10 Jenis Teh Asal Korea Yang Baik Untuk Kesehatan

Teh asal Korea menjadi minuman yang sangat tepat dikonsumsi ketika musim dingin tiba. Secara sederhana teh Korea adalah campuran air dengan salah satu bagian dari tanaman teh termasuk daun dari tanaman Camellia sinensis. Teh populer lainnya dari Korea juga berasal dari penggunaan bagian bunga, akar, kulit kayu, buah, maupun pucuk dari tanaman teh.

Mengenal Tradisi Teh Korea

Secara geografis Korea terletak di antara Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut dianggap sebagai produsen teh terbesar di dunia. Ini menjadi alasan utama mengapa Korea juga mendapat pengaruh minum teh seperti masyarakat Cina dan Jepang. Pada awalnya teh dari Cina diperkenalkan ke Korea melalui biksu Korea yang belajar ke Cina. Hal ini menyebabkan teh Korea erat kaitannya dengan keagamaan Buddha.

Pada awal Dinasti Koryo, teh dikenal sebagai hadiah militer dari raja atau hadiah dari biksu Buddha kepada keluarga yang sedang berduka. Selama berabad-abad teh Korea pun menjadi komoditas barang mahal dan memungut pajak yang tinggi. Sejak saat itu pula terdapat upacara minum teh tradisional yang disebut “Darye” yang diterjemahkan sebagai etiket minum teh. Di zaman kontemporer upacara minum teh telah menjadi cara untuk menemukan momen santai dalam budaya Korea.

Dikarenakan tradisi adat mengenai teh di Korea yang masih begitu melekat pada masyarakat, menjadi alasan berkembangnya puluhan jenis teh di Korea. Seluruh jenis teh tersebut mengandung rasa dan khasiat yang berbeda-beda. Namun sebagian besar pasti difungsikan untuk menjaga kesehatan secara umum. Berikut jenis-jenis teh asal korea yang bermanfaat untuk kesehatan.

Yuja-Cha

Yuja-cha atau teh yuja adalah teh tradisional Korea yang dibuat dari buah yuja dengan campuran madu. Teh yuja populer di seluruh Korea terutama di musim dingin. Yuja adalah buah jeruk yang menyerupai jeruk bali kecil yang berasal dari Jepang dan dikenal sebagai yuzu. Teh populer ini dibuat dengan mengawetkan yuja menjadi sirup yang manis, kental, dan banyak airnya.

Konon katanya teh yuja adalah teh favorit dari Raja Agung Sejong yang menjadi pendukung besar dari teh Korea khusus ini. Teh yuja bermanfaat untuk kesehatan karena memiliki lebih banyak vitamin C dibandingkan teh sejenis. Vitamin C dalam teh yuja menjadi alasan mengapa teh ini sangat populer sebagai obat di kala terserang flu.

Berbagai manfaat lain dari mengonsumsi teh yuja adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melawan infeksi penyakit, meredakan demam dan sakit tenggorokan, melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah serta mengatasi masalah pencernaan. Tak sampai di situ saja, teh yuja juga dikenal sebagai minuman yang dapat mengurangi gejala mabuk laut sekaligus menjadi ramuan ajaib yang dapat mencerahkan warna kulit.

Nok-Cha

Nok-cha adalah nama Korea dari teh hijau atau green tea yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Teh hijau adalah teh yang mengalami proses paling sedikit dibandingkan teh oolong dan teh hitam. Dalam hal ini teh hijau tidak menggunakan proses pengeringan dan oksidasi. Teh hijau adalah jenis teh dari daun yang paling umum. Teh nok-cha dikenal memiliki manfaat kesehatan meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Konsumsi teh hijau secara teratur mempengaruhi penurunan resiko kanker, dan penyakit kardiovaskular, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, anti-inflamasi, dan mempertahankan berat badan seimbang. Teh nok-cha adalah salah satu jenis teh hijau yang juga populer di Jepang dan Cina dengan nama dan jenis yang bervariasi. Namun masing-masing teh hijau dari setiap negara tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

Don-Cha

Don-cha adalah teh yang berasal dari daun tanaman teh liar. Daun ini dikukus dan ditumbuk menjadi bentuk cakram dengan tambahan lubang. Ini menyerupai bentuk koin sehingga terkadang dikenal dengan istilah money tea. Bongkahan dari don-cha yang sudah dibentuk biasanya memiliki berat sekitar 8 gram lalu direndam dalam air panas selama 5-10 menit.

Don-cha yang juga dikenal sebagai jyon-cha ini, populer di wilayah Jang Heung di provinsi Jeolla Selatan. Satu bongkahan don-cha dapat digunakan kembali hingga 3-4 kali dan tetap menghasilkan warna dan rasa yang sama. Daun teh untuk membuat don-cha dipetik pada bulan Mei dari suatu tempat di pantai selatan Semenanjung Korea.

Daun teh akan diproses dengan cara dikukus maksimal 12 jam setelah panen. Pengukusan dilakukan di dalam kuali tradisional Korea gamasot. Lalu daun tersebut ditumbuk menggunakan lesung tradisional. Setelah daun menjadi halusan, maka dibentuk menjadi gumpalan bulat dan di jemur. Setelah kering lalu dibuat lubang di tengah setiap gumpalan teh, kemudian difermentasi setidaknya selama 6 bulan sebelum digunakan.

Hal ini dikarenakan fermentasi akan membantu mengembangkan rasa dan aroma yang kaya sehingga semakin lama fermentasi dipercaya akan menghasilkan teh yang lebih nikmat. Tak heran jika beberapa kelompok masyarakat Korea juga suka menyimpan teh ini hingga bertahun-tahun. Teh don-cha yang cukup unik ini banyak digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengobati sakit perut, demam, pilek, mengurangi sembelit, dan bahkan membantu detoksifikasi.

Yeonnip-Cha

Yeonnip-Cha berasal dari daun muda tanaman teratai. Teh ini sering melalui proses pemanasan baik dengan cara dikukus atau dipanggang sebelum dikeringkan. Meski tidak menutup kemungkinan daun segar dari teratai ini langsung dijadikan sebagai minuman. Biasanya daun segar dengan berat 6-12 gram bisa dicampurkan dengan air rebus berukuran 600 ml.

Sementara untuk menyeduh daun teh yang sudah kering membutuhkan 15-20 gram untuk menghasilkan 2 hingga 3 cangkir teh. Lebih lanjut, teh teratai juga bisa dibuat dari bagian tanaman teratai lainnya seperti bunga teratai (yeonhwa-cha), buah teratai (yeonbang-cha), biji teratai (yeonssi-cha), dan akar teratai (yeongeun-cha). Secara umum manfaat teh ini sangat beragam.

Beberapa manfaat yang paling umum dan sudah dibuktikan oleh banyak orang adalah kemampuan teh teratai untuk mengatasi diare, mengurangi peradangan, melawan pertumbuhan sel kanker, menyehatkan jantung, mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi, hingga mengatasi kulit berminyak sekaligus mencegah jerawat. Banyaknya manfaat ini sudah dibuktikan bahwa teratai adalah salah satu obat tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Korea ratusan tahun lalu sebagai bahan pengobatan alami yang tidak menimbulkan efek samping.

Omija-Cha

Omija-cha adalah teh tradisional Korea yang terbuat dari buah magnolia kering. Dalam bahasa Korea, omija artinya lima rasa yang menggambarkan rasa dari teh ini yaitu manis, asam, pahit, asin, dan pedas. Teh omija dibuat dengan cara merebus buah magnolia kering menggunakan api kecil. Rebusan ini bisa menggunakan tambahan pemanis berupa madu.

Selain itu, teh omija juga bisa dibuat dari biji tumbuhan magnolia atau dari bubuk buah berry yang mungkin lebih praktis. Teh omija bisa disajikan dalam keadaan panas atau dingin sehingga cocok dikonsumsi dalam cuaca apapun. Meminum omija secara langsung (tanpa tambahan zat apapun) akan membuat rasa lelah dan haus akan hilang segera. Teh omija paling populer karena efektivitasnya dalam menyembuhkan batuk dan asma.

Yulmu-Cha

Yulmu-cha adalah jenis teh Korea yang terbuat dari bubuk yulmu yaitu sejenis biji-bijian. Yulmu memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga menjadi minuman sehat maupun pengganti kopi yang lebih baik. Biji yulmu dikenal juga dengan nama job’s tears. Bentuk fisiknya seperti kacang dengan kulit keras pada bagian luar. Selain dikonsumsi sebagai teh, orang Korea juga mengenal yulmu sebagai sereal. Bubuk teh yulmu yang sudah dipanggang dan diseduh, terkadang dicampur dengan jenis kacang lain misalnya kenari untuk memberikan rasa teh yang lebih enak.

Teh yulmu ini biasa disajikan dalam keadaan panas serta dapat ditemukan melalui mesin penjualan otomatis di Korea Selatan. Rasanya yang creamy dan manis membuat yulmu sangat enak dikonsumsi saat cuaca dingin. Teh yulmu ini, selain dapat memperkuat sistem imun ternyata juga mampu mengobati sakit maag dan masalah pada lambung lainnya. Di Indonesia sendiri bubuk teh yulmu sudah mulai dikenal. Ini dimanfaatkan sebagai minuman yang sehat untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa yulmu termasuk teh yang menjadi favorit banyak orang Korea.

Dohwa-Cha

Dohwa-cha adalah teh Korea yang berasal dari bunga buah persik setelah dikeringkan. Bunga dari buah persik dipanen selama musim semi lalu dikeringkan di tempat teduh dan disimpan dalam kantong kertas. Benang sari di dalam bunga perlu dikeluarkan sebelum dikeringkan. Setelah kering dohwa-cha bisa digunakan langsung untuk membuat teh. Dengan berat 15-20 gram bunga persik yang kering bisa direbus dalam 500 ml air.

Biasanya teh ini juga dicampur dengan kuncup bunga yang sudah direndam 5-10 menit di dalam air dingin. Selain itu, teh ini dapat diberi tambahan madu untuk menambah cita rasa. Sama seperti jenis teh umumnya, dohwa-cha menawarkan aroma harum dengan rasa yang ringan dan halus disertai efek relaksasi yang ada. Teh ini sangat sehat karena selain baik untuk pencernaan, juga membantu menghidrasi tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan stres, hingga menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Meski manfaat teh ini cukup banyak, namun masyarakat Korea lebih sering menggunakan dohwa-cha sebagai bahan pengobatan sembelit dan penyakit kalkulus.

Bori-Cha

Bori-cha mungkin bukan berasal dari Korea namun jenis teh ini populer di negara-negara Asia Timur termasuk Korea, Cina, Jepang dan Taiwan. Teh ini biasa dikonsumsi dalam keadaan panas atau dingin. Namun di Jepang minuman ini lebih sering disajikan dalam keadaan dingin, untuk menikmati musim panas dengan segar. Teh yang disebut juga sebagai teh barley ini memiliki nama lain yang juga populer seperti bori-cha, mugi-cha, damai-cha.

Teh barley ini terbuat dari biji-bijian tanaman barley. Sebelum teh barley dinikmati secara luas, biji barley dipanggang terlebih dahulu hingga menghasilkan warna kecoklatan. Karena prosesnya yang dipanggang, teh ini memberikan rasa yang sedikit pahit dibandingkan jenis teh yang berasal dari biji-bijian. Meski dengan rasanya yang ‘kurang enak’ ini, teh barley akan bermanfaat untuk menjaga kerusakan sel-sel tubuh, membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan mulut, mencegah kanker, hingga meningkatkan kualitas tidur. Teh barley memang sangat populer dan banyak dikonsumsi, namun perlu diperhatikan bahwa teh barley mengandung senyawa kimia yang akan memperbesar gejala peningkatan resiko kanker pankreas maupun kanker kolorektal.

Insam-Cha

Insam-cha adalah teh ginseng yang menggunakan akar dari jenis ginseng Asia atau panax ginseng. Akar ginseng biasanya digiling atau dibuat menjadi bubuk namun juga bisa dibuat dengan cara direndam. Teh ginseng secara tradisional disiapkan dengan jujube dan chestnut Korea kering yang direbus selama beberapa jam menggunakan api kecil. Dalam proses perebusannya teh ini dapat ditambahkan dengan madu lalu disajikan dengan kacang pinus Korea yang mengapung di atasnya.

Teh ginseng biasa dijual dalam bentuk bubuk kering yang halus atau hanya parutan kering yang masih kasar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jenis teh ini bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan konsentrasi dan kesehatan mental. Sementara manfaat ginseng lainnya juga bisa meningkatkan sistem imun, menurunkan gula darah, meningkatkan tekanan darah bagi penderita hipotensi, mengurangi resiko kanker dan obesitas, bahkan dipercaya untuk mengatasi disfungsi seksual. Akan tetapi teh ginseng asli memiliki harga yang cukup mahal sehingga perlu berhati-hati terhadap produk palsu yang dijual dengan harga yang lebih murah.

Ssanghwa-Cha

Ssanghwa-cha adalah teh asal Korea dengan warna coklat tua dan rasa yang sedikit pahit. Ini adalah teh medis yang digunakan dalam berbagai pengobatan. Teh ini terbuat dari akar kering peony hutan putih (baekjagyak), akar rehmannia yang dikukus dan dikeringkan (sukjihwang), akar kering milkvetch Mongolia (hwanggi), akar kering angelica Korea (danggwi), akar kering lovage (cheongung), kulit kayu manis Cina (gyepi), dan akar manis Cina (gama).

Teh yang unik ini bisa digunakan untuk pasien hipertensi, gagal jantung, gangguan ginjal, pasien edema, dan penyakit kronis lain namun perlu mendapati konsultasi dengan dokter atau apoteker terlebih dahulu. Sebagai informasi, bahan-bahan dalam pembuatan teh ini sudah digunakan pada masa Dinasti Joseon sebagai cairan untuk mandi herbal yang dapat dinikmati di pagi maupun sore hari. Selain itu teh ssanghwa juga telah digunakan selama ribuan tahun lalu di Korea sebagai minuman terapi dan energi. Minuman ini dipercaya akan mempercepat pemulihan sakit, meredakan kelelahan dan kelemahan fisik, serta mengobati keringat dingin dan demam. Teh ssanghwa juga mengandung antioksidan yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Demikian 10 jenis teh asal korea yang baik untuk kesehatan. Setelah membaca artikel ini, anda pasti memahami bahwa teh asal korea tidak hanya berasal dari daun tanaman teh, namun bisa berasal dari bagian apapun dari tumbuhan tertentu. Selain itu teh ini juga mungkin dihasilkan dari campuran berbagai tanaman yang berbeda-beda. Bagaimana, anda tertarik mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *