10 Rempah untuk Menurunkan Gula Darah

Menjaga gula darah tetap stabil akan memastikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Di sisi lain, kadar gula darah yang tidak stabil dapat mempengaruhi fungsi organ dan bahkan menyebabkan komplikasi penyakit. Dalam menjaga kestabilan gula darah, penting untuk memastikan asupan yang bermanfaat, misalnya adalah dengan mengonsumsi rempah. Rempah-rempah yang ada di dunia memberikan manfaat yang luas, dan bahkan dapat berguna untuk menurunkan gula darah. Berikut adalah rempah untuk menurunkan gula darah untuk menjaga kesehatanmu!

Adas

Biji adas merupakan rempah yang secara visual menyerupai jintan, tetapi dengan rasa yang berbeda. Adas menjadi bumbu pokok dalam masakan India, dengan profil rasa yang kuat. Adas digunakan untuk menyiapkan berbagai hidangan, termasuk beberapa minuman. Selain sebagai bumbu dapur, adas juga memiliki manfaat yang luas.

Biji adas mengandung enzim sehat yang bekerja melawan diabetes. Ini dikarenakan adas mengandung bahan kimia yang disebut anethole, yang berpotensi dalam memblokir beberapa agen peradangan di dalam tubuh. Bumbu dapur sekaligus obat tradisional ini juga mampu mengontrol kadar gula darah, dan bahkan efektif dalam melawan kanker. Orang India memiliki kebiasaan unik di mana adas dikunyah setelah makan untuk membersihkan gigi dan menyegarkan napas.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Bawang Putih

Bawang putih sudah tak asing lagi di mana pun, sebab ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan baik itu bawang putih bubuk maupun bawang putih utuh. Ini dikenal dengan membangkitkan rasa masakan dan memperkaya cita rasa, dengan aroma dan rasanya yang kuat. Bumbu ini juga telah menjadi bahan pengobatan yang mampu mencegah dan mengobati berbagai penyakit.

Bawang putih dapat membantu mengurangi gula darah dengan meningkatkan sensitivitas dan sekresi insulin. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences melaporkan bahwa mengonsumsi suplemen bawang putih dengan agen anti-diabetes standar meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes Tipe 2.

Tak hanya itu, senyawa belerang dalam bawang putih juga dapat melindungi dari kerusakan oksidatif dan menurunkan kadar kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Kandungannya yang bermanfaat membuat bawang putih efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung, yang menyerang sekitar 80 persen penderita diabetes. Bawang putih juga merupakan sumber vitamin C yang baik yang juga berperan dalam menjaga kadar gula darah.

Cengkeh

Cengkeh adalah kuncup bunga yang populer dari Indonesia, dan digunakan secara luas dalam masakan India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, dan Tanzania. Cengkeh memiliki aroma dan rasa yang kuat, yang diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan pencernaan. Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa cengkeh membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.

Pada dasarnya, cengkeh adalah salah satu bumbu masakan, sehingga untuk memperoleh manfaatnya, Anda bisa menggunakan cengkeh utuh atau bubuk dan tambahkan ke dalam berbagai resep. Selain itu, cengkeh bisa dikonsumsi langsung dengan cara mengunyahnya mentah-mentah atau mengkonsumsi kapsul cengkeh.

Fenugreek

Tanaman ini berasal dari Spanyol, India, Pakistan, Bangladesh, Turki, Prancis, Mesir, Argentina, dan Maroko. Telah digunakan sejak lama untuk mengobati rambut rontok, masalah kulit, dan memperlambat metabolisme. Sebagai salah satu bumbu masakan, fenugreek banyak disukai karena rasanya yang pahit dan aromanya yang kuat mengingatkan pada bubuk kari. Penggunaan fenugreek sebagai bumbu masakan umum ditemukan di sebagian besar wilayah India.

Fenugreek atau biji kelabat merupakan rempah untuk menurunkan gula darah lainnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa biji fenugreek memiliki efek penurun glukosa darah dan dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Fenugreek juga dikenal sebagai rempah yang sangat berguna untuk mengobati gangguan metabolisme dan masalah pencernaan.

Sebagai obat alami, fenugreek bisa digunakan dengan cara apa pun, baik itu dengan merendam bijinya semalaman, maupun digunakan dalam berbagai resep. Jika digunakan dengan merendam biji fenugreek, minum air rendaman tersebut di pagi hari, atau konsumsi sebagai bumbu masakan untuk makan siang atau makan malam.

Ginseng

Penggunaan ginseng di Indonesia mungkin tidak begitu dikenal sebagai bumbu masakan, dan hanya dikenali sebagai salah satu suplemen kesehatan saja. Meski demikian, ginseng banyak digunakan di negara Asia lainnya seperti Korea, terutama dalam samgyetang. Ini juga menjadi obat tradisional. Di Amerika dan Korea, ginseng seringkali dijadikan ekstrak, dan menjadi salah satu obat herbal yang paling terkenal dan banyak digunakan di dunia.

Ginseng telah lama dikenal dan digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Timur untuk meningkatkan energi, menghilangkan stres, dan menyeimbangkan tubuh. Ini juga dianggap berpotensi dalam memperkuat imunitas tubuh dan mencegah berbagai penyakit, tetapi, para peneliti baru-baru ini juga ditemukan manfaatnya dalam mengontrol gula darah.

Manfaat ginseng dalam menurunkan gula darah ini dapat bekerja dengan efektif pada tubuh yang lebih sehat yang tidak terlalu rentan terhadap diabetes. Namun, jika dikonsumsi oleh penderita diabetes, ginseng dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah 15 hingga 20%, dan dianggap lebih baik daripada plasebo, seperti yang ditunjukkan oleh tim peneliti dari University of Toronto. Anda dapat mengonsumsi ginseng dalam bentuk akar, bubuk, ataupun suplemen ginseng.

Jahe

Jahe merupakan tanaman obat dan digunakan sebagai bumbu masakan yang dibudidayakan di Afrika, Australia, Cina, India, dan Jamaika. Ini banyak digunakan di wilayah Asia sebagai bumbu masakan. Jahe juga menjadi salah satu bumbu yang bisa ditambahkan ke dalam minuman, baik itu teh, susu, dan lainnya.

Jahe menjadi salah satu tanaman obat yang digunakan dalam praktik pengobatan Ayurveda, yang artinya jahe telah digunakan selama bertahun-tahun. Dalam pengobatan Ayurveda, khasiat jahe yang paling dikenal adalah untuk mengobati penyakit umum seperti mual dan gangguan pencernaan. Akan tetapi, ini juga berkhasiat dalam menurunkan kadar gula darah, bahkan para peneliti ilmiah telah mengkonfirmasi bahwa jahe membantu mengontrol kadar gula darah dengan meningkatkan sekresi insulin dan sensitivitas insulin.

Karena ini digunakan secara luas baik dalam pengobatan maupun kuliner, menemukan jahe di pasaran tidaklah sulit, terutama di Indonesia dengan tanahnya yang subur. Sebagai salah satu bumbu yang begitu penting, jahe mudah ditemukan dalam bentuk segar atau bubuk. Anda bisa menambahkan jahe bubuk agar lebih praktis dalam masakan Anda, dan minum rebusan atau teh jahe. Teh jahe sangat bagus untuk memulai hari Anda, namun usahakan untuk menghindari konsumsi jahe setelah jam 6 sore.

Kayu Manis

Kayu manis adalah rempah-rempah yang berasal dari kulit pohon bagian dalam yang termasuk dalam genus Cinnamomum. Diketahui bahwa rempah ini telah digunakan sejak zaman Mesir, atau sekitar 2000 tahun yang lalu. Kayu manis umumnya digunakan dalam masakan dan makanan penutup Asia Selatan dan negara-negara lainnya.

Kayu manis telah digunakan untuk tujuan pengobatan sejak zaman kuno, selain penggunaannya sebagai bumbu. Meski banyak dikenal untuk aplikasi kuliner, tetapi penelitian juga mengklaim bahwa kayu manis memiliki efek terapeutik. Rempah yang satu ini juga ternyata dapat membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.

Rempah dari genus Cinnamomum ini banyak ditemukan sebagai suplemen herbal yang banyak dikonsumsi oleh penderita diabetes, dan berkemampuan dalam mengobati obesitas, kejang otot, diare, dan flu biasa. Banyak penelitian telah mengkonfirmasi bahwa mengkonsumsi kayu manis secara teratur dapat membantu mengontrol gula darah tinggi dan karenanya dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk mengobati diabetes.

Kunyit

Kunyit umumnya digunakan dalam masakan India, Bangladesh, Pakistan, dan Iran. Ini hadir sebagai salah satu keluarga jahe, yang identik dengan aplikasi kuliner sebagai pewarna alami. Kunyit dapat ditemukan dalam berbagai masakan, termasuk masakan Indonesia. Kunyit begitu serbaguna, dan bahkan diolah mejadi bumbu praktis seperti bumbu ikan goreng kunyit, yang memperkaya cita rasa masakan Anda.

Ini tak hanya berpotensi sebagai bumbu masakan saja, tetapi kunyit juga merupakan obat Ayurveda yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, luka, masalah kulit, dan masalah pencernaan. Penelitian telah menemukan bahwa fitokimia yang disebut curcumin bertanggung jawab atas warna kuning kunyit dan khasiat obatnya.

Senyawa tersebut yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh, dan dipercaya juga bertanggung jawab untuk menurunkan kadar glukosa darah. Ini juga telah dibuktikan oleh para peneliti, yang hasilnya menunjukkan bahwa senyawa curcumin memberikan dampak yang baik terhadap pasien diabetes tipe 2, dengan menurunkan kadar glukosa darah. Untuk memperoleh manfaatnya, Anda bisa menggunakan kunyit utuh atau kunyit bubuk, dan tambahkan langsung ke dalam masakan. Bubuk kunyit juga bisa dikonsumsi dengan ditambahkan ke dalam jus atau smoothie.

Oregano

Oregano merupakan herba aromatik yang masuk dalam keluarga mint, dan berasal dari Mediterania. Penggunaan umum oregano adalah aplikasinya dalam masakan Italia seperti pizza. Oregano memiliki manfaat yang luas, selain sebagai bumbu, oregano juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan. National Library of Medicine menunjukkan bahwa oregano mengandung glikosida yang menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Oregano dapat diekstrak airnya, dan telah terbukti dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Khasiatnya dalam menurunkan gula darah adalah dengan meningkatkan aktivitas insulin dan memobilisasi glukosa dalam sel, sehingga mengurangi laju pembentukan karbohidrat. Anda bisa menggunakan oregano segar atau kering dalam makanan Anda, atau jadikan teh oregano agar lebih sederhana saat dikonsumsi.

Sage

masakan negara apapun cairo food bumbunya

Rempah untuk menurunkan gula darah lainnya adalah sage. Ini merupakan sebuah tanaman herbal dengan aroma khasnya yang kuat. Sage umum ditemukan dalam berbagai masakan, khususnya pada unggas dan domba. Tanaman herbal yang menjadi salah satu keluarga mint ini juga berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa secara signifikan.

Hal ini dikarenakan sage mampu meningkatkan sekresi dan aktivitas insulin, sehingga bekerja dengan mudah dalam mengontrol kadar gula darah pada penderita pradiabetes dan mengelolanya pada penderita diabetes tipe 2. Selain itu, juga mempengaruhi fungsi hati secara positif, sehingga berkemampuan dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Meski disukai sebagai tambahan pada hidangan daging, untuk memperoleh manfaat pengobatan dari sage adalah mengonsumsinya sebagai teh. Untuk membuat teh sage, cukup dengan menyiapkan satu hingga dua lembar daun sage, dan tambahkan air mendidih ke dalamnya. Biarkan terendam selama 5 menit sebelum diminum.

Rempah-rempah akan bekerja dengan optimal apabila diikuti dengan perilaku gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan kaya serat, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat, dan tak lupa untuk berolahraga secara teratur. Akan tetapi, penting untuk berkonsultasi pada dokter terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Lengkapi asupan nutrisi Anda dengan mengonsumsi rempah yang tersedia di Cairo Food. Selain itu, jika Anda memiliki masalah berat badan, cari tahu cara efektif menurunkan berat badan di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *