Tips Mencegah Chilling Injury pada Buah dan Sayur

Pada makanan seperti buah dan sayur, tak jarang mereka mengalami gangguan pascapanen, yang disebut juga dengan chilling injury atau cedera akibat suhu dingin. Ini mungkin terdengar asing, tetapi merupakan hal yang penting untuk mencegah chilling injury pada buah dan sayur. Ketahui cara mencegah chilling injuries pada buah dan sayur.

Mengenal Chilling Injury

Chilling injury atau cedera akibat suhu dingin bisa terjadi pada buah dan sayur yang Anda sukai. Ini bukanlah suatu fenomena di mana buah dan sayuran yang ditanam menjadi sakit, melainkan karena paparan suhu dingin terhadap bahan makanan tersebut. Gejala klasik dari chilling injury adalah kulit berlubang dan gejala kulit melepuh dan kulit menjadi coklat.

Kendati demikian, berbagai faktor bisa berakibat pada terjadinya chilling injury. Sebagai contoh, gejala chilling injury bisa disebabkan karena suhu penyimpanan yang dingin dan ditempatkan terlalu lama, di mana gejala meningkat dengan suhu penyimpanan yang lebih rendah untuk waktu perlakuan yang lebih lama. Beberapa gejala kerusakan dingin dapat terjadi saat buah berada pada suhu rendah namun gejala ini meningkat ketika buah dipindahkan dari suhu dingin ke suhu ruang.

Apapun Bumbunya, Tidak Pakai Pengawet

Kejadian kerusakan akibat kedinginan juga bergantung pada faktor-faktor sebelum panen, termasuk tahap pematangan buah dan kondisi lingkungan selama pertumbuhan buah seperti suhu lapangan sebelum penyimpanan dingin. Misalnya dalam beberapa situasi, buah yang dipanen pada awal dan akhir musim lebih rentan terhadap kerusakan akibat suhu dingin dibandingkan buah yang dipanen pada pertengahan musim, namun hal ini tidak selalu terjadi pada musim dan kondisi pertumbuhan yang berbeda.

Memprediksi permulaan dan tingkat keparahan chilling injury terbilang cukup sulit. Hal ini disebabkan oleh waktu yang tida bisa diprediksi, serta kombinasi suhu yang berpotensi dalam menyebabkan timbulnya gejala. Waktu perawatan dingin yang singkat mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi waktu penyimpanan dingin yang lebih lama dapat menunjukkan gangguan tersebut.

Cara termudah untuk menghindari kerusakan akibat kedinginan adalah dengan menghindari penyimpanan jeruk pada suhu di bawah 5 derajat Celcius, namun banyak perlakuan dingin fitosanitasi terhadap lalat buah memerlukan perlakuan dingin yaitu dengan suhu 1 derajat Celcius. hingga tiga minggu perawatan. Di bawah ini adalah daftar buah dan sayur yang paling rentan hingga yang tidak rentan terhadap chilling injury.

Paling rentan:

  • Asparagus
  • Mentimun
  • Terong
  • Jeruk lemon
  • Tomat
  • Selada
  • Jeruk nipis
  • Okra
  • Buah persik
  • Paprika
  • Kentang

Cukup rentan:

  • Brokoli
  • Wortel
  • Kembang kol
  • Seledri
  • Jeruk bali
  • Anggur
  • Bawang bombay (kering)
  • Jeruk
  • Peterseli
  • Bayam
  • Labu

Paling tidak rentan:

  • Kubis Brussel
  • Kubis
  • Kurma
  • Bit

Mencegah Chilling Injury pada Buah dan Sayur

Perawatan Suhu

Mencegah chilling injury yang pertama adalah perawatan suhu. Seperti yang telah diketahui dalam penjelasan yang paling sederhana ialah chilling injury bisa terjadi oleh paparan suhu dingin dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda harus memanfaatkan suhu tinggi dalam jangka pendek, yaitu dengan mencelupkan buah atau sayur ke dalam air panas, atau penyikatan air panas, serta pengawetan atau pengkondisian dengan udara lembab dan panas. Ini menjadi cara yang cukup efektif meski membuat buah dan sayur menjadi stres demi melindunginya dari stres lain, yaitu chilling injury.

Perawatan suhu dalam upaya pencegahan chilling injury seperti pada buah dalam kondisi pengawetan dan perlakuan panas bergantung pada jenis buah atau sayur serta perlakuannya. Pada buah jeruk yang dilakukan dengan cara menghantarkan udara panas selama tiga hari pada suhu 37 derajat Celcius secara konsisten terbukti efektif membuat mereka lebih mentolerir suhu dingin tanpa menyebabkan kerusakan akibat panas. Selain itu perawatan celup air panas, pemanasan intermiten, serta pembilasan dan penyikatan pada suhu 60 derajat Celcius selama beberapa detik juga dilaporkan efektif dalam mengurangi gejala chilling injury.

Contoh lainnya adalah buah persik, dengan pengkondisian awal pascapanen yang dilakukan adalah menyimpannya pada suhu 68 derajat Fahrenheit atau 20 derajat Celcius dalam kurun waktu 24-48 jam pengemasan tetapi sebelum penyimpanan dingin pada suhu sekitar 32 derajat Fahrenheit atau 0 derajat Celcius.

Kondisi suhu tersebut telah terbukti menghasilkan chilling injury yang jauh lebih sedikit melalui proses stimulasi metabolisme buah atau sayur terkait dengan pematangan. Praktik pencegahan ini menjaga buah persik agar lebih tahan terhadap suhu yang fluktuatif saat pengemasan, namun tetap matang dan mengurangi potensi chilling injury. Namun, dalam melakukan metode ini, pemantauan berat badan dan pelunakan buah juga perlu dilakukan.

Menanam pada Tempat yang Sesuai

Menumbuhkan tanaman yang sehat bisa menjadi cara mudah dan efektif dalam mencegah chilling injury pada buah dan sayur. Sebagai contoh, mentimun yang ditanam pada suhu kelembapan optimal lebih tahan terhadap kerusakan akibat suhu dingin daripada menanam mentimun pada suhu yang fluktuatif.

Zat Pengatur Tumbuh

Zat pengatur tumbuh yang berbeda seperti asam jasmonat, asam salisilat serta antioksidan berpotensi dalam mencegah terjadinya kerusakan akibat kedinginan. Produk lainnya yang bisa mengurangi chilling injury yaitu asam absisat, poliamina, metil jasmonat, dan giberelin. Zat pengatur tumbuh seperti asam jasmonic telah terbukti dapat mengontroll respon dari paparan abiotik dan biotik, termasuk kerusakan akibat chilling injury pada berbagai tanaman. Sementara yang lainnya, misalnya asam salisilat juga bisa mencegah terjadinya chilling injury pada tanaman dengan cara meningkatkan berbagai aktivitas antioksidan, produksi total fenolat, dan/atau menekan peroksidasi lipid membran dan produksi spesies oksigen reaktif.

Fungisida

Fungisida adalah bagian dari zat kimia yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan cendawan. Tiabendazol (sejenis obat untuk mengobati infeksi cacing) adalah salah satu yang digunakan untuk mencegah chilling injury. Fungsi utama dari tiabendazol ini yaitu membantu mengendalikan pembusukan pascapanen, sekaligus mengurangi timbulnya chilling injury.

Selain itu, penggunaan tiabendazol dalam bentuk celupan hangat pada suhu 40 derajat Celcius juga terbukti semakin menurunkan ekspresi gejala dingin. Peningkatan suhu menghasilkan pengendapan bahan kimia yang lebih tinggi ke dalam buah, tetapi masih belum diketahui bagaimana cara kerja tiabendazol meningkatkan toleransi terhadap suhu dingin.

Lilin

Lilin atau wax juga bisa diaplikasikan untuk mencegah chilling injury pada buah dan sayur. Aplikasi lilin biasanya digunakan sebagai alternatif dari wax alami atau kutikula yang hilang dalam beberapa proses, yaitu penyikatan, penanganan dan pengepakan pascapanen. Tak hanya itu, lilin juga berpotensi dalam mengurangi kehilangan air pada buah, yang pada akhirnya mengurangi chilling injury.

Suasana yang Dimodifikasi

Dari indonesia untuk dunia

Penggunaan kemasan atmosfer yang dimodifikasi tidak banyak digunakan secara komersial, namun telah terbukti mengurangi kerusakan akibat chilling injury. Diperkirakan bahwa kelembaban relatif yang tinggi dalam karton penyimpanan mengurangi kehilangan air dan kerusakan akibat suhu dingin.

Pengkondisian Suhu Rendah

Pengkondisian suhu rendah bisa dilakukan untuk mencegah chilling injury. Caranya adalah mengurangi suhu secara bertahap setelah panen. Cara ini dinilai efektif karena buah dan sayuran dapat beradaptasi pada suhu rendah. Misalnya, satu hari pada suhu 18 derajat Celcius atau dua hari pada suhu 10 derajat Celcius, keduanya menunda munculnya kerusakan dingin pada zucchini yang disimpan pada suhu 5 derajat Celcius.

Paparan Sinar Ultraviolet (UV)

Mencegah chilling injury pada buah dan sayur yang terakhir adalah melalui paparan sinar UV. Cara ini memiliki efek yang mirip dengan perawatan panas, di mana sinar UV yang relatif panas dapat menghasilkan senyawa pertahanan pada sayuran. Terlebih, sinar UV yang panas juga dapat mengurangi gejala dengan membunuh mikroba pada kulit sayuran.

Buah dan sayur yang segar merupakan favorit banyak orang. Kedua bahan makanan tersebut dapat diolah menjadi hidangan yang lezat, atau hanya dijadikan salad, seperti Arabic salad, atau salad buah. Selain itu, memastikan kesegaran buah dan sayur tanpa terjadi kerusakan akan memenuhi asupan serat dan vitamin yang diperlukan bagi tubuh secara menyeluruh. Dengan melakukan pencegahan chilling injury, Anda bisa selalu menikmati buah dan sayur yang sehat kapan pun. Cari tahu juga cara membersihkan buah dan sayur dengan benar pada link berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *