipopulerkan di Carolina Selatan tahun 1780-an. Rasanya bersih, manis, dan lebih enak dibandingkan beras bulir panjang modern. Biasanya beras Carolina dijadikan sebagai campuran untuk gumpo yaitu hidangan khas dari Louisiana, dan mengolahnya menjadi nasi kukus atau jambalaya.

Pada awalnya beras ini merupakan tanaman yang ditanam oleh orang-orang yang diperbudak untuk menghasilkan makanan pokok pada perang saudara yang saat itu membutuhkan 3-5 juta gantang beras Carolina. Selama dekade berikutnya popularitas dari beras ini menurun lalu baru di tahun 1980-an beras Carolina ditanam dan dipanen lagi oleh Dr. Richard dan Patricia Schulze.

Dikarenakan beras ini merupakan beras bersejarah bagi masyarakat selatan Amerika khususnya Carolina Selatan, maka dibentuklah Carolina Gold Rice Fondation tahun 1988. Lembaga ini bertujuan untuk mempopulerkan, memulihkan, serta melestarikan kembali beras pusaka. Tahun 2015 Pusat Penelitian Padi Nasional Dalebampers mempresentasikan proposal mengenai beras Carolina gold sebagai beras warisan untuk memulihkan pertanian padi di Amerika Serikat dalam jangka panjang.

Beras Merah Bhutan

Beras Merah Bhutan merupakan jenis beras yang populer di Amerika Serikat dan Bhutan. Beras ini dihasilkan dari persilangan antara beras basmati dan beras long grain Amerika. Ini juga menjadi beras pokok masyarakat Bhutan hingga saat ini, dan menjadi satu-satunya produk pertanian Bhutan yang di ekspor ke Amerika Serikat. Beras ini di impor pertama kali oleh Amerika pada pertengahan tahun 1990-an oleh perusahaan bernama Lotus Food.

Beras Merah Bhutan berwarna merah seperti nasi Jepang. Beras ini mengalami proses penggilingan untuk mempercepat proses memasak. Ketika selesai dimasak, nasi yang dihasilkan berwarna merah muda pucat bertekstur kenyal dan sedikit lengket. Beras yang tumbuh di kerajaan Bhutan di Timur Himalaya ini, biasanya disajikan dengan gumpo. Namun di kerajaan Bhutan beras ini dikonsumsi bersama dengan ayam, bayam, dan bumbu rempah-rempah khas Bhutan. Beras ini juga biasa dijadikan bubur beras merah yang menyehatkan.

Beras Merah Bhutan mengandung antioksidan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan beras coklat maupun beras putih. Zat ini akan bertugas sebagai anti-inflamasi dan menurunkan resiko penyakit kronis. Beras Merah Bhutan juga memberikan manfaat untuk diet. Ini dikarenakan beras long grain merah tidak mengandung lemak melainkan serat yang tinggi, khususnya jenis Beras Merah Bhutan yang masih utuh. Untuk mengkonsumsinya sebagai makanan diet boleh dicampur dengan minyak zaitun atau mentega.

Perbedaan jenis beras long grain mengandung nutrisi yang berbeda pula. Namun umumnya beras long grain yang memiiki variasi warna selain putih akan mengandung lebih sedikit kandungan gula dan lemak, sehingga diyakini lebih baik untuk kesehatan. Dengan mengetahui jenis-jenis beras long grain akan membantu anda menentukan pilihan untuk mencoba aneka beras lain yang mungkin lebih menyehatkan dibandingkan beras putih yang biasa anda konsumsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *