12 Nasi Rempah Khas Nusantara

Masyarakat Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya. Nasi disajikan mulai dari menu sarapan, menu makan siang, hingga makan malam, dan seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia kaya akan rempah-rempah. Hal itu membangkitkan kreativitas masyarakat luas dalam menciptakan hidangan nasi yang dibumbui dengan rempah-rempah. Apa saja nasi rempah khas Nusantara? Cari tahu selengkapnya di bawah ini.

Nasi Uduk

Nasi rempah khas Nusantara yang pertama adalah nasi uduk, yang merupakan nasi khas yang berasal dari Betawi. Hidangan ini begitu populer, rasanya yang gurih berkat pemakaian santan sebagai bahan utamanya menjadikan nasi uduk banyak digemari. Ini merupakan nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta menggunakan rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, daun serai, merica, dan pala.

Terdapat spekulasi yang menyatakan bahwa istilah nasi uduk secara etimologis yaitu “susah”, yang mendefinisikan bahwa dulunya nasi uduk diperuntukkan bagi rakyat kecil seperti petani, atau pekerja kasar. Di sisi lain, terdapat teori yang beranggapan bahwa istilah uduk berkaitan dengan istilah aduk, sehingga nasi uduk bisa dikatakan sebagai “nasi yang diaduk” atau “nasi campur”.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai MSG

Dulunya, nasi uduk dibawa ke Batavia oleh pendatang dari Jawa di tahun 1628, dan kemudian menjadi sajian yang terkenal di wilayah Batavia. Nasi uduk khas Betawi ini dikatakan sebagai kombinasi antara nasi uduk Jawa dan nasi lemak Melayu. Untuk memberikan sentuhan Betawi, maka orang Betawi pun menjual nasi uduk dengan semur jengkol sebagai pelengkapnya, serta diberi tambahan teri kacang yang serupa dengan sambel goreng teri Jawa berbentuk orek yang tidak pedas sebagai sentuhan nasi lemak khas Melayu.

Nasi uduk dalam bahasa Jawa sebagai uduk atau wuduk, tergantung pada dialek yang digunakan. Karena rasanya yang gurih, maka nasi uduk pun juga dikenal sebagai sega gurih (nasi gurih). Sebagai hidangan yang populer, nasi uduk biasanya ditemukan sebagai menu sarapan pagi, yang disajikan dengan beragam lauk seperti irisan telur dadar, orek tempe, ayam goreng, tahu goreng, irisan mentimun, taburan bawang goreng, sambal, serta dilengkapi dengan kerupuk atau emping goreng.

Makanan khas ini juga dapat ditemukan pada acara-acara tertentu, yang tersaji dengan masakan tradisional Jawa yang meliputi tempe kering, urap, sambal goreng (kentang, ikan teri, krecek, dan lainnya), serta ditambahkan dengan lauk seperti telur rebus, tempe atau tahu goreng, dan sebagainya. Sementara dalam acara selametan, hidangan pelengkap nasi uduk antara lain irisan telur dadar, telur bumbu, hingga rendang.

Tak jarang masyarakat juga melengkapi nasi uduk dengan mi goreng atau bihun, atau bisa juga ditambahkan kerupuk, rempeyek, dan emping. Untuk sajian yang pedas, penjual nasi uduk biasanya menyediakan sambal, dan tidak ada aturan umum mengenai jenis sambal yang digunakan. Sambal juga bukanlah syarat wajib yang harus disajikan pada acara tertentu.

Nasi Kuning

Selain nasi uduk, nasi rempah khas Nusantara lainnya yang populer adalah nasi kuning. Makanan tradisional ini pada dasarnya terbuat dari beras yang dimasak kunyit, santan, dan rempah-rempah. Sajian nasi kuning ini berwarna kuning, yang merupakan hasil dari penggunaan kunyit sebagai bahan dasarnya. Warna kuning tersebut juga melambangkan emas yang bermakna kekayaan atau kemakmuran menurut masyarakat Jawa.

Nasi kuning merupakan rempah khas Nusantara yang merupakan hidangan yang selalu hadir dalam berbagai upacara adat atau acara tertentu, karena nasi kuning disebut-sebut sebagai wujud rasa syukur. Nasi kuning banyak ditemukan di daerah Bali, Banjar, Manado, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, namun asal-usulnya diketahui merupakan warisan resep dari anggota keluarga yang berasal dari Jawa.

Dalam sebuah perayaan atau upacara adat, nasi kuning hadir dalam bentuk kerucut yang menjulang tinggi yang disebut dengan tumpeng, yang dilengkapi dengan berbagai lauk yang melengkapinya seperti telur, tempe, ayam goreng, abon, bihun, sambal, dan lainnya. Nasi kuning memiliki cita rasa yang gurih dan manis. Namun, jika Anda penggemar kuliner pedas, Anda bisa menyantap nasi kuning dengan sambal.

Di dalam tradisi Bali, nasi kuning hadir dalam empat warna keramat, di antaranya adalah putih, merah, kuning, dan hitam. Nasi kuning digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur dan memohon keselamatan kepada dewa-dewi. Sementara di tanah Jawa, tumpeng hadir sebagai wujud rasa syukur dan memohon keselamatan pada Tuhan.

Selain sebagai bentuk rasa syukur pada upacara adat, tumpeng juga bisa dijadikan menu andalan dalam sebuah perayaan seperti hari ulang tahun, hari kelahiran, pesta pernikahan, hingga pesta syukuran atas suatu keberhasilan. Meski identik dalam upacara adat dan acara-acara tertentu, pada dasarnya Anda bisa menyantap nasi kuning kapan pun, bahkan bisa dijadikan sebagai menu sarapan.

Nasi Bogana

Nasi bogana atau yang juga disebut dengan nasi begana adalah kuliner tradisional berupa nasi rempah yang berasal dari pesisir utara Jawa Tengah seperti Tegal dan Brebes. Nasi bogana menggunakan rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, kunyit, lengkuas, sereh, dan lain-lain. Seperti kebanyakan kuliner nasi rempah lainnya, nasi bogana juga dibungkus dengan daun pisang. Nasi bogana biasa dinikmati dengan lauk yaitu telur rebus, ayam suwir, tempe orek, sambal goreng ampela, kacang panjang, serundeng, mentimun, dan sebagainya,

Makanan tradisional ini dulunya memiliki hubungan yang kuat dengan kehidupan para sultan zaman dulu. Resep aslinya pun tidak berubah dari tahun ke tahun, sehingga masih memiliki cita rasa tempo dulu. Nasi begana memiliki warna kuning sebagai simbol keagungan. Sajian ini cenderung mirip dengan nasi kuning, namun dengan bubuk kelapa di atasnya.

Nasi begana juga merupakan nasi khas yang secara khusus tersedia pada acara-acara istimewa, seperti syukuran, bersedekah, dan tradisi lainnya terkait agama Islam. Ini juga merupakan hidangan yang terdapat pada acara syukuran seperti hari kelulusan, mendapatkan pekerjaan, naik pangkat dalam pekerjaan, dan lain-lain. Dalam acara selamatan, nasi bogana biasanya hadir dalam acara selamatan dalam mengandung bayi pada bulan pertama atau kedua.

Nasi Liwet Khas Solo

Nasi liwet merupakan makanan khas Solo, yang telah dijadikan sebagai ikon kuliner kota Solo. Sajian nasi rempah ini berupa nasi gurih yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah. Ikon kuliner kota Solo ini berbeda dengan nasi liwet yang terdapat pada daerah lain. Nasi liwet khas Solo memiliki keunikannya sendiri, yaitu disajikan dengan bumbu gurih serta disiram dengan kuah sayur labu siam.

Nasi liwet ini disajikan dengan lauk yang begitu beragam, misalnya telur pindang, tahu, tempe, ikan bakar, ayam opor, sambal goreng jipang, lalapan, dan areh. Areh sendiri mengacu pada endapan santan yang telah menjadi bahan pelengkap dalam hidangan khas Jawa Tengah dan Yogayakarta. Bahan tersebut digunakan agar nasi liwet didominasi dengan rasa manis dan memiliki rasa gurih yang seimbang. Penyajian nasi liwet pun terbilang unik, karena nasi liwet tersaji dengan daun pincuk yang menambah kelezatan serta sensasi nasi liwet yang khas.

Nasi Liwet Khas Sunda

Nasi liwet khas Sunda, ini merupakan sajian yang berbeda dengan nasi liwet khas Solo. Nasi liwet khas Sunda ini adalah nasi yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, daun salam, dan rempah-rempah. Karena bahan-bahan yang digunakan, nasi liwet khas Sunda ini memiliki cita rasa khas yang gurih, dan beraroma harum.

Orang Sunda biasanya menyantap nasi liwet bersama-sama, yang beralaskan daun pisang. Ini merupakan tradisi lama yang masih dipertahankan hingga saat ini, yang biasa disebut dengan Ngaliwet. Tradisi ini dilakukan dengan menghamparkan daun pisang yang memanjang, dan dimakan bersama-sama, atau yang dalam Bahasa Sunda disebut dengan bancakan, botram, atau papaharé.

Menu utama pada tradisi tersebut berupa nasi liwet itu sendiri, yang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, daun salam, garam, serta serai, sehingga hadirlah nasi yang bercita rasa gurih. Nasi liwet khas Sunda juga disajikan bersama lauk pendamping, seperti ikan nila goreng, ikan mas goreng, atau ikan bakar yang ditangkap langsung dari empang milik keluarga. Sajian tersebut juga dilengkapi dengan ikan asin, lalapan, serta sambal terasi.

Masyarakat Sunda paling sering melakukan tradisi Ngaliwet saat berladang atau bersawah, namun tak jarang juga orang-orang melakukan tradisi tersebut dalam rangka berkumpul dengan keluarga atau kerabat. Kegiatan Ngaliwet menciptakan suasana kebersamaan yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan persaudaraan.

Nasi Ulam

Nasi ulam adalah sajian nasi yang menggunakan daun pegagan (Centella asiatica) sebagai bumbu utamanya, namun terkadang diganti dengan daun kemangi. Nasi ulam selain menggunakan daun pegagan, ia juga dibumbui oleh berbagai bumbu dan rempah-rempah seperti jahe, daun salam, lengkuas, dan serai.

Dari segi tampilan, nasi ulam tampak serupa dengan nasi uduk, namun nasi ulam tidak segurih nasi uduk karena tidak dimasak dengan santan. Nasi ulam pun tidak begitu terkenal layaknya nasi uduk, namun nasi ulam cukup digemari oleh masyarakat. Sayangnya, saat ini nasi ulam mulai langka.

Nasi ulam sendiri dapat ditemukan dalam dua suku yang berbeda, yaitu suku Betawi dan suku Melayu di Sumatera, serta ditemukan pula di wilayah Bali. Nasi ulam khas Betawi terdapat dua jenis, yang dapat ditemukan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, yaitu nasi ulam berkuah (basah). Sementara di Jakarta Selatan, jenis nasi ulam yang ditemukan adalah versi tanpa kuah atau disebut juga dengan nasi ulam kering.

Nasi ulam khas Betawi dilengkapi dengan irisan mentimun, daun kemangi, sambal, dan taburan kacang tumbuk, kerisik, atau serundeng (kelapa parut sangrai). Sementara lauk-pauk yang terdapat di atas nasi ulam cukup beragam, seperti telur dadar, dendeng, tahu goreng, tempe goreng, empal daging, peyek udang, tahu atau telur semur, dan tak lupa dengan kerupuk.

Nasi Dagang

Nasi dagang adalah makanan tradisional berupa nasi rempah dari Kepulauan Riau tepatnya Bintan. Makanan tradisional ini merupakan nasi yang dimasak bersama santan kelapa dan biji klabet. Biji klabet biasanya berukuran kecil dengan panjang sekitar 5 milimeter dengan tekstur yang keras serta warna kuning kecoklatan. Nasi dari Kepulauan Riau ini juga dimasak dengan aneka rempah-rempah seperti cabe, kunyit, lengkuas, dan sereh.

Nasi dagang jarang ditemukan di daerah lain, nasi ini memiliki tampilan unik dan sederhana, dengan balutan daun pisang yang memberikan tambahan rasa khas serta melekat dengan sentuhan tradisional. Tampilan nasi dagang begitu menarik perhatian. Pasalnya, nasi ini dibungkus dengan daun pisang dengan membentuk ukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Lidi pun digunakan agar pembungkus daun pisang lebih rapat.

Warga setempat sering menjadikan nasi dagang sebagai menu andalan sarapan pagi atau disantap sebagai selingan menjelang makan siang, maka dari itu porsinya pun disesuaikan dengan lebih sedikit. Meski demikian, nasi dagang termasuk dalam makanan ringan walaupun pada dasarnya ini berbahan dasar beras.

Nasi dagang dilengkapi dengan sambal, seperti sambal bilis atau sambal tamban masak asam, dan lainnya. Sambal tersebut menghadirkan cita rasa yang menggugah selera bagi siapa pun yang menyantapnya. Seperti nasi rempah pada umumnya, nasi dagang juga memiliki lauk khas, yaitu kari ikan tongkol atau tenggiri, hanya itulah yang menjadi lauk untuk menyantap nasi dagang. Perpaduan antara kelezatan nasi rempah menyatu dengan aroma dan rasa dari daun pisang, serta sambal dan lauknya menjadikan nasi dagang memiliki cita rasa yang begitu menggugah selera.

Nasi Tutug Oncom

Nasi tutug oncom adalah makanan khas Sunda tepatnya dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Istilah tutug pada nasi tutug oncom bermakna tumbuh, maka, nasi tutug oncom adalah sajian nasi rempah dengan campuran oncom tumbuk. Oncom itu sendiri merupakan hasil fermentasi dari bahan sisa seperti ampas kedelai, ampas tahu, atau bungkil kacang tanah.

Nasi khas Sunda ini dibumbui dengan aneka rempah-rempah, seperti bawang putih, bawang merah, cabe, kencur, dan terasi. Nasi tutug oncom sering disantap dengan beragam laut, yang meliputi telur dadar, ayam goreng, ikan asin, dan juga timun sebagai lalapan. Beberapa orang juga menambahkan cipe atau aci tempe goreng sebagai lauknya.

Ciri khas nasi tutug oncom adalah menggunakan sambal goang sebagai pelengkapnya, yang merupakan sambal cabai rawit hijau yang dibumbui dengan bumbu penyedap dan sedikit garam. Nasi tutug oncom harus disajikan saat masih panas, karena seluruh rasanya; yaitu gurih, asin, dan pulen, paling terasa saat nasi masih hangat. Akan tetapi, nasi tutug oncom tidak boleh disimpan lebih dari satu hari, karena dianggap dapat membahayakan tubuh.

Nasi Megono

Nasi rempah khas Nusantara lainnya adalah nasi yang berasal dari Jawa Tengah, yaitu nasi megono. Hidangan khas ini terbuat dari potongan nangka muda, dengan kelapa parut sebagai bahan utamanya. Nasi megono dibumbui dengan irisan bunga kecombrang, dan rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah, daun salam, daun jeruk, daun melinjo, ketumbar, kemiri, kencur, terasi, dan serai.

Nasi megono umumnya berwarna kuning kecoklatan, yang merupakan pengaruh dari rempah yang digunakan. Nasi megono terdapat beberapa warna dan variasi tergantung pada wilayah dan bahan dasarnya. Selain ditemukan di Pekalongan, terdapat variasi megono lainnya yang ditemukan di Wonosobo.

Ciri khas dari megono Wonosobo terletak pada tambahan bahan lainnya yaitu kubis hijau, parutan kelapa, serta ebi. Bumbunya pun terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam, dan cabai. Nasi megono Wonosobo memiliki cita rasa gurih yang berasal dari kelapa parut dan ebi yang digunakan. Secara umum, nasi megono memiliki rasa gurih sebab adanya kelapa parut tersebut, dengan cita rasa yang kuat berdasarkan bumbu dan rempah yang digunakan.

Nasi megono biasanya dibalut dengan daun pisang untuk memperkaya cita rasa serta aroma dari sajian tersebut. Jika Anda adalah vegetarian, maka Anda dapat menikmati nasi megono yang pada dasarnya termasuk dalam hidangan vegetarian, lantaran berbahan utama nangka muda dan kelapa parut yang dibumbui oleh rempah-rempah.

Anda bisa langsung menyantap nasi megono tanpa tambahan lauk apa pun jika Anda merupakan seorang vegetarian, tetapi megono juga biasa tersaji dengan nasi putih dengan beragam lauk-pauk seperti cumi yang dimasak hitam, daging ayam, telur balado, tempe orek, ikan, sambal, dan mentimun.

Nasi Langgi

Nasi langgi adalah hidangan khas yang bisa ditemukan di daerah Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Nasi langgi adalah nasi rempah yang dimasak dengan santan, dan dibumbui dengan rempah-rempah khas yakni asam jawa, bawang putih, bawang merah, lengkuas, garam, dan ketumbar. Nasi langgi biasanya dihidangkan dengan telur dadar, daging, bistik, kentang, serundeng, sambal goreng hati, kerupuk udang, dan lalapan mentimun.

Konon, ini adalah hidangan spesial yang tersaji untuk menjamu tamu saat berkunjung ke Keraton Solo. Secara tampilan, nasi langgi terlihat mirip dengan nasi rames, namun berbeda dalam hal penyajian dan cita rasa. Nasi langgi memiliki cita rasa manis yang dipengaruhi oleh makanan khas Jogja yang biasanya bercita rasa manis.

Nasi Minyak

Nasi minyak; sesuai dengan namanya adalah sajian nasi yang dimasak dengan minyak samin dan rempah-rempah khas Nusantara, India dan Timur Tengah. Nasi minyak merupakan sajian nasi rempah yang berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan, yang serupa dengan nasi kebuli dan nasi biryani, karena pada dasarnya nasi minyak mendapat pengaruh dari kuliner khas Timur Tengah dan India.

Selain berbahan utama minyak samin, nasi minyak dimasak dengan beragam rempah yang termasuk bunga lawang, bunga pala, jintan, kapulaga, kayu manis, ketumbar, dan pala. Rempah-rempah tersebut direbus dan menghasilkan air kaldu rempah, yang selanjutnya digunakan untuk menanak nasi minyak.

Ini juga menggunakan rempah yang ditumis bersama minyak samin seperti bawang merah, bawang putih, jahe bubuk, dan nanas. Karena mendapat pengaruh dari Timur Tengah dan India, nasi minyak juga dimasak dengan bubuk kari, susu atau santan, daun bawang, dan saus tomat. Nasi khas ini biasa disajikan dengan lauk-pauk sebagai pelengkap seperti sate pentol, ayam goreng, gulai tepek ikan, daging malbi, acar ketimun, kismis dan sambal nanas.

Nasi minyak memiliki rasa yang gurih, serta aroma bumbu yang kuat dengan gaya Timur Tengah dan India. Sayangnya, nasi minyak hanya disajikan pada acara-acara tertentu, misalnya sebagai sajian spesial di bulan Ramadhan, perayaan hari keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha, serta pesta perkawinan atau acara syukuran. Jika Anda ingin mencicipi nasi khas ini, Anda bisa menemukannya di seluruh Provinsi Sumatra Selatan dan juga di Provinsi Jambi.

Nasi Timbel

Sehat Dimulai Dari Dapur Anda

Nasi timbel mengacu pada nasi yang menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya. Ini merupakan salah satu masakan khas Sunda yang banyak ditemukan di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pada awalnya, nasi timbel dibungkus dengan bentuk lonjong, namun seiring waktu bentuknya pun lebih bervariasi, seperti dibuat bentuk segitiga atau segi empat.

Nasi timbel berbahan utama beras bagolo atau beras merah, yang dimasak dengan bumbu halus seperti air asam jawa, bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, merica, jahe, gula merah, dan garam. Nasi timbel dulunya merupakan bekal praktis bagi masyarakat Sunda yang akan pergi ke sawah, daun pisang digunakan sebagai wadah karena dulunya piring cukup sulit ditemukan. Meski ini merupakan nasi yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah, namun saat ini nasi timbel bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Cara penyajian nasi timbel adalah dihidangkan diletakkan di bakul nasi. Nasi timbel disantap bersama sayur asam, ikan goreng (emas, mujaer atau gurami), tempe, dan tahu. Tidak ada aturan umum mengenai waktu untuk menikmati nasi timbel, Anda bisa menyantapnya kapan saja, baik itu pada saat sarapan, menu makan siang, atau pun menu makan malam.

Sebagai makanan pokok bagi mayoritas orang Indonesia, mengkonsumsi nasi tak melulu hanya berupa nasi putih dengan lauk-pauk saja, tetapi juga diolah menjadi nasi rempah yang kaya akan cita rasa dan aroma. Itulah nasi rempah khas Nusantara, mana yang menjadi favoritmu? Bosan nasi putih? Cari tahu bumbu yang cocok untuk nasi melalui tautan berikut. Simak artikel menarik lainnya dan temukan beragam bumbu untuk membuat nasi rempah Anda di website official Cairo Food.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *