21 Rempah Sebagai Penyedap Alami

Tak jarang masyarakat Indonesia yang menambahkan MSG (Monosodium Glutamat) atau micin ke dalam sejumlah masakan. Hal ini dikarenakan MSG dinilai sebagai penyedap rasa masakan, bahkan tak jarang pula yang beranggapan bahwa tanpa micin, hidangan menjadi tak sedap. Padahal, penggunaan MSG terlalu sering dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, penggunaan MSG atau micin tersebut harus digantikan.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia kaya akan rempah, sehingga untuk menyedapkan masakan secara alami tak perlu menggunakan micin. Rempah-rempah memiliki potensi kulinernya masing-masing, dan beberapa di antaranya berperan sebagai penyedap alami. Untuk itu, cari tahu lebih lanjut daftar rempah sebagai penyedap alami di bawah ini.

Garam

Rempah sebagai penyedap alami yang pertama adalah garam. Ini adalah bumbu dapur yang tersedia di dapur mana pun di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan garam telah lama digunakan dalam kepentingan kuliner, dan bahkan sebagai bahan pengawet. Bahan dapur yang satu ini memiliki profil rasa yang asin, yang memiliki kegunaan yang luas.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Meski menawarkan rasa yang asin, faktanya adalah garam dapat menjadi penyedap alami masakan, bahan marinasi, penyeimbang rasa masakan, hingga meningkatkan rasa yang khas pada hidangan. Ini dapat digunakan pada hidangan gurih dan manis. Sebagai penyedap rasa, garam memberikan rasa yang lezat pada daging, sereal, dressing, saus, dan bahkan keju atau susu.

Kunyit

Kunyit merupakan rempah yang berasal dari keluarga jahe (Zingiberaceae) dengan nama latin Curcuma longa. Kunyit berasal dari Asia Tenggara dan secara luas digunakan terutama di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Kunyit memiliki warna kuning cerah, yang menjadi bumbu dapur esensial yang menambahkan warna kuning pada sejumlah hidangan.

Rempah khas masakan Asia ini selain digunakan sebagai pewarna alami, ia juga merupakan rempah yang memberikan sensasi hangat dan sedikit pahit. Itu sebabnya kunyit dapat digunakan sebagai penyedap alami. Di Indonesia, kunyit hadir sebagai bumbu gulai, sate, rendang, hidangan sayur, serta sebagai bumbu ikan goreng kunyit. Kunyit juga populer pada hidangan seperti kari India.

Pala

Pala adalah rempah yang dulunya menjadi komoditas penting di Indonesia. Ini merupakan rempah yang berasal dari Kepulauan Banda, Maluku, yang saat ini tersebar luas terutama pada negara dengan iklim tropis seperti Afrika Selatan, Cina, India, Karibia, Malaysia, Sri Lanka, hingga Taiwan. Pala dapat menjadi bumbu masakan dari hidangan gurih dan manis.

Ketika berbicara mengenai tanaman pala, ini bisa mengacu pada bunga atau biji pala. Bunga pala umumnya akan diolah menjadi manisan seperti manisan pala atau sirup pala, sedangkan bijinya berguna sebagai penyedap rasa masakan. Penggunaan pala secara integral meliputi sebagai bumbu dari semur, kari, sereal, pasta, nasi, pai, makanan yang dipanggang, hingga untuk membumbui minuman seperti smoothie.

Daun Kemangi

Daun kemangi adalah rempah daun yang banyak digunakan sebagai penyedap alami. Ini merupakan genus Ocimum dan merupakan spesies Ocimum africanum. Ini seringkali disalahartikan sebagai basil yang merupakan spesies Ocimum basilicum. Daun kemangi adalah rempah daun yang memiliki aroma serta rasa yang wangi dan segar, yang dapat menjadi bumbu penyedap.

Di Indonesia, kemangi hadir sebagai penyedap alami dalam masakan Sunda, tetapi ini juga memiliki kegunaan yang lebih luas, yang bisa menambah aroma pada suatu masakan. Di Pulau Jawa, kemangi menjadi lalapan yang melengkapi sajian pecel ayam atau lele bersama dengan lalapan mentimun. Selain itu, penggunaan daun kemangi di Indonesia juga umum ditemukan pada olahan pepes, ikan bumbu kuning, soto, nasi bakar, sup ikan, tinutuan (bubur Manado), hingga berbagai jenis sambal.

Basil

Basil adalah tumbuhan dari keluarga Lamiaceae dari spesies Ocimum basilicum. Nama “basil” diambil dari bahasa Latin yaitu basilius, yang bermakna tanaman kerajaan, karena diyakini bahwa basil telah digunakan dalam produksi parfum kerajaan. Ini dikenal sebagai salah satu bumbu khas masakan Italia, yang digunakan pada hidangan seperti pesto, pasta, pizza, hingga salad.

Selain digunakan di Italia, basil juga digunakan di Mediterania dan beberapa masakan Asia Tenggara. Basil banyak ditambahkan pada masakan nasional yang digunakan pada hidangan sup, dan menjadi tambahan umum pada minyak zaitun. Ketika direndam dalam krim atau susu, basil menghadirkan rasa yang lezat pada es krim atau cokelat truffle.

Kayu Manis

Kayu manis merupakan salah satu rempah yang dapat digunakan sebagai penyedap alami. Ini dikenal sebagai rempah yang paling sering ditambahkan sebagai bumbu dari hidangan manis, yang meliputi kue kering, roti gulung seperti cinnamon roll, hingga minuman. Hal ini dikarenakan kayu manis memiliki rasa yang manis, pahit, dan sedikit pedas, sehingga dapat digunakan sebagai penyedap alami sekaligus menambahkan aroma yang sedap. Selain pada hidangan manis, kayu manis juga kerap membumbui rendang ataupun omelet kentang.

Sereh

Sereh atau serai adalah tanaman yang tumbuh di iklim tropis, dan umum ditemukan di Indonesia terutama sebagai bahan pengusir nyamuk. Sereh dapat dengan mudah dikenali dari batangnya yang berwarna kuning kehijauan, dengan aroma citrus yang harum. Saat digunakan sebagai bumbu masakan, rasa dan aroma dari sereh dapat meningkatkan hidangan tanpa mengalahkan bahan lainnya.

Ini secara luas digunakan pada masakan Indonesia, India, Thailand, dan Vietnam. Karena aroma dan rasanya yang harum, sereh paling banyak digunakan pada masakan dengan bahan amis seperti ayam, ikan, serta daging sapi. Selain itu, sereh juga menjadi bahan utama dalam teh sereh. Ini dikarenakan sereh mudah meresap ketika ditambahkan ke dalam cairan.

Adas Sowa

Adas sowa atau dill merupakan anggota keluarga peterseli dengan rasa seperti peterseli namun dengan sentuhan yang lebih tajam. Dill umumnya digunakan dalam masakan Skandinavia dan Eropa tengah, terutama dengan ikan dan kentang, jamur, dan sayuran lainnya. Daun dan bijinya digunakan dalam pengawetan dan masakan asam. Adas sowa secara integral digunakan sebagai penyedap alami pada sejumlah hidangan termasuk makanan laut, sayuran, sup, telur, dan roti.

Oregano

Oregano memiliki kaitan yang erat dengan makanan terpopuler dari Italia, yaitu pizza. Oregano merupakan bahan yang penting pada hidangan pizza yang tak boleh dilewatkan. Ini adalah herba aromatik yang berasal dari wilayah Mediterania, yang tergolong dalam keluarga mint bersamaan dengan marjoram, thyme, dan lainnya.

Selain sebagai esensi masakan Italia, oregano juga hadir dalam sejumlah masakan. Ini memiliki rasa yang mirip dengan marjoram, tetapi dengan rasa yang lebih kuat. Oregano dapat digunakan sebagai penyedap alami pada minyak zaitun yang memberikan rasa yang khas. Salah satu keluarga mint ini bekerja dengan baik pada beragam hidangan termasuk ayam, domba, makanan laut, steak, dan lain-lain.

Rosemary

Rosemary adalah semak cemara yang tumbuh liar di iklim hangat dan kering di seluruh dunia. Ini ditemukan di wilayah Mediterania sebagai salah satu rempah dari keluarga mint, dengan ciri khas daun yang kaku dan seperti jarum. Rosemary dapat menjadi penyedap alami, yang memberikan rasa gurih pada sejumlah hidangan.

Penggunaan kuliner rosemary yang luas adalah sebagai rempah dalam masakan Italia, Spanyol. Dan Yunani. Rosemary terutama digunakan pada hidangan daging domba, dan makanan apa pun yang dipanggang. Ini juga membumbui bahan makanan apa pun seperti makanan laut termasuk ikan. Selain itu, rosemary juga berpotensi dalam membumbui sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

Thyme

Herba aromatik lainnya yang digunakan sebagai penyedap alami adalah thyme. Ini adalah herba yang digunakan pada masakan Eropa Selatan, Mediterania, Prancis, dan terutama Italia. Thyme memiliki rasa yang pekat, dan aroma pedas yang sangat kuat. Thyme bekerja dengan sangat baik terutama pada olahan daging, tetapi bisa juga untuk membumbui telur, sayuran, sup, rebusan, salad, hingga roti.

Daun Salam

Rempah sebagai penyedap alami lainnya adalah daun salam. Ini merupakan daun yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan Indonesia, seperti kari, rendang, opor, sayur asem, sayur lodeh, dan lain-lain. Sebagai bumbu masakan, daun salam menghadirkan aroma yang khas, yang dapat menjadi penambah aroma masakan. Selain itu, daun salam ini juga menjadikan suatu hidangan agar lebih lezat dan segar. Daun salam juga berfungsi sebagai bumbu untuk menyamarkan bau amis pada bahan makanan, seperti daging.

Jahe

Jahe merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan sebagai bumbu masakan. Ini berasal dari tanaman keluarga yang sama dengan kunyit dan ketumbar. Jahe memiliki rasa yang pedas, hangat, dan juga manis, sehingga dapat digunakan pada sejumlah hidangan di seluruh dunia.

Potensinya sebagai penyedap alami begitu beragam, yang dapat menjadi bumbu dari hidangan gurih dan manis. Ini menambah rasa pada sup, nasi goreng, roti, dan lainnya. Pada hidangan manis, ia dapat ditambahkan pada hidangan penutup. Sementara pada minuman, jahe seringkali ditemukan pada bandrek, sekoteng, wedang jahe, teh jahe, hingga minuman seperti ginger ale.

Cengkeh

Cengkeh merupakan rempah Indonesia khas daerah timur khususnya Maluku, yang berasal dari kuncup bunga kering dari pohon Myrtaceae. Ini menjadi rempah dengan aroma dan rasa yang kuat, yang digunakan untuk menyedapkan saus, sup, dan hidangan nasi. Selain itu, cengkeh menjadi salah satu campuran bumbu dari five spices.

Kapulaga

Kapulaga adalah rempah dari keluarga jahe-jahean, yang dikenal sebagai tanaman asli Asia Selatan dan Indonesia. Kapulaga sangat serbaguna, yang umum digunakan pada pembuatan jamu, obat tradisional, dan bumbu masakan. Kapulaga berfungsi sebagai penyedap alami sekaligus penyedap rasa masakan. Rempah ini dapat ditemukan pada hidangan nasi, sayur-sayuran, kue, dan merupakan tambahan umum pada chai.

Bunga Lawang

Bunga lawang yang juga dikenal sebagai dengan istilah star anise adalah rempah sebagai penyedap alami lainnya. Bunga lawang memiliki rasa manis, yang mirip dengan adas manis. Bunga lawang atau adas bintang ini dapat dikenali dengan mudah karena bentuknya yang seperti bintang, yang terdiri atas delapan sisi.

Rempah ini berasal dari Tiongkok, dan kemudian disebarkan ke Eropa, dan saat ini digunakan pada sejumlah masakan di berbagai negara. Rasanya yang sedap membuat bunga lawang kerap dijadikan penyedap alami, seperti halnya bunga cengkeh dan kulit kayu manis. Adas bintang ini terutama digunakan pada masakan Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, bunga lawang menjadi penyedap rasa pada gulai Aceh, rendang, dan dimanfaatkan sebagai pembuatan minuman tradisional seperti jamu, atau campuran dari teh.

Marjoram

Marjoram merupakan herba aromatik yang berasal dari Mediterania dan digunakan sejak zaman kuno. Herba ini masih berkerabat dekat dengan oregano karena sama-sama berasal dari keluarga mint. Marjoram seringkali dikaitkan dengan oregano karena memiliki tampilan yang mirip. Selain dari segi tampilan, marjoram juga memiliki rasa yang mirip dengan oregano, tetapi dengan aroma yang mengingatkan dengan perpaduan oregano dan thyme.

Berdasarkan aroma dan rasa dari marjoram, ia menjadi rempah aromatik yang dapat membumbui sejumlah hidangan, termasuk daging, makanan laut, sayuran, dan kacang-kacangan. Marjoram juga menjadi bumbu penting dalam masakan Italia terutama pada pasta atau pizza. Satu-satunya yang tidak dapat dibumbui dengan marjoram adalah makanan penutup.

Peterseli

Peterseli mungkin yang paling terkenal dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Tanaman ini berwarna hijau cerah, dengan daun keriting kecil yang dapat tumbuh di hampir semua iklim. Penggunaan yang paling umum dari peterseli adalah sebagai hiasan, dan digunakan pada masakan Italia seperti pasta dan pizza.

Pada dasarnya, peterseli bisa digunakan sebagai penyedap alami di hampir semua hidangan gurih kecuali makanan manis. Daun kecil dan berwarna hijau cerah ini kerap digunakan pada salad, sup, hingga saus tomat. Peterseli juga merupakan salah satu komponen dari bouquet garni, dan dapat digunakan untuk melapisi ikan.

Daun Ketumbar

Daun ketumbar lebih dikenal dengan cilantro, yang merupakan rempah dari keluarga Apiaceae. Secara khusus, daun ketumbar memiliki rasa yang unik, dengan sentuhan citrus. Namun beberapa orang mendeskripsikan daun ketumbar dengan rasa sabun yang tidak enak, serta memiliki bau yang menyengat, sehingga daun ketumbar lebih banyak diolah langsung ke dalam resep.

cek ratusan koleksi lainnya

Meski demikian, daun ketumbar mampu membangkitkan aroma harum dan memperkaya rasa terutama hidangan berkuah seperti sup atau bakso. Ini juga sangat cocok untuk membumbui tom yum atau sandwich. Selain itu, karena baunya yang kuat, daun ketumbar juga mampu menyamarkan bau amis pada daging dan makanan laut.

Biji Ketumbar

Rempah sebagai penyedap alami lainnya adalah biji ketumbar. Karakteristik dari biji ketumbar ini serupa dengan lada, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil. Biji ketumbar hadir sebagai bumbu dari sejumlah masakan di seluruh dunia, mulai dari Asia, Afrika, India, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Meski memiliki tampilan yang mirip dengan lada, tetapi biji ketumbar memiliki wangi khas yang tidak pedas seperti halnya lada. Penggunaan biji ketumbar dapat menjadi rempah yang menambah rasa ekstra, terutama pada hidangan seperti kari dan gulai.

Kencur

Kencur adalah rempah-rempah dari keluarga jahe, yang umum ditemukan sebagai bahan baku jamu terutama jamu beras kencur. Asal-usul kencur kemungkinan dari India, lalu dibudidayakan secara luas di Asia Tenggara, Cina, dan juga Indonesia. Pada masakan Indonesia, kencur dapat digunakan sebagai bumbu dari sayuran sayuran berkuah bening seperti bayam dengan jagung bening. Lain halnya di Bali, daun kencur umum ditemukan pada urap.

Berbagai jenis rempah yang dapat digunakan sebagai penyedap alami masakan tentunya akan menjadikan makanan sehari-hari menjadi lebih lezat. Setiap rempah yang dapat digunakan bahkan memberikan manfaat lainnya selain sebagai penyedap. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk menggunakan rempah sebagai penyedap alami alih-alih menggunakan micin. Pastikan selalu membeli bumbu dan rempah berkualitas di Cairo Food, yang sudah terjamin tanpa MSG dan juga pengawet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *