12 Jenis Dan Variasi Pempek Khas Palembang

Pempek adalah salah satu jenis makanan tradisional yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Pempek umumnya tarbuat dari ikan yang digiling lembut lalu dicampur dengan tepung kanji atau tepung sagu. Untuk menambah rasa gurih pada adonan maka ditambahkan beberapa bahan lain seperti telur, bawang putih yang dihaluskan, penyedap rasa, dan garam. Pempek biasanya dikonsumsi dengan cara disirami kuah yang disebut cuko dengan kombinasi rasa asam, manis, dan pedas.

Perlu diketahui, pempek sudah ada di Palembang sejak abad ke-16 tepatnya ketika kekuasaan kesultanan Palembang-Darussalam. Pembuatan pempek pertama kali dipicu oleh rasa prihatin dari seorang pria Tionghoa yang melihat ikan melimpah di Sungai Musi, namun belum dimanfaatkan dengan baik. Alhasil pempek dibuat sebagai alternatif pengolahan lain dari ikan dengan mencampurkan daging ikan giling dan tepung tapioka.

Biasanya ikan yang paling sering digunakan untuk membuat pempek diantaranya ikan tenggiri, ikan kakap merah, ikan gabus, ikan mata goyang, ikan kuniran, ikan tongkol, dan ikan nila. Saat ini pempek tidak hanya sebatas pencampuran ikan giling dan tepung, melainkan muncul variasi atau jenis pempek yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Uniknya, dari satu adonan pempek akan menghasilkan beragam jenis pempek yang bergantung pada penambahan komposisi, proses pengolahan akhir, serta bagaimana cara menyajikannya. Berikut 12 jenis atau variasi dari pempek Palembang, baik yang tradisional maupun versi pempek modern.

Pempek Kapal Selam

Jenis pempek yang paling terkenal dan mudah ditemukan adalah pempek kapal selam. Ini merupakan pempek yang diisi dengan telur ayam rebus atau telur bebek. Dikarenakan biasanya menggunakan minimal setengah telur ayam atau bahkan telur ayam utuh, maka pempek kapal selam berukuran besar selayaknya menggambarkan kapal selam asli.

Selain itu, beberapa pedagang sering membentuk pempek kapal selam sedemikian rupa yang menyerupai bentuk badan kapal. Pendapat lain menjelaskan bahwa pempek kapal selam didapatkan dari proses merebus pempek. Adonan pempek kapal selam saat pertama kali dimasukkan cenderung akan tenggelam di dasar panci. Namun ketika sudah matang, pempek ini akan mengapung. Hal ini disamakan dengan kapal selam yang bisa tenggelam dan terapung di lautan.

Pempek Lenjer

Lenjer adalah jenis pempek yang juga sangat terkenal setelah kapal selam. Pempek lenjer sudah ada sejak pertama kali pempek diciptakan, karena bentuknya sederhana yakni lonjong memanjang. Lenjer juga tidak memiliki isian apapun, sehinggsa bisa dikatakan sebagai versi original dari pempek.

Nama lenjer tentu saja berasal dari bahasa Palembang “lenjeran” yang artinya bentuknya yang panjang dan menyerupai silinder. Biasanya disajikan dengan dua varian ukuran, yakni lenjer kecil dan lenjer besar. Sementara rasa dari kedua lenjer ini sama saja, yakni gurih dan terasa ikan yang khas.

Pempek Keriting

Pempek keriting umumnya hanya ditemukan di wilayah Palembang. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Bentuk pempek ini menyerupai bola mie yang dibentuk manual. Pempek keriting juga disebut kerupuk pempek.

Bola mie ini dibuat dari adonan lenjer yang dibentuk menggunakan pirikan yakni cetakan khusus dan berbahan kuningan. Bentuk pirikan ini mirip saringan, tetapi punya pegangan pada kedua sisinya yang khusus untuk menghaluskan ikan pada pempek dan tekwan. Sementara untuk rasanya tidak jauh berbeda dengan lenjer.

Pempek Adaan

Pempek adaan berbentuk bulat seperti bola ping pong. Pempek ini terbuat juga dari ikan, sehingga sekilas memang seperti bakso ikan. Akan tetapi jika dipegang, pempek adaan lebih kenyal dibandingkan bakso ikan yang ada di Indonesia.

Tidak seperti jenis pempek lain, pempek adaan akan digoreng langsung setelah dibentuk bulat dari adonan, tanpa melalui tahap perebusan terlebih dahulu. Alhasil pempek ini sangat renyah dan warna kulitnya lebih gelap. Perbedaan lain dari pempek adaan dengan pempek lainnya ialah penggunaan santan di dalam adonan. Ini membuat pempek adaan lebih kaya rasa.

Pempek Lenggang

Pempek lenggang cukup unik dibandingkan pempek lainnya dan biasanya paling laris ketika bulan Ramadhan. Pempek lenggang dibuat dengan menggunakan telur bebek, adonan tepung sagu dan ikan yang biasa digunakan untuk membuat pempek. Kemudian campuran bahan ini dibungkus menggunakan daun pisang.

Setelah itu, adonan yang sudah dibungkus akan dibakar, dan setelah matang pempek disajikan dengan alas daun pisang yang berbentuk persegi empat. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu pempek lenggang mulai dinikmati dengan cara direbus atau digoreng. Biasanya telur digunakan sebagai campuran adonan lagsung sehingga menghasilkan pempek lenggang mirip seperti telur dadar.

Pempek Tunu

Pempek tunu mirip seperti pempek lenggang karena biasanya diolah dengan dibakar atau dipanggang. Akan tetapi, pempek ini memiliki bentuk yang berbeda yakni seperti dorayaki. Jika dorayaki berisikan selai cokelat, bagian tengah pempek tunu justru diisi dengan kecap manis, campuran cabai rawit dan ebi. Bagi orang yang tidak terlalu suka pedas, pemberian cabai rawit bisa dilewatkan.

Pempek tunu awalnya dibuat seperti adonan pempek lainnya. Namun jenis pempek ini lebih sering dipanggang. Setelah dipanggang, pempek dibelah untuk dimasukkan isian yang sudah matang. Cara mengonsumsinya dengan dicocol pada sambal pedas manis atau cuko. Pempek tunu jarang ditemui di luar wilayah Palembang.

Pempek Kulit

Pempek kulit biasanya menggunakan campuran tepung dan adonan kulit ikan. Ikan yang paling sering digunakan adalah ikan tenggiri. Layaknya pempek adaan, pempek kulit tidak melalui proses rebus melainkan langsung digoreng. Cita rasa dan aroma kulit ikan yang kuat membuat pempek kulit punya rasa yang berbeda dari pempek lain.

Selain itu, bentuk pempek kulit yang bulat pipih sangat nikmat digoreng sampai garing. Biasanya beberapa orang juga menambahkan sedikit daging ikan untuk membuat pempek kulit lebih empuk. Dikarenakan hasil jadi pempek kulit renyah seperti gorengan, maka mengonsumsinya lebih baik dicocol dengan cuko atau saus sambal.

Pempek Pastel

Pempek pastel terbuat dari adonan yang sama seperti pempek lenjer. Namun adonan ini dibentuk seperti pastel. Selain itu, pempek pastel diisi dengan tumisan daun papaya muda dan ebi yang dimasak dengan santan. Untuk bumbu yang digunakan termasuk bawang merah, bawang putih, merica, dan garam.

Pempek ini disebut juga pempek pistel atau kates yang artinya pepaya. Cara menikmati pempek pistel bisa direbus maupun digoreng sesuai selera. Akan tetapi, pempek pistel umumnya tidak dapat disimpan lama seperti pempek lain karena berisikan sayuran tumis. Oleh sebab itu, saat ini beberapa pempek pistel juga dibuat tanpa isi untuk menjaga umur simpan.

Pempek Dos

Pempek dos memiliki bentuk beraneka ragam tergantung yang membuat, bisa berupa lenjer, adaan atau keriting. Akan tetapi, yang membedakan pempek dos adalah bahan utamanya yang tidak menggunakan daging ikan. Pempek dos hanya dibuat dengan tepung sagu. Namun tentu saja rasanya tidak kalah dari pempek lainnya.

Asal mula nama pempek dos cukup unik, yakni ketika adonan tepung sagu digoreng maka akan mengeluarkan suara dos dos yang merupakan suara percikan udara dalam minyak. Inilah yang membuat pempek sagu dinamakan pempek dos. Pempek ini dianggap lebih simpel dan ekonomis bagi masyarakat Palembang.

Pempek Tahu

Pempek tahu merupakan jajanan favorit bagi masyarakat Palembang. Pempek ini dibuat dari adonan yang sama seperti pempek adaan. Dalam hal ini tahu digunakan bukan sebagai isian melainkan pembungkus pempek. Dengan kata lain, kulit tahu dijadikan pembungkus adonan pempek.

Setelah itu tahu digoreng sampai matang dan renyah. Sebagian besar tahu yang digunakan adalah  jenis tahu cina, sehingga pempek yang dihasilkan lebih renyah dan gurih. Sekilas pempek tahu sangat mirip dengan tahu isi atau tahu bakso.

Pempek Sosis Dan Keju

Pempek sosis dan keju merupakan inovasi baru dari pempek tradisional. Sesuai namanya pempek ini dibuat dari adonan lenjer yang diisi dengan keju atau potongan daging sosis. Meskipun pempek sosis dan keju dibuat sebagai inovasi masyarakat modern, namun rasanya tidak meninggalkan cita rasa Palembang sehingga pastinya patut dicoba.

Pempek Tekwan

Tekwan merupakan salah satu makanan khas Palembang yang ternyata menggunakan adonan pempek sebagai bahan utamanya. Tekwan dibuat dari adonan pempek lenjer, namun yang membuat tekwan berbeda adalah disajikan menggunakan kuah sup yang dimasak bersama udang.

Selain itu, uniknya bagian udang yang digunakan hanya bagian kepala dan ditambahkan bengkoang. Tekwan akan lebih enak jika kuah sup ditambahkan lagi dengan jamur, daun bawang, cabai hijau, dan jeruk nipis. Tekwan menjadi cara yang baru untuk menikmati pempek Palembang.

Sebagian besar jenis atau variasi dari pempek dibuat dari adonan yang mirip. Hal ini dapat membuat pempek mampu memberikan cita rasa yang beragam. Ada yang dapat dinikmati dengan digoreng, direbus, dibakar, dan dipanggang. Ada juga yang bisa disajikan dengan cuko, mie, ebi, ketimun, kuah santan, kuah udang, sup, bahkan beberapa orang bisa menikmatinya dengan nasi hangat. Meskipun pempek bukan termasuk jajanan pasar yang umum selain di Sumatera Selatan, namun sampai kini pempek tetap disukai banyak masyarakat Indonesia.

Promo Diskon Cairo Food

Nah, dari 12 jenis pempek di atas, mana yang menjadi favorit kalian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *