20 Kesalahan Umum Mengolah Daging

Menikmati kelezatan daging merupakan hal yang menyenangkan. Memasak dan membumbui daging juga menjadi sesuatu yang menyenangkan. Tetapi, mengetahui cara mengolah daging yang benar adalah hal lainnya, yang mungkin akan sedikit rumit jika Anda tak terbiasa. Jika Anda baru pertama kali memasak daging, ada beberapa kesalahan umum mengolah daging yang terkadang tak disadari dan disepelekan. Cari tahu selengkapnya di bawah ini.

Tidak Mencuci Tangan

Mencuci tangan sangat penting, dan tak hanya saat akan mengolah daging, tetapi saat Anda memasak apa pun untuk memastikan kebersihannya. Saat mengolah daging mentah tanpa mencuci tangan, makanan akan mudah terkontaminasi bakteri, dan bahkan lebih berisiko mengalami kontaminasi silang yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan.

Setiap Anda akan memasak apa pun, meskipun Anda merasa bahwa tak ada kotoran atau kuman yang menempel, mencuci tangan tak boleh terlewatkan. Ini juga menjadi kesalahan umum yang dilakukan oleh banyak orang. Jadi, biasakan untuk selalu mencuci tangan setelah memasuki dapur untuk mulai memasak atau menyiapkan makanan. Anda juga harus mencuci tangan kembali setelah menyentuh daging mentah atau bersentuhan dengan benda apa pun yang tak diketahui kebersihannya.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Tidak Mencuci Peralatan

Mencuci peralatan memasak yang akan digunakan sama pentingnya dengan mencuci tangan, dan sayangnya banyak yang menganggap hal ini tidak penting. Padahal, peralatan yang tidak dibersihkan juga bisa menyebabkan kontaminasi silang. Bahkan, peralatan tersebut juga bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang bersentuhan langsung dengan daging.

Dalam hal ini, Anda harus selalu mencuci peralatan masak seperti talenan, pisau, wajan, panci, spatula, sendok, dan lainnya sebelum dan sesudah digunakan, baik itu untuk memotong dan mengolah daging, ataupun digunakan untuk bahan makanan lainnya, dan pastikan setiap peralatan dicuci hingga benar-benar bersih.

Mencuci Daging Mentah

Jika sebelumnya mengharuskan Anda membersihkan segala sesuatu, mulai dari tangan hingga peralatan, berbeda halnya dengan daging mentah. Daging mentah apa pun termasuk unggas, tak boleh dicuci dengan air. Hal ini dikarenakan mencuci daging mentah dapat meningkatkan risiko Anda atau seseorang di rumah Anda menderita penyakit bawaan makanan.

Alasannya tidak sesederhana itu, bakteri yang ada di seluruh daging mentah bisa menyebar ke wastafel, sebagai akibatnya, ini akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang. Dalam hal ini, mencuci daging tak diperlukan, dan biasanya daging yang Anda beli sudah dibersihkan selama proses produksi sebelum sampai ke tangan konsumen, sehingga Anda tak perlu mencuci daging mentah dengan air di rumah.

Mengabaikan Kotoran yang Menempel pada Daging

Meski Anda tidak boleh mencuci daging mentah dengan air mengalir, namun bukan berarti Anda bisa mengabaikan begitu saja kotoran yang menempel pada daging. Hal ini harus dilakukan karena Anda tidak mengetahui dengan pasti, apakah ada kotoran atau debu yang menempel pada daging.

Kotoran atau debu yang menempel mungkin saja mengandung kuman atau bakteri yang bisa menyebabkan penyakit saat masuk ke dalam tubuh. Untuk membersihkannya, Anda hanya perlu menggunakan lap, kain bersih, atau tisu pengesat. Selain itu, kotoran atau debu yang menempel juga bisa dibersihkan dengan tangan atau diiris menggunakan pisau yang sudah dibersihkan.

Tidak Menyimpan Daging Mentah dengan Benar

Sebelum mengolah daging mentah, ia harus ditempatkan dengan benar, dan bahkan banyak orang yang mengabaikan tempat penyimpanan daging yang tepat. Saat menyimpannya di dalam lemari es, ada aturan yang harus diketahui, yaitu dengan meletakkan daging mentah, termasuk ikan dan unggas mentah di rak paling bawah lemari es.

Mengapa hal ini dilakukan? Pasalnya, daging mentah seringkali mengeluarkan cairan atau jus yang bisa mengkontaminasi bahan makanan lainnya, dan meningkatkan terjadinya kontaminasi silang. Yang harus diperhatikan lainnya adalah Anda tak hanya perlu meletakkan daging mentah di rak paling bawah, tetapi juga harus memastikan daging disimpan dalam wadah tertutup sebagai perlindungan tambahan terhadap bocornya sari buah dari kemasannya.

Membiarkan Daging di Suhu Ruang

Kesalahan umum mengolah daging lainnya adalah membiarkan daging di suhu ruang. Sebagian besar orang mungkin akan berpikir bahwa meletakkan daging mentah di suhu ruang setelah mengeluarkannya dari lemari es akan membuat daging mencair lebih cepat, namun ini adalah kesalahan yang tak bisa dibiarkan.

Ketika meletakkan daging di suhu ruang, artinya Anda menempatkan daging tersebut pada” zona bahaya”, yang mengacu pada kisaran suhu 40 hingga 140 derajat Fahrenheit. Daging mentah yang berada dalam suhu tersebut, akan menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dengan sangat cepat, sehingga meningkatkan kemungkinan tertular penyakit bawaan makanan saat daging dimakan. Cara terbaik untuk mencairkan daging adalah dengan memasukkannya ke dalam lemari es pada malam sebelum Anda berencana menggunakannya.

Menggunakan Air Hangat untuk Mencairkan Daging

Sementara daging tidak bisa ditempatkan pada suhu ruang karena akan mempercepat perkembang biakkan bakteri, menggunakan air hangat untuk mencairkan daging juga bukan cara yang tepat. Pasalnya, menggunakan air hangat untuk mencairkan daging yang masih beku sama saja menempatkan daging dalam “zona bahaya”. Jika Anda tetap ingin mencairkan daging beku, jangan gunakan air hangat, namun sebaliknya, gunakan saja air dingin, dan rendam daging ke dalamnya. Cara ini berlaku untuk banyak jenis daging mentah beku, termasuk daging unggas.

Tidak Menggunakan Talenan Khusus untuk Daging Mentah

Kesalahan umum mengolah daging lainnya adalah menggunakan talenan yang sama untuk memotong bahan makanan lain. Anda mungkin tak menyadari bahwa ini adalah kesalahan pangan. Talenan yang digunakan untuk memotong sayuran, mengiris roti, dan tugas persiapan makanan lainnya di dapur, tidak bisa digunakan untuk memotong daging mentah.

Memiliki talenan terpisah mengurangi kemungkinan bakteri dari daging mentah berpindah ke makanan lain dan membuat Anda sakit. Untuk membantu Anda mengingat talenan yang cocok untuk jenis makanan apa, Anda bisa membeli talenan berwarna. Tetapkan sebagai papan khusus daging mentah dan tetap berhati-hati untuk membersihkannya secara menyeluruh dengan air panas dan sabun setiap kali digunakan.

Menggunakan Perkakas yang Sama untuk Makanan Mentah dan Matang

Selain talenan, penggunaan perkakas yang sama juga merupakan sesuatu yang harus dihindari, terlebih jika Anda menggunakan perkakas yang sama untuk makanan mentah dan matang. Penggunaan perkakas yang sama adalah cara ideal untuk terjadinya kontaminasi silang, yang selanjutnya akan membuat seseorang sakit setelah menyantap makanan.

Sebagai contoh, jika Anda memasak hamburger di atas panggangan, menumis ayam di atas kompor, atau memasak daging giling untuk membuat saus spageti, Anda tak mungkin menggunakan peralatan yang sama untuk menyajikan makanan yang sudah matang, bukan? Daging yang sudah matang sepenuhnya, bukan berarti tidak ada bekas daging mentah dan bakteri di sendok atau spatula.

Bakteri ini dapat berpindah kembali ke makanan yang dimasak, mencemari makanan, dan meningkatkan risiko penyakit. Selalu ambil sendok bersih atau alat saji setelah makanan selesai dimasak. Hal yang sama berlaku untuk piring dan piring saji. Jika Anda membawa hamburger mentah ke pemanggang dalam satu piring, selalu letakkan di piring terpisah setelah matang untuk menghindari kontaminasi silang.

Tidak Membekukan Daging dengan Benar

Hal yang harus dihindari dan diperhatikan dengan baik adalah membekukan daging. Saat Anda membeli daging dari tukang daging, tentu mereka akan membungkusnya, dan saat akan menyimpannya di dalam freezer, jangan menempatkan bungkusnya begitu saja di dalam freezer. Daging yang disimpan dengan bungkus yang diperoleh dari tukang daging, bisa saja mengalami freezer burn. Sebaliknya, Anda bisa membungkus daging mentah dengan benar dengan kertas lilin atau aluminium foil (atau keduanya) lalu menyegelnya dalam kantong freezer yang kedap udara, sehingga kualitas daging akan lebih terjaga.

Menyimpan Daging Tanpa Dipotong

Membeli atau mendapatkan daging berukuran besar mungkin akan membuat seseorang merasa malas untuk memotongnya, dan langsung menyimpannya begitu saja ke dalam kulkas atau freezer. Meski ini secara umum tak berdampak pada kesehatan, namun jika Anda mengabaikan ini, tentu akan menyulitkan saat hendak mencairkan dan mengolahnya menjadi masakan.

Terlepas dari seberapa banyak daging yang akan Anda olah nantinya, memotong daging berukuran besar sebelum menyimpannya merupakan hal yang penting. Terlebih jika Anda hanya menggunakan sedikit saja. Sisa daging tersebut yang sudah terlanjur dicairkan pun tidak boleh dibekukan lagi dan harus dimasak saat itu juga. Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa memotong beberapa bagian, atau sesuai ukuran untuk sekali masak. Jangan lupa untuk membungkusnya dengan plastik atau wadah foodgrade sebelum disimpan dalam freezer.

Langsung Memasukkan Daging Segar ke Dalam Freezer

Tak hanya perilah memotong daging mentah sebelum diletakkan ke dalam freezer saja yang menjadi kesalahan umum mengolah daging. Faktanya, langsung memasukkan daging segar ke dalam freezer juga merupakan hal yang harus dihindari. Ini harus dilakukan agar struktur daging tidak rusak, otot daging tidak “kaget”, serta proses pendinginan dan pembekuan pun merata.

Setelah membeli atau mendapatkan daging kurban, Anda harus memberi jeda sebelum menyimpannya ke dalam freezer. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memasukkan daging yang sudah terbungkus plastik ke dalam chiller selama kurang lebih satu hingga dua jam. Setelah itu, Anda bisa langsung menyimpannya ke dalam freezer.

Tidak Membiarkan Daging “Beristirahat”

“Mengistirahatkan” daging adalah hal yang perlu dilakukan, terlepas dari bagaimana pun cara Anda dalam memasak, baik itu dipanggang atau dibakar dalam oven, atau dimasak di atas kompor. Daging harus selalu dibiarkan terlebih dahulu sebelum dipotong. Dalam hal ini, waktu yang diperlukan untuk mengistirahatkan daging tidak perlu terlalu lama.

Cukup lima hingga lima belas menit untuk mendiamkannya, dan tergantung pada ketebalan daging. Meski dianggap sepele, tetapi mengistirahatkan daging adalah langkah penting yang tidak boleh Anda lewati. Menurut Bon Appetit, langkah penting ini membantu mendistribusikan kembali jus, yang pasti Anda inginkan terjadi sebelum memotong daging.

Tidak Memotong Daging dengan Benar

Memotong daging dengan benar merupakan langkah yang harus diperhatikan, meski secara umum daging akan tetap matang terutama jika dimasak dengan suhu yang tepat dan dalam jangka waktu yang cukup lama, beberapa teknik lebih cocok untuk potongan daging tertentu dibandingkan teknik lainnya, dan ini bisa disesuaikan dengan jenis dan potongan daging yang Anda inginkan.

Jika Anda menggunakan potongan yang keras, artinya hewan tersebut sering menggunakan otot tersebut, menggiling daging dapat membuatnya lebih empuk, begitu juga dengan metode memasak yang lebih lambat seperti merebus. Anda mungkin akan kecewa jika memasak potongan keras yang tidak digiling, tidak diasinkan, atau tidak diiris dengan lebih cepat, seperti halnya Anda memasak potongan yang lebih empuk, karena serat ototnya kemungkinan besar akan tetap keras.

Jika Anda menggunakan suatu resep dan memerlukan potongan tertentu, itu mungkin karena resep tersebut sesuai dengan metode persiapan dan memasak yang akan Anda gunakan. Jika Anda melakukannya sendiri, lakukan sedikit riset atau bicaralah dengan tukang daging untuk menentukan potongan daging mana yang sebaiknya Anda beli atau bagaimana cara memasak potongan yang Anda inginkan.

Menangani Bumbu dan Daging Mentah Secara Bersamaan

Kontaminasi silang juga bisa terjadi jika Anda menangani bumbu dan daging mentah secara bersamaan, dan memungkinkan terjadi keracunan makanan. Kesalahan menangani bumbu yang kontaminasi bisa menyebabkan kontaminasi silang misalnya memegang garam, merica, dan wadah bumbu lainnya dengan tangan yang belum dicuci sejak menangani daging mentah, dan ini adalah hal yang harus dihindari.

Seperti pada poin pertama, yang mana mencuci tangan adalah hal terpenting yang harus dilakukan, dan ini juga berlaku saat Anda menangani bumbu. Setiap setelah menangani daging mentah, selalu pastikan untuk mencuci tangan hingga bersih tangan sebelum melanjutkan menyiapkan sisa makanan. Namun, jika Anda tidak mencuci tangan sebelum membumbui daging, berarti Anda memindahkan bakteri yang berpotensi berbahaya ke stoples bumbu Anda, yang kemudian dapat mencemari tangan Anda atau orang lain yang menggunakannya.

Tidak Membumbui Daging dengan Baik

Kesalahan umum mengolah daging selanjutnya termasuk tidak membumbui daging dengan baik. Anda harus selalu ingat bahwa daging mentah harus selalu dibumbui sebelum dimasak, dan bukan sebaliknya, terutama jika Anda tidak akan menyelesaikannya dengan saus atau glasir. Misalnya, pemberian garam pada hidangan steak harus segera dilakukan sebelum dimasak atau memberi garam padanya lalu diamkan setidaknya selama 40 menit sebelum dimasak. Jika ini diabaikan, maka hidangan pun tidak akan memberikan hasil yang semestinya.

Lupa Mengasinkan Daging

Ada banyak potongan daging yang tersedia, misalnya steak sayap atau dada ayam, yang mungkin bertekstur keras. Untuk mengatasinya, proses pengasinan seringkali digunakan agar dapat memecah protein dan serat otot yang keras tersebut sebelum dimasukkan ke dalam panggangan atau wajan. Proses pengasinan ini penting, baik itu untuk daging sapi, unggas, serta kambing atau domba, ini harus dilakukan agar tidak menghasilkan tekstur daging yang keras atau cenderung alot.

Proses pengasinan bisa menggunakan berbagai macam bumbu, misalnya dengan bahan asam seperti cuka, jus jeruk atau yogurt, atau rempah seperti jahe, dan bisa juga dengan enzim alami yaitu nanas atau daun pepaya yang mengandung enzim bromelain. Bahan-bahan tersebut membantu memecah serat otot pada daging sebelum dimasak.

Saat melakukannya, usahakan untuk mengasinkan daging paling tidak satu jam atau bahkan semalaman. Anda juga harus selalu menyimpan daging dalam lemari es selama proses tersebut, dan jangan pernah meletakkannya pada suhu ruang, agar tak ada bakteri bawaan makanan yang ikut masuk.

Tidak Memanaskan Wajan Terlebih Dahulu

Saat akan memasak daging menggunakan wajan, kesalahan yang umum dilakukan adalah tidak memanaskan wajan terlebih dahulu. Padahal, daging tak boleh dimasak dalam wajan dingin, karena itu tidak akan membuat daging matang dengan baik, sehingga diperlukan wajan yang benar-benar panas. Terlebih lagi jika wajannya dingin, daging mungkin saja lengket, dan akan menyulitkan Anda selama proses memasak. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku saat memasak bacon.

Memasak Daging yang Masih Beku

Banyak orang yang mungkin memiliki waktu yang terbatas untuk memasak. Daging memang harus disimpan dalam lemari es, sehingga, bagi orang yang terburu-buru, bisa saja dengan ceroboh langsung memasak daging yang masih beku tersebut dengan harapan daging akan langsung mencair atau bahkan empuk.

Jika Anda sering melakukan hal ini, sebaiknya segera hentikan, dan terlepas dari apa pun metode memasak yang digunakan, Anda perlu membiarkan daging sejenak hingga mencair. Caranya adalah dengan memindahkan daging dari freezer ke chiller selama beberapa jam atau semalaman hingga daging tidak beku lagi.

Tidak Memperhatikan Suhu Memasak

Dari indonesia untuk dunia

Mengetahui suhu saat Anda memasak daging adalah hal yang penting, jika bukan karena masalah keamanan pangan, maka untuk menentukan bagaimana Anda biasanya menyukai daging dimasak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa melihat suhu memasak daging yang tepat yang tertera pada resep sebagai acuan. Ketika daging diistirahatkan selama proses memasak, itu bukan berarti Anda bisa memasaknya dengan waktu singkat dan dengan suhu memasak yang tidak sesuai, dan suhu memasak juga bisa disesuaikan dengan metode memasak yang diinginkan.

Sebagai contoh, memasak dengan panas kering cenderung memasak dengan cepat, sedangkan metode dengan panas lembab lebih rendah dan lambat. Jika Anda memasak bagian bahu atau dada, yang cenderung mengandung lebih banyak serat otot, itu artinya, waktu dan suhu memasak yang diperlukan akan berbeda untuk memecah jaringan ikat.

Selain itu, memperhatikan suhu juga merupakan indikator kematangan terbaik. Daging sapi, unggas, atau babi yang terlalu matang atau kurang matang dapat membuatnya kenyal. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan termometer daging untuk memastikannya. Termometer daging akan menunjukkan suhu yang lebih akurat daripada Anda melihatnya secara kasat mata, misalnya daging panggang yang mungkin terlihat matang di luar, bisa saja belum matang di dalam. Anda bisa mengikuti pedoman Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat mengenai suhu internal minimum saat memasak daging.

  • Daging giling, babi, sapi muda dan domba: 160 derajat Fahrenheit
  • Kalkun giling dan ayam: 165 derajat Fahrenheit
  • Daging sapi segar, daging sapi muda, domba, babi dan ham: 145 derajat Fahrenheit
  • Unggas: 165 derajat Fahrenheit

Berbagai kesalahan umum mengolah daging tampaknya sangat sederhana, namun bisa berakibat buruk jika tetap dilakukan, misalnya bisa menyebabkan keracunan makanan akibat kontaminasi silang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja kesalahan dalam mengolah daging, agar Anda bisa memasak daging dengan maksimal. Selain memasak daging, pastikan untuk membeli bumbu untuk hidangan daging di Cairo Food. Cari tahu artikel menarik lainnya mengenai bumbu untuk hidangan daging kurban dengan klik link berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *